Fairy Good Mother

Fairy Good Mother
Alfan Demam


__ADS_3

Hari sudah mulai malam.


Seperti biasa sekitar pukul 9 malam


Widya dan Ainun akan segera pulang ke rumahnya.


Keduanya sedang menunggu ojek online di depan rumah Raga.


Kebetulan ojek segera datang ke situ.


Keduanya langsung pulang ke kontrakan untuk segera istirahat.


"Kau sangat capek ya sayang?"


"E'mm..gak ko Ma,cuma ngantuk aja"


"Ohh iya udah bobo yuk. Maafkan Mama ya sayang, karena pekerjaan Mama yang terlalu sibuk membuatmu kecapean"


"Hehe... Ainun gak capek kok Ma. Yang capek itu Mama, kenapa si mama gak cari Papa baru aja?. Ainun kan pengin punya Papa kaya yang lain,jadi Mama gak kerja terus"


Ya ampun Ainun, kasian sekali kamu nak, pasti saat melihat pak Raga dengan anak-anaknya dia merasa ingin memiliki Papa seperti mereka juga.


"Mama belum nemu sayang, nunggu ada yang sayang sama Ainun. Mama belum nemu calon Papa yang baik buat Ainun. Sabar ya sayang" Hanya inilah jawaban yang mampu Widya berikan kepada putrinya. Sebenarnya ia merasa kasihan dengan putrinya jika melihat teman-temannya sedang bermain bersama ayah-ayah mereka.


Air mata pun sudah menggenang memenuhi bulatan mata cantik Widya. Ia ingin menangis namun tidak ada gunanya juga jika ia menangis.Jadi ia hanya berkaca-kaca saja.


Lalu ia segera menemani anaknya untuk tidur.


Setelah menidurkan Ainun Widya meninggalkan tempat tidur untuk menyelesaikan cucian bajunya.


Ia memang tidak memiliki waktu untuk mencuci baju kecuali malam-malam setelah pulang kerja.


-----------


"Thok..thok.."


Ketukan pintu membuat Raga yang akan tidur itu bangun lagi.


Sebenarnya ia merasa kesal sekali jika waktu tidurnya di ganggu seperti ini.


"Iya tunggu sebentar"


Raga segera membuka pintu,lalu melihat wajah ibunya yang tampak pias. "Ada apa Ma?"


"Raga, Alfan demam tinggi. Mama juga tidak tahu kenapa dia sampai begitu panas badannya"


"Demam??? Bukanya tadi dia baik-baik saja, kenapa tiba-tiba bisa demam si?." Sudah terlihat khawatir sekali Raga.Ia bahkan terburu-buru menutup pintu kamarnya dengan keras.


"Mama juga tidak tahu Raga. Tadi dia sempat menggigil juga"


Raga langsung bergegas menuju ke kamar anak kembarnya.


Alfan terlihat pucat sekali, sesekali ia juga terlihat menggigil entah karena apa.


"Sayang kamu kenapa,kamu sakit? Ya ampun panas sekali"


Tentunya raut wajah seorang ayah yang melihat putranya sakit terlihat begitu khawatir dan panik.


"Mba Yaya...,mba Yaya mana Pa?,aku pengin sama Mba Yaya"


Cihh, anak-anak sudah terhasut oleh rayuan manis wanita kampungan itu.


Mendengar semua itu membuat raut wajah ibunya Raga langsung masam.

__ADS_1


"Mba Yaya sudah pulang sayang,besok ya ketemu sama Mba Yaya-nya"


"Aku maunya bobo sama Mba Yaya Pa.. hiks.. hiks.."


"Alfan sama Omah saja ya"


"Tidak mau, maunya sama mbak Yaya"


"Iya udah iya Papa panggil dokter dulu yah"Sambil mengecek suhu tubuh putranya dengan tangan.


Sementara Alfia masih pulas tertidur di ranjang sebelah.


"Gak mau Pa,aku mau bobo sama Mba Yaya hiks... hiks. Gak mau panggil dokter nanti di suntik"


"Nggak di suntik Sayang,cuma di periksa kok"


"Gak mau,gak mau panggil dokter Pa, aku mau bobo sama Mba Yaya"


"Iya..iya baiklah"


Raga tampak kesal, namun ia terlihat mengambil jaketnya untuk pergi keluar.


"Kau mau kemana Raga?"


"Mama tunggu saja di sini, kasian Alfan"


"Kau akan menjemput wanita itu?"


"Aku hanya akan memanggil dokter"


Jangan bilang Raga benar-benar akan menjemput wanita itu untuk membawanya kemari.


******


Mau bagaimana lagi inilah kehidupannya yang memang seperti ini.


Pernikahan yang mengikatnya dengan orang kaya pun hanyalah sekedar status di atas kertas.


Tidak ada artinya bagi keduanya.


Sibuk sekali Widya membilas baju-baju yang sudah di cuci olehnya itu.


Dan ketukan pintu pun tiba-tiba terdengar keras di pintu kontrakan yang tampak sempit dan kecil itu.


"Widya.. Widya...apa kau sudah tidur?"


Teriak ibu kontrakan yang memenuhi seluruh penjuru ruangan kontrakannya.


Ibu kontrakan, tumben banget ia mencari ku malam-malam?.


Dengan penuh tanda tanya di pikiran Widya sambil bergegas membuka pintu kontrakannya itu.


"Iya Bu ada apa?,aku belum tidur kok"


"Ada yang mencari mu, katanya si penting,ia terlihat orang kaya si." Bisik ibu itu kepada Widya.


"Siapa malam-malam begini?"


Widya segera keluar dari dalam kontrakannya untuk melihat orang itu karena penasaran.


Pak Raga?,ya ampun...


"Pak Raga. Anda ngapain disini?"

__ADS_1


Kaget sekali Widya melihat kehadiran Raga yang malam-malam datang ke kontrakannya.


Dia tahu kontrakan ku dari mana?, perasaan tidak ada yang tahu kontrakan ku di sini?


"Ikut aku pulang"


"Iya ampun pak ini hampir tengah malam, waktu kerjaku sudah selesai kan,aku saja sedang mencuci baju belum selesai"


Melihat penampilan Widya yang tampak basah sana sini karena terciprat air cuciannya membuat Raga melihat jam tangannya.


"Kau tidak ingin mempersilahkan ku masuk?"


"Iya silahkan masuk saja pak,tapi mohon maaf jika keadaannya membuat anda tidak nyaman di sini"


Sebenarnya hati ini merasa kesal sekali dengan kehadiran suaminya yang tiba-tiba datang dan gak jelas itu.


"Kau tidak memiliki mesin cuci untuk mencuci baju?"


"Bapak tak usah bertanya, seharusnya bapak tahu sendiri jawaban saya, intinya apa maksud kedatangan bapak kemari?"


"Kenapa kau bertanya seperti itu?,kau tidak suka dengan kedatanganku kemari?"


Hihh...serba salah ya jika berbicara dengan lelaki pagar sepertinya!.


"Hehe... tentu saja tidak pak,aku malah senang anda berkunjung kemari"


Huekk.., siapa juga yang merasa senang di kunjungi oleh pagar kompleks seperti anda.


"Ayo ikut aku ke rumah sekarang!, Alfan tiba-tiba demam tinggi"


"Apa, Alfan demam?, tapi putriku..."


"Bawa!"


Aku belum selesai bicara, menyebalkan sekali ini orang!. Alfan kenapa lagi, kenapa dia bisa demam tiba-tiba begini?.


Widya segera berganti pakaian. Lalu mencoba menggendong anaknya yang sudah tertidur itu.


Namun rasa lelahnya yang begitu menyelimuti membuatnya tidak kuat untuk menggendong anaknya sendiri.


Mau tidak mau Widya meminta tolong kepada lelaki itu untuk menggendong putrinya dan membawanya ke dalam mobil.


Dengan cepat Raga membawa anak Widya ke dalam mobil.


Widya tampak segera mengunci pintu kontrakannya untuk meninggalkannya pergi.


Tapi terlihat ibu kontrakan yang merasa penasaran dengan kehadiran lelaki itu di kontrakan Widya.


Bahkan ia terlihat mengintip di balik jendela rumahnya sejak tadi.


Siapa lelaki itu? Apakah kekasih Widya? Dan mereka mau pergi kemana malam-malam begini?.


"Ma ada apa....?." Ainun terlihat kaget karena pergerakan gaduh mereka yang terburu-buru hingga terbangun.


Raga langsung saja melajukan kendaraan menuju ke rumahnya.


"Tidak Sayang. Tidur lagi aja yah, tidak ada apa-apa kok..."Widya langsung memeluk putrinya dan membelainya agar membuatnya tidur kembali.


Dengan cepat mobil sudah masuk ke halaman rumah Raga. Karena kebetulan jarak antara rumah Raga dan kontrakan Widya tidak begitu jauh,mungkin hanya mampu menempuh waktu beberapa menit saja untuk sampai.


Raga kembali menggendong anak Widya dengan perlahan dan segera menuju ke lantai atas.


Sementara Widya bergegas mengunci mobil dan pintu rumah itu untuk menuju ke lantai atas juga.

__ADS_1


__ADS_2