
Di wilayah iblis semua menundukkan diri mereka dihadapan pemimpin mereka yaitu sang raja iblis..
Raja iblis tersebut duduk di singgasana dengan aura mendominasi. Seluruh iblis tidak berani untuk menatap wajahnya secara langsung..
Raja iblis tersebut terlihat sangat marah..
Di barisan terdepan raja iblis ada delapan jendral iblis..
"AKU KEHILANGAN KONTAK ABADDON"
Jendral iblis tersebut tahu bahwa Raja iblis sangat marah..
Mereka tidak berani untuk menjawab.
Iblis Abaddon merupakan salah satu jenderal yang di utus ke dunia manusia untuk menyelidiki pedang pahlawan yang direbut manusia dari desa yang menyembunyikan pedang tersebut..
Serangan desa itu ditujukan untuk merebut pedang tersebut namun siapa sangka pedang tersebut direbut oleh manusia dan parahnya lagi bahwa dia bisa menggunakan pedang tersebut..
"PEDANG PAHLAWAN HINERI"
Raja iblis tersebut memegangi bekas luka di dadanya yang dia terima akibat pedang pahlawan itu..
Ini adalah hal yang membuat malu dirinya..
Akibat pedang tersebut dia harus memulihkan dirinya secara perlahan dan pedang itu juga telah menyegel kekuatan penuh miliknya..
Dia masih menyimpan dendam ini beratus ratus lamanya..
"BERSIAP UNTUK KE DUNIA MANUSIA"
Mendengar hal itu semua iblis menjadi bahagia karena mereka telah lama menantikan hal ini..
Akhirnya balas dendam mereka akan terjadi..
....
....
....
Setelah Ren beristirahat di pahanya Ellen dalam waktu yang lumayan lama..
Dia bangkit dan mengucapkan selamat tinggal kepada Erna bahwa dia akan offline..
Setelah itu dia langsung melepaskan helm Heavy Gear dan mengambil makan..
Lalu dia langsung tertidur malam itu..
"Hoamm"
Ren menguap dengan lebar ketika dia bangun..
Hari sudah pagi dan cahaya matahari dengan penuh semangat masuk dari sela sela jendela kos milik Ren..
Ren langsung mandi dan sarapan karena hari ini adalah hari dimana dia akan mengambil uang di bank yang dimana dia mengaitkan akun bank dengan akun game miliknya..
Jadi saat pertukaran uang di game menjadi uang nyata dia harus mencek dengan mata dia sendiri apakah uang di game memang telah dikonversi dengan uang asli..
Jujur ini adalah pertama kalinya Ren untuk ke bank mengecek ini..
Dan dia juga memerlukan uang untuk saat ini..
"Yosh"
Ren mengecek dirinya sendiri di kaca dengan penuh gaya..
__ADS_1
Walaupun Ren jomblo dia masih memikirkan penampilannya..
Karena jika penampilannya jelek bagaimana dia bisa membebaskan status jomblonya ?
...
Ren mengambil langkah menuju bus karena dia tidak memiliki motor untuk membawa dia menuju bank tersebut karena motor tersebut telah dia jual untuk membeli peralatan game virtual.
Ren hanya menangis memikirkan hal itu..
Hanya memerlukan waktu lima belas menit perjalanan untuk sampai ke bank..
Dia masuk ke dalam bank tersebut dan Ren hanya bisa terkejut melihat antrian panjang ke counter bank..
Ren hanya bisa menghela napas panjang berjalan menuju antrian tersebut..
Di barisan paling belakang Ren mengambil ponsel genggam miliknya dan memainkan sebuah game offline untuk membunuh waktu..
Waktu berjalan dan Ren sudah berada di paling depan dan hanya beberapa orang saja lagi di depannya..
Walaupun dia main game namun dia selau memperhatikan orang yang berada di depannya..
Ketika itu orang tiba tiba mengambil barisan miliknya..
Dia menyadari itu..
"Hei jangan memotong barisan"
"Hah apa yang kau katakan ? aku sudah berada di sini dari tadi"
Orang tersebut tidak mengakuinya padahal Ren sangat jelas tahu akan hal itu..
Ren tentu tidak senang akan hal ini karena dia juga harus berdiri dengan menunggu waktu yang lama dari barisan paling belakang dan orang ini tiba tiba masuk di barisan depan miliknya..
"Walaupun aku bermain game di ponselku aku sadar jika kau menerobos barisanku" Ucap Ren dengan nada marah..
Ren menatap laki laki tersebut dan terlihat memang bahwa dia memiliki penampilan seperti orang kaya..
Namun jujur Ren sangat tidak suka orang yang seperti ini.
Apalagi memandang orang yang ikut berbaris di sini dengan mata yang merendahkan..
"Itu tidak bisa terjadi.. karena yang kau ambil adalah barisanku dan tentu aku akan marah karena aku sudah berbaris dari paling belakang"
"Terus ?"
Ren mendengar itu urat marah muncul di kepalanya..
"Jadi aku ingin kau pergi dari barisanku"
"Kau tahu apa.." Ucapnya sambil merogoh sakunya dan memberikan uang seratus ribu kepadaku "Ini ambillah dan berhenti menggonggong kepadaku"
Ren benar benar marah kali ini..
Walaupun dia miskin namun dia tidak pernah diperlakukan seperti ini..
Bahkan jika dia telah membuang harga diri saat melawan iblis abaddon namun hal ini berbeda lagi..
Harga diri Ren tidak menerima perlakuan seperti ini..
"Aku tidak butuh uang yang aku butuhkan kau menyingkir di depanku" Ucap Ren menangkis tangan miliknya yang berisikan uang.
Lelaki tersebut yang awalnya tidak ingin marah namun saat mendengar perkataan itu tidak dapat menahannya lagi..
"Haha.. orang miskin tidak mau uang.. hoho mari kita lihat berapa banyak uang kau miliki"
__ADS_1
Lelaki tersebut keluar barisan yang ada di depan Ren..
Ren tidak memperhatikan lelaki tersebut dan hanya berjalan pergi ke depan..
Saat giliran dia counter bank sudah memperhatikan dia sedang berdebat dengan lelaki kaya di sana..
"Ini kartu bank punya saya" Ucap Ren memberikan buku tabungan kepada counter bank "saya ingin mengecek uang di sana dan langsung mengambil uangnya"
Counter bank tersebut melirik jenis buku tabungan tersebut dan itu hanyalah jenis buku tabungan biasa..
Counter bank tersebut dengan malas mengeceknya di komputer miliknya..
Saat dia mengeceknya..
Matanya melebar..
Dia sungguh terkejut dengan apa yang tertulis di sana..
255.311.387,50
Itu adalah jumlah uang yang ada di sana..
Counter bank tersebut memperbaiki sikapnya kepada Ren.
"Anda memiliki uang sebesar 255.311.387,50 berapa jumlah yang ingin anda tarik"
Ren yang mendengar itu langsung mengucek telinganya takut jika dia salah dengar..
"Bisakah anda mengulanginya lagi"
"Anda memiliki uang sebesar 255.311.387,50"
Ren tidak percaya itu adalah uang miliknya..
Tentu dia menghasilkan banyak gold dari misi sebelumnya namun dia tidak mengecek jumlah pasti gold yang dia peroleh dari game..
Bahkan lelaki yang menyombongkan dirinya sebelumnya tadi juga tidak mempercayai ini..
"Saya ingin mengambil 20 juta"
"Maaf tuan, buku tabungan anda merupakan buku tabungan biasa yang hanya bisa menarik uang minimum 10 juta perhari.. kalau boleh saran apakah anda mau mengubah buku tabungan anda ke vip"
"Keuntungan dari kartu vip apa ?"
"Dengan kartu vip anda dapat mengambil uang tanpa batas minimun dan anda juga tidak perlu antrian dan berbelanja makin mudah dengan kartu atm vip tanpa batas"
"Cukup bagus. kalau begitu aku mau buku tabungan vip"
"Mohon tunggu sebentar"
Counter bank terlihat begitu sibuk dan tidak lama kemudian buku tabungan Ren berubah menjadi buku tabungan berwarna emas kehitaman dan dimana di sana tertulis buku tabungan vip..
Ren juga menerima uang 20 juta saat penarikan..
"Tuan ini nota penarikan"
Ren mengambil nota tersebut dan melihat bagian belakang kertas nota tersebut berisikan sebuah nomor.
Ren melihat gadis counter bank tersebut dan wajah gadis tersebut sedikit memerah..
Ren hanya tersenyum melihat hal itu dan berjalan pergi..
Ren melirik laki laki sombong tersebut dengan mata merendahkan..
Laki laki tersebut menjadi malu akan apa yang telah dia lakukan karena dia telah mengira bahwa Ren adalah orang miskin dan ingin mentertawakan dia namun siapa sangka ini yang akan terjadi.
__ADS_1
Melihat hal itu laki laki tersebut hanya tersenyum kecut dan kembali ke barisan paling belakang dan mengingat kejadian ini bahwa dia tidak boleh sombong karena langit masih ada langit..
Bersambung...