Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah

Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah
Air Mata


__ADS_3

Malam ahad, adalah malam yang dijanjikan Elea untuk membuatkan mie goreng spesial kepada Hilman. Hilman meminta izjn kepada ibunya untuk tidak pulang alasannya selalu sama ia harus lembir malam itu meski memang ia tidak berbohong karena ia memang mengerjakan motor pelanggannya sampai malam.


Elea asyik merapikan ruang tamunya sepulang kantor karena sudah beberapa hari ini ia tidak sempat beberes rumah. "Tok-tok, assalamualaikum" salam Hilman, Elea tidak langsung membalas salam Hilman ia masuk kekamarnya merapikan jilbabnya dan memperbaiki riasannya, ini adalah kali kedua Hilman memasuki rumahnya. "waalaikum salam,tunggu sebentar sayang" jawab Elea lembut ingin rasanya Hilman melayang mendengar ucapan Elea tadi.


Elea bergegas membuka pintu, mengandeng tangan Hilman dan memeluknya sebentar seakan batasan antara ia dan Hilman sudah tidak berlaku meaki Hilman masih memilih hati-hati. "Duduklah aku akan memasak sekarang" ucap Elea manja. Hilman menuruti perkataan Elea ia duduk disofa yang ada diruang tamu.

__ADS_1


Hanya baru 10 menit Elea kembali dari dapur lengkap dengan mampan ditangannya dan dua mangkok besar berisi mie goreng dan potongan cabe rawit. Ia meletakkan mampan itu sambil mengedipkan mata lalu kembali ke dapur untuk mengambil teko dan satu buah gelas.


"silakan dimakan bebei" ucap Elea mesra,Hilman tersenyum dan mencoba mienya rasanya nikmat padahal hanya mie instan biasa bahkan Sarah sering memasakkan masakan yang lebih enak namun kali ini terasa berbeda mungkin karena ini dibuatkan oleh orang yang ia cintai. Mereka menyantap mie goreng itu sambil berbicara soal masa depan mereka berdua, mereka asyik merangkai mimpi dan berharap segera menikah.


" aku belum tahu pasti lea, ibuku masih kurang sehat"tampik Hilman. "sejujurnya aku ingin kau segera menemui orang tuaku,mereka sudah tidak sabar ingin melihat anak perempuannya menikah, " sambung Elea. Elea sudah tidak betah lama-lama menjalin hubungan seperti ini dengan Hilman rasanya tidak baik,ia ingin segera menikah dengan Hilman agar semua impiannya bisa ia raih beraama.

__ADS_1


"kamu tahu kan, sedari awal aku memang tidak berniat untuk pacaran, aku benci hala-hal seperti itu aku sudah tua sayang, aku sudah 31 tahun, teman sebayaku bahkan sudah memiliki anak lebih dari satu, awaknya aku tak peduli dengan semua itu tapi lama-lama ternyata menikah juga adalah prioritas dalam hidupku sekarang" jelasnya.


Kini ia tidak berselerah lagi untuk makan. Mereka berdua terdiam cukup lama, Hilman masih menimbang apakah ia jujur soal Sarah atau ia yang harus jujur dulu ke ibunya? Elea merasa Hilman seakan menikmati hubungannya sekarang tanpa berpikir bagaimana ingin menikahinya, Elea jelas melihat keraguan dimata Hilman malam itu dan itu cukup membuat Elea kecewa. Hilman tidak jadi bermalam di bengkelnya sepulangnya dari rumah Elea ia langsung pulang kerumahnya, ia dapati ibunya tertidur di kamarnya,ia mendekati ibunya mencium tangannya tak kuasa air matanya jatuh buru-buru ia berlari kekamarnya.


Rasanya begitu pelik hubungannya dengan Elea sudah sangat jauh ia bahkan sudah berjanji akan memperjuangkan Elea, meski ia sadar janji yang ia ucapkan tak sepenuhnya mamou ia pertanggung jawabkan. Rasanya Hilman menjadi lelaki yang paling pengecut dan egois ia tak ingi melukai hati siapa-siapa tapi ternyata tanpa sadar ia membuka ruang penharapan dari Elea dan Sarah terutama kepada ibunya. Hilman memegangi kepalanya, ia tahu ia yang memulai semua ini maka ia pulalah yang harus mengahirinya.

__ADS_1


__ADS_2