Fake World Online

Fake World Online
Ch 2 [Aku Terima Ciuman Itu]


__ADS_3

"Bagaimana bisa kau menggunakan senjata itu!!" kata Ruuna dengan marah.


"..."


Sial kenapa NPC ini tiba tiba menjadi sangat marah.


Aku sudah tahu bahwa dia akan berkata hal yang sama dengan Ayahnya Rina saat aku datang menolong dia pertama kali.


Jika ditanya seperti ya aku juga tidak tahu alasannya kenapa aku bisa memakai senjata ini. karena sistem tidak membuat sebuah larangan atau hal lainnya terhadapku saat aku memakainya.


'Itu sudah takdir'


Menjawab seperti mungkin akan membuatku terlihat seperti orang bodoh. jadi...


"Sebelum itu perkenalkan nama saya adalah FLoxRen, anda bisa memanggil saya Ren" aku menunduk dan memperkenalkan diriku secara formal seperti seorang bangsawan. "saya datang kesini karena Rina" aku menunjuk Rina yang tepat berdiri di belakangku. "karena pedang saya patah saat melawan monster lalu saya meminjam pedang yang kebetulan dibawa oleh Rina"


Ruuna melihat kearah Rina dengan tajam.


"Kenapa kau memberikan pedang pusaka desa kita kepada orang yang tidak kita kenal"


"a-anu s-s-saya--" Jawab Rina dengan gagap.


Tiba tiba aku merasa bersalah membawa Rina untuk masalah ini.


"Maafkan aku Ruuna-sama sebenarnya aku yang menyuruh Rina untuk kabur bersama pedang pusaka" Ayah Rina datang membantu. "Karena aku pikir ini mungkin akan menjadi akhir dari desa kita"


"aku juga minta maaf karena terkendali amarah" Balas Ruuna dengan menyesal.


"Tapi.." Ruuna melihat kearahku. "Ini belum menjadi alasan kenapa kau bisa memakai pedang itu"


"Biar aku yang menjelaskan" Ucap seseorang..


Seorang gadis cantik lagi muncul dari sebuah portal.


""Dryad-sama"" Seru semua orang.


"Dyrad-sama ?" Tanyaku dengan bingung..


Aku menatap kearah gadis yang cantik disebut Dyrad oleh Ruuna. wajahnya benar benar sangat cantik dengan rambutnya yang berwarna hijau dengan sebuah daun yang ada dikepalanya sebagai aksesoris rambut miliknya sungguh kombinasi yang sangat indah. terutama bagian Itunya juga indah.


Ahem.


Dryad adalah makhluk legendaris dari mitologi Yunani. Menurut mitologi Yunani, Dryad merupakan makhluk, atau semacam peri, yang menghuni tumbuh-tumbuhan, berwujud wanita.


Kenapa tiba tiba ada gadis cantik lagi datang. apakah ini sebuah pertanda bahwa ketampananku bisa memanggil sebuah harem.


Ya sepertinya bukan.


"dia memiliki Restu Alam yang membuat dia bisa memegang senjata itu"


"Restu Alam ??" balas Ruuna dengan kebingungan.


"kami para Dyrad telah mengawasi semua gerak geriknya dan kami sangat yakin bahwa dia mencintai alam lebih dari apapun oleh karena itu kami memberinya sebuah Restu Alam"


"tapi apa hubungannya dengan senjata"


itu adalah pertanyaan yang ingin aku tanyakan namun sepertinya Ruuna-sama ini sudah menanyakannya. sial kenapa gadis ini mengambil semua sorotan kepadanya.


"karena kami lah yang membuat senjata itu"


"Apa!!"


Akhirnya aku mengerti semuanya.


Ini akibat aku menikmati pemandangan yang ada di dalam game ini selama satu bulan untuk menghilang stress tentang dunia nyata. walaupun begitu aku tidak menyadari selama ini bahwa ada sebuah NPC dengan ras Dyrad yang mengawasiku.


Karena itulah aku mendapatkan sebuah Restu Alam tanpa sepengetahuanku dan akhirnya menuntunku ke sebuah Hidden Quest.


Semua sesuai rencana.


Benar sesuai rencana.


Gadis Dyrad menatap ke arahku dan lalu menunduk.


"Terima kasih karena sudah menyelamatkan desa ini dari para Iblis"


"Tidak ini bukan apa apa. lagipula sudah kewajiban untuk saling membantu saat sedang kesusahan walaupun semuanya dibereskan oleh Ruuna-sama pada akhirnya" jawabku sambil tersenyum malu.


"Sudah kuduga Ren-sama adalah orang baik" Balasnya dengan tersenyum manis.


[Hubunganmu dengan Ellen meningkat]


tenanglah dirimu Ren. dia hanyalah NPC. benar NPC.


Tapi tetap saja di puji oleh gadis cantik sepertinya membuatku malu.

__ADS_1


"Nama saya Ellen senang berkenalan dengan anda"


gadis Dryad tersebut memperkenalkan dirinya dengan sopan dengan cara menunduk layaknya seorang bangsawan.


"Senang berkenalan denganmu Ellen" balasku dengan sopan.


Ellen tersenyum kepadaku dan mendekatiku.


"Kalau begitu tolong kerja samanya"


"Tolong kerja samanya ?" Tanyaku dengan bingung..


"Mulai sekarang aku akan menjadi pendampingmu"


"Eeehhhhhhh"


[Anda mendapatkan seorang pendamping NPC. Mulai sekarang anda dapat bertarung bersama - sama]


"Sebagai kepala desa saya mengucapkan terima kasih telah membantu menyelamatkan desa kami" Ucap ayah Rina kepadaku.


"Ya bukan apa apa. lagipula Ruuna-sama yang pada akhirnya menyelamatkan desa"


"walaupun begitu nyawa kami yang telah diselamatkan olehmu tidak akan berubah. jadi sekali lagi terima kasih"


[Hidden Quest] Menyelamatkan desa selesai.


[Selamat anda mendapatkan [Shield Breaker] sebagai hadiah!!]


[Anda mendapatkan 2000 gold]


[Anda mendapatkan Tittle Savior Village]


[Hubunganmu dengan Desa meningkat]


[Anda naik level]


"Kalau begitu aku akan pergi karena misiku sudah selesai"


"tunggu!"


Ruuna tiba tiba menarik lengan bajuku saat aku ingin berbalik pergi.


Apa ini ? kenapa adegan ini seperti drama film korea.


Ruuna menatapku dengan tajam dan wajah kami menjadi begitu dekat.


Bukankah kita baru pertama kali bertemu.


Tunggu apakah NPC juga dapat merasakan cinta.


Apa boleh buat diriku yang tampan penuh dosa ini menarik hati gadis cantik ini.


"Mau kau bawa kemana pedang itu"


Ah sial. dia ingat.


"Tidak pedang ini sudah menjadi Ren-sama"


Ellen tiba tiba menyela Ruuna saat dia ingin mengambil pedang yang aku pegang.


"Lagipula hanya Ren-sama yang bisa memakai pedang ini jadi tidak ada gunanya jika ditinggal di desa ini"


"Kau benar... tapi tetap saja ini adalah pedang pusaka milik desa kami"


"Tidak sejak awal ini adalah pedang buatan kami yang kami berikan kepada sang pahlawan cahaya"


"Lalu bagaimana jika kita bertaruh"


"Bertaruh ?"


"Aku akan bertanding melawan Ren dan jika dia menang dia boleh membawa pedang tersebut namun jika dia kalah maka pedang akan tetap ada disini"


Kenapa dia memutuskan hal ini seenaknya. tentu saja Ellen akan menolaknya.


"Aku setuju"


Oi.


"'Lalu mari kita mulai' mungkin itu yang ingin aku katakan tapi bagaimana denganmu apa kau setuju" kata Ruuna sambil melihat kearahku.


'Tentu saja aku tidak setuju'


Itu yang ingin aku katakan. tapi jika aku menolak aku pasti akan terlihat kurang keren. apalagi Ellen begitu percaya dengan kemampuanku jadi aku tidak bisa mengkhianatinya.


"Tentu tapi aku punya syarat" Jawabku..

__ADS_1


"katakan"


"Jika aku mengalahkanmu maka kau akan memberikanku sebuah ciuman"


"..."


Semua menjadi sunyi. Bahkan suara angin pun tidak ada.


Jangan salah paham ini bukan karena aku menginginkannya tapi karena ini adalah salah satu rencanaku. benar rencana.


Rencana nya adalah menolak secara tidak langsung. jika dia tidak mau dengan syarat ini maka pertarungan tidak akan terjadi dan secara otomatis pedang ini akan menjadi milikku.


Dia pasti akan menolak ini karena ciuman adalah hal berharga bagi perempuan. aku sangat yakin.


"Baiklah aku terima" Ruuna menjawab dengan tatapan matanya tajam kearahku.


"sudah kuduga pasti kau--tunggu dulu apa yang kau katakan"


"Aku terima syaratmu. itu pun kalau kau menang"


Jadi dia meremehkan kemampuanku. yah sebenarnya aku tidak berpikir kemungkinan dia akan menerima syarat ini begitu tinggi dengan kepercayaan diri atas kemampuannya.


Apa boleh buat akan aku terima ciuman itu.


Ups... maksudku.. akan aku terima tantangan itu.


"baiklah mari kita mulai apakah kau tidak apa apa jika Dyrad-sama menjadi wasit kita" tanya Ruuna kepadaku.


"Ya aku tidak apa apa"


"Jika kau dapat melancarkan satu serangan kepadaku maka akan aku biarkan kau membawa pedang itu"


"Apakah kau tidak akan menyesal"


"Aku terlalu kuat untukmu jadi aku akan murah hati kali ini.. tapi itu pun jika kau bisa melancarkan satu serangan kepadaku" balas Ruuna dengan wajah yang sombong.


Tch sialan... dia sangat meremehkanku. walaupun yang dikatakannya benar.


Aku mengambil [Shield Breaker] dari dalam inventory yang aku dapatkan dari menyelesaikan Hidden Quest.


[Shield Breaker] {Langka}


Pertahanan : + 853


Vitality : + 230


Aku melengkapi diriku dengan tameng yang terlihat kokoh dan begitu mengkilap berwarna emas. aku tidak menyangka hadiahnya akan sebagus ini. apalagi tingkat tamengnya adalah {Langka}. Sungguh beruntung aku mendapatkan peralatan tameng. dengan ini aku dapat menggantikan tamengku yamg rusak.


Di game tingkat peralatan dibagi menjadi tujuh.


Hijau, Perunggu, Perak, Kuning, Langka, Legenda, Mitos


Saat ini peralatan paling banyak ditemukan hanyalah tingkat Hijau hingga Perak. Jadi tameng tingkat {Langka} yang aku dapat adalah peralatan terbaik saat ini.


"apakah kau sudah siap"


Ellen menatap kearah Ruuna.


"ya" jawab Ruuna.


"Apakah Ren-sama sudah siap"


Lalu Ellen menatap kearahku.


"Ya" jawabku.


"Kalau begitu pertandingan dimulai"


Bersambung...


"aku bisa melihat ending haremku" Ren


"Mereka hanya NPC kau tahu" Author


"Walaupun NPC yang penting Harem" Ren


"Dasar Jones" Author


"Daripada lu thor gk laku" Ren


"..." Author


"Thor" Ren


"Sudah kuputuskan akan aku ubah genre novel ini menjadi BL" Author

__ADS_1


"Oi! maafkan aku author" Ren


__ADS_2