Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah

Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah
Pernikahan


__ADS_3

Hilman sudah siap dengan acara akadnya, ia memakai kemeja putih dan celana kain Hitam beserta Peci Hitam. Ia tampak gagah dan tampan, sesekali ia melirik telepon genggamnya namun tak ada kabar dari Elea, mungkin ini takdir yang sudah digariskan padanya. Elea yang memilih untuk tak menerima penjelasan dari Hilman pikirnya.


Iring-iringan pengantin ke masjid sudah berjalan. keluarga mempelai wanita sudah menunggu didalam masjid. Hanya ada meja kecil, didepnya sudah ada abinya Sarah,pak madi. Disampingnya juga sudah penghulu dan 2 orang saksi. Keluarga Hilman memasuki masjid, Hilman kedepan duduk didepan meja menghadap pak madi. Sarah dan beberapa perempuan lainnya sedang berada diruang kecil d bagian belakang masjid ia diminta menunggu sampai ijab kabul selesai.


Tepat pukul 10.00 pagi akad nikah dimulai. pak madi menjabat tangan Hilman yang dingin, "ananda Hilman bin jafar saya nikahkan engkau dengan anak perempuan saya yang bernama Sarah binti madi dengan mahar seperangkat alat shalat dibayar tunai" pak madi menghentakkan tangannya dan disambut oleh Hilman "saya terima nikahnya Sarah binti madi dengan mahar tersebut Tunai" sahh... Suara itu terdengar dari mulut saksi, dengan satu tarikan nafas saja kini Hilman sudah sah menjadi suami Sarah, Hilman berkeringat, ia kini telah benar-benar meninggalkan Elea gadis pujaannya. Sarah yang ada di balik dinding mengucap syukur air matanya berderai.

__ADS_1


Kini ia telah menjadi milik Hilman seutuhnya. Sarah melangkah keluar didampingi dengan 2 orang temannya ia melangkah kearah Hilman. Hilman terkesimah, Sarah memakai gaun berwarna putih dan hijab putih yang penuh peyet dibagian belakangnya menjuntai kelantai. Diatas kepalanya terdapat makhkota yang menambah kecantikan dan keanggungannya.


Hilman menelan ludah sekali lagi ia mengagumi kecantikan Sarah wanita yang kini menjadi istrinya. Sarah duduk di depan Hilman, Hilman yang sedari tadi memandanginya menunduk malu. Sarah meraih tangan Hilman mencium tangannya dan Hilman memegang kepala Sarah membacakan doa "Allahumma inni as aluka min khoirihaa wa khoirima jabaltahaa alaih, wa a'uzubika mi syyariha wa syarrima jabaltahaa alaih." Hilman kemudian mengecup dahi Sarah, ada rasa yang berbeda. Ia merasakan kesejukan dihatinya.


Azan berkumandang,orang-orang sudah meninggalkan rumah Hilman. Hilman masuk kekamarnya diikuti Sarah,namun Hilman merasa canggung ada sarah di kamarnya. Ia bergegas ingin keluar tapi dicegah Sarah, "kenapa mas? Tanya Sarah penasaran. "disini sumpek aku mau cari udara dulu diluar, "jawab Hilman belum Hilman melangkah keluar pak madi sudah ada didepan pintu, "ayo nak,kita ke masjid" ajak pa madi. Rupanya paman Hilman juga sudah menunggu diluar, Hilman segera masuk kamar mengunci pintu dan membuka pakaiannya.

__ADS_1


Sadar Sarah masih didalam ia buru-buru memasang kancingnya lagi, Sarah tersipu dan membelakngi Hilman ia mengeti maksud suaminya ia pun belum juga terbiasa dengan keadaan seperti ini. Hilman buru-buru berganti membuka bajunya kembali, ia ingin mengambil baju kokohnya dilemari namun Sarah menghalangi. Ia memberi kode agar Sarah geser sebentar,tapi baru saja sarah beranjak sedikit ia bertabrakan dengan Hilman tak sengaja tangannya memegang dada Hilman, pandangan mereka beradu, Sarah masih lengkap dengan pakaian pengantingnya, detak jantung Sarah beradu dengan detak jantung Hilman keduanya seakan balapan. sarah memalingkan mukanya, ia tersipu namun Hilman seakan tersihir dengan wajah teduh Sarah ia memegang dagu Sarah sehingga membuat sarah mendongak.


Tinggi Hilman memang tidak sepadan dengan Sarah. Hampir saja Hilman mengecup bibir Sarah namun suara ketukan pak madi membuyarkan semuanya "Hilman, sudah mau iqomah ini, cepat sedikit nak," Sarah bergegas minggir dan duduk di sudut ranjang sedang Hilman masih sibuk mencari bajunya. Sarah membantu mencarikan, ia kemudian memasangkan baju itu ketubuh Hilman,memasangkan kancingnya, juga memasangkan kopiahnya.


Hilman terkesima dengan pelayanan Sarah, ia masih mematung sarah kemudian meraih tangannya dan menciuminya. " ayo mas, abi sudah menunggu" ucap sarah. Hilman akhirnya sadar ia kemudian berlalu.

__ADS_1


__ADS_2