Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah

Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah
Kecupan Manis


__ADS_3

Hilman sudah 10 menit yang lalu berada di kafe,ia hanya memesan kopi Hitam sambil menatap keluar. Membenamkan pikirannya bersama kendaraan yang lalu-lalang. Ingin rasanya ia tumpahkan segala kegundahan hatinya tapi kepada siapa ia akan bercerita Elea adalah satu-satunya teman dihidupnya namun tidak mungkin ia bercerita soal rencana pernikahnnya ke Elea, perempuan yang sudah ia janji akan menjagaja hatinya.


Hilman melihat Elea dengan motornya memasuki ruang parkir kafe, ia menatap Elea dari kejauhan disamping kafe itu Elea memarkirkan motornya,ia tak menyadari ada sepasang mata yang sedang memandangnya. hufff,Hilman menarik nafasnya panjang perempuan yang ia lihat ini akan patah hatinya sebentar lagi, perempuan yang ia janji dengan seribu janji manis kini sebentar lagi akan terluka oleh dirinya sendiri lelaki yang tak bisa mengambil keputusan.

__ADS_1


Elea masuk,ia mendapati Hilman dimeja bundar disebelah kanan kafe,ia menghampiri Hilman dengan wajah yang sumringah. "dari tadi?" tanya Elea singkat " 10 menit yang lalu,hari ini kamu sangat cantik" Jawab Hilman dengan sedikit gombalan. "akh biasa aja, aku memang cantik tapi akan lebih cantik lagi jika ternyata aku bisa menjadi istrimu" jawab Elea sambil terkekeh. Tidak terasa kata-kata Elea justru membuat hati Hilman sakit,. " mba, aku pesan capucinno 1 yah" ucap Elea kepada pelayan yang mendekatinya.


"diluar dingin, enak sekali minum kopi panas apalgi sambil dilihatin orang tersayang kan?"cerocos Elea sambl menaikkan alisnya. Keceriaan Elea selalu membuat Hilman bahagia hari itu Hilman melupakan semua kegundahannya kini ia menikmati setiap detik bersama Elea, ia menghabiskan waktu 1 jam dikafe, setelah maghrib ia mengantar Elea pulang sebentar untuk mandi dan berganti pakaian. "tunggu sebantar" kata Elea kepada Hilman yang sudah duduk diruang tamu " Elea bergegas kekamarnya dana mandi, setelah berpakaian ia menghampiri Hilman.

__ADS_1


Malam itu ia memakai Rok rumbai semata kaki, dipadukan dengan baju kaos lengan pendek, dan gardigan warna navi. Ia memakai jilbab segitiga yang hanya memakai pentul di dagu, kedua sisi jilbabnya ia ikat kebelakng sehingga memperlihatkan keseluruhan bajunya.


Hilman mencium aroma parfum Elea wangi mint bertebaran di hidung Hilman. Hilman masih memeluk Elea, dan kini Elea tak berani bergerak sedikitpun, jantungnya berdetak sangat kencang seakan ingin meledak.

__ADS_1


Hilman masih menikmati Aroma Elea ia makin mendekap Elea. Elea sudah sepenuhnya sadar, ia ingin melepaskan pelukan Hilman karena jika berlanjut bisa saja hal yang tak pernah ia duga akan terjadi. Kini ia berhasil melepaskan pelukan Hilman namun tanpa ia duga saat berbalik Hilman mendekapnya lagi, mata keduanya kini beradu. Hilman memandangi Elea lekat-lekat kini tatapan Hilman berubah,ia kini siap menerjang bibir Elea, bibir yang lucu yang selalu membuat hatinya rontok tiap kali ia tersenyum.


Elea sadar pertahanan keduanya kini sudah runtuh,mereka sedang diambang batas kewarasan. Elea memandangi wajah Hilman, kini Elea mendekatkan wajahnya,ia memulai lebih dulu ia mencium mata Hilman,mata itu terlalu indah ia lewatkan. Mata itu sejak dlu ingin sekali ia kecup. Elea memejamkan matanya kini ia pasrah bagian mana yang akan Hilman kecup lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2