Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah

Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah
Perkenalan Manis


__ADS_3

pagi itu Elea bersemangat, ia tidak tidur lagi setelah shalat subuh. Ia bersih-bersih rumah, merebus telur dan menyeduh kopi. setelah sarapan ia bergegas ke kantor, ia sudah bertekad akan menemui Hilman dulu ia akan meminta nomor telepon Hilman menanyakan namanya.


Sesampainya dibengkel Hilman, lelaki yang sejak semalam dipikirannya itu kini sudah menyambutnya dengan ramah seakan tahu bahwa Elea akan mampir sebentar. "selamat pagi mba," sapa Hilman tak lupa dengan senyuman mautnya. "selamat pagi mas," Elea menelan ludah kata-kata yang ia siapkan dari semalam kini seakan tak bisa ia ucapkan seperti ada yang tersumbat dikerongkongannya.


Ia hanya tersenyum,memarkirkan motornya dan berusaha tetap tegar. Ia mengulurkan tangannya dengan berani,meski malu-malu ia tersenyum dan berujar" maaf,kita sudah dua kali bertemu dan sudah dua laki juga mas menolongku namun kita tidak sempat kenalan" katanya dengan nada sedikit canggung. Dengan sigap Hilman menjabat tangan itu,tangan yang sedari dulu ingin ia genggam dengan halus.

__ADS_1


"ia yah mba, kita selalu dipertemukan dalam keadaan buru-buru jadinya tidak sempat berkenalan padahal kan bisa saja setelah ini kita akan sering bertemu" jawab Hilman terus terang, selama ini ia tidak pernah berbicara dengan wanita seleluasa ini. Bukankah hanya sarah wanita yang selama ini ada dihidupnya,dan Sarah tidak pernah seakrab itu dengannya. "saya Elea, Elea mutmainnah" Elea memperkenalkan dirinya, "saya Hilman, Hilman saja" jawab Hilman sedikit melucu. keduanya tersenyum dan kemudian duduk.


Banyak hal yang mereka bicarakan dipagi itu seolah mereka adalah teman lama yang dipertemukan kembali. "oh iyya mba, saya boleh minta nomor Hpnya" tanya Hilman memotong kesunyian, meski sudah tahu namanya rasanya ia blm terbiasa dengan sebutan Elea. "Boleh mas" jawab Elea singkat. ternyata mereka berdua masih canggung menyebutkan nama satu sama lain.


Segera Hilman bekerja seperti biasa, namun hari ini Hilman sangat bersemangat seakan ada dorongan untuk merampungkan seluruh pekerjaannya. Ada janji yang sudah ia ucapkan ia akan menghubungi Elea jika sudah pulang kantor. Elea merasa waktu berjalan begitu lambat,ia sudah tidak sabar menunggu kabar dari Hilman. Makan siang telah tiba setelah makan dan sholat Hp Elea berdering, ada chat yang masuk disana.

__ADS_1


"sudah makan? Hilman" seperti ingin melompat Elea menutup mulutnya dan bergoyang-goyang seperti anak-anak yang mendapatkan mainan baru. Tidak disangkah pertanyaan klise bak anak-anak ABG yang menurutnya kampungan kini berhasil membuatnya kegirangan.


"sudah,ini lagi istirahat sebentar" balas Elea masih dengan senyuman lebarnya. "nanti pulang kantor, kamu mampir kebengkel kan?" balas Hilman lagi. Ingin rasanya Elea langsung menjawab ia namun ia ternyata masih jual mahal. "nanti saya lihat yah soalnya ada pekerjaan yang harus saya selesaikan dirumah" balas Elea basa-basi. "oh iyya,tidak apa- lain kali saja" balas Hilman agak kecewa. E


lea merasa pancinganya berhasil namun memang ia tdak ingin langsung membuka hati terang-terangan kepada Hilman. Masih ada trauma disana meski ia sudah siap menerima cinta Hilman namun pelan-pelan.

__ADS_1


__ADS_2