Fairy Good Mother

Fairy Good Mother
11. Raga sakit


__ADS_3

Hari ini Raga pulang sedikit terlambat.


Ia juga terlihat letih dan lesu.


Sepertinya urusan kantornya sangat padat, jadi ia belum sempat makan malam juga.


Widya terlihat sudah membersihkan dirinya dengan memakai baju yang di berikan suaminya seperti biasa.


Ia terlihat cantik dan bersinar sekali malam ini.


Seharusnya malam ini juga ia kembali ke kontrakan bersama putrinya.


Namun karena kepulangan Raga yang terlambat membuat ketiga anak Widya sudah pada tidur semua.


Jadi ia tidak mungkin pulang ke kontrakannya hari ini.


"Tolong ambilkan air dingin!"


Raga langsung duduk di kursi ruang makan.


Ia terlihat memegangi kepalanya karena pusing sambil menunggu air yang Widya ambil.


"Iya pak"


Kenapa itu orang, kenapa dia terlihat lemas sekali?.


"Ini pak minumannya.."


Menaruh di meja dengan hati-hati.


"Anda kenapa Pak? Anda baik-baik saja kan?"


"Ambilkan aku makan malam"


"Baik pak."


Tumben Bapak belum makan malam, biasanya ia juga makan malam di luar kan kalau malam.


Tak lama kemudian Widya membawa seporsi makan malam lengkap dengan lauk pauk untuk suaminya itu.


"Siapkan aku air hangat untuk mandi"


"Bapak kalau tidak enak badan sebaiknya jangan mandi malam-malam pak, nanti takutnya tambah masuk angin."


Raga terlihat menatap Widya tajam saat ini. Melihat penampilannya yang memakai baju itu juga membuatnya semakin pusing.


"Siapa yang menyuruhmu berbicara? Kerjakan apapun yang aku perintahkan!"


"Baik Pak"


Widya tampak biasa saja dengan sikap Raga yang seperti itu, karena menghadapi sikapnya yang kaku adalah santapannya setiap hari, jadi ia sudah hafal dan tidak terlalu peduli dengan orang itu.


Widya sudah menjalankan semua perintahnya. Kini ia keluar kamar untuk pergi menghindarinya.


Setelah itu ia langsung merebahkan dirinya untuk istirahat karena waktu sudah sangat malam.

__ADS_1


Pagi sudah tiba.


Anak-anak masih tertidur pulas di ranjangnya. Widya bergegas menyiapkan sarapan pagi untuk mereka setelah bangun nanti.


Nyonya rumah sudah turun ke bawah dan duduk manis menikmati breakfast. Tapi Raga belum bangun juga sejak tadi.


Ponsel Nyonya rumah tiba-tiba berdering. Ia tampak kaget namun terlihat begitu senang setelah melihat layar ponselnya itu. Ia terlihat terburu-buru mengangkatnya setelah kehadiran Widya di ruang makan dari dapur.


"Halo Tere. Good morning. Apa kabar sayang?." Terlihat memperkeras suaranya sambil berekspresi senyum-senyum sendiri, entah apa maksud dari tingkah ibu mertuanya itu.


"Apa??? Kau akan segera kembali ke sini. Ngomong-ngomong kapan kau akan terbang dari Milan kesini?."


"Hah...lusa? Oh.. syukurlah,Tante dengan senang hati menunggu. Raga pasti juga sangat merindukanmu"


Apa maksudnya dia berbicara keras-keras seperti itu,apa mungkin dia mengira aku akan peduli.


Setelah beres mempersiapkan makanan Widya akan segera kembali ke lantai atas untuk menengok anak-anaknya,tapi kembali di cegat oleh ibu mertuanya itu.


"Tunggu! Aku ingin berbicara denganmu"


Widya pun menghentikan langkahnya dan langsung menatap ibu mertuanya dengan lembut.


"Apa kau tahu siapa yang menelpon ku tadi?."


Widya dengan cepat menggelengkan kepalanya, karena ia memang sungguh tidak peduli.


"Yang menelpon ku tadi adalah Calon menantuku kekasih Raga, dia baru akan pulang dari Italia untuk melanjutkan cintanya dengan putraku. Dan kau siap-siap menyingkir lah dari rumah ini."


"Baguslah Bu,aku harap dia akan segera pulang kemari, permisi"


Lancang sekali,dia terlihat sekali semakin menantang ku!.


Tak terasa waktu sudah semakin berlalu.


Kini waktu menunjukkan pukul setengah 9 pagi. Bahkan anak-anak sudah menyelesaikan sarapannya. Dan Ainun pun sudah berangkat sekolah, tapi Raga belum juga keluar dari kamarnya.


Widya juga tidak berani menengok ataupun mengganggu tidur suaminya di kamar.


Tak lama setelah itu tamu tampak datang ke rumah.


Sementara ibu mertua Widya sudah pergi entah kemana.


"Permisi Nona,apakah Tuan muda sudah bangun?."


"Eemm sepertinya belum,aku belum melihatnya keluar kamar. "


"Perkenalkan saya Gala sekretarisnya Tuan Raga Nona. Saya kemari ingin mengambil berkas biru milik Tuan muda. Tuan muda bilang dia tidak berangkat ke kantor karena sakit. Apakah saya boleh meminta tolong Nona untuk mengambilkan berkasnya"


Sakit!. Apa dia benar-benar sakit?.


Dia itu sekretaris atau tangan kanannya?. Bukankah dia yang selalu mengikuti pak Raga kemana-mana, macam di sebuah drama series saja memiliki anak buah.


"Nona?"


"Oh iya akan aku coba ambilkan tunggu sebentar"

__ADS_1


Widya dengan cepat menuju ke lantai atas,lalu perlahan menuju ke kamar suaminya dan mengetuk pintu pelan untuk mengambil berkas itu.


Tepat sekali ia melihat sebuah berkas berwarna biru di sebuah meja kerja yang ada di dalam kamar, tanpa basa-basi ia langsung mengambilnya dan memberikannya kepada Gala yang menunggu di bawah.


"Pak Raga terlihat masih tidur tadi,apa dia benar-benar sakit?." Widya tidak berhenti berpikir dan memutuskan untuk menemuinya kembali. Namun ia juga merasa tidak nyaman jika berani menemuinya lagi sementara kemaren Widya sudah membaca seluruh surat itu.


Aku tidak boleh memperdulikannya,aku harus menjaga jarak dan batasan juga dengannya.


Kali ini Widya sedang berdiri tepat di depan pintu kamar Raga, namun hatinya terhenyak untuk pergi saja dari situ.


"Uhuk..uhuk. Uhuk..uhuk"


Tapi saat ingin melangkahkan kaki terdengar suara batuk-batuk dari balik pintu kamarnya.


Tolonglah apa yang harus aku lakukan, kenapa juga aku harus memperdulikannya.


"Mba yaya Papa belum bangun ya?"


"Eh iya sayang, sepertinya Papamu belum bangun"


Ah sebaiknya aku bangunin sama anak-anak.


Widya pun mencoba membawa anak-anak ke dalam kamarnya untuk menemui suaminya itu.


Terlihat beberapa koyo yang menempel di pelipis dan lehernya. Wajahnya terlihat begitu pucat dan lesu,tapi mendengar ke datangan anak-anak ia langsung berusaha bangun.


"Papa.."


"Hey Sayang.." Terlihat lemas sambil duduk menyender menyambut anak-anaknya.


"Papa sakit ya?"


"Enggak, Papa hanya butuh istirahat"


Sepertinya dia benar-benar sakit, terlihat jelas dari hidung dan matanya yang memerah.


"Pergilah jika kau ingin melakukan sesuatu, biarkan anak-anak disini dulu. Aku ingin bermain bersamanya"


"Aku akan buatkan sarapan untuk Anda, sepertinya Anda harus minum obat"


Widya pun keluar dari kamar dan membuatkan sarapan bubur sehat untuk suami setelah memberesi kamar suaminya yang terlihat berantakan.


Setelah beberapa saat sarapannya jadi, Widya kembali ke lantai atas untuk memberitahu suaminya dan bermain dengan anak-anaknya kembali.


Raga pun turun ke lantai bawah untuk sarapan dan segera meminum obat.


Bubur yang dimasak Widya terasa sangat gurih dan nikmat walupun untuk orang sakit sekalipun,hal ini membuat Raga sedikit tersenyum saat menikmatinya tadi.


Ternyata dia sangat pandai melakukan apapun.


Tiba-tiba Ibunya datang dari arah ruangan pintu masuk rumah, melihat putranya yang berpenampilan seperti itu membuatnya khawatir.


"Raga kamu kenapa,apa kau sakit?"


"Tidak,aku hanya butuh istirahat Ma. Mama darimana?"

__ADS_1


"Mama dari Bank"


__ADS_2