
"Hah..hah.."
Suara napas Ren begitu berat..
Sebagian tubuhnya masih berada di tanah..
Tanah longsor yang terjadi di pegunungan yang mereka naiki menimpa mereka..
Kejadian itu terjadi begitu cepat hingga membuat mereka tidak dapat menghindari hal itu.
Namun entah bagaimana Ren bisa selamat dari ini..
Ren berusaha keluar dari tanah yang menimpanya dengan sekuat tenaga..
"Ayolah.."
Ren menggerakkan kakinya yang masih tersangkut dengan susah payah.
Dengan sedikit kelonggaran yang terjadi ketika Ren terus menggerakkan badannya akhirnya bisa terlepas..
Ren bangkit dari tempatnya dan berdiri melihat sekelilingnya..
Tanah dan pohon terjungkal balik begitu berantakan..
Cuaca yang awalnya gelap kini telah mereda..
"Raja.. dimanakah anda" Teriak Ren dengan keras..
Namun tidak ada jawaban..
"Raja.. jika kau mendengar ini tolong beritahu aku tanda apa saja, agar aku tahu lokasimu" Teriak Ren lagi..
Namun tetap masih tidak ada jawaban..
"Gawat.."
Ren menjadi takut akan hal itu..
Ren berusaha berjalan disekitar tempat tersebut dengan meneriaki nama raja.
Namun semua begitu senyap dan diam..
"Jangan bercanda"
Ren menyuarakan suara kekhawatiran miliknya..
Ini akan menjadi mimpi buruk bagi Ren..
Ren berdiri dengan diam dan tanpa ada suara sedikitpun..
Matanya Ren masih belum menunjukkan tanda untuk menyerah..
Dia melihat sekelilingnya dengan begitu seksama dan detail..
Setelah beberapa detik..
Ren melihat debu yang ada di tanah bergetar dengan pelan..
Dia dengan cepat mendekati tempat itu dan menggaruk tanah dengan kedua tangannya..
Ren terus menggaruk namun dia tidak dapat melihat raja ada di sana..
Dia ingin menggunakan cangkul namun dia menghentikan niatnya..
Karena dia takut jika raja terluka karena itu..
Ren terus menggaruk tanah dengan cepat..
Dengan sekuat tenaga..
"Ayo.."
Ren terus menggaruk hingga begitu dalam..
Satu meter sudah dari permukaan tanah namun dia masih belum melihat kemunculan raja..
Dia terus menggaruk lagi..
Lagi..
__ADS_1
Lagi..
Dia tidak menyerah..
Waktu yang terlewati sudah lebih 10 menit..
Tangannya sudah memerah kesakitan..
Luka dari kuku tangannya sudah terlihat mengerikan..
Ketika tangannya mulai berdarah..
Terlihat kepala raja sudah muncul..
"Raja!"
Ren berteriak dengan panik..
Dia mendekatkan dirinya dan mendengar suara napas raja masih ada..
Seketika itu dia langsung bersyukur akan hal itu..
Dia melanjutkan galiannya dengan tangannya..
Ketika dia ingin menarik seorang Dryad muncul disamping Ren..
Ren tidak menyadari kedatangan Dryad itu dan hanya fokus untuk terus menggali..
"Rex"
"Woah.."
Ren kaget seketika mendengar ada suara disampingnya..
Ternyata itu adalah Dyrad yang memiliki rambut panjang dan memiliki wajah pria..
"Paman bisakah kau bantu--"
Belum sempat Ren menyelesaikan apa yang ingin dia bicarakan tiba - tiba sebuah tanaman muncul dari bawah tanah dan membuka dengan lebar tanah yang menutupi raja..
-_-
"Enaknya bisa sihir"
Ren tidak memiliki Class mage jadi itu adalah hal yang wajar jika tidak memikirkan ada cara mudah tersebut..
Paman tersebut mengangkat tubuh Raja tersebut dengan begitu mudah.
"Nak kau bisa tinggal atau kau ingin ikut denganku"
(Paman ini memberikan sebuah pilihan ?.. apakah aku akan mendapatkan Quest tersembunyi ?)
"Saya ingin menemani raja"
"Kalau begitu ikuti aku"
Sebuah portal muncul di depan paman ini dan Ren mengekor dibelakangnya..
Seketika itu pemandangan yang ada dihadapan Ren berubah seketika dia melewati portal tersebut.
Ren melebarkan matanya dengan begitu takjub akan pemandangan yang dia lihat.
Pohon hijau yang begitu tinggi dan terlihat begitu segar..
Rumah pohon yang dibangun diatas pohon dengan saling memiliki jembatan kayu diantara pohon satu dengan yang lain..
Paman tersebut berjalan menuju tangga spiral di pohon yang terletak tidak jauh dari kami berdiri..
Ren mengekor dibelakangnya lagi sambil melihat pemandangan yang ada di depan matanya..
Orang terlihat saling melirik kearah Ren dengan bingung..
(Susahnya jadi orang tampan)
Ren terlihat percaya diri akan tampang wajahnya yang pas-pasan..
Paman tersebut berjalan menuju salah satu rumah pohon dengan melewati jembatan kayu yang terlihat berbeda dengan yang lain..
Jembatan ini memiliki berbagai bunga indah yang tumbuh disekitarnya..
__ADS_1
Lalu kami sampai di depan rumah seseorang..
"Tolong buka Derlia, ada seseorang yang butuh sihir penyembuhmu"
Seorang gadis kecil membukakan sebuah pintu dengan begitu pelan..
Wajahnya yang begitu manis dengan rambutnya yang berwarna hijau dicampur dengan warna silver membuat sinergi yang berbeda dari hal tersebut..
Gadis ini melihat kearah Raja yang terluka dan membuka pintunya dengan lebar.
"Silahkan masuk"
Gadis ini membiarkan kami masuk ke dalam rumahnya..
Lalu paman tersebut merebahkan sang raja di tempat tidur yang terlihat nyaman dengan rerumputan disekeliling kasur tersebut dan juga itu terlihat empuk..
(Dimana belinya ini.. aku mau satu)
Ren yang melihat itu begitu bersemangat dengan itu..
"Derlia bisakah kau menyembuhkannya"
(Gadis kecil ini Derlia ?)
Ren menjadi heran akan hal itu..
Tapi setelah dia menyadari telinga panjang miliknya itu akhirnya dia mengerti..
Dia salah satu Dryad..
"Dia terlihat memiliki luka parah dibagian dalam tubuhnya.. mungkin memerlukan waktu untuk menyembuhkan ini"
Lalu gadis kecil ini melirik kearahku dengan kasar..
"Siapa kau ?"
(Jangan menatapku dengan tajam dengan wajah loli tersebut.. aku takut membangunkan sesuatu (hasrat) yang mengerikan di dalam diriku)
"Namaku FLoxRei.. saya disini datang untuk melihat keadaan Raja"
"Derlia.. tidak usah terlalu kasar dengannya.. aku tahu kau membenci manusia.."
"Terserah.. aku hanya akan menyembuhkan dia dan tolong cepat pergi dari hadapanku" Ucapnya dengan wajah marahnya kearahku..
(Loli yang sadis.. ugh.. aku sungguh takut jika membangkitkan sesuatu dari dalam diriku)
"Aku akan keluar jadi tolong selamatkan yang mulia raja"
Ren selepas berkata seperti itu dia berjalan keluar dari rumah tersebut dengan sedikit kecewa..
Lalu Ren melihat sekelilingnya dan menyadari bahwa dirinya ada di desa Dryad..
"Mungkin berjalan - jalan disekitar tidak buruk juga"
Ren mengambil langkah untuk berjalan menuju tempat yang begitu nyaman dengan pemandangan yang begitu indah..
Sepertinya ada seseorang yang baru kembali dari perburuan..
Ren menatap kearah pemuda yang sedang berburu hewan yang terlihat seperti kijang..
Seseorang gadis yang bersamanya juga terlihat begitu senang dengannya..
"Tch.. Dasar couple bodoh"
Ren yang telah lama menjomblo membuatnya begitu kesal melihat pemandangan yang ada di depannya..
Ren menghela napas dengan berat dan melanjutkan jalan - jalannya..
Ketika Ren merasa dirinya lelah dia melihat gundukan rumputnya begitu nyaman yang tidak jauh dari tempatnya..
Dia berjalan dan merebahkan dirinya di rumput yang nyaman..
Angin berhembus dengan nyaman dan suara kicauan burung terdengar begitu merdu membuat dia menjadi nyaman untuk tertidur..
Bayangan daun pepohonan yang melindunginya dari matahari memperlihatkan wajah Ren yang begitu jelas membuat wajah yang begitu nyaman..
...
"Ren-sama ?"
__ADS_1