Fairy Good Mother

Fairy Good Mother
20. Kecelakaan


__ADS_3

Ponsel Widya berdering,ada panggilan dari ibu kontrakannya. Sepertinya ini hal penting.


Widya pun segera mengangkat panggilan itu dan berbicara dengannya.


Ternyata ibu kontrakannya memberitahukan tentang kontrakan yang di sewa Widya karena hampir sebulan lebih tidak di tempati,jadi ibu kontrakan itu akan menyewakannya pada orang lain.


Namun Widya sendiri belum tahu apakah Ia di perbolehkan tinggal menetap di rumah suaminya atau tidak, yang jelas Raga sendiri tidak pernah menyinggung akan hal ini. Bahkan sikap Raga yang kadang berubah-ubah juga membuatnya tidak berani berbicara padanya.


*******


Waktu sudah malam.


Mereka juga sudah menyelesaikan makan malamnya. Kini tinggal waktunya istirahat dan merebahkan tubuh.


Raga terlihat akan masuk ke dalam kamarnya, namun melihat istrinya yang terus menatapnya dari kejauhan membuatnya berhenti melangkah.


"Apa yang kau lihat?"


"Emm tidak ada Pak"


"Jika ada yang ingin di bicarakan katakan saja"


"Emm terimakasih banyak atas hari ini Pak. Aku lihat Ainun sangat bahagia tadi"


"Sudah, hanya itu saja?"


Widya tidak tahu harus mengatakan apa lagi, sebenarnya akhir-akhir ini Ia ingin berbicara banyak dengan suaminya, namun anggukkan kepalanya menutup adanya pembicaraan saat ini.


"Baiklah sama-sama"


Terimakasih juga untuk semalam Widya.


Raga terlihat langsung masuk sambil menyembunyikan senyumannya di balik pintu masuk kamar.


"Ya ampun,aku kan mau bilang tentang pulang ke kontrakan ke Pak Raga tadi, kenapa aku jadi lupa saat menatapnya"


Widya kembali mendekat ke depan pintu.


Namun saat Widya akan mengetuk pintu Raga sudah membuka pintu itu terlebih dahulu karena akan mengambil kacamata yang tertinggal di lantai bawah.


Widya pun mengetuk dada Raga seraya kaget dengan kehadirannya yang tiba-tiba.


"Oh.. maaf"


"Ada apa?." Tanya santai Raga dengan tatapan herannya karena melihat istrinya di depan pintu.


Oh apa dia mau tidur denganku lagi.

__ADS_1


Sudah ke gr-an si Raga, bahkan ia sudah tersenyum di dalam hatinya.


"Maaf Pak. Begini aku ingin meminta izin untuk pulang ke kontrakan besok malam. Aku juga sudah lama tidak membersihkan kontrakan ku"


"Buat apa ke sana, bukan kah kontrakanmu akan di sewa orang. Ikhlaskan saja. Tinggalkan kontrakanmu yang jelek itu"


Apa??? Bagaimana dia bisa tahu tentang kontrakan? Apakah ini ulahnya juga?


Raga sudah pergi meninggalkan tempat, bahkan Widya saja belum selesai berbicara dengannya.


"Lalu aku harus tinggal dimana Pak?"


"Bukankah ini juga tempat tinggal"Raga turun tangga sambil menjawab pertanyaan istrinya itu masih dengan santainya.


I-iya tapi ini rumahmu, tempat tinggal mu,perkataan mu yang singkat selalu membuatku bingung.


Mereka semua sudah berada di dalam kamarnya masing-masing.


Widya tidak bersama anak-anak dan Raga tidur sendiri.


Kenapa hidupku terasa membosankan begini. Aku merasa kesepian padahal aku sudah terbiasa tidur sendiri,apa karena kehadiran Widya di kamar ini semalam hingga membuatku tidak bisa tidur sendiri lagi.


Raga sedang termenung menatap langit-langit kamarnya, sambil membayangkan kehadiran Widya di kamarnya yang menemaninya semalam.


Sementara di kamar sebelah Widya juga sedang menatap langit-langit kamarnya sambil membayangkan ketampanan dan kebaikan Raga akhir-akhir ini.


******


Sementara di tempat tidur lain Mona terlihat sedang menunggu balasan pesan dari Raga yang sudah ia kirim sejak tadi.


Sudah beberapa menit ia menunggu tapi tidak adanya balasan pesan darinya,ini benar-benar membuat Mona kesal sekali malam ini.


Bahkan saat ini sudah hampir satu jam Mona menunggu balasan pesan itu,tapi Raga belum juga membalasnya.


Hingga hari berganti. Kekesalan yang ada di hati Mona masih ada,ia benar-benar tidak tahu apa maunya Raga.


Ia merasa pendekatannya selama ini juga sia-sia hanya karena pengasuh itu.


"Apa yang harus aku lakukan untuk menyingkirkan wanita itu,aku rasa salah satu cara yang paling afdhol adalah membuat Widya diusir dari rumah itu. Tapi bagaimana caranya?"


Mona merasa pusing dengan pemikirannya sendiri,ia juga tidak tahu cara yang tepat untuk menyingkirkan wanita itu.


******


Hari berganti.


Terik matahari sudah semakin panas.

__ADS_1


Widya kembali mengantar kedua anak kembarnya itu untuk sekolah khusus mereka setelah mengantar Ainun terlebih dahulu.


Jadwal hari ini Raga juga sangat padat jadi ia tidak sempat mengecup anak-anak yang masih tidur tadi.


"Gala sepertinya aku tertarik kepadanya"


Tiba-tiba tiada angin tiada hujan Raga memecah keheningan di dalam mobil untuk mengatakan hal itu pada anak buah kesayangannya.


Bahkan Raga sudah menganggap Gala seperti adiknya sendiri.


"Anda yakin Tuan muda,apa yang membuat Anda seperti ini?"


"Entahlah, mungkin semua karena cara yang ia lakukan itu sangat baik dan lembut di mataku, terlebih saat dia mengurus anak-anak dia begitu hebat dan penuh kasih sayang"


"Lalu bagaimana Tuan muda apakah Anda akan berterimakasih kepadaku?"


"What. Untuk?"


"Karena aku yang mendo'akan Anda untuk jatuh cinta kepadanya. Bukankah saya sudah bilang dari awal Tuan muda jangan bermain-main dengan pernikahan, saya takut Anda terjebak ke dalamnya dan ternyata benar kan"


"Oh jadi kau memeras aku sekarang?"


"Hehe tidak Tuan muda aku hanya bercanda"


Mereka kembali melanjutkan perjalanan sambil mengobrol santai untuk menghilangkan kebosanan mereka.


*******


Ada sebuah mobil yang terparkir menyala sejak tadi di penghujung jalan dekat sekolah.


Entah apa yang sedang ia tunggu yang jelas ini terlihat mencurigakan bagi yang mengamatinya. Namun siapa tahu itu adalah salah satu mobil wali murid kecil yang akan menjemput anak mereka pulang dari sekolah.


Perlahan anak-anak,orang tua, baik pengasuh berhamburan keluar dari gedung sekolah khusus itu untuk pulang ke rumah masing-masing.


Widya juga terlihat menuntun kedua anaknya untuk segera masuk ke mobil yang ada di sebelah kiri jalan.


Sebelum menyebrang ia lebih dulu menengok ke kanan dan kiri untuk menyebrang dan melatih anak-anaknya seperti biasa. Setelah aman baru ia menyebrang bersama anak-anak. Namun siapa sangka tiba-tiba mobil yang tak di kenali itu melajukan kendaraannya tiba-tiba dengan cepat dan tanpa rem menuju ke arah mereka yang sedang menyebrang.


"Nona Awas." Teriak supir yang melihat mobil itu melaju kencang sambil berlari menghampiri mereka.


Widya sudah berusaha untuk menyelamatkan keduanya dengan cepat. Namun Alfan tertabrak dan Widya pun terserempet mobil itu, hanya Alfia yang berhasil selamat dari kejadian maut tadi.


"Alfan!" Teriak Widya kaget dengan keadaan Alfan yang sudah tergeletak dan berlumuran darah.


Bahkan Widya dengan merangkak kesakitan menghampiri putranya yang sudah terkapar itu.


"Sayang bangun sayang. Kau tidak Papa kan?. Ya ampun apa yang terjadi. Alfan bangun Nak. Alfan..."

__ADS_1


Widya panik, gelisah, kesakitan serta ambruk dalam sekejap karena sok dan pingsan juga.


__ADS_2