Fake World Online

Fake World Online
Ch 26 [Masa Yang Indah]


__ADS_3

Ren berjalan menuju pohon yang begitu rindang dimana dia sudah menantikan kenyamanan ini datang kepadanya..


Dia merebahkan dirinya dan merasakan kesejukan yang tiada tara di dunia ini..


Bahkan pendingin AC tidak dapat dibandingkan dengan hal ini..


Ren memejamkan matanya untuk berusaha terlelap tidur namun matanya tidak menunjukkan tanda tanda untuk tidur..


Ren mengatur posisinya untuk mencari posisi yang pas buat terlelap tidur..


Namun anehnya dia tidak merasakan ngantuk..


"Ah!?"


Ren menyadari kenapa dia tidak bisa terlelap tidur..


(Aku tidak memiliki bantal terbaik di sini)


Ren selama ini selalu mendapatkan sebuah bantal terbaik dari Ellen..


Oleh sebab itu dia tidak dapat tidur karena hal ini..


Sepertinya Ren mulai menunjukkan tanda kemunculan fetish baru..


"Aku merindukan Ellen"


Ren yang sedang berebah di bawah pohon mendengar langkah kaki mendekatinya..


"Apa yang sedang kau lakukan ?"


Wajah Ruuna terlihat dari atas kepalanya Ren dan itu menjadi sebuah pemandangan yang indah dengan pantulan cahaya matahari dari samping membuatnya terlihat bercahaya dimata Ren..


Seperti seorang bidadari..


Lalu sebuah pemandangan lain juga dapat dilihat karena posisi Ruuna saat mendekati Ren..


"Putih"


Wajah Ruuna langsung memerah dan seketika itu langsung menginjak wajah Ren dengan sepatunya..


"Apa yang kau lakukan ?" Ucap Ren dengan marah..


"Itu yang harus aku katakan kepadamu dasar mesum"


"Oi.. aku bukan orang mesum.. kau sendiri yang berdiri tepat di kepalaku.. Bukankah itu menandakan bahwa kau ingin dilihat.. jangan jangan kau yang mesum karena ingin dilihat"


Ren berbicara seperti itu dengan senyum mesum miliknya..


Ruuna yang melihat itu tanpa segan menginjak lagi muka Ren..


"Hei.."


Ren bangkit dari tempatnya..


Dia marah karena dia tidak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya..


Untungnya perempuan yang menginjaknya cantik.. jadi dia tidak terlalu marah.


Namun tetap saja kan.. kaki dikepala itu.. agak..


Ren menatap kearah Ruuna dengan tajam..


"Apa yang kau lihat" Ucap Ruuna dengan wajah memerah..


"Bisakah kau meminjamkan pahamu sebentar"


"Dasar hentai"


"Tunggu Ruuna.. kau ingat tentang perjanjian ketika kau kalah dalam pertarungan"


Ruuna masih ingat dengan jelas saat itu ketika dia pertama kali bertemu dengan Ren..


Tidak mungkin Ruuna melupakan hal itu dimana dia kalah dalam sebuah pertarungan..


Walaupun Ruuna tidak mengakui bahwa dia kalah tapi..


Ren tidak melanggar peraturan yang dia buat jadi..


Itu memang kekalahan miliknya..


"Bukankah kau berkata bahwa kau tidak mau mengambil hadiahnya"


"Aku ingin ganti hadiahnya dengan sebuah bantal paha"


"Hah?"


"Bantal paha kau tahu ketika seorang wanita memberikan pahanya sebagai--"


"Aku tahu itu.. tapi kenapa aku harus"


"Atau kau mau melakukan hadiah yang sebelumnya"


"Oke bantal paha.."


Ren tersenyum senang akan hal itu..


Ruuna dengan sigap duduk dan memberikan pahanya sebagai bantal..


Ren yang melihat putih mulusnya paha ini merasakan sesuatu yang aneh di hatinya..


Ren menggelengkan kepalanya dengan cepat dan tidak memikirkannya lebih lanjut..


Ruuna menjerit kecil ketika sensasi rambut Ren menyentuh pahanya..

__ADS_1


Ini adalah pertama kalinya bagi Ruuna tentang hal ini jadi dia merasakan sedikit geli di pahanya..


Wajah Ren yang tepat berhadapan dengan wajahnya dengan begitu dekat..


Ruuna merasakan sesuatu di hatinya berdegup dengan kencang..


Wajahnya tidak dapat menahan untuk tidak mengeluarkan noda merah di pipinya..


Ren tidak memperhatikan perubahan wajah yang ada pada Ruuna dan hanya merasakan empuknya paha yang dia rasakan..


Ren menutup matanya dan merasakan lebih jelas angin yang berhembus..


Ketika rambut Ren yang bergoyang akibat angin membuatnya terlihat begitu keren untuk sesaat..


Ruuna merasakan sebuah ketenangan ketika melihat wajah Ren yang begitu menikmati alam..


Dia juga dapat merasakan angin yang berhembus dengan santai menggoyangkan rambutnya..


...


...


...


Di ruang tamu terlihat seorang pria yang sedang di jewer oleh pasangannya..


Ini adalah Raja yang telah ditipu Ren..


"Itu tipuan anak itu.. percayalah padaku"


"Apakah itu benar"


"Sungguh percayalah padaku"


"Aku tahu sifatmu.. mungkin kau akan mencari yang lain ketika aku sudah tua atau ketika aku tiada.."


Suara itu begitu kecil saat dimana sang ratu berkata tiada..


Ratu tahu bagaimana suaminya ketika masih muda dimana semua perempuan akan tergila kepada ketampanannya dan kehebatan yang dimilikinya..


Ratu hanya seorang teman masa kecil yang kebetulan saling bertemu..


Ratu saat itu hanyalah anak desa yang miskin yang tidak mempunyai apa apa..


...


...


...


Suatu hari ketika Ratu sedang mencari sebuah tanaman jamur yang bisa dimakan untuk mengisi perutnya tanpa sengaja bertemu dengan dia..


Yaitu Raja..


"Apa yang sedang kau lakukan ?"


"Aku sedang bersembunyi dari guruku"


Ratu hanya mengangkat sedikit alisnya yang terkejut dengan alasan tersebut..


Setelah itu dia menghiraukan anak itu dan kembali mencari jamur..


"Kau sedang apa ?"


Raja penasaran dengan apa yang dilakukan dia..


"Aku mencari jamur" Jawab Ratu tanpa menghiraukan Raja yang bertanya dan hanya fokus mencari jamur..


"Jamur ? Buat apa ?"


Ratu yang mendengar itu memutar matanya kepadanya dan menggelengkan kepalanya atas pertanyaan bodoh itu.


"Tentu saja buat makan"


"Jamur bisa dimakan"


"Tentu bisa"


"Kalau jamur ini"


Raja memetik jamur yang tepat berada di dekatnya..


"Itu jamur beracun"


"Eh.."


Ratu kembali menghiraukannya..


Raja yang tidak bisa diam terus mengajukan pertanyaan..


Seperti..


"Kenapa jamur ini beracun ?"


"Apa jamur enak dimakan ?"


"Oi.."


Ratu hanya menghiraukannya saja..


Sangat jelas bahwa dia sedikit terganggu atas hal tersebut..


"Namamu siapa ?"

__ADS_1


Raja bertanya dengan penasaran namun ini bukan tentang jamur..


Ratu yang mendengar hal itu hanya diam dan mengabaikannya..


"Namaku Rezx senang berkenalan denganmu"


Rezx tersenyum kepadanya sambil menatap lurus kearahnya..


Rezx terus mendekatinya dan berusaha untuk mendapatkan jawaban..


Hingga ratu akhirnya menyerah..


"Namaku Sela"


"Sela.. itu sungguh nama yang bagus"


Ketika Rezx ingin mengatakan sesuatu yang lain suara gurunya memanggil dia..


"Rezx kau tidak bisa kabur"


"Sial.. Maaf Sela aku akan pergi.. sampai jumpa nanti"


Sela hanya menatap kearahnya yang langsung menghilang setelah dia memasuki semak - semak.


Sela tidak memikirkan hal itu dan melanjutkan apa yang dia lakukan sebelumnya..


Namun hari berganti dan Rezx ketika dia kabur dari omelan gurunya dia selalu mendapati dirinya dengan Sela..


Hingga mereka menjadi teman saat itu..


...


...


...


"Aku masih ingin makan jamur yang selalu kau buat" Ucap Rezx dengan pelan namun masih dapat didengar oleh Sela..


Sela mendengar itu menjadi senang..


"Kau masih ingat"


"Tentu aku masih ingat.. itu adalah hal pertama kali bagiku dan rasanya sungguh enak.. jadi jangan katakan sesuatu yang menyedihkan seperti kau tiada.. itu akan membuatku sedih.."


"Rezx"


"Sela"


Mereka berdua saling menatap satu sama lain dan wajah mereka secara bertahap saling berdekatan..


Sela menutup matanya dan Rezx perlahan mendekati bibirnya yang terlihat lembut dan manis itu..


Ketika sudah sangat dekat..


"Maaf sepertinya kami datang diwaktu yang tidak tepat"


"Kau benar sayang.. sebaiknya kita pergi"


Rezx menatap kearah suara yang datang tersebut berasal dari pintu yang telah di buka..


Terlihat disana seorang laki laki seumuran dengan raja dan juga seorang perempuan yang sangat cantik di sampingnya..


Sela dan Rezx menjadi memerah karena malu..


Rezx menatap orang itu dengan marah..


"Klein sialan.. kenapa kau tidak mengetuk pintu sebelum masuk"


Klein tertawa kecil mendengar hal itu..


"Maaf maaf" Balasnya tanpa rasa bersalah..


"Sela maafkan kami karena tidak mengetuk pintu" Ucap Perempuan yang ada di sampingnya dengan tulus.


"Tidak apa apa Vinia.." Balas Sela yang masih tersipu..


"Lalu apa kedatangan kalian di sini ?"


...


Bersambung..


Maaf ya kali ini ada adegan bucinnya..


Jiwa jomblo kalian tidak tersakiti kan ?..


Cukup author aja yang tersakiti karena nulis ini..T.T..


Jika adegan bucinnya terkesan alay maafkan saya ya..


Maklum aja gak banyak pengalaman cinta yang di alami author..


"Kasihan author kita.. sabar thor aku yakin author pasti akan mendapatkan jodoh dengan cepat" (Ren)


"Ren.. sepertinya aku sudah salah menilaimu" (Author)


"Author aku selalu dipihakmu apapun yang terjadi" (Ren)


"Ren" (Author)


"Haremnya punyaku jangan lupa ya thor" (Ren)


"..."

__ADS_1


__ADS_2