
Elea, tak mampu berpikir jernih yang ia tahu Hilman sudah kembali kepadanya dan tak akan menyiakan kesempatan itu. Toh, Hilman juga sudah berjanji akan selalu ada untuknya. Menurutnya kini pernikahan sudah tidak penting lagi. Yang penting bagi Elea sekarang Hilman ada buatnya, hati dan raganya sepenuhnya miliknya. Persetan dengan Sarah, bukankah Hilman hanya melmpiaskan nafsunya saja. Elea masih menjadi pemenang hati Hilman.
Elea masih memeluk Hilman. Hilman lalu melepaskan pelukannya,ia meminta Elea bersiap hari ini akan menjadi hari Elea dan Hilman. Elea bergegas mandi dan berpakaian rapi, riasannya beda dari sebelumnya ia harus terlihat cantik dimata Hilman.
Mereka berdua keluar berboncengan, mereka hari ini memilih menonton, belanja dan makan di resto. Keduanya menikmati hari ini. pukul 22.00 Mereka pulang, Hilman masuk kerumah Elea dan duduk di sofa. Ia lelah seharian menghabiskan waktu bersama Elea. Elea masuk kekamar dan menggoda Hilmn dibalik pintu. "Kamu mau mandi bersamaku?" katanya sambil terkekeh. Hilman pura-pura berdiri namun Elea menutup kemabli pintunya. Elea hanya bergurau meski ia merasa ada gejolak dihatinya ia masih menyimpan rapat keperawanannya. Ia mungkin saja akan memberikan kepada Hilman suatu saat nanti, tapi ia masih menimbang. Elea sudah tidak peduli lagi dengan semua yang akan ia hadapi nanti. Ia sudah cukup dewasa untu menentukan jalan hidupnya sendiri.
Elea keluar hanya memakai baju tidur selutut untuk pertama kalinya Hilman melihat Elea seperti itu. Ia memberikan Hilman handuk, menyuruhnya mandi. Ia sudah membeli sikat gigi dan baju ganti untuk Hilman.
"mandi dulu sayang, di kamar mandi sudah ada sikat gigi baru". Perintah Elea sambil menyodorkan handuk kepada Hilman. Hilman bergegas masuk makar, diikuti Elea Hilman membuka bajunya. Elea menikmati pemandangan itu. Perempuan 31 tahun itu menelan ludah melihat tubuh atletis Hilman. Tubuhnya yang kekar dan ramping membuat Hilman kagum. Elea tak pernah melihat lelaki telanjang dada sedekat ini.
Perlahan Elea mendekat, Hilman agak gusar sebagai laki-laki yang gampang tergoda tentu ia akan kepancing. Elea meraba tubuh bidang Hilman. Hilman memejamkan matanya, namun Elea tahu Hilman gugup. Elea lalu mundur selangkah menjauhi Hilman. Hilman lalu keluar kamar, ia menuju kamar mandi. Jantungnya masih berdegup kencang ia lalu menepis wajah Elea yang seakan menantangnya.
__ADS_1
Selesai mandi Elea sudah menunggunya dikamar, sekarang Elea sudah tidak malu-malu lagi dengan Hilman ia sudah berubah menjadi wanita yang rela melakukan apa saja demi Hilman termasuk dengan menyerahkan tubuhnya. Hilman masih berpikir jernih ia tahu sejauh ini dengan pacaran dengan Elea saja sudah cukup membuatnya menumpuk dosa namun setan selalu menggodanya.
Elea membuka lemarinya,ia menyerahkan sebuah baju kepada Hilman. Hanya baju kaos putih dan celana kain pendek beserta pakaian dalam. Hilman meraihnya, kali ini ia menantang Elea. Ia memakai pakaian itu disepan Elea.
Elea sadar bukan waktunya sekarang, Hilman baru kembali bagaimana jika ia meninggalkannya lagi setelah menyentuhnya. Bukankah hampir semua laki-laki sama saja berengseknya. Elea keluar kamar menunggu Hilman berpakain diruang tamu saja. Setelah berpakaian Hilman menyusul Elea keruang tamu, disana sudah ada kopi panas dan gorengan ia beli tadi dijalan.
"bermalam kan?"tanya Elea. "iyya, bukankah aku sudah bilang hari ini aku milikmu" Hilman menjawab. "rasanya seperti istri kedua," ucap Elea. "tapi tidak apa-apa toh aku yang memilih" lanjutnya.
Malam itu Elea tak mengizinkan Hilman pulang,ia ingin ditemani tidur ia merasa cemburu kepada Sarah yang bisa dengan leluasa berbagi tempat tidue dengan Hilman.
Elea membuka matanya, sudah tidak ada Hilman disampingnya, ia hanya meninggalkan sepucuk surat. "aku pergi pagi-pagi, hari minggu nanti aku akan datang lagi. Tolong maklumi aku dulu yah" tulis Hilman disecari kertas. Elea keluar kamar ia mandi dan siap kekantor, hari ini ia bersemangat sekali. namun Andini tidak boleh tahu kalau ia memaafkan Hilman.
__ADS_1
Sepulang kantor Elea sibuk, 3 hari tidak masuk membuatnya banyak pekerjaan Andini tidak bisa mengerjakan semua. Elea masih sibuk tiba-tiba pesan masuk dari Hilman " sayang,aku mampir sebentar yah aku rindu." Tulis Hilman menggoda. Elea tak membalas pesan Hilman ia hanya masuk kekamrnya dan memperbaiki dandanannya.
Tidak lama pintu rumah Elea terketuk, ia bergegas membuka dengan wajah riang. Hilman muncul dengan wajah yang menahan rindu. Ia memeluk Elea namun Elea melepaskan, "mandi dulu sana gih kamu bau oli"ucap Elea. Hilman sebenarnya malas mandi tapi tetap menuruti Elea.
Elea sudah menunggu Hilman dikamar ia memeluk Hilman dan merasakan wanginya. wangi mint itu sudah melekat di tubuh Hilman. Berkali-kali Hilman menciumi bibir Elea dengan lembut, mereka kini telah berciuman dengan mesra. Hilman memasukkan tangannya kedalam baju Elea dan hendak melepas kutangnya namun Elea mencegahnya. Elea rupanya masih belum sanggup terlalu jauh,ia melepas pelukan Hilman dan berlari keluar kamar.
Elea memegangi bibirnya berkali-kali rupanya ia sungguh belum siap, entah momen apa lagi yang ia tunggu tapi Hilman tak menampik bahwa Elea masih ragu akan dirinya. Hilman sudah berpakaian ia sudah bersiap untuk pulang. Elea hanya mengangguk ketika Hilman pamit. Ia masih sibuk dengan pekerjaannya.
Elea memgangi kepalanya, ia masih tak habis pikir bagaimana mungkin ia membuat Hilman kecewa akan dirinya, bukankah Hilman datang karena ia ingin bercumbu dengannya. Tapi Elea masih gamang. Perempuan itu masih ragu kepada kekasihnya. Apalgi Hilman sudah memiliki istri, bagaimana jika ia hamil.
Hilman pulang dengan perasaan dongkol Elea melepaskannya saja tanpa menoleh, ia merasa dipecundangi sebagai seorang lelaki tapi Hilman maklum Elea masih banyak pertimbangan terlebih Hilman bukan lelaki singel lagi. Ia sudah beristri. Dan jujur saja Hilman juga masih takut jika hubungannya dengan Elea diketahui ibunya. Ia belum menemukan jawaban yang pas untuk menjawab setiap pertanyaan ibunya.
__ADS_1
Sesampainya dirumah, ia mendapati istrinya duduk dikasurnya. Sarah belum tidur padahal jam sudah menunjukkan pukul 00.00. Sarah selalu menunggu Hilman pulang, Malam itu dimata Hilman Sarah sangat cantik, ia memakai lingeri kado pernikahan dari salah seorang temannha, warna hijau toska lembut sekali. Tanpa memakai dalaman seluruh tubuh Sarah terlihat dengan jelas oleh Hilman.
Hilman kalap, ia membaringkan Sarah di kasur denag cepat ia membuka seluruh pakaiannya. Sarah lagi-lagi hanya pasrah, ia tahu kali ini suaminya kesal. Sekarang Sarah sudah bisa menghapal suasana hati suaminya hanya dengan perlakuannya di atas ranjang. Hilman tak melucuti pakaian Sarah ia hanya meraba seluruh tubuh Sarah tanpa membuka pakaiannya. Hilman menggauli Sarah dengan ganas malam itu, ia membolak balikkan Sarah sambil menindihnya. Sarah pasrah meski ia tak menikmati namun ia selalu tabah melayani setiap pose-pose Hilman. Sarah menangis menatap wajah suaminya yang sudah terlelap, dalam tidurnya ia mendengar nama seorang perempuan yang disebut suaminya dengan lirih. "Elea" Sarah terisak. karena takut suaminya terbangun ia kekamar mandi, menjalankan keran air, dan nangis sejadi jadinya. Ia kini tahu kenapa suaminya delalu pulang larut.