
Kesatria Kerajaan bukan hanya gelar semata mereka itu sangatlah kuat..
Ren menyerang mereka dengan Triple Slash dan Fatal Slash secara bergantian kepada mereka..
Namun kontrol mereka dalam pertarungan sangat kuat..
Ren melawan satu kesatria kerajaan sudah kewalahan.
Kemungkinan jika Ren tidak menggunakan pedang pahlawan ini mungkin Ren yang akan berada dalam posisi kalah..
Ren melirik Ruuna dan melihat lawan yang tumbang sudah sangat banyak..
Ren merasa dirinya disini hanya sebagai tokoh sampingan.. dan tokoh utama disini adalah Ruuna..
Chaos juga melakukan yang terbaik..
Erna dan Ellen menjadi kombinasi yang bagus juga. Erna menjadi penyerang jarak dekat dan dibantu oleh Ellen dengan tanaman merambat miliknya..
(Sepertinya tokoh utama di sini tidak berarti apa apa)
Ren hanya menghela napas melihat semua yang terjadi dan dia melihat seluruh kesatria kerajaan sudah di kalahkan..
"Mari kita bergegas ke istana.. kita harus mengalahkan raja tamak ini" Ucap Ren sambil mengacungkan pedangnya kearah istana..
"Kenapa kau mengatakan kalimat memalukan itu" Balas Erna yang berada disampingnya.
"Kau tahu jika aku tidak mengatakan itu aku merasa tidak menjadi tokoh utama di sini" Balas Ren dengan malu..
"-_-"
Mereka berjalan menuju istana dengan Ruuna yang berada di depan memimpin jalan, semua pemain tidak berani untuk melawan setelah melihat pertarungan yang sangat mengerikan tersebut..
Saat berada di pintu istana, kesatria kerajaan melindungi pintu tersebut namun hal itu hanya berlaku sia sia saat ada Ruuna di sini..
Ren hanya dengan santai mengikuti di belakang Ruuna layaknya pemain sampingan..
...
"Raja mereka telah memasuki istana kerajaan" Lapor seseorang kepada Raja.
Raja mengerutkan keningnya dan berkata dengan marah. "Dasar kalian tidak berguna.."
Raja tersebut sangat marah..
Awalnya dia menginginkan pedang pahlawan ini agar 6 Kerajaan meliriknya dan membuat kerajaan lain mengakuinya..
Dan tidak hanya itu jika dia memiliki pedang pahlawan yang telah lama hilang ini, maka kerajaan lain akan memberikan sebuah bantuan uang dengan dalih mempersiapkan perang yang akan terjadi melawan iblis..
Namun siapa sangka bahwa ini akan terjadi..
Saat pintunya terbuka secara paksa raja terkejut akan hal itu dan langsung melihat kearah mereka..
"Persiapkan dirimu raja" Ucap Ren dengan bersemangat..
Ren begitu senang karena misi yang sebenarnya sulit ini menjadi begitu mudah dengan adanya bantuan Ruuna..
Walaupun Ren masih agak kesal seluruh bagian kerennya diambil terus oleh Ruuna..
Namun tidak apa apa selama dia bisa hidup nyaman..
Raja tersebut melihat kearah Ruuna dan langsung menundukkan kepalanya..
"Maafkan saya bersikap lancang.. saya hanya ingin memastikan bahwa pedang pahlawan ini berada di tangan yang tepat oleh karena itu saya menguji dirinya"
Raja tersebut dengan pintar mengalihkan kebohongan menjadi sebuah fakta..
Ruuna melihat hal itu hanya mengangguk..
"Begitu rupa.. sungguh raja memiliki pikiran yang sangat bijaksana" Ucap Ruuna dengan tersenyum..
Ren ingin mengatakan sesuatu namun melihat sorot mata Ruuna dia tidak mengatakan apa apa..
"Kalau begitu aku akan memaafkanmu jika kau memenggal kepalamu sendiri di sini" Sambung Ruuna dengan suara marah dia..
"Maaf" Raja tersebut menjawab, takutnya jika dia salah mendengarkan apa yang diucapkan Ruuna.
__ADS_1
"Aku ulangi.. jika kau ingin meminta maaf maka penggal kepalamu di sini
"Haha.. sungguh candaan yang tidak menyenangkan.."
"Itu bukan sebuah candaan"
Mata Ruuna sangat tajam kearah raja tersebut..
Raja tidak dapat berkutik lagi..
Dia menatap kesatria kerajaan yang di sampingnya..
"Kalian sudah lancang dihadapan seorang raja" Ucap Kesatria kerajaan tersebut.
Ruuna menggengam erat pedangnya dan bersiap untuk melancarkan serang cepat..
Namun seorang kesatria kerajaan berjalan untuk menghadangnya..
Kesatria kerajaan ini berbeda.. dia adalah pemimpin pasukan kesatria kerajaan..
"Maaf aku tidak bisa membiarkan kalian melangkah lebih jauh lagi"
Ren melihat Raja tersebut kembali duduk dengan santai di singgasana tanpa merasa bahaya sedikit pun..
Dia ingin berjalan dan menyerang raja tersebut namun kesatria kerajaan telah menghalangi mereka..
Ren dan kawan kawan tidak bisa mendekatinya lebih jauh.
...
Ruuna yang bertarung melawan pemimpin kesatria kerajaan menjadi pertarungan yang sangat sengit..
Ruuna menggunakan teknik serangan cepat miliknya namun dapat ditangkis dan dihindari dengan mudah..
"Kenapa kalian masih melayani raja yang tidak kalian sukai" Tanya Ruuna dengan penasaran.
Pemimpin kesatria kerajaan memberikan wajah yang tidak menyenangkan..
"Bagaimana rasanya jika keluargamu diancam untuk dibunuh"
"Namun itu tidak akan membebaskan diri kami.. Raja memiliki seorang anak laki laki yang sangat kuat.. sekarang ini dia tidak ada di sini.. namun jika dia kembali dan tahu bahwa ayahnya dibunuh maka kau tahu apa yang akan terjadi pada kami"
Ruuna menghela napasnya..
Ruuna sudah sangat mengerti akan situasi ini..
Dia semakin ingin membunuh raja ini..
...
Ren sangat kesulitan..
Dia tidak bisa mengalahkan kesatria kerajaan ini..
Ren menganyunkan pedangnya dengan gaya horizontal begitu cepat..
Kesatria kerajaan tersebut menangkis serangannya dan ingin melancarkan serangannya kepada Ren..
Ren menghindarinya dengan cara menunduk lalu mengayunkan pedangnya dari bawah keatas..
-8992
Serangan Ren tidak berdampak banyak..
Ren teringat dengan satu item hadiah dari dia melawan iblis..
[Tanduk Iblis Abaddon]
Ren meniup tanduk itu dan keluarlah warna darah di lantai..
"Apa yang terjadi"
"Lantainya berubah"
Kesatria kerajaan menjadi panik melihat hal itu..
__ADS_1
Tidak lama setelah itu tangan tengkorak berwarna merah keluar dari sana..
Empat tengkorak berwarna merah muncul dengan penuh intimidasi akan kengeriannya..
Ren senang akan hal ini dan sebuah pemberithuan muncul..
Ding!!
[Pemain berhasil memanggil empat pasukan Raja Iblis Abaddon]
"Aku perintahkan kalian untuk mengalahkan kesatria kerajaan.. namun jangan Bunuh mereka" Ucap Ren dengan penuh gaya.
Tengkorak tersebut merespon perkataan Ren dan bergerak secara perlahan menuju Kesatria kerajaan..
"Jangan kearahku"
"Ah.. tolong"
Kesatria kerajaan menjerit ketakutan dan menutup matanya lalu mengayunkan pedangnya dengan tidak beraturan..
Tengkorak tersebut mendekati Kesatria kerajaan tersebut dan tanpa sengaja pedang yang diayunkan tersebut mengenai tulak rusuknya..
Dan...
Ding!
[Pasukan pertama mati]
...
Ah...
"Apaan ternyata mereka sangat lemah"
"Kau benar"
Lalu kesatria kerajaan tersebut menyerang mereka bersamaan..
[Pasukan Kedua mati]
[Pasukan Ketiga mati]
[Seluruh pasukan raja iblis mati]
[Pemanggilan dapat dilakukan lagi setelah satu jam]
...
Ren hanya bisa malu melihat bahwa dirinya sudah bangga dengan hal ini..
Kenapa aku mendapatkan item yang tidak berguna ini..
Erna dan Chaos ingin tertawa namun mereka hanya menahannya dengan sekuat tenaga mereka saat melihat hal itu..
Hanya Ellen yang tidak tertawa..
"Kalian kesatria kerajaan yang sangat hebat, bisa mengalahkan pasukanku dengan mudah.. namun kali ini aku akan bersungguh sungguh melawan kalian" Ucap Ren dengan keren sambil menahan rasa malunya..
...
Bersambung..
Maaf agak pendek.. T.T..
Susah bung bikin cerita pertarungan..
Jangan lupa like ya biar saya semakin semangat untuk berkarya..
Kau tahu jumlah pembaca semakin bertambah namun jumlah like nya gk banyak bertambah jadi agak sedih lihatnya..
T.T
Mungkin kalian keasikan baca saking serunya jadi lupa untuk tekan like..
Ya kan..
__ADS_1
*.*