
Ren bertarung dengan menggunakan pedangnya..
Kali ini Ren memusatkan fokus miliknya keseluruh indranya..
Ren merasakan pedang datang kearahnya langsung dia tangkis menggunakan pedangnya lalu melancarkan serangannya menggunakan kakinya kearah tengkuk tulang kering di kaki kesatria tersebut..
Kesatria tersebut kesakitan dan jatuh ke lantai..
Ren juga merasakan hawa membunuh dari belakang langsung berguling kesamping untuk menghindarinya dan langsung melancarkan sebuah serangan pedangnya.
"Boss"
Chaos melemparkan pedang pendek kearah kesatria kerajaan yang mendekati Ren..
"Terima kasih"
Chaos menghilang menggunakan skill stealth..
Dengan menggunakan belati miliknya dia melakukan serangan diam diam kepada kesatria kerajaan untuk membuat mereka lumpuh dan tidak bisa bertarung..
Erna menyerang dengan begitu cepat kepada kesatria kerajaan menggunakan pedangnya yang ringan tersebut membuatnya bisa melakukan serangan yang begitu cepat..
Ellen mengeluarkan tanaman merambat yang begitu banyak untuk mengikat kesatria kerajaan..
"Sepertinya ini akan menjadi gawat"
Raja yang duduk santai di singgasana menjadi gelisah melihat kesatria kerajaan semakin berkurang..
Dia terlalu meremehkan Ren dan temannya..
"Sebaiknya aku pergi saja"
Saat dia berkata seperti itu Chaos sudah berada di dekatnya..
"Sebaiknya kau menghilangkan pikiran untuk kabur" Ucap Chaos sambil mengangkat kedua belatinya..
Raja tersebut melirik kearah pemimpin kesatria keraajaan dan melihat dia masih sibuk dengan Ruuna..
"Meminta bantuan adalah percuma" Kata Ren mendekatinya secara perlahan..
Kesatria kerajaan telah tumbang dan sekarang hanya raja yang ada di depan mereka..
"Jangan sombong.. sebelum aku menjadi raja aku adalah seorang penyihir"
Raja tersebut mengangkat tangannya kearah Ren dan sebuah bola api muncul..
"Fireball"
Bola api tersebut tepat mengarah kearah Ren..
Ren terkejut akan hal itu langsung menebasnya dengan pedangnya hingga menjadi dua namun serangan tersebut masih membakar tangan Ren..
"Aww"
-3242
"Sialan panas"
Raja tersebut bersiap untuk merapal mantra lagi.
"Fire Arr--"
Saat dia ingin melancarkan serang tersebut Chaos sudah dekat dengannya dan telah mengarahkan belatinya kearah leher raja.
Raja sempat menghindari serangan tersebut dengan memiringkan lehernya kebelakang..
"Sial"
Chaos mengutuk kegagalannya sendiri..
"Fire Arrow"
__ADS_1
Raja melanjutkan kata yang tidak sempat dia selesaikan dan sebuah panah api muncul dibelakang raja dalam jumlah yang banyak..
Chaos yang dekat itu tidak dapat mengelak dan semua serangan terkena kepada dirinya..
"Ahh..."
"Chaos!!!"
Ren berteriak begitu hebat melihat Chaos yang terkena banyak panah api di tubuhnya..
Chaos terkapar di lantai tidak berdaya..
Ren dengan cepat mendekatinya dan mengangkat tubuhnya dengan tangannya..
"Chaos bertahanlah"
"Uhuk, maaf boss.. saya tidak bisa--"
"Sudahlah Chaos jangan bicara.."
"Boss aku tidak dapat melihat apa apa.. disini sangat gelap"
"Chaos.. tenang.. aku masih ada disini"
"Mungkin waktu kita bersama cukup singkat.. tapi itu sungguh menyenangkan"
"Chaos!!"
Ren menggenggam angin ketika Chaos menghilang menjadi pecahan debu..
Chaos telah mati dan Ren menjadi sangat marah menatap kearah raja tamak tersebut..
"Apa yang dia lakukan" Erna memberikan komentar dengan mata sinis melihat adegan tadi..
Raja menjadi takut akan tatapan Ren kepada dirinya..
Ren bangkit dari tempatnya dan kembali menggenggam pedangnya dengan begitu erat dan mengeluarkan kuda kuda yang sangat mengerikan sambil mengarahkan pedangnya kearah raja tersebut..
Ren langsung mendekati dirinya dengan cepat dan mengayunkan pedangnya dengan begitu kuat dari samping..
Raja melihat hal itu berusaha mundur untuk menghindari serangan tersebut namun tanpa dia sadari tanaman merambat dibawah kakinya..
Itu adalah sihir milik Ellen..
Raja tersebut akhirnya tidak bisa menghindari serangan Ren..
-142484 (Hit Kritis)
Raja tersebut terpental kesamping dengan begitu kuat hingga menyemburkan beberapa darah dari mulutnya..
"Itu untuk Chaos" Ucap Ren dengan keras..
Lalu Ren mendekatinya lagi yang masih jatuh di lantai dan melancarkan serangan lagi tepat jatuh ke tubuh miliknya..
-123455 (Hit Kritis)
"Itu untuk Erna"
"Hei aku masih hidup" Balas Erna dengan tidak senang..
Raja terkapar di lantai tidak sadarkan diri..
Ren mengecek bar darah raja tersebut dan terlihat hanya sisa sedikit lagi..
Ren ingin mengakhiri hidupnya sekarang namun Raja tersebut mengatakan sesuatu dengan pelan..
Sekejap aura raja tersebut menjadi gelap..
Raja bangkit dari lantai dengan aura kegelapan yang mengerikan menyelubungi tubuhnya..
"Gawat Ren-sama dia telah menggunakan sihir terlarang" Ucap Ellen dengan panik..
__ADS_1
"HAHAHA.. JIKA AKU MATI HARI INI MAKA SETIDAKNYA AKU AKAN MEMBAWA KALIAN SEMUA KE NERAKA BERSAMAKU"
Darah Raja tersebut yang awalnya sisa sedikit kini kembali menjadi penuh seperti sedia kala..
Tubuhnya juga kini perlahan berubah menjadi begitu besar..
Raja tersebut tersenyum jahat kearah Ren..
Raja tersebut bergerak dengan cepat langsung kearah Ren..
Ren memiliki reflek yang cepat langsung menggunakan pedangnya untuk menangkis pukulannya..
Saat pukulan milik Raja tersebut bertemu dengan pedang pahlawan.. bukannya Ren yang terkena damage melainkan raja tersebut..
-57233
"ARGGGGHHHH"
Raja tersebut begitu kesakitan saat dia memukul pedang Ren..
Ren menyadari dari fitur tambahan milik pedangnya yang dimana jika melawan tipe kegelapan maka pedang akan menjadi tambah kuat..
Karena Raja sekarang menggunakan sihir kegelapan di tubuhnya jadi pedang milik Ren beraksi akan hal itu..
"Kau lupa bahwa pedang milikku adalah pedang pahlwan cahaya kau tahu.."
Ren tersenyum jahat kali ini..
"Mari kita berdamai untuk saat ini oke" Kata raja tersebut dengan suara lemah lembut..
"Aku akan berdamai denganmu setelah membunuhmu"
Ren bergerak kearah raja tersebut dengan cepat dan mengayunkan pedangnya..
Namun karena raja tersebut telah diperkuat dengan elemen kegelapan tubuhnya.. dia bisa dapat menghindari itu dengan cepat..
Erna yang sedari tadi dilupakan sekarang dia bergerak untuk menyerangnya dari samping..
Raja yang terlalu fokus kepada Ren tidak menyadari bahwa Erna telah datang dari samping menyerangnya..
-54322 (Hit Kritis)
Walaupun damage Erna tidak sebanyak milik Ren yang dimana dia menggunakan pedang pahlawan.. namun tetap saja serangan Erna tidak kalah dengan Ren..
Ellen juga tidak diam langsung mengaktifkan tanaman merambat berbentuk duri yang melilit raja tersebut..
-23212
-13445
-12341
Darah raja tersebut terus berkurang ketika dia terkena duri dari tanaman Ellen..
"Ini adalah akhir dari dirimu"
Ren dengan sekuat tenaga mengayunkan pedangnya kearah leher raja tersebut di tambah dengan skill Fatal Slash yang meningkatkan kesempatan Hit Kritis...
"TIDAK!!"
Semuanya terjadi begitu cepat..
Raja tersebut melihat sekelilingnya berputar namun sebenarnya bukan sekelilingnya yang berputar melainkan kepalanya berputar jatuh bergelindung di lantai..
Tubuh Raja tersebut perlahan menghilang...
Ding!!
Setelah itu pemberitahuan sistem tiada henti untuk berbunyi...
...
__ADS_1
Bersambung..