
Bukannya semakin sadar Raga malah semakin menggila, kali ini Raga tertawa senang mendapati air yang ada di wajahnya.
"Ah..apa kau mau mandi hujan bersamaku. Ini terasa begitu segar"
Mandi hujan,apa kau makin sinting. Bukannya semakin sadar lelaki ini malah semakin gila!.
"Sudah ayo Pak,Anda harus mandi!"
Terpaksa Widya harus memaksa suaminya untuk masuk ke bathtub dan berendam di air,tapi karena ulah Raga yang masih menggila menarik tangan istrinya kembali hingga tercebur ke dalam bak berbarengan.
"Pak!,aku sudah mandi. Ih kan jadi basah"
Widya terlihat kesal sekali karena dirinya tercebur ke dalam air juga bersamanya.
Maafkan aku Widya, sebenarnya aku sudah sadar sekarang,tapi setiap kali menatapmu rasanya aku ingin sekali mencium mu.
Melihat istrinya yang terus berbicara membuatnya merasa gregetan dan langsung merenggut bibirnya begitu saja.
Widya terlihat memberikan penolakan dengan perlakuan suaminya yang tiba-tiba itu, namun Raga terlihat memaksa dan mengunci erat tangan istrinya.
Ya ampun Pak Raga, apa yang anda lakukan?. Apakah anda akan bersikap manis seperti ini jika hanya dalam keadaan mabuk saja.
Raga ******* bibirnya dengan lembut dan hangat di tengah-tengah kubangan air yang dingin itu.
Keduanya bajunya sudah basah kuyup, mungkin inilah nasib Widya juga yang harus mandi bersamanya malam ini.
Raga semakin menjadi ia tidak bisa diam begitu saja menikmati keadaan yang ada, tangannya mulai beralih kemana-mana hingga membuat Widya kewalahan untuk mengatasinya.
"Pak.., biarkan aku"
Semakin istrinya berkutik semakin membuat Raga nekat, bahkan mendengar perkataan Pak membuat Raga semakin gregetan dan menjadi.
Terlebih baju tidur Widya yang tipis dan menerawang karena basah membuat Raga yang melihat sesuatu di bagian dada istrinya langsung tergoda dan semakin buas untuk menerkamnya.
Widya yang sudah terhanyut dalam kenikmatan itupun tidak punya kesadaran lagi untuk menolak. Sepertinya Ia melayani dengan baik suaminya malam ini tentang kemauan hasratnya.
******
Widya sedang menyender sambil membersihkan dirinya, Ia tidak tahu perlakuan apa yang di lakukan suaminya tadi. Dan ia juga tidak tahu perlakuan apa yang diberikan kepada suaminya tadi.
Seolah-olah ia terhipnotis dalam perasaannya sendiri telah melayani Raga dengan baik.
"Pakailah ini nanti kau menggigil."
Raga memberikan piyama baru untuk istrinya yang sudah berhasil membuatnya senang malam ini.
Sedangkan Widya masih terdiam gelisah,ia harus bersikap apa setelah suaminya sadar nanti.
"Pak Raga apa Anda sudah sadar? Tolong biarkan aku keluar"
__ADS_1
"Belum"
Bahkan dengan entengnya dia bilang belum dengan muka datar seperti biasa nya.Padahal ia ingin sekali tertawa senang malam ini.
"Be-belum?"
Widya merasa semakin bingung dengan sikap Raga yang terlihat begitu aneh malam ini. Antara mabuk dan tidak sepertinya ia memang jago berakting.
Widya sendiri tidak bisa membedakan hal itu.
Aku sudah sadar semenjak kau menyemprotkan air ke wajahku di kamar mandi Widya.
"Sudah, tidurlah di sini saja. Ini sudah hampir pagi. Ayo kita tidur"Raga langsung membaringkan tubuhnya ke atas ranjang dengan santai tanpa dosa.
Widya justru menggelengkan kepalanya karena takut di cekik oleh lelaki itu setelah Ia sadar nanti.
Bahkan saking gelisah-nya Ia tidak bisa membedakan antara Raga mabuk dan tidak.
Cihh,apa dia benar-benar takut kepadaku. Bahkan ia tidak tahu apa kalau aku ini sudah sadar sejak tadi.
"Aku sudah sadar Widya, tidurlah di sini"
Mendengar hal itu justru membuat Widya semakin terbelalak dan bingung.
Sa-sadar!.
"Tidurlah!. Aku hitung sampai 3, kau tidurlah di sini. 1..2.."
Dia sudah sadar? Tidak mungkin, saat ia sadar ia pasti akan memarahiku kan.
"Tidurlah, jangan memikirkan apapun"
Bagaimana bisa anda menyuruhku untuk berdiam diri dan tidak memikirkan apapun, anda tidak sadar tadi apa yang anda lakukan kepadaku adalah hal besar.
"Aku sadar kok apa yang aku lakukan kepadamu tadi. Anggap saja ini sebagai hadiah ulang tahunku yang sepi"
Ehh,apa dia sedang membaca pikiranku. Tapi apa ini,aku dijadikan pelampiasannya begitu.
"An-Anda sadar? Anda masih waras kan, Bapak baik-baik saja kan?"
"Kau pikir aku ini bapakmu?. Tua sekali!"
"Maaf, maksudku Tuan muda"
"Sudah tidurlah,ini sudah hampir pagi. Kau perlu istirahat"
Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa Pak Raga malah terlihat santai sekali saat ini. Sikapnya juga tiba-tiba berubah begini,apa ini semua memang karena mabuk.
Raga langsung beralih memeluk istrinya yang masih berpikir keras sejak tadi.
__ADS_1
"Tidurlah"
Eh apa ini,dia memelukku.
Pelukan Raga semakin membuatnya yaman sekaligus membuat Widya semakin kaku saat ini.
Namun seiring berjalannya malam menuju pagi membuatnya terlelap di pelukan suaminya tanpa sadar.
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi.
Widya tersadar dari tidurnya.
Lalu sedikit terkejut melihat wajah suaminya yang begitu tampan dari dekat.
Walaupun mata masih ngantuk tapi di jam-jam segini lah Ia biasa terbangun dan biasa tidak bisa tidur lagi.
Raga masih begitu pulas dan erat memeluknya.
Ya Tuhan apa yang terjadi antara aku dan Pak Raga semalam?. Ini benar-benar bukan mimpi.
Widya berusaha keras untuk bangun dan menyingkirkan tangan Raga dari tubuhnya, namun sepertinya hal ini mengusik ketenangan Raga yang sedang tertidur pulas.
Aku mohon jangan bangun dulu sebelum aku keluar.
Widya yang terus berusaha untuk turun dari ranjang membuat Raga justru terbangun.
"Ada apa ini,apa yang terjadi?." Tanya Raga dengan mata yang masih mengantuk dan terlihat kaget.
Ya Tuhan dia malah bertanya apa yang terjadi,apa dia benar-benar tidak ingat semalam. Lalu apa yang harus aku katakan padanya sekarang.
"Anda mabuk dan menggila. Apa Anda tidak sadar?"
"Aku mabuk ya. Ya sudah aku masih ngantuk." Raga membenamkan wajahnya lagi ke bantal dan terpejam. Sepertinya ia benar-benar masih ngantuk.
"Lihatlah,aku yang takut sekali dari tadi untuk menjelaskan padanya tentang kejadian semalam tapi dia malah santai sekali,apa dia benar-benar gila." Widya menggerutu sendiri sambil pergi menatapnya kesal.
Padahal nyatanya Raga sedang menyembunyikan tawanya di balik bantal mendengar gerutu istrinya tadi.
Widya Widya muka kamu lucu sekali kalau sedang tegang.
Perlakuan Raga semalam benar-benar terbayang-bayang di pikiran Widya saat ini. Tapi ia juga tidak tahu bagaimana sikapnya saat ia bangun nanti.
Raga sudah terbangun juga sejak tadi.
Ia juga sedang mengingat tentang kejadian semalam bersama istrinya di kamarnya.
Ternyata selama ini ia tidak bisa menyembunyikan perasaannya sendiri kepada Widya. Ia begitu mengagumi sosok Widya setiap kali melihatnya mengurus anak-anak.
Ya Tuhan sesungguhnya aku takut sekali akan jatuh cinta. Karena aku pernah merasakan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang aku sayangi.
__ADS_1
Aku takut hal ini akan terulang kembali.
Semenjak kehilangan Rebecca Raga sampai takut jatuh cinta, apalagi sampai kehilangan orang yang dicintainya terulang lagi, itu lah hal yang paling di takuti Raga.