
Sesuai janjinya Hilman sudah menunggu di teras rumah Elea, ia menunggu Elea pulang kantor. Berkali-kali melihat jam di walpaper telpon genggemnya. Mereka sudah janjian akan bertemu di rumah Elea saja, jika terjadi kemelut antara mereka setidaknya tak ada yang mendengar.
Rumah Elea masih terbilang perumahan yang sepi, du rumah dikiri dan kanannya masih kosong, rumah yang diseberang jalan pun masih tak berpenghuni. Hanya ada 1 rumah di Bloknya yang berpenghuni itupun kadang ditinggal karena suaminya sering keluar kota. Dari jauh Elea sudah terlihat, Hilman tampak berbinar 1 minggu tidak bertemu dengan belahan jiwanya membuat Hilman sangat rindu.
Elea memarkirkan motornya, lalu tersenyum lembut penuh kerinduan. Ia buru-buru menghampiri Hilman dan memeluknya, mereka melepas rindu 1 minggu tak bertemu rasanya sudah sewindu bagi mereka.
"sayang, masuk yuk" Ajak Elea lembut. Ia mengenggam tangan Hilman mendudukkannya di sofa,ia duduk di paha Hilman tangannya melingkar di leher Hilman. Ia menatap Hilman lama. "rasanya ada yang aneh loh, ada apa yah?" telisik Elea becanda. Hilman menelan ludah kemudian tangannya memeluk pinggan Elea,ia mendekatkan wajahnya ke wajah Elea. " apanya yang aneh? Aku masih kesatria berkudamu tuan putri" gombal Hilman.
Elea tersenyum manja, ia mengecup bibir Hilman lalu kembali tersenyum. Hilman merasakan getaran di hatinya, seakan ada yang salah dengan semua ini. Tapi ia tetap senang bertemu Elea kekasih hatinya. Elea berdiri, ia menuju kamarnya, lalu mandi dan berpakain.
"Kamu tahu, hari ini aku cukup sibuk dikantor. Setelah 1 minggu yang lalu aku sibuk mengurusi tim audit,aku pikir pekerjaanku akan berkurang ternyata sama saja kembali ke stelan pabrik" jelas Elea menceritakan kesehariannya. Hilman hanya mendengarkan tak menjawab apapun lagian Elea hanya butuh didengarkan.
"selama seminggu ini,aku tidak membalas dan angkat teleponmu karena tim audit kantorku. Maaf yah sayang" sambung Elea. Ia berjalan kearah Hilman sambil membawa mampan berisi dua gelas coklat panas. Hilman hanya mengangguk sambil menenguk coklat panasnya.
__ADS_1
"Sekarang coba cerita selama seminggu ini kamu ngapain aja, kamu juga tidak dibengkel loh,bahkan pernah bengkelmu tutup sama sekali" Tanya Elea. Hilman masih berpikir ia tidak tau harus mulai dari mana, ia kemudian memulai percakapan.
"saya sibuk juga dirumah, ada acara nikahan dan acaranya mendadak. " jawab Hilman hati-hati
Pukul 18. 30, ia meminta izin kepada Elea untuk sholat. Elea heran selama ini jika bertemu dengannya ia tak pernah sholat sekarang kog tiba-tiba. Elea juga akhirnya sholat, mereka berdua sholat bersama, seperti pasangan suami istri mereka sholat dan Elea ingin menjabat tangan Hilman namun Hilman ragu,ia teringat dengan Sarah. Hilman tertunduk membuat Elea heran.
Mereka berdua duduk kembali diruang tamu,kini Hilman harus jujur,terlalu lama ia pendam terlalu lama juga ia berdosa. "Elea, " kini Hilman memegang tangan Elea rasanya mulai tak sama lagi seperti dulu. "aku tahu mungkin kau akan membenciku atau menamparku atau apapun itu akan aku terima semua dengan ikhlas". Hilman menjelaskan, wajah Elea tampak berubah rasanya ada yang salah dengan semua ini. " tapi Elea, aku berharap ini bukan akhir dari kisah kita, aku akan berusaha tetap ada buatmu, pelan-pelan aku akan menjelaskan semua kepada keluargaku,kepada ibuku."
Elea masih belum mengerti dimana letak inti pembincaraan Hilman tapi ia tak berani menyelah, matanya mulai bekaca-kaca. "ada apa sih? Ibumu tak merestui kita? Ibumu belum bisa mengizinkanmu menikah karena kamu masih merintis? mari kita bertemu ibumu, biar aku jelaskan semuanya kalau kita akan pelan-pelan membangun usahamu. Aku akan mendukungmu" jawab Elea.
"aku sudah menikah Elea," kata Hilman sambil tertunduk.
Elea masih tak percaya nafasnya tersenggal, ia ingin berucap tapi bibirnya keluh. Seluruh kekuatannya kini telah runtuh tapi ia masih bertahan, ia masih harus mencerna semua, mungkin ia salah mendengar atau Hilman hanya bercanda kepadanya. tak mungkin semudah itu pikirnya.
__ADS_1
"aku sudah menikah Elea,menikah dengan wanita pilihan ibuku. Sudah ssejak lama perjodohan kami berdua tapi aku tak pernah menggangapnya serius,aku rasa aku bisa berkuasa atas diriku. Tapi ternyata tidak Elea,ibuku sudah tua rasanya tak mungkin ku tukar kesedihannya dengan kebahagianku sendiri"jelas Hilman melanjutkan. Elea berdiri, ia menangis sejadi-jadinya, ia duduk lagi, menutup matanya dengan kedua tangannya. Ingin rasanya ia menghilang sekarang, hatinya sangat sakit sekarang,ia tak mampu berkata apapun.
"pergi dari sini" akhirnya Elea bersuara, ia sudah muak dengan Hilman. Cinta yang ia agungkan,janji yang ia selalu pegang kini musnah. Ia sekarang bagai manusia paling bodoh. Ia bodoh mempercayai semua kata-kata Hilman.
"sayang, aku minta maaf. Kejadiannya sangat cepat, aku masih mencintaimu. Aku tak berniat sama sekali ingin melukaimu. Aku hanya suaminya tapi cintaku hanya ku berikan padamu" rengek Hilman ia memegang Elea dengan erat. Kini Elea sudah muak, ia berdiri dan Hilman ikut berdiri masih meminta maaf berulang kali. Sekarang Elea menampar Hilman dengan sangat keras. Hilman tak begeming ia ingin memeluk Elea namun Elea mengelak.
"kamu tahu, kamu lelaki paling munafik didunia ini, sebegitu merasa hebatnyakah dirimu sehingga kamu sangat yakin aku akan memaafkanmu dan menerimamu kembali?" kata Elea terbata bata. Kini ia sudah tidak menangis, matanya membara penuh kebencian.
"bagiku kamu manusia biadab, kamu sudah menikah dan sekarangbkamu datang kerumahku ingin mengemis cintaku, aku bukan perempuan seperti itu Hilman, asal kamu tahu, aku memang sangat mencintaimu tapi aku juga wanita aku tak pernah sudi menjadi simpananmu. " sambung Elea
"aku akan menceraikannya nanti,beri aku beberapa tahun tidak cukup 1 tahun saja aku akan meninggalkannya dan aku akan melamarmu." ucap Hilman. sekali lagi tamparan Elea mendarat dipipi Hilman.
"dasar lelaki serakah, beginikah kamu akan menjalani hidupmu? Ingat aku ini wanita. Aku bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik daripda kamu. Persetan dengan cinta, aku sudah muak denganmu. Sekarang pergi dari sini dan jangan pernah menghubugiku lagi. Hubungan kita selesai. " terang Elea. Hilman masih memohon namun Elea tak berkutik sama sekali.
__ADS_1
"Kamu pasti sudah menidurinya kan?" tanya Elea. Hilman hanya mengangguk. Darah Elea semakin mendidih ia benar-benar jijik dengan Hilman. Lelaki apa ini sudah menikah namun masih mengharap perempuan lain untuk menerimanya.
Elea membuka pintu, ia menyeret Hilman keluar, Hilman masih memohon namun Elea tak bergeming. Hilman pergi meninggalkan rumah Elea,Elea membanting pintunya dengan keras. Ia terduduk dan menangis sejadi jadinya, hatinya sakit bak teriis sembilu,ia memgangi dadanya dan memangis. Elea wanita yang malang, baru saja ia merasakan cintanya ternyata ia salah memilih hati. Lelaki sialan itu hanya mengotori hatinya. Tepat sebulan yang lalu pertemuannya dengan Hilman,kini ia terluka dengan tidak kehati-hatiannya.