Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah

Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah
Kisah Berlanjut


__ADS_3

Tiga hari sudah Elea membenamkan dirinya dikamar dan hari ini ia sudah pulih, meski hatinya masih tercabik namun ia kembali tersadar akan keadaan. Tak ada yang bisa membantunya bagkit selain dirinya sendiri. Andini masih sering bolak-balik ke rumahnya, ayah ibu Elea tak tahu bahwa Elea sakit, ayah dan ibunya tidak sedang berada dirumahnya. Mereka berdua keluar kota menghadiri pernikahan anak pamannya.


Elea, baru hendak keluar kamar suara ketukan dan salam terdengar diluar pintu. "assalamu alaikum" suara seorang laki-laki dengan sangat lembut terdengar beriringan dengan suara ketukan pintu.


Elea bergegas kearah pintu, dan saat ia membuka pintu seorang laki-laki gagah dan berkharisma sudah berdiri disana. Ia menenteng sebuah pelastik hitam yang cukup besar.


Laki-laki itu tak lain adalah Raka sepupu Andini, ia datang menemui Elea pagi-pagi karena permintaan Andini. Ia menyerahkan plastik hitam itu tanpa sepatah kata, setelah menyerahkannya ia pamit pulang. Elea biasa saja, ia sudah biasa melihat Raka dan sudah hapal betul tingkahnya.


Elea masuk kembali kerumah, ia membuka kantong plastik pemberian Raka. Ada sarapan berupa bubir ayam, buah yang bermacam-macam, yogurt, dan beberapa vitamin. Elea tersenyum,ia seperti sembuh kembali.


Setelah sarapan Elea kembali ke kamarnya, ia mengambil telepon genggamnya, ada pesan dari Andini "paketnya sudah sampai?, Aku menyuruh Raka sekalian membelikanmu makanan. Maaf kalau ia tak sesuai maumu aku tidak sempat memberi tahunya mau beli apa, teleponnya sudah ia tutup. Aku kira ia kesal karena setiap hari kusuruh kerumahmu" panjang lebar Andini menjelaskan. Elea menatap kembali semua makanan yang dibawa Raka,semuanya sangat cocok untuk orang yang sedang memulihkan kesehatan. Dia lelaki yang peka pikir Elea.

__ADS_1


Elea teesenyum, "lumayan oeka sepupumu. Terima kasih yah untuk semuanya. Aku sudah sehat berkat kalian berdua. Sampaikan juga rasa terima kasihku kepada sepupumu. Aku tidak sempat ngomong dia sudah pergi tadi." balas Elea


"dia perjalanan kebandara itu, dia tiba-tiba pulang ke Turki katanya ada maslah dengan penerbit disana. Jadi ia harua segera pulang." balas Andini lagi. Elea termenung ia belum sempat mengucap terima kasih dan entah kapan mereka akan bertemu lagi Turki jauh. Pikirnya


Elea, keluar jalan-jalan di sekitar kompleksnya. Ia hendak menghirup udara segar, selama tiga hari tergolek lemah rasanya semua tulang-tulangnya keropos. Belum lama berjalan, seorang laki-laki menghampirinya ternyata ia Hilman, hati Elea yang sudah beransur membaik tiba-tiba remuk kembali. Hilman menghampiri Elea namun Elea tak menggubrisnya, Elea masih terus berjalan sekarang ia sudah menuju kerumahnya,ia sudah muak melihat wajah Hilman meski ia tahu masih ada rindu yang teraisa disana.


Hilman memarkirkan motornya,ia duduk diteras Elea. Kini Elea sudah keluar lagi membawakan air putih dan duduk disamping Hilman. Ia tahu,maslahnya dengan Hilman memang pelik tapi ia harus tegar, ia akan memulai hidup baru sekarang tanpa Hilman tanpa lelaki. Hilman siap dengan semua penjelasannya. Elea kini juga siap mendengar semua alasan klise Hilman.


"percayalah aku tak pernah ada niat untuk menipumu,aku tahu seharusnya dari awal aku jujur bahwa aku telah dijodohkan, tapi Elea perjodohan itu tak pernah melibatkan perasaanku. Wanita yang sekarang menjadi istriku tak pernah ada ruang dihatiku. Ini murni hanya cinta sepihak dan hanya sekedar menjalani kewajibanku sebagai seorang anak." tambah Hilman


"dari awal kita bertemu aku sudah jatuh cinta padamu, wanita pertama yang membuat hatiku berdebar, wanita pertama yang membuat seluruh kekuatanku runtuh. Elea aku sedang tidak mengada-ada bahkan sampai detik ini aku masih mencintaimu. Hatiku masih tetap utuh untukmu." mohon Hilman sambil memegang dadanya.

__ADS_1


Elea luluh, air matanya sudah tak bisa ia bendung lagi. Ia tak bisa merobohkan tembok kerinduan itu, padahal kemarin ia membagun tembok lain dihatinya hanya saja ia runtuh sekarang. Ia wanita lemah, hatinya mudah luluh. Lelaki yang sekarang disampingnya ini adalah lelaki yang telah memenangkan hatinya dan juga yang telah membuat hatinya hancur.


Rasa cinta dan rindu Elea kepada Hilman mengalahkan rasa bencinya. Ia tahu ia salah dan berdosa Hilman sudah memiliki pendamping hidup yang sah tapi ia juga tak bisa membohongi hatinya ia masih sangat amat meninginkan Hilman. Ia masih tak rela Hilman pergi dari sisinya. Bagaimana bisa ia menyerahkan Hilman dengan begitu mudah dengan semua yang sudah ia lalui bersama. Ia tertunduk pertanda ia kembali luluh.


"aku berjanji kepadamu,kali ini dengan janji yang sungguh-sungguh. Aku akan menceraikan wanita itu dan kembali kepadamu, beri aku waktu aku akan menjelaskna semuanya kepada ibuku. Aku tidak pernah mencintai wanita itu dan tak akan pernah Elea. Cintaku padamu tak bisa kandas begini saja aku tak terima."jelas Hilman meyakinkan


"kamu mau kan menemaniku, kamu mau kan menungguku. Tidak akan lama, aku berjanji akan membahagiakanmu. Percayalah Elea, aku hampir gila karena memikirkanmu setiap hari,aku takut kamu pergi." Kali ini Hilman sudah bersimouh didepan Elea ia meraih tangannya dan meyakinkan Elsa bahwa Elea satu-satunya wanita di hatinya dan tak ada yang bisa manggantikannya.


Elea melepas tangan Hilman ia berlari ke dalam, meletakkan tangannya diatas meja bundar diruang tengahnya. Hilman mengikutinya masuk,ia tahu sekarang kesempatannya untuk meminta maaf. Hilman memeluk Elea dari belakang,Elea kembali bergairah pelukan yang selama ini ia rindukan kini telah melekat kembali. Elea masih terisak ia mendongak dan menarik nafas panjang. Hilman masih mendekapnya, ia meletakkan wajahnya di pundak Elea, "sayang, aku minta maaf sudah membuatmu terluka dan merasa dikhianati tapi percayalah sayang meski aku sudah berstatus suami orang aku akan selalu ada buatmu. Kapapun kau mau".


Elea kini sepenuhnya lukuh tembok pertahanannya seketika hancur, ia mebalik badannya. Ia pandangi lekat-lekat wajah Hilman kekasih hatinya. Kini ia semkain sadar ia tak memerlukan orang lain disisinya kecuali Hilman seorang. Ia menatap Hilman iba, tatapannya seperti tatapan seorang perempuan yang memendam rindu. Kini rindunya telah terobati 3 hari ia menekan semua rasa cintanya dan mengubahnya menjadi benci tapi kehadiran Hilman kini seakan menegaskan bahwa ia tak bisa jauh dari Hilman. Ia sudah mengambil keputusan bahwa ia akan menunggu Hilman dan melanjutkan kisah mereka berdua.

__ADS_1


Kerinduan Elea membuncah, ia memeluk Hilman kuat-kuat. "aku sangat merindukanmu, jangannpernah berpikir untuk meninggalkanku lagi, aku tak sanggup menjalani hariku tanpamu" kini keduanya saling berpelukan.


__ADS_2