Fake World Online

Fake World Online
Ch 5 [Bantal Paha Adalah Hadiah Terbaik]


__ADS_3

[POV Orang Ketiga]


Ren menjadi marah..


Ren menyerangnya menggunakan Skill miliknya [Three Slash] dan [Fatal Slash] kearah monster boss tersebut. Namun sayangnya serangan tersebut tidak mendapatkan sebuah serangan kritis.


Ellen tidak tinggal diam dia juga membuat sebuah tumbuhan yang disekitarnya untuk merambat menahan pergerakan monster tersebut. Boss monster tersebut tidak bisa bergerak dan dia terpaksa mengeluarkan Skill [Vomit Curse] agar dia dapat mematikan tumbuhan yang menahannya.


Ren langsung menangkis muntahan yang mengarah kearahnya dengan tamengnya lalu menyerang dengan serangan balasan kearah mulutnya saat dia membuka mulutnya dengan lebar.


-432547 (Hit Kritis)


Alhasil tebakan milik Ren benar bahwa bagian mulut monster tersebut sangat rentan sehingga Monster Boss mendapatkan sebuah serangan kritis.


"Terus ganggu pergerakan dia Ellen, biar terus mengeluarkan skill muntahan miliknya"


"Baik" Ellen membalas dengan cepat.


Ren dan Ellen berhasil membuat darah Boss menjadi 50% dengan strategi Menahan dan Menyerang tersebut.


Saat boss memiliki darah 50% pola pergerakan Boss menjadi aneh..


"KALIAN MEMBUATKU MARAH"


Ren melihat status Boss tersebut dan dia sangat terkejut dengan apa yang yang terjadi.


[King Of Death Root] {Mode Rage}


Level : 76


HP : 550000/700000


ATK : 9652


DEF : 8234


...


Skill :


[Death Root Aura] Pasif


Orang yang berada didekatnya mengalami pengurangan darah HP 700 Perdetiknya.


[Root Spinus]


Membuat sebuah akar dengan bentuk tajam akan yang menyerang player dengan jarak 1 meter darinya.


[Silent Curse]


Terkena serangannya akan membuatmu dirimu tidak bisa menggunakan Skill selama 2 detik.


[Vomit Death]


Memuntahkan sebuah cairan yang akan membuatmu tidak bisa bergerakan dan player akan menerima Damage 8000 selama 20 detik.


...


Status dan Skill Boss benar benar berubah drastis dan itu membuatnya mustahil untuk dikalahkan. Terutama Skill Silent Curse milik boss yang dimana skill tersebut sungguh OP.


Jika kita terkena serangan miliknya maka kita tidak akan bisa menggunakan Skill kita selama 2 detik.


Waktu 2 detik tersebut sangat berarti dalam sebuah pertarungan dan itu bisa menjadi hidup matinya seseorang.


Boss tersebut menyerang dari samping kanan dan dia juga mengeluarkan sebuah akar tajam dari bawah tanah.


Ren bisa menghindari serangannya dari samping namun dia tidak bisa menghindari Skill milik Boss.


Akibatnya Ren terkena serangan Boss dan dia tidak bisa menggunakan Skill miliknya selama 2 detik.


Serangan Boss datang lagi dari arah atas. Ren menghindarinya ke samping kanan.


Ren tidak dapat memberikan sebuah perlawanan yang intensif karena Skill Silent Curse milik Boss.


Begitu juga Ellen dia tidak bisa melawannya karena Skill Root Spinus yang mengganggu dia.


"Ellen bisakah kau melemparku dengan akar yang kau kendalikan kearah Boss"


"Apa yang akan Ren-sama lakukan"


"Aku mempunyai rencana"


Ellen tidak ragu dengan apa yang akan Ren rencanakan dan dengan cepat dia menggunakan kekuatannya untuk mengikat Ren dengan sebuah akar lalu dengan cepat melempar Ren kearah Boss tersebut.


Boss tersebut tidak dapat menghindari serangan dengan kecepatan yang dilontarkan oleh kekuatan akar Ellen yang menuju tepat kearahnya.


Ren langsung menghunuskan pedangnya kearah matanya dengan kecepatan momentum dia berhasil menembus tangan Boss tersebut yang berusaha melindungi matanya.


"DASAR MANUSIA SIALAN"


Ren langsung meloncat dari kepalanya dan Rei mengambil Potion HP dan juga Potion penambah STR 5+.


Ren mengamati sekitarnya sebelum memulai sebuah pergerakan.

__ADS_1


Karena penglihatan Boss sedang terganggu Ren begitu mudah melancarkan serangan dan Skill miliknya kearah Boss.


Pergerakannya yang begitu efisien dengan menghindari serangan Monster Boss tersebut.


Boss memuntahkan Skill cairan miliknya dan membuat Ren untuk mengambil keputusan mundur beberapa langkah dari Boss.


Boss memiliki darah 25%.


Ren mengisi darahnya kembali dengan Potion karena Cooldownnya sudah berakhir.


"Mari kita akhiri dengan cepat"


"Baik" Jawab Ellen..


Ren mengambil langkah cepat dan menyerang Boss tersebut dengan semua Skiil yang dia punya.


[Move]


Ren langsung berada didekat Boss tersebut dan langsung menyerangnya dengan Skill [Fatal Slash] dan [Three Slash].


-43234


-53264


-82314 (Hit Kritis)


-93532 (Hit Kritis)


Boss menjadi marah dan mengeluarkan Skill [Root Spinus]. Ren tidak tinggal diam dan langsung menghentikannya dengan menggunakan salah satu Skill tamengnya yaitu Skill [Impact] yang membuat stun selama 1 detik itu.


Itu berhasil menghentikan Casting Skill milik Boss.


Ren terus menyerang dengan Skill yang dia punya dan selalu memperhatikan gerak gerik boss jika dia ingin mengaktifkan Skill [Root Spinus] karena Skill itu sangat menganggu pergerakan.


Membutuhkan waktu yang sangat lama sampai akhirnya dia berhasil membuat darah Boss menjadi 1%.


"DASAR MANUSIA SIALAN"


Boss mengeluarkan Skill [Curse Vomit] dan Skil [Root Spinus] secara bersamaan lalu dia menggali tanah dibawah kakinya.


"Gawat Ren-sama dia ingin melarikan diri kebawah tanah"


"Tidak akan aku biarkan"


Ren tidak ingin kerja kerasnya hilang sia sia jadi dia mendekati Boss dengan menghindari serangan yang datang kearahnya. Walaupun ada beberapa serangan yang mengenainya namun dia tidak peduli selama dia dapat melancarkan serangan terakhir kearah Boss.


"TIDAK!!!!"


Namun Ren terlalu lelah sehingga dia tidak memperhatikannya.


"Akhirnya selesai juga" Ucap Ren dengan menghela napas lega.


Ren merebahkan dirinya ke tanah karena tidak kuat akan kelelahannya.


"Terima kasih atas kerja kerasnya Ren-sama"


Ellen langsung meletakkan kepala Ren di pahanya.


Ren terkejut dengan apa yang dilakukan Ellen kepadanya.


(mendapatkan hadiah sebuah bantal paha mungkin tidak buruk)


Ren sangat senang di dalam hatinya hingga kelelahan yang ada pada dirinya langsung sirna.


Sepuluh menit kemudian...


"Maaf Ren-sama bolehkah saya pergi untuk menemui teman saya di hutan ini"


Ellen berbicara kepada Ren saat dia sedang menikmati bantalan paha miliknya.


Ren agak enggan untuk menjawab 'iya' namun dia tidak mau Ellen membencinya jadi..


"Temui temanmu dan jangan lama lama.. aku mungkin akan merindukanmu" (bantal pahamu)


"Baik" jawab Ellen dengan wajah yang memerah.


[Hubunganmu dengan Ellen meningkat]


Ren bangkit dari tempat suci (bantalan paha) yang telah menghilangkan rasa lelahnya.


Lalu Ellen berdiri dan menghilang menggunakan sebuah portal yang muncul.


[POV NORMAL]


Aku penasaran apakah portal itu sama seperti sebuah Scroll Teleport.


Aku mungkin akan menanyakan nanti kepadanya namun sebelum itu aku akan melanjutkan tidurku.


Karena tempat ini adalah sebuah Spot bagus untuk tidur dimana ditemani sebuah rerumputan yang enak untuk dijadikan tempat tidur dan juga pohonnya yang begitu rindang dan semilir angin yang berhembus membuat tempat ini menjadi tempat yang sangat sejuk dan nyaman.


Mungkin hotel bintang seribu pun tidak dapat dibandingkan dengan tempat ini.


........

__ADS_1


....


.


Ellen datang di sebuah tempat dimana tempat ini hanya bisa dimasuki oleh seorang Dyrad.


"Kyla!"


"Oh Ellen tumben kamu datang mengunjungiku"


Ellen datang mendekati Kyla dan menyentil bagian dahinya dengan jarinya.


"Apa yang kau lakukan" Ucap Kyla sambil memegang dahinya.


"Kau pengawas Hutan Erkia kan ?"


"Iya emangnya kenapa"


Lalu Ellen menyentil dahinya lagi dengan jarinya.


"Hei itu sakit"


"Bagaimana bisa seorang pengawas tidak tahu bahwa ada parasit tinggal dihutannya"


"Parasit apa yang sedang kau bicarakan ?"


"Aku sedang membicarakan Monster King Of Death Root Dasar Bodoh!" Ellen menjawab dengan suara nada yang marah.


Wajah Kyla menjadi sangat pucat dan ketakutan.


"Apakah itu benar"


"Aku sungguh malu saat tahu Masterku lah yang menemukannya lebih dahulu"


"MASTER ?"


Ellen menutup telinganya saat Kyla berteriak dengan kaget


"Master!? Ellen kau punya Master?"


Kyla bertanya dengan penuh penasaran.


"Apa yang kau kagetkan"


"Aku tidak mempercayai ini"


"Sebaiknya kau berterimakasih kepada Masterku., jika seandainya saja Monster ini tidak temukan dengan cepat maka sudah dapat dipastikan kekuatan Monster ini akan bertambah mengerikan dengan menyerap tumbuhan yang ada disekitarnya"


"Sepertinya aku harus memberikan sebuah hadiah terbaik sebagai tanda terima kasih" Ucap Kyla dengan tersenyum. "sebuah ciuman mungkin akan lebih baik"


Mendengar ucapan Kyla, Ellen menyentil kepalanya dengan sangat keras. "kalau itu tidak akan aku biarkan"


***


Lalu disisi lain...


"Terima kasih telah memberitahukan informasi berharga ini"


"Kalau begitu bisakah aku mendapatkan imbalan"


"Benar ini adalah imbalanmu"


Lalu lelaki tersebut membengkak dengan sangat mengerikan.


"Ini bukan seperti yang dijanjikan"


"Fufu sebaiknya kau jangan mempercayai janji seorang iblis"


"Tidakk!!!"


Lelaki tersebut meledak dan semuanya menjadi sangat berantakan dengan semua organ miliknya.


Lelaki yang mati tersebut merupakan seorang pemilik toko senjata dimana Ren menjual semua item yang didapatkannya.


"Akan aku rebut senjata Pahlawan Cahaya tunggu saja"


Iblis tersebut menghilang di kegelapan.


Bersambung...


Mungkin Sudut pandang orang ketiga akan aku gunakan jika Ren melawan sebuah Monster atau sedang melakukan hal bodoh lainnya. jadi jangan bingung ya.. lalu kalau ada kesalahan jangan sungkan untuk komen.. karena mungkin ada kesalahan dalam menggunakan sudut pandang orang ketiga.


Walaupun sebenarnya aku suka dengan sudut pandang orang ketiga tapi jika menggunakan sudut pandang ketiga mungkin hal bodoh yang dipikirkan Ren tidak tersampaikan dengan baik..


"Apa maksudnya dengan hal bodoh" [Ren]


"..." [Author]


Aku harap kalian dapat maklum ini adalah Fantasy Bergenre Komedi.


"Oi apa maksudnya dengan hal bodoh" [Ren]


...

__ADS_1


__ADS_2