Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah

Elea Mencintai Diwaktu Yang Salah
Malam terakhir


__ADS_3

"Aku perlu bicara, " pesan Hilman tak sempat dibaca oleh Elea, sudah dua hari ini ia sangat sibuk, telpon dari ayahnya saja sering ia abaikan saking sibuknya. 3 hari lagi ada audit besar-besaran diknatornya,sebagai seorang kasir jelas ia sangat kerepotan,banyak pembukuan yang harus ia pertanggung jawabkan. Hilman menunggu balasana Elea, tapi jangankan dibalas dibaca saja belum. Masih cetang dua abu disana, artinya belum Elea buka pesannya. Hilman ingin menelponnya, tiba-tiba ibunya memanggil.


Orang dirumah Hilman sibuk, Hilman juga sudah dua hari tidak ke bengkel semua tugas ia serahkan ke adi. Hilman ingin bertemu dengan Elea, ia ingin menjelaskan semuanya, lebih tetapnya meminta pemngampunan Elea karena ia sudah tidak bisa lagi bersama. Tapi keadaan selalu tidak berpihak kepadanya, Elea terlalu sibuk dan Hilman juga tidak bisa tiba-tiba pergi menemui Elea, orang dirumahnya selalu meminta tolong kepadanya. Elea selalu pulang larut ditemani andini ia meneyelesaikan satu persatu tugas kantornya.

__ADS_1


Besok adalah hari pernikahan Hilman dan Sarah, gaun putih cantik tergantung rapi di sudut kamar Sarah, ia sesegukan gaun itu adalah gaun yang sama yang dipakai ibunya ketika menikah dengan abinya dulu. Sebelum meninggal ibunya menitipkan gaun itu kepada Sarah agar kelak Sarah memakainya dihari pernikahnnya dengan Hilman. Kini gaun itu sudah dirapikan, sarah menciumi gaun itu berulang kali. "Besok Sarah akan menjadi seorang istri Bu", gumam sarah.


Sarah berjanji akan menjadi istri yang taat kepada kak Hilman, seperti ibu menjadi istri yang taat kepada abi" lanjutnya. Sarah memakai mukenahnya ia shalat witir sebelum tidur, orang-orang diluar sudah ramai memperingatkan Sarah agar tidur lebih awal. Di sujud terkahirnya Sarah memohon doa agar besok pernikahannya di berkahi dan di rahmati Allah, Sarah menangis entah kenapa ia menangis sajadahnya basah seperti ada beban di pundak sarah yang tak mampu dijelaskan.

__ADS_1


Elea masih belum pulang,ia masih sibuk dengan andini dan rekan-rekannya yang lain, pukul 00.00 mereka menyudahi pekerjaannya dan pulang. Malam itu Elea diantar memakai mobil kantor ia sudah tak kuasa mengendarai motornya. sampainya dirumah Elea hanya mencuci mukanya dan ganti baju lalu membenamkan dirinya di kasur, seluruh tulangnya seperti patah. Sudah 5 hari ia lembur dan beso adalah audit kantornya, "Hilman apa kabarmu" suara sarah lirih namun tak kuasa membuka mata ia merasa bersalah dengan Hilman belum sempat menelponnya lagi atau membalas pesannya yang 3 hari yang lalu, ia masih memikirkan Hilman namun badannya sudah mengajakanya istirahat Ia kemudian terlelap. Ia tak tahu bahwa Hilman akan menjadi suami wanita lain beberapa jam lagi,.


Malam itu Hilman masih enggan terlelap meski ibunya sering datang kekamarna untuk menyuruhnya tidur. Besok adalah hari bersejarah dalam hidupnya haruanya besok ia bahagia, tapi ternyata bagi Hilman beaok adalah awal penderitaannya. Ia menyerah dengan cintanya,menyerah dengan wanita pujaannya.

__ADS_1


__ADS_2