Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah

Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah
Elea Resmi menjadi Pelakor


__ADS_3

Pagi itu Sarah meminta kepada Hilman agar ia dan Hilman pindah kekota. Ia tidak sanggup melihat Hilman harus pulang larut terus. Itu hanyalah alasan Sarah karena sebenarnya ia ingin tahu siapa wanita yang berani menggoda suaminya.


Hilman jelas tak setuju, ia tidak bisa meninggalkan ibu dan abi Sarah sendirian di desa. "kan mereka sesekali bisa kerumah kita mas, sudah saatnya juga kan kita memikirkan masa depan." jelas Sarah. "Aku sudah bicara dengan Abi dan beliau megizinkan kog,ia juga tak tahan melihat kamu bolak balik setiap hari. abi juga sudah memberi kita tambahan modal usaha. Bengkelmu sudah harus diperluas mas, karyawanmu juga jangan hanya adi supaya kamu bisa lebih santai. " sambung Sarah.


"iyya, sebaiknya kalian tinggal dikota saja beli rumah disana. abi kalian sudah menjual sawahnya sepetak ia besok akan melihat rumah kenalannya katanya ada yang mau dijual". ibu Hilman menambahkan.


Hilman senang sekali karena Sarah mau membantu meningkatkan usahanya, pagi itu mereka berempat ke kota,ke bengkel Hilman. Ia memperluas bengkelnya, rumah yang mereka ingin beli tidak jadi mereka beli karena Sarah lebih memilih membangun bengkel Hilman menjadi ruko saja. Agar Hilman tidak jauh dengan bengkelnya. Hilman pun setuju.


Kini pembangunan ruko Hilman dimulai,untuk sementara bengkelnya diliburkan dulu, pak madi menyuruh anak dan menantunya keluar kota, pergi berbulan madu katanya. Hilman sebenarnya enggan pergi hanya saja ia tak enak menolak mertuanya karena selama ini mertuanya sudah sangat banyak membantunya. Mereka berdua memutuskan mau ke Bali saja selama seminggu karena Sarah sangat ingin kesana.


Hari minggu menjadi hari keberangkatan mereka, malam ini Sarah sibuk mengemasi koper-kopernya. Ia sudah mempersiapkan semuanya selama seminggu di Bali. Malam itu Hilman belum pulang mungkin ia sedang kerumah Elea mau pamit, pikir Sarah.


Dan benar saja Hilman datang kerumah Elea,ia mengabarkan kalau ia akan pergi ke Bali bersama istrinya selama seminggu. Elea kecewa kenapa Hilman mau mengikuti apa yang istrinya mau, bagaimana dengannya selama seminggu ini. Elea sekrang sudah agak egois.

__ADS_1


"sayang, aku hanya pergi selama seminggu. Ayah mertuaku sudah cukup banyak membantuku tidak sopan rasanya jika aku menolaknya"jelas Hilman. "baru sekarang kamu mersa tidak sopan, selama ini berbulan-bulan kamu selingkuh dibelakang anaknya kamu merasa itu sopan?" ledek Elea.


"jangan seperti itu sayang, aku akan tetap menghubungimu." rayu Hilman. "aku kesana bukan untuk bersenang-senang sayang, aku kesana hanya untuk menuntaskan kewajibanku saja tak lebih" terang Hilman kali ini dengan sedikit ciuman dipipi. Elea kembali luluh,ia selalu saja luluh jika Hilman sudah mengekuarkan jurus mautnya yaitu dengan menciumnya dengan sedikit rayuan.


Hilman mengangkat Elea masuk ke kamarnnya,untuk kali ini Elea tak menolak. Besok Hilman akan meninggalkannya ia akan memuaskan Hilman agar ia tidak nakal disana bersama istrinya,tapi siapa yang bisa menebak hati seseorang. Elea bahkan tak bisa menjamin Hilman akan selalu setia padanya.


Hilman mencium bibir Elea mereka berciuman sangat panas dan bergejolak. Suara ******* Elea semakin membuat Hilman bernafsu. Hilman kini membuka bajunya,elea juga sudah membuka baju luarnya terlihat kutang warna merah menyelimuti dadanya yang ranum. Elea mencengkram kepala Hilman yang sedang asyik menciumi lehernya. Elea meliuk-liuk membuat Hilman tertantang.


Tali kutang Elea sudah terlepas, Hilman dengan cepat menerkam isinya. Namun belum selesai Hilman dengan permainannya tiba-tiba telponnya berdering. ada nama Sarah disana,Elea merampas telepon itu lalu melemparnya ke sisi sudut kasur. Elea mencium Hilman dengan ganas sekali sesekali ia mainkan tangannya ke bawah, Hilman mulai beranjak ia sudah melucuti seluruh pakaian luarnya begitupun Elea, susah payah mereka saling membantu melucuti pakaian masing-masing nafsu mereka sudah membara.


Mereka kini tergeletak di kasur, Elea memeluk Hilman menciumnya berkali-kali. "sekarang tidak ada alasan bagimu untuk meninggalkanku sayang, aku sudah menjadi milikmu seutuhnya" kata Elea. Hilman mengangguk dan terlelap.


Pukul 04.00 Hilman terbangun ia terkejut karena Elea ada disampingnya,ia mengecup bibir Elea membuat Elea terbangun dan menarik Hilman kembali ke selimutnya. Hilman masuk kamar mandi, Elea mengetuk kamar mandi, Hilman membukanya dan kini Elea sudah masuk tanpa busana. Keduanya saling berciuman mesra kembali mereka melakukan adegan suami istri.

__ADS_1


Elea masih enggan melepaskan Hilman namun Hilman harus pulag. Sarah dan ibunya pasti sedang bingung. Mengapa Hilman tak mejawab teleponnya. Hilman memeriksa teleponnya ada 10 panggilan terjawab dari Sarah dan 1 pesan masuk "mas kamu dimana? Ibu sekarang dirumah sakit mas." tulis Sarah. Hilman mematung dengan cepat ia mengendarai motornya,ia menelpon Sarah.


"Rumah sakit mana?" tanya Hilman gugup. Sarah menjelaskan alamat rumah sakitnya. Dengan cepat Hilman ke alamat yang diberikan Sarah. Hilman sudah sampai, Sarah yang berada di sudut ranjang menangis. Bu Romlah tidak sadarkan diri, ia pingsan setelah keluar dari kamar kecil. Sudah beberapa hari ini ia mengeluh sakit kepala namun tak meberitahukan ke anak-anaknya.


Hilman meraih tangan ibunya, ia mencium tangan ibunya seraya meminta maaf. "kamu dari mana saja sih mas?, dari tadi aku hubungi tidak diangkat." tanya Sarah curiga bercampur kesal namun Hilman tidak ingin membahasnya.


Tidak lama berselang, bu Romlah sadar. Ia bingung kenapa ia ada dirumah sakit, Sarah menjelaskan semuanya. Bu Romlah meminta maaf karena sudah merepotkan mereka. Sarah dan Hilman menggeleng. Hilman merasa sangat terpukul,ia sangat lega ibunya sadar ia masih takut jika sewaktu-waktu ibunya pergi meninggalkannya. Ia berdosa kepada ibunya.


Sarah keluar membelikan Hilman kopi dan mengajaknya bicara. Sudah lama sebenarnya Sarah ingin menanyakan soal wanita itu tapi menurutnya sekarang adalah waktu yang tepat. Ia tak bisa lagi diam pura-pura tak tahu soal hubungan mereka.


Hilman duduk dikursi yang ada di teras kamar pasien. Hilman berterima kasih kepada Sarah karena telah merawat ibunya. Sarah mengangguk "sudah kewajibanku mas sebagai anak berbakti dan menjaga ibu". ucap Sarah, "saya tahu mas, kamu kemana malam tadi," lanjut Sarah. "sudah berbulan-bulan sejak pernikahan kita mas, aku sudah tahu, setiap kelakuanmu diluar sana" ucap sarah lagi melanjutkan. Hilman masih tak menimpali,ia hanya me dengar kata-kata Sarah.


"aku wanita mas, setiap kali kamu pulang larut dan mendapatimu memakai pakaian yang berbeda,harum selalu membuat hatiku hancur, tapi aku bisa apa mas aku hanyalah istri yang tidak dianggap olehmu". Kini Aarah mulai terisak

__ADS_1


"Aku bisa saja meminta cerai sekarang, karena aku tahu sekarang pun hubungan kalian sudah sangat jauh,tadi niatku begitu mas. Tapi aku tahan sekarang dan rasanya akan aku pikirkan lagi, ibu sedang sakit mas. Rasanya tak pantas bagiku meminta berpisah denganmu sekarang" sambung Sarah.


__ADS_2