Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah

Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah
Keterpurukan Elea


__ADS_3

Andini mengetuk pintu rumah Elea namun Elea tak menjawab, Andini memnaggil Elea berkali-kali namun masih belum ada jawaban. Andini risau jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Elea. Andini menelpon Elea berkali-kali namun tak diangkat. Andini kini menelpon Raka, untung sepupunya masih belum pulang ke Turki.


Raka datang, ia langsung menghampiri Andini yang sedari tadi panik. Raka mengambil alih ia mengetuk pintu Elea dmsambil memberi salam namun masih tak ada jawaban. "Tidak bisa lewat jendela, pengamannya kuat" andini menjelaskan karena Raka sempat melihat jendela Elea.


Raka pun mendobrak pintu Elea, setelah 3 kali percobaan akhirnya ia berhasil membuka pintu Elea. Andini berlari masuk kekamar Elea, nenar saja Elea sudah teegeletak di kasurnya tak berdaya.


Andini menggoyang-goyangkan tubuh Elea nanun tak ada respon baru saja Raka ingin menggendongnya, tiba-tiba Elea membuka matanya. Elea memegang tangan Andini yang sejak tadi panik, Andini bergegas memeluk Elea, ia mengucapkan syukjr berkali-kali.


"Alhamdulillah ya Allah" sambil terisak Andini memeluk Elea,


"kamu kenapa ka?" tanya Andini penasaran. Elea tak menjawab ia hanya meminta air,dengan cepat Raka kedapur mengambil air buat Elea.


Elea, kini duduk dibantu Andini ia sandar dengan bantal dibelakangnya. Elea masih lemah, Andini sudah menelpon dokter kenalannya untuk datang.


Elea memandang Raka, ia heran kenapa sepupu Andini ada disini. Seakan mengerti Andini menjelaskan. "tadi aku sangat panik, jadi aku telpon saja Raka surh bantuin aku" terang Andini. Elea mengangguk


"Maaf, saya kedepan dulu" Raka lalu berlalu. Ia menguruai pintu yang tadi ia Rusak. beberapa lama kemudian dokterpun datang seorang dokter perempuan yang sebaya dengan Andini. Teman SMAnya katanya.

__ADS_1


"Bagaimana hasilnya lan?" tanya Andini kepada dokter yang bernama Lani. Ia tidak apa-apa hanya saja kecapean dan tidak pernah makan. Tekanan darahnya juga turun mungkinia sering begadang. Kata Lani menjelaskan. "ini resepnya, " sambil menyerahkan secarik kertas.


Andini mengantar Lani keluar,ia juga menyuruh Raka menebus resep Elea sekalian membeli kunci pintu. Raka bergegas pergi,ia masih tak habis pikir kenapa bisa perempuan setangguh Elea terkapar seperti itu,mungkin soal asmara. Katanya dalam hati,itu kenapa ia tahu betul mengapa Allah mengharamkan pacaran. Ia menaikkan pundaknya sedikit pertanda ia heran.


Elea menceritakan semua kejadian semalam kepada Andini. Ia menceritakan itu sambil terisak, Andini paham betul bagaimana terlukan dan kecewanya Elea karena ia juga tahu betul bagaiman selama ini Elea berjuang seniri menyembuhkan luka-lukanya dimasa lalu. Dan kini kembali babak belur karena kecorobohannya sendiri.


Raka yang mendengar cerita Elea juga sedikit bersimpati,ia tahu laki-laki tak seharusnya mempermainkan hati perempuan. Raka mengetuk pintu kamar Elea ia masuk memeberikan sebuah kantong kepada Andini. Tak berkata apapun ia keluar lagi.


Rupanya Raka juga membelikan makanan untuk Elea, soto ayam kesukaan Elea. Elea merasa tidak enak kepada sepupu Andini namun Andini mengatakan santai saja ia sudah biasa meminta tolong kepada Raka. Meski anaknya terlihat cuek Raka sebenarnya sangat perhatian. Sayang saja ia belum ketemu jodohnya, ia masih sibuk kuliah.


Raka adalah anak satu-satunya dari bibi Andini. Ayah Andini dan ibunya Raka saudara kandung. Namun, kedua orang tua Raka sudah lama Hijrah ke Malaysia. Ia mengajar disana, kedua orang tua Raka dosen disalah satu fakultas ternama di Kuala Lumpur.


Raka sendiri memilih melanjutkan sekolahnya di Turki karena ia menyukai Turki, Negara yang Indah nan sejuk. Bahkan Raka bercita-cita akan tinggal disana bersama istrinya nanti.


Elea sudah meminum obatnya, ia kemudian terlelap. Andjni meminta izin pulang sebentar,ia belum pulang sejak dari kantor. Ia juga harus mengurus cuti sakit Elea. Kata dokter ia harus istirahat selama beberapa hari.


Elea, terlelap kembali. Ia melupakan sejenak semua kanangannya dengan Hilman. Ia masih dibawah pengaruh obat.

__ADS_1


Raka sudah selesai mengganti kunci pintu Elea,ia dan Andini pun pulang kerumah. Sepanjang jalan Raka memikirkan Elea ia merasa ibah dengan perempuan itu tapi ia tak mau ambil pusing. Ia lalu menggelengkan kepalanya beberapa kali.


Andini kembali kerumah Elea diantar Raka,tapi kali ini Raka hanya mengantar Andini ia tak masuk. Raka ada urusan lain. Seminggu lagi masa liburnya selesai dan ia masih belum menjelajahi kota ini dengan baik.


Elea masih tidur, Andini merapikan rumah Elea dengan telaten. Ia memang Sahabat yang baik. Andini menemukan foto Hilman dan Elea tergeletak di bawah ranjang Elea, segera Andini ambil dan menaruhnya di laci lemari.


Elea terbangun dan sudah ada Andini didepannya. "kapan kamu datang an,? Tanya Elea lemah. "barusan, tadi cuman diantar Raka" jawab Andini. "Kamu tidur lagi aja gih,kamu masih lemas ini" ucap Andini sambil memijat-mijat kaki Elea.


"kamu harus bagkit, ingat banyak orang yang peduli denganmu. Jangan siksa dirimu hanya karena seorang laki-laki" terang Andini. Elea masih berkaca-kaca benar kata Andini buat apa aku menangisi lelaki berengsek seperti dia.


"laki-laki banyak kak di dunia ini yang masih baik, yang jelas masih bujangan. Laki-laki seperti Hilman sudah tidak usah dipikirkan. Emang kenapa kalau ia pergi, berarti ia bukan yang terbaik buat kamu." lanjut Andini.


Benar kata Andini, Elea juga sependapat kali ini ia sangat ceroboh dan bodoh kenapa ia harus berlarut memikirkan Hilman lelaki yang sudah bahagia dengan istrinya, ia tak boleh yerlena lagi dengan bujuk rayu Hilman dimana-mana perempuan yang menyukai lelaki sudah beriistri itu bersalah meaki mereka saling mencintai. Ada aturan yang ia langgar. Elea harus bangkit menapaki setiap jengkal takdir yang sudah disiapkan tuhan untuknya.


Tak ada yang lebih hebat selain menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Meski Hilman tidak bisa memenuhi janjinya toh ini juga bukan kesalahan mutlak Hilman ini juga bagian dari kesalahan Elea yang sangat gampang membuka hati kepada laki-laki. Elea sadar setiap yang terjadi dalam perjalanan cintanya adalah bagian dari proses pendewasaaan diri.


Tuhan ingin tahu seberapa tabah kita menghadapi ujian ini,takdir yang sudah Tuhan persiapkan kepada manusia sudah sangat manis meski terkadang manusia itu sendiri menjalani prosesnya dengan jalan yang pahit. Tak apa,jika terpuruk hari ini,jika kecewa hari ini yakinlah besok akan datang hari dimana kita akan bangkit dan bahagia. Kopi yang pahit saja masih menjadi minuman favorit manusia.

__ADS_1


__ADS_2