Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah

Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah
Janji dan Genggaman


__ADS_3

Semalaman Hilman terjaga, apakah ia salah menilai Elea atau ia yang terlalu terburu-buru. Tak apa jika Elea cuek padanya asalkan saja ia tidak menjaga jarak,ia sudah cukup nyaman dengan Elea dengannya ia bisa berbicara apa saja tanpa canggung. Malam telah larut ia masih gelisah apa sebenarnya yang Elea pikirkan bukankah ia memberi harapan kepada Hilman ataukah ia memang perempuan yang seperti itu yang perhatian kepada semua orang.


Masih sibuk Hilman dengan pikirannya, layar Hpnya menyala ada notifikasi chat masuk "assalamualaikum Hil, maaf tadi aku sibuk sekali jadi baru sempat berkabar. Kamu sudah tidur?" rupanya chat dari Elea wanita yang sedang ia pikirkan. "waalaikum salam,iyya tidak apa-apa Elea.


Aku masih terjaga,ternyata ada yang menganggu jam tidur malamku" balas Hilman bercanda. "Aduh siapa yang berani menganggu jam tidurmu,tentu dia perempuan yang tidak sopan, Hehehe", balas Elea lagi. "kog kamu tahu kalau itu perempuan, apa jangan-jangan kamu tahu siapa perempuan yang ku maksud?" tegas Hilman.


"aku merasa peremouan itu juga sedang tidak bisa tidur sekarang,makanya dia meberanikan diri menghubungi duluan" balas Elea lagi. Malam itu menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua keduanya kini mulai intens berbalas chat.

__ADS_1


Hari berlalu sudah 2 minggu sejak perkenalan manis Hilman dengan Elea kini mereka sering mengobrol bersama tentu saja tidak bertemu hanya lewat chat Wa,Hilman dan Elea masih canggung bertemu mereka masih sibuk dengan urusan masing-masing dan malam adalah tempat curhat terbaik bagi mereka melepas beban. Elea menceritakan semua masalahnya dikantor tentang sahabatnya Andini, tentang bosnya yang killer dan teman-temannya yang toxic. Tak ada yang luput dari Elea meski ia tidak pernah terbuka jika Hilman bertanya tentang siapa yang istimewa dihatinya sekarang.


Hilman pun sama ia masih merahasiakan bahwa sekrang ia sudah menjadi calon suami orang. Mungkin Hilman egois ia tidak ingin Elea kecewa dan pergi begitu saja sedang ia sangat memerlukan Elea dalam hiduonya. Untuk pertama kalinya dalam hidup Hilman ia merasa bahagia dengan pilihannya sendiri tanpa campur tangan orang lain.


Meski Hilman tahu bahwa tak mudah menyembunyikan hubungannya dengan sarah tapi bagi Hilman biarkan saja dulu keadaan seperti sekarang. Ia menyukai Elea sangat menyukainya,ia juga ingin memperjuangkannya tapi rasa ingin berjuang itu masih kalah dengan rasa hormatnya kepada ibunya. Sarah adalah satu-satunya wanita yang menjadi tumpuan ibunya sekarang, Sarah bukanlah gadis desa biasa ia gadis yang memiliki kehormatan yang tinggi apa kata orang jika ternyata mereka batal menikah hanya karena Hilman memiliki kekasih yang lain.


Malam itu juga Elea menemaninya hubungan mereka sudah bukan lagi seperti teman pada umumnya meski mereka belum berpacaran secara resmi namun mereka sudah cukup dekat. Pukul 00.00 Elea diantar Hilman pulang ia takut Elea kenapa-kenapa dijalan meski jarak antara Rumah Elea dan Hilman sangat dekat. "kamu tidak masuk dulu?" tanya Elea, Hilman kemudian memasukkan motornya kegarasi. " sebentar saja yah masih ada kerjaan yang belum selesai besok pagi-pagi orangnya datang" jawab Hilman. "ia sebentar saja tidak enak juga kan anak gadis menerima tamu laki-laki apa kata orang" elea meluruskan.

__ADS_1


Mereka akhirnya masuk,Elea langsung kekamarnya menaru tas dan keluar lagi. Hilman duduk diruang tamu sambil memeperhatikan sekitar. Agak risih ini adalah pertama kalinya dalam hidup ia mendatangi rumah seorang wanita ditengah malam tanpa siapa-siapa.


Elea membawakan segelas air putih dan duduk dekat Hilman, mereka beradu pandangan cukup lama. Ada gejolak dihati mereka malam itu namun sebagai manusia yang paham akan agama rasanya tidak pantas mereka melakukan ini. Hilman buru-buru melepaskan pandanganya dan meminum air yang disajikan Elea,. "aku pulang yah, sudah sangat larut" sambil bernjak. Elea mengangguk juga ikut berdiri. Ia kemudian bertanya "kamu tahu kan kalau aku menyukaimu?".


Hilman mematung kemudian ia berbalik "kini ia tak bisa menahan gejolak itu lagi ia meraih tangan Elea dengan lembut ia mencium tangan itu dan berkata "aku menyukaimu bahkan sebelum kamu menyukaiku. Aku ingin kau yang menjadi wanita satu-satunya dihatiku,aku ingin kau yang menemaniku hingga sisa usiaku, aku ingin kau yang menjadi temoatku berbagi cerita" air mata Elea menetes ia tak menyangka laki-laki didepannya kini telah berikrar dengan sepenuh hati.


"Percayalah Elea aku akan memperjuangkanmu dengan sekuatku, sehingga tiba masanya nanti ku kecup kening itu dengan bangga", Sambung Hilman. Elea terkesimah inikah jawaban dari doa-doanya selama ini, sudah begitu babyak lelaki yang singgah dan pergi baru pertama kalinya ada lelaki memintanya dengan tulus.

__ADS_1


__ADS_2