
Malam itu cepat berlalu, setelah puas menikmati suasana malam diluar, kini Hilman mengantar Elea pulang kerumahnya. Hilman tak masuk,ia hanya memarkirkan motor Elea dan mengambil motornya. Ia berpamitan kepada Elea dengan kecupan manis didahi Elea, malam itu Elea tak bisa tidur adegan ciumannya bersama Hilman menari-nari dipelupuk matanya.
Seakan menjadi wanita paling bahagia ia memukul bantalnya berkali-kali sambil tersenyum, sesekali ia memegangi bibirnya. Hilman benar-benar membuat hatinya berbunga ingin segera ia mengkhiri semua hubungan tak halal ini,ingin rasanya ia kenalkan Hilman keorang tuanya segera. Malam itu Hilman enggan menutup matanya bayangan bibir Elea berkali-kali datang. Hilman merasa sangat bahagia malam itu menghabiskan malam bersama perempuan yang sangat ia cintai.
__ADS_1
Pagi itu ia tidak mendapati ibunya dirumah, ia kemudian masuk kembali kekamarnya dan menelpon adi mengabarkan bahwa ia akan terlambat datang kebengkel. Ia juga menelpon Elea "sudah bangun putri?"tanya Hilman kepada Elea. "ia pangeranku, sekarang sudah mandi tapi masih belum berpakian, kamu?" tanya elea " masih dikasur, masih mebayangkan soal semalam,"jawab Hilman meledek ia tahu Elea meninginkan jawaban itu. " akh, kamu membuatku malu. Sudah dulu yah, aku mau siap-siap kekantor.
Aku akan sedih deh karena tidak bisa melihat wajahmu dulu" rengek Elea. "Hilman, kamu sedang bicara dengan Sarah?" suara ibu Romlah terdengar sampai ke Elea, dengan cepat Hilman mematikan teleponnya. Elea masih belum selesai bicara, Elea kesal, kenapa Hilman tiba-tiba mematikan teleponnya. Dan ada nama Sarah terdengar disebut ibu Hilman, seakan Hilman sering menelpon perempuan itu. Elea masih bertanya-tanya tiba-tiba ada notifikasi pesan yang masuk " maaf sayang, aku sibuk sekarang, nanti aku hubungi lagi yah sepulang kantor. I love u" pesan dari Hilman dan Elea tak berniat membalasnya.
__ADS_1
Ibu Romlah masih sibuk,ia membeli beberapa kue dan menatanya di tempat khusus seakan ingin membawakan seseorang. "banyak sekali bu kuenya?" tanya Hilman. "ini mau dibawa kerumahnya Pak Madi, ba'dah duhur kita kesana. Ibu ingin membicarakan soal pernikahanmu dengan Sarah. Pamanmu dari semarang sebentar lagi sampai, ibu sudah bicara semua sama pamanmu. Ia dan istrinya akan tinggal sampai hari pernikahanmu nanti" jelas ibu Hilman bersemangat. "bak tersambar petir Hilman membeku,kini ia tak mampu berucap apapun.
"Hilman,kita shalat dimasjid yah,"ajak paman Made. Hilman mengangguk, kemudian masuk kekamar mandi,ia mandi dan bersiap ke masjid. Tak ada semangat hidup terlihat sangat jelas diwajah Hilman, ia jadi pemurung hari itu, ia hanya menjawab seadanya ato hanya mengangguk jika diajak bicara. "nak, kamu tidak bahagia dengan rencana pernikahan ini?" tanya pamannya sambil berjalan kemasjid. "kenapa paman bertanya seperti itu?"jawab Hilman. " terlihat diwajahmu nak," ucap paman made,
__ADS_1
"bukan begitu paman rasanya terlalu cepat saja semua ini terjadi" elak Hilman. "paman, belum bertemu dengan sarah,tapi paman yakin sarah adalah wanita yang baik yang dipilihkan ibumu untukmu. Kamu tahu Hilman,pernikahan itu bukan hanya mengandalkan cinta tapi juga komitmen, banyak orang yang katanya saling mecintai tapi baru 3 bulan menikah sudah bubar.
Karena mereka terlalu mengandalkan cintanya nak, padahal cinta bisa dipupuk dengan siapa kita bersama. Cinta itu akan datang kepada mereka yang mengusahakan cinta itu dan mereka akan abadi dalam mencintai, bukan hanya karena godaan nafsu saja."terangkan paman made. Hilman masih lesu ia kemudian pasrah dengan semua takdirnya kini.
__ADS_1