
Ren menjadi begitu bersemangat..
Dia langsung menerjang ke arah Iblis tersebut..
Iblis tersebut langsung merasa takut dan bagian bawahnya terus merasa berdenyut..
Iblis tersebut tidak hanya berdiam diri untuk melihat dirinya terpukul..
Iblis tersebut menghindari kearah samping namun dia tidak menyadari bahwa ada akar yang menyangkut di kakinya..
Dia terjatuh dengan terlentang..
Ren tersenyun dan langsung mengincar itu nya..
Iblis tersebut panik langsung melindungi bagian bawahnya dengan tangannya..
Pedang menembus tangannya namun tidak sampai dimana itu dapat melewatinya..
"MANUSIA KOTOR, TIDAK BISAKAH KAU MENGINCAR SELAIN DI SANA"
"Hehe.."
Ren hanya tertawa membalas hal itu..
Iblis tersebut bangkit dengan mengeluarkan kekuatannya..
Ren langsung terpental beberapa meter dari tempatnya menusuk tangannya..
Iblis tersebut ingin menghancurkan akar yang menyangkut di kakinya namun kekuatan akar tersebut bertambah kuat setelah Kyla merapalkan sihir penguatan..
Iblis tersebut mencoba dengan sekuat tenaga namun akar yang lain muncul lagi di kakinya yang satunya..
Terus muncul di tangannya..
Dan juga muncul lagi..
Hingga badannya tertutupi akar yang mengikatnya..
Ellen dan Kyla saling tersenyum apa yang telah mereka lakukan..
Ren yang terpental sudah menelan potion hp dan kembali ke dalam darah penuh..
"Mari kita masuk ke nereka yang sebenarnya"
Ren datang menuju iblis yang sudah tidak berdaya itu..
"APAKAH KAU TIDAK PUNYA HARGA DIRI MELAKUKAN INI"
"Aku ini makhluk yang lemah, jika aku tidak melakukan ini maka aku akan kalah, kau tahukan kemenangan lebih penting daripada harga diri"
"DASAR PENGECUT"
"Katakan apa yang ingin kau katakan, aku hanya akan berurusan dengan makhluk kecil di sini"
Ren sudah mengarahkan pedangnya ke arah bagian bawahnya..
"MARI KITA BICARAKAN SECA-- AWWWWW"
Belum selesai iblis tersebut berbica Ren dengan keji menusuk pedangnya ke sana..
"TUNGG--AWW"
Ren menarik pedangnya lagi lalu menusuknya lagi..
"MARI--AWWW"
Ren dengan ganas menusuknya bagian bawah miliknya..
Kyla, Ellen dan Erna hanya memalingkan wajah mereka untuk tidak melihat adegan tersebut..
Mereka tidak bisa mengomentari cara Ren adalah salah atau tidak..
Karena pada akhirnya ini hanyalah satu cara untuk melawannya yang terlalu kuat tersebut..
"TUNGGU--AWW"
__ADS_1
Iblis tersebut menjerit dengan kesakitan.
Wajahnya yang ganas kini diisikan dengan wajah tangis layaknya bayi yang meminta permen..
"AAWW"
Hutan tersebut diisikan oleh teriak jerit iblis tersebut selama satu jam dan terlihat bar HP milik Iblis tersebut tersisa 5%.
Bahkan dengan bantuan kekuatan Death Rot tetap saja serangan yang Ren kerahkan tidak cukup untuk menghabiskan HP yang dimilikinya..
Karena HP miliknya yang terbilang banyak itu menjadi sesuatu yang memakan banyak waktu..
"Sungguh memakan waktu yang melelahkan" Ucap Ren sambil mengelap keringatnya.
"DASAR MANUSIA"
Iblis tersebut menjadi sangat marah..
Aura merah muncul di tubuhnya..
Akar yang menjerat dirinya kini telah hancur..
Dia bangun dan menatapku dengan marah..
Aku telah bersiap dengan pertarungan..
Namun..
Iblis tersebut berbalik kabur dengan ekor yang ada diselangkangannya..
"Dasar tidak tahu malu"
"KAU YANG TIDAK TAHU MALU MENGGUNAKAN CARA SEPERTI INI"
Iblis tersebut ingin melarikan diri namun Kyla dan Ellen sepertinya sudah mengira ini akan terjadi dan sudah memasang banyak sekali jebakan..
Iblis tersebut jatuh ketika akar tiba tiba muncul mengikat kakinya..
Iblis tersebut jatuh dan menuju sebuah tanaman berduri yang ada di depannya..
Lalu sebuah batang kayu lewat dengan cepat menuju kepalanya..
Lalu Erna juga yang telah bersiap di atas pohon langsung jatuh dari atas dengan momentum yang kuat Erna mengarahkan pedangnya langsung ke bagian punggung monster tersebut (Pantat)..
Dengan momentum dimana Erna jatuh dari ketinggian pedangnya dengan kuat menancap di bagian punggungnya (Pantat)
-123439 (Hit Kritis)
"AAAAAHHHHHH" Iblis tersebut menjerit dengan begitu kesakitan..
Ren terkejut akan hal ini..
Sepertinya saat dia melawan (menyiksa) iblis tersebut Erna, Ellen dan Kyla sudah berkerja sama untuk membuat rencana ini..
Ren melihat darah monster tersebut tersisa 1% dan tidak membuang waktu lagi dia langsung menggunakan skill dari yang dia dapatkan dari Death Rot Power..
[Drain Death]
Sebuah aura kegelapan muncul di tubuh Ren dan kegelapan itu memancar dan mendekati tubuh Iblis tersebut..
"TIDAKK INI TIDAK MUNGKIN TERJADI"
Kegelapan itu menyelimuti tubuhnya dan perlahan kegelapan itu menarik jiwanya dari dalam tubuhnya..
-323342 (Hit Kritis)
[Sekarang kekuatan monster ini telah diserap]
Ding!
[Pemberitahuan System]
[Selamat Anda telah mengalahkan Iblis Abaddon]
[Anda sudah menjaga pedang pahlawan dari iblis dan sebuah rahasia terungkap.. klik untuk mengetahui lebih lanjut]
__ADS_1
[Quest Utama diamankan untuk sekarang]
[Anda berhasil mengalahkan iblis semua orang yang terlibat akan mendapatkan hadiah.. klik untuk mengetahui lebih lanjut]
Sebuah pemberitahuan beruntun masuk namun Ren tidak memeriksanya terlebih dahulu karena kelelahan mental terjadi padanya..
Tubuh Iblis tersebut yang dia kalahkan perlahan hilang dengan cahaya yang perlahan memudar..
"Aku tidak menyangka aku melakukan sesuatu yang mengerikan" Ucap Erna dengan sedih..
Erna melihat bekas pedang miliknya dan sepertinya dia sedikit takut untuk melihat bekas dimana ujung pedangnya yang menyerang bagian 'itu' iblis..
"Haha.. kerja bagus Erna kau telah banyak membantuku" Ucapku berusaha untuk menyemangatinya namun itu malah membuat dia semakin depresi..
"Terima kasih Erna-sama telah membantu mengalahkan iblis yang ingin mengambil pedang pahlawan telah dikalahkan.. saya sangat berterima kasih" Ucap Ellen dengan begitu tulus sampil menundukkan kepala..
"Saya juga sangat berterima kasih dengan upaya yang telah anda lakukan.. ini ada beberapa hadiah karena telah membantu kami" Sambung Kyla dengan menundukkan kepalanya juga kepada Erna..
Erna menjadi senang mendengar hal itu..
Erna tersenyum bahagia dan berjalan kearahku..
"Mari kita satu team mulai dari sekarang"
"Itu bisa diatur"
[Erna mengirimkan permintaan pertemanan]
Ren langsung menerima permintaan sistem tersebut..
Ren yang agak lelah akan hal itu menjadi pusing..
Karena dia sudah melawan dua bos sekaligus untuk hari ini..
Pertama Death Rot..
Kedua Iblis Abaddon..
Jadi tidak aneh bahwa Ren menjadi sangat kelelahan..
Ren mencari tempat untuk dia berebah yang dimana tempat itu berisi rerumputan yang enak..
Dia sudah bersiap merebahkan diri.
Ellen yang melihat itu dengan sigap langsung duduk dan menyiapkan pahanya..
"Ren-sama silahkan"
Ren tersenyum bahagia melihat hal itu dan tanpa pikir panjang dia menerima bantal paha itu..
"Sungguh surganya dunia" Gumam Ren dengan senang.
Ellen menjadi tersipu malu dan sekaligus senang bahwa Ren senang akan hal itu..
Erna yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat diri Ren yang begitu bahagia akan hal itu..
"Apakah aku bisa mendapatkan bantal paha juga sebagai hadiah membantu" Ucap Erna kepada Kyla..
Kyla hanya bisa tersenyum kecut mendengar hal itu..
Setelah itu Ren beristirahat dengan nyaman di sana...
Bersambung...
Maaf jika misalnya novel ini tidak seperti tema game pada umumnya yang dimana samg MC berjuang melakukan quest dengan begitu sulit bin rumit..
Karena saya membuat novel ini hanya berfokus kepada komedi dan beberapa hal keren yang tidak bisa saya lakukan di dunia nyata (Harem).
Jadi jika itu tidak memuaskan kalian saya sangat mohon maaf..
"Sudah kuduga ending harem akan aku dapatkan" (Ren)
Mari kita lupakan tentang itu dan membuat novel ini jadi yaoi
"Eh!???" (Ren)
__ADS_1