Fake World Online

Fake World Online
Ch 20 [Pertemuan Seorang Siscon]


__ADS_3

[Selamat anda telah menyelesaikan misi silahkan untuk mengecek hadiah anda]


[Selamat anda mengalahkan Raja tamak silahkan untuk mengecek hadiah anda]


[Raja sekarang tidak ada dan Raja baru diperlukan apakah anda ingin menjadi Raja baru ?]


[ ? ]


Ren melihat pemberitahuan muncul dan tidak bisa mempercayai matanya sendiri..


Lupakan tentang hadiah misi..


Ini adalah hadiah yang sangat mengejutkan..


Ren lalu menatap kearah Kesatria kerajaan yang ada disekitarnya.


Pemimpin Kesatria Kerajaan yang bertarung melawan Ruuna hanya bisa terkejut akan hal ini..


Dia tidak bisa mempercayai hal ini..


Pedang pahlawan itu adalah hal yang tidak bisa diremehkan..


"Raja kalian telah dikalahkan dan belenggu yang mengikat kalian kini telah dilepaskan.. aku Ren akan mengambil alih sebagai raja baru di sini apakah kalian ada yang keberatan ?" Tanya Ren dengan suara nyaring dan gagah miliknya.


(Dia bisa mengalahkan Raja hanya dengan beberapa serangan.. sepertinya kekuatan pedang pahlawan memang benar mengerikan seperti yang diceritakan)


Pemimpin Kesatria kerajaan melepaskan pedangnya lalu menundukkan kepalanya hingga lututnya menyentuh ke lantai..


"Kami bersedia"


Lalu seluruh kesatria kerajaan juga mengikuti apa yang dilakukan pemimpin mereka lakukan.


[Selamat anda menjadi seorang raja]


[Seluruh NPC dikerajaan ini akan memiliki tingkat keramahan yang tinggi padamu"


[Seluruh Kesatria Kerajaan yang melihat aksimu yang berusaha untuk tidak membunuh mereka memiliki kesetiaan yang tinggi kepadamu]


...


...


...


Di ruang penjara bawah tanah yang begitu dingin terlihat seorang pria yang meringkuk kesakitan..


Dia telah berusaha sekuat tenaga untuk mencoba kabur dari penjara ini namun itu adalah usaha yang sia sia..


Tubuhnya merasa begitu kedinginan..


Dia telah berusaha untuk menjaga kesadarannya untuk tidak terlelap tidur karena dia takut tidurnya itu akan menjadi tidur terakhir baginya..


(Aku harap anak itu baik baik saja)


Dia masih mengkhawatirkan pemuda yang dia tolong.. karena pada akhirnya dia menaruh harapan kepada dirinya..


Karena dunia yang busuk ini memerlukan seorang pahlawan dan orang itu adalah pemuda itu..


...


(Kesadaranku mulai menghilang..)


Saat dia perlahan ingin menutup matanya dia melihat sebuah cahaya yang datang dari pintu sel miliknya..


(Apakah aku mulai berhalusinasi hingga membayangkan dia menyelamatkanku)


...


"Hei paman.. bertahanlah"


Ren mengangkat tubuh Feri di punggungnya dan membawanya keluar dari sel penjara.


Setelah itu dia meminta bantuan Ellen untuk menyembuhkan Feri di ruangan yang ada di istananya sekarang..


Menyebutnya istananya tidaklah salah karena saat ini Ren adalah Raja di sini..

__ADS_1


"Sekarang dia baik baik saja.. namun dia perlu untuk beristirahat" Ucap Ellen dengan tersenyum.


"Syukurlah"


Ren bernapas dengan lega setelah mendengar hal itu..


"Kalau begitu mari kita istirahat sebentar di sini" Ucap Ren kepada Ellen dan Erna..


Ruuna ingin berkata sesuatu namun dia menahan diri untuk tidak mengatakannya.


Ren menyadari hal itu dan menatap kearah Ruuna..


"Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan ?"


"Mungkin nanti saja.. sebaiknya kau istirahat terlebih dahulu"


Ren tidak bertanya lebih lanjut.


...


Ren berada di ruangan miliknya dan memilih untuk log out di sana..


Ketika dia log out seseorang mengetuk pintunya..


Ren membuka pintu tersebut dan melihat itu adalah Erna.


"Are.. kita baru saja bertemu di game dan jangan bilang kau langsung rindu denganku" Ucap Ren dengan cengiran genit..


"Hanya dalam mimpimu.. aku melihat adikmu memasak cemilan dan dia menyuruhku untuk memanggilmu" Balas Erna dengan tidak senang.


"Sepertinya ini waktu yang pas untuk itu setelah pertarungan sengit yang terjadi"


"Aku terkejut adikmu hebat dalam memasak"


"Oh dia bisa menjadi adikmu jika kau mau"


"Caranya ?"


"Apakah aku perlu memberitahumu" Balas Ren dengan tersenyum licik..


Erna langsung mengerti apa yang ingin dikatakan Ren.


"Sayang sekali"


Ren hanya tersenyum akan hal itu..


...


Setelah itu mereka menyantap cemilan yang dibuat oleh Lina di ruang tamu bersama..


Ren menikmati hal ini karena sudah lama dia tidak merasakan masakan adiknya yang imut ini..


Di kala santai itu pintu depan terbuka dan langkah kaki mendekat kearah ruang tamu..


"Kak aku pulang"


Ketika dia masuk dan melihat kearah Ren dengan terkejut.


"Siapa kamu.. ?"


"Dia.." Erna ingin menjawab pertanyaan Vian namun Ren langsung berdiri mendekati kearahnya..


"Namaku adalah Ren, Erna telah banyak bercerita tentangmu"


"Apa hubunganmu dengan kakakku"


"Oh apa Erna belum memberitahumu.. aku adalah pacarnya"


"Pacar!?"


Vian menjadi shock akan hal itu.


Dia tahu bahwa kakaknya akan direbut oleh orang lain pada akhirnya.. namun dia tidak mengharapkan secepat ini.


Erna yang mendengar apa perkataan Ren langsung memukul kakinya dengan tongkat miliknya..

__ADS_1


"Awww" Ren menjerit kecil akan hal itu..


"Itu adalah kebohongan.. siapa juga mau pacaran sama orang mesum seperti dia"


"Mesum ? hatiku ini begitu polos seperti anak kecil yang lugu kau tahu"


Erna memberikan tatapan menyakitkan kearah Ren..


"Mereka adalah penyewa kamar di rumah kita" Jelas Erna kepadanya.


"Kakak menyewa kamar ? sejak kapan ? kenapa kakak tidak memberitahuku"


"Maaf apakah tidak boleh"


Vian melihat kearah mata Erna yang terlihat menampilkan wajah manis yang terlihat sedih..


"Aku tidak berkata tidak boleh.. tapi setidaknya beritahu aku"


"Maaf"


"Bila sudah terjadi maka biarlah terjadi"


Ren melihat itu menjadi tersenyum sendiri..


(Sepertinya ada seseorang yang siscon di sini..)


Ren mengerti akan perasaan itu karena dia dulu pernah seperti itu..


Itu dulu..


...


"Silahkan duduk nikmati cemilan kecil dari Lina.. aku sangat yakin kau menyukainya"


Lina terlihat senang mendengar itu..


Vian yang melihat kakaknya memberikan sebuah kue kering di tangannya dan memakannya secara perlahan..


Saar Vian telah memakannya dia sungguh terkejut bahwa ini sangat enak.


"Ini enak.. apakah kau mau mengajari aku cara membuatnya nanti" Ucap Vian dengan senang..


Vian memang suka memasak sejak kakaknya yang sangat kesulitan dalam berjalan membuatnya harus mengambil alih dalam urusan dapur..


Awalnya dia memang sempat kesulitan dalam hal memasak namun lama kelamaan dia semakin menyukai itu..


"Hmmphh.. jika kau berusaha pdkt dengan adikku maka lewati dulu mayatku" Ucap Ren dengan arogan..


"Hoho ada seorang siscon di sini ternyata"


"Hah!?? Aku bukan siscon.. bukankah kau sendiri yang siscon"


"Aku cuman mengkhawatirkan kakak jika bersama denganmu"


"Aku juga memiliki alasan yang sama seperti itu"


Setelah itu pertengkaran kecil terjadi layaknya ayam yang saling beradu..


Lina dan Erna hanya menonton keidiotan mereka sambil memakan cemilan layaknya menonton sebuah pertandingan seru..


...


Bersambung..


Ren semakin op kearah sini..


Aku harap ceritanya masih kalian sukai..


"Tinggal menunggu harem aja nih thor" Ren


Mungkin sebaiknya op nya dihilangkan saja ya..


"Eh..!?"


Btw jika kalian tidak tahu apa itu siscon maka aku akan menjelaskannya..

__ADS_1


Siscon adalah singkatan dari Sister Complex yang berarti hubungan saudara.. yang artinya itu seperti mencintai saudaranya secara berlebihan..


Jika kalian familiar dengan anime yang genre ada adik.. pasti kalian akan sering mendengar kata siscon ini.. ;)


__ADS_2