
Ren kembali login ke dalam game dan berjalan keruangan untuk menemui Ruuna..
Ren masih penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Ruuna kepadanya jadi dia ingin menanyakan hal itu.
Ren masuk ke dalam ruangan Ruuna dan terlihat dia sedang mengasah pedang miliknya..
Ruuna tidak memperhatikan kedatangan Ren yang masuk..
Ruuna dengan santai mengasah pedangnya keatas dan kebawah..
Ruuna sangat menghargai pedangnya karena keselamatan akan nyawanya tergantung pada pedang yang dia pegang..
"Itu adalah pedang yang bagus" Ucap Ren yang melihat Ruuna sedang memperhatikan pedangnya dengan fokus..
Ruuna yang terkejut langsung mengacungkan pedangnya kearah Ren..
"Hiii" Ren menjerit kecil..
"Kenapa kau tidak mengetuk pintu sebelum masuk"
"Maaf.. karena pintu tidak terkunci jadi aku masuk saja"
"Sebaiknya kau berhati hati selanjutnya karena aku paling tidak suka orang yang datang diam diam"
"Baik"
"Lalu apa yang kau lakukan di sini"
"Aku ingin mendengar apa yang ingin kau katakan sebelumnya"
"..."
Ruuna terlihat ragu ragu untuk mengatakannya lalu dia menatap kearah Ren dan meneguhkan tekadnya untuk mengatakannya..
"Ayahku ingin bertemu denganmu, namun kau bisa menolak jika tidak mau"
Ren mendengar hal itu terkejut..
Kenapa ayahnya ingin bertemu dengannya ?
(Tunggu jangan bilang ini..)
Ren mendapatkan sebuah kesimpulan yang menggelikan..
Bertemu ayahnya lalu tiba tiba akrab dengan ayahnya lalu tiba tiba disuruh menjadi menantunya tiba tiba pernikahan dan tiba tiba..
Tunggu kenapa semua tiba tiba ?
"Aku tidak bisa menolak hal ini karena ayah mer-- ahem.. maksudku ayahmu ingin bertemu denganku pasti ada hal penting yang ingin dia bicarakan padaku" Ucap Ren dengan gagah..
Ruuna hanya melihat itu hanya bisa mengangguk mengerti..
Walaupun Ruuna tidak ingin Ren bertemu dengan ayahnya.. mengingat kepribadian ayahnya yang sangat keras..
Ruuna menggelengkan kepalanya untuk tidak berpikiran negatif..
"Kalau begitu bagaimana jika sekarang kita berangkat"
"Tunggu sebentar.. aku harus mempersiapkan sesuatu" Ucap Ren terburu sambil berjalan keluar..
"Santai saja.. aku akan menunggu"
Ren menjadi panik..
Dia harus membuat sebuah kesan yang bagus.
Karena itu Ren memikirkan pakaian yang bagus untuk bertemu orang tua Ruuna lalu hadiah yang bagus untuk diberikan..
Hmm..
Mengingat selera fashion Ren sungguh sangat mengerikan jadi dia hanya bisa mengandalkan informasi internet tentang baju..
__ADS_1
Lalu juga mengandalkan internet untuk sebuah hadiah yang bagus di saat seperti ini..
"Yosh.."
...
Ren sudah berkeliling di pasar kerajaan untuk membeli apa yang dia butuhkan..
Saat dia kembali ke istana.. kesatria kerajaan berjalan mendekatinya..
"Lapor yang mulia.. Feri telah sadar dari pingsannya"
Ren baru mengingat bahwa akan keberadaan Feri..
Ren secara terburu buru menemuinya di ruangannya..
"Ren-sama selamat datang kembali" Ellen menyambut akan kedatangan dirinya..
Ren telah memerintahkan Ellen untuk menemani Feri yang belum bangun untuk berjaga jaga jika ada sesuatu terjadi..
Feri yang telah bangun itu melihat kearah Ren dan dia mengeluarkan air mata kebahagiaan..
"Tuan anda telah menyelamatkan hidupku.. saya akan berjanji setia kepada anda tuan"
[Selamat anda mendapatkan NPC yamg setia kepada anda]
"Tidak.. aku yang harus sangat bersyukur karena dirimu lah yang telah menyelamatkanku waktu itu"
"Tuan sangat baik sekali"
[Npc Feri sekarang bertambah menyukai anda]
(Ini bukan menjadi kearah situ.. ya kan)
Ren menjadi takut akan hal itu..
Jika disukai oleh cewek atau gadis dia akan senang akan hal itu.. namun jika itu laki laki.. itu agak gimana gitu..
Ren memikirkan hal ini dikarenakan dia malas untuk melakukannya.. mengingat dia memang bodoh akan urusan politik dan dia sadarkan akan hal itu..
"Aku adalah seorang raja sekarang ini tapi aku masih belum menemukan orang yang dapat aku percaya untuk menjadi tangan kananku.. aku melihat kemampuan dalam menilai seseorang sangat tinggi.. apakah kau mau menjadi tangan kananku ?"
"Tuan terlalu melebihkan itu.. saya hanyalah penjaga gerbang yang sering mengawasi orang orang.. namun kemampuan saya mungkin tidak melebihi ekspektasi tuan"
"Tidak Feri.. aku percaya kepadamu"
"Tuan"
[Npc Feri semakin menyukai anda]
"Jika tuan berkata begitu maka saya akan menerimanya"
"Bagus"
[Npc Feri sekarang membuka wawasan baru yang disebabkan olehmu dan dia akan menjadi lebih hebat seiring waktu]
[Npc Feri menerima jabatan baru yaitu menteri raja]
Ren menjadi tenang sekarang.. urusan kerajaan sudah ada orang yang mengurusnya dan dia tidak perlu khawatir akan hal ini..
Sekarang waktunya untuk bersiap pergi..
Setelah itu Ren memakai baju kemeja keren dengan sebuah syal yang menggantung dilehernya dan sebuah dasi dikerah bajunya.. celana hitam panjang..
Sebuah bingkisan oleh oleh khas dari kerajaan ini..
Setelah dia menatap cermin dalam waktu yang lama akhirnya dia memutuskan untuk menemui Ruuna..
Ren berjalan ke ruangan Ruuna dengan penuh gaya dan bangga akan apa yang dia kenakan..
Ruuna terkejut melihat hal itu..
__ADS_1
"Kenapa kau memakai pakaian seperti itu ?" Tanya Ruuna dengan heran.
"Ruuna kau pasti pernah mendengar pepatah 'kesan pertama adalah senjata utama untuk menaklukan dunia'" Kata Ren dengan keren..
"..."
"Dan ini adalah sebuah persiapan untuk langkah itu" Sambungnya dengan tersenyum keren..
Ruuna masih tidak mengerti apa yang dikatakan Ren namun secara singkat dia mengerti akan hal itu..
"Mari kita berangkat"
Ren bersiap untuk berangkat dan sudah berbicara kepada Feri untuk menjaga kerajaan selama dia pergi..
Semua Kesatria kerajaan mengantarkan Ren untuk pergi dan di sepanjang jalan sambil menghormati Ren..
Ren merasa sangat bahagia hingga dia tidak sadar membusungkan dadanya layaknya ayam ketika berjalan.
"Maaf tapi aku tidak bisa membawa orang selain Ren" Ucap Ruuna kepada Ellen..
Ellen tidak senang akan hal itu dan ingin tetap ikut..
"Jika Ren-sama pergi maka aku juga harus ikut pergi"
"Tidak bisa.. ini adalah perintah ayahku" Balas Ruuna dengan menggelengkan kepalanya.
"Ellen kau tinggal di sini bersama Erna.. aku sangat yakin Erna akan senang akan hal itu.. Aku berjanji akan kembali secepatnya" Ucap Ren sambil mengelus kepala Ellen..
Ellen yang mendengar apa perkataan Ren hanya bisa mengangguk dengan sedih..
Ren menyadari bahwa Ellen telah menjadi bagian dari dirinya.. selama ini ketika dia melawan musuh kuat Ellen selalu ada untuk membantunya..
Karena Ren tidak bisa meninggalkan Ellen dengan keadaan bersedih.
Lalu Ren mengambil sesuatu dari dalam penyimpanannya yang dimana itu adalah sebuah aksesoris anting yang berbentuk sebuah bunga berwarna putih bercampur terpadu dengan warna pink yang dia beli di pasar ketika dia tanpa sengaja melihat anting yang begitu indah ini dan langsung membelinya saat itu.
Ren mendekatkan dirinya kepada Ellen lalu memasangnya langsung di telinganya..
"Aku selalu merepotkan sejak kita bertemu jadi ini sebagai ucapan terimakasihku.." Ucap Ren dengan malu malu sambil menggaruk pipinya..
Ellen terkejut akan hadiah ini dan matanya langsung menatap kearah Ren dengan penuh bahagia..
"Ren-sama"
Lalu Ellen mendekati dirinya dan mencium pipi Ren..
Ren menjadi terkejut akan hal itu dan tidak menduga itu akan datang..
"Terima kasih.. saya akan menjaga ini dengan baik" Balas Ellen dengan tersenyum manis..
Ruuna dan Erna melihat itu menjadi sangat terkejut juga..
...
Setelah itu Ren mengucapkan perpisahan dan menaiki naga maksudnya Wyvern milik Ruuna..
Perjalanan baru kini akan menanti Ren lagi.
Bersambung..
Sungguh akhir yang mantap.. jika ditulis tamat dibawah tambah mantap lagi..
"Jangan tamat thor.. belum dapat harem" Ren
"..."
Nah lebih baik tamat saja ya kan..
:v
Jika kalian masih suka jangan sungkan untuk menekan tombol like.. ;)
__ADS_1