
Rezx menatap kearah Klien dengan penuh tanda tanya dengan alasan kenapa dia datang..
Klien dengan sigap berjalan menuju kursi dan duduk dengan mantap di sana..
"Sebelum itu silahkan duduk" Ucap Klien menunjuk kearah kursi yang ada di depannya.
"Kenapa ini seolah aku yang datang bertamu di sini" Balas Rezx dengan tidak senang.
"Aku akan membuatkan minuman" Ucap Sela dengan senang..
"Aku akan membantu" Sambung Vinia.
Vinia dan Sela pergi ke arah dapur dan hanya menyisakan mereka berdua di ruang tamu..
Klien memiliki penampilan yang tampan dengan rambut berwarna hijau dan memiliki telinga yang runcing..
Jika kalian menebak dia ras Dyrad maka itu benar.. tapi kalian sedikit salah..
Karena lebih tepatnya dia adalah rajanya para Dyrad..
Kalian kurang teliti untuk tidak melihat mahkota yang dia kenakan..
Dyrad memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kerajaan Hineri karena Dyrad merupakan penjaga alam dan kerajaan Hineri adalah kerajaan yang dibuat oleh keturunan pahlawan cahaya.
Jadi hubungan Dyrad dengan kerajaan Hineri sangat baik dibandingkan dengan kerajaan lain.
Klien dan Rezx juga sudah bersahabat sejak mereka kecil jadi kedekatan mereka tidak usah ditanya..
"Bagaimana dengan anak itu" Tanya Klien menatap kearah Rezx..
Rezx yang mendengar hal itu hanya bisa menghela napasnya dengan buruk..
"Aku tidak tahu kenapa anak ini dipilih oleh pedang pahlawan"
"Maksudmu ?"
"Dia tidak memiliki hati yang baik seperti legenda katakan" Ucap Rezx dengan sedih sebelum melanjutkan "Dia malah lebih licik dari yang kau tahu"
"Legenda bisa saja salah.. lagipula dia dipilih oleh pedang itu sendiri dibandingkan dengan keturunannya sendiri" Balas Klien dengan pelan..
Rezx menyadari bahwa Klien berusaha untuk tidak menyinggung perasaannya..
Keluarga kerajaan Hineri merupakan keturunan langsung dari pahlawan dan setiap generasi sering kali mencoba untuk menggunakan pedang pahlawan namun anehnya semua tidak berhasil..
Walaupun mereka bisa mengangkatnya namun pedang tersebut tidak pernah menjadi tajam untuk dapat mengalahkan monster..
Rezx sebenarnya tidak memperdulikan hal itu.. dan malahan dia sedikit bersyukur bahwa putrinya tidak harus mengemban tugas berbahaya dari memiliki pedang pahlawan..
"Setidaknya dia bisa menggunakan pedang pahlawan jadi aku tidak akan mempermasalahkan kepribadiannya"
"Lalu apa kau akan melatih anak ini"
"Aku akan melatihnya lagipula tidak ada pilihan lain" Jawab Rezx dengan tidak senang.
"Itu adalah hal yang bagus" Balas Klien dengan tersenyum kepadanya..
"Kau datang hanya mengatakan itu"
Klien memasang wajah yang sedikit kaku dan akhirnya mengatakan sesuatu yang mengganjal di hatinya..
"Sebenarnya putriku sangat sedih ketika dia terpisah dengan anak ini"
"Apa hubungan putrimu dengan anak ini"
"Sulit menjelaskannya tapi sepertinya putriku adalah orang pertama kali yang mengawasinya sebelum dia mendapatkan pedang pahlawan"
"Eh.. apa yang baik dari anak nakal ini"
"Apakah dia seburuk itu ?"
"Hmmphh kau akan terkejut jika melihatnya"
...
...
...
Di tempat yang jauh dimana ini merupakan tempat berburu monster yang hanya diketahui oleh Erna sendiri..
__ADS_1
Erna dengan santai melawan monster yang datang menyerangnya dengan bantuan Ellen disampingnya semuanya dapat diselesaikan dengan cepat..
"Ren-sama..." Gumam Ellen dengan sedih..
Ellen yang sedang bertranformasi dalam bentuk Chibi sedang melayang terbang dengan sihir miliknya..
Ini merupakan kemampuan bawaan Dyrad dari lahir..
Sepertinya yang dikatakan legenda bahwa Dryad merupakan peri hutan dan hal itu tidak salah..
Erna yang berada disampingnya menatapnya dengan heran karena kesedihan Ellen ini..
"Apa yang baik dari lelaki mesum ini"
Erna tidak tahan untuk tidak bertanya kepadanya..
Mendengar perkataan Erna dia langsung marah akan hal itu..
"Jangan katakan hal buruk tentang Ren-sama"
"Maaf aku tidak bermaksud menyinggung tapi kenapa kau begitu mencintai dia"
"Cinta ? apakah aku terlihat seperti itu" Ellen langsung tersipu malu mendengar hal itu..
Erna tidak mengerti..
Walaupun awalnya dia berpikir bahwa Ren sebenarnya adalah orang baik namun setelah dia melihatnya sendiri diberbagai aspek dari sudut pandang dia. Ren sangat licik dan juga begitu buruk terutama dia begitu mesum..
"Apa yang baik dari dia ?"
"Kau tahu bahwa penduduk dunia lain yang datang seperti kalian langsung memburu monster yang ada di sekitar walaupun monster adalah makhluk yang harus dimusnahkan namun juga ada monster yang tidak perlu dimusnah untuk menjaga kelestarian ekosistem"
"Tunggu dulu.. penduduk dunia lain ?"
Erna tidak dapat menahan keterkejutannya dengan hal itu..
"Bukankah itu benar"
"Apakah itu adalah sebutan untuk kami"
"Ya. kalian tiba tiba menghilang lalu kembali lagi dan perkembangan kekuatan kalian begitu cepat setelah melawan monster"
"Aku dyrad apa yang kau bicarakan"
"Tidak itu.."
Erna tidak mempercayai ini seorang Npc memiliki pikiran dan perasaan..
Tunggu ini memang game yang dimana salah satu kelebihannya adalah Npc di sini memiliki pikiran yang begitu mirip dengan manusia..
Tapi.. ini..
Seperti..
Dia merupakan manusia..
"Sampai dimana aku bercerita.. ah.. ketika itu aku memperhatikan Ren-sama"
"Ren-sama berbeda dengan yang lain.. dia menghargai dunia ini, menikmati keindahan dunia ini, bahkan dia jarang untuk memburu monster"
"..."
"Ini seperti mimpi untuk menjadi pendampingnya dan ini sungguh sangat hebat.. hei kau tahu ketika aku meminjamkan pahaku untuk bantalnya. aku melihat wajahnya begitu dekat dan rambutnya yang bergoyang karena hembusan angin menampilkan ketampanannya.. itu luar biasa" Balas Ellen dengan wajah memerah malu dipipinya..
"Bagaimana menurutmu tentang hal itu.. apa sekarang kau mengerti betapa kerennya Ren-sama" Tanya Ellen kepada Erna dengan senyum bahagianya.
Erna hanya bisa menggelengkan kepalanya karena apa yang dia lihat tidak seperti itu..
"Bagus jika kau tidak mengerti"
"Eh bagus ?"
"Dengan begitu kau tidak perlu menjadi sainganku"
"Kau tidak perlu khawatir akan hal itu.." Balas Erna dengan cepat.
...
...
__ADS_1
...
Angin berhembus dengan begitu nyaman membuat Ren terlelap tidur begitu hebat dan Ruuna yang memberikan bantal paha miliknya merasa ketenangan dan ikut tertidur dalam duduknya..
Dari kejauhan dapat terlihat bahwa mereka seperti pasangan yang begitu sempurna dan ini jika diabadikan ke dalam sebuah lukisan akan membuatnya laku dalam pameran seni.. itu tidak dapat dipungkiri..
Klien yang melihat ini bahkan hanya bisa terdiam dan tersenyum melihat pemandangan manis ini..
Karena dia penasaran seperti apa anak ini jadi dia memutuskan untuk melihatnya tapi siapa sangka mereka sedang beristirahat dengan bahagia..
Raja yaitu Rezx yang melihat ini mengenggam tangannya dengan marah dan bahkan uratnya terlihat begitu jelas di dahinya..
Klien hanya dapat tersenyum bahagia melihat ini..
"Mari kita kembali dan tidak menganggu anak muda ini"
"Tapi aku tidak dapat membiarkan ini"
Klien dengan cepat merangkul tangannya ke leher Rezx dan membawanya masuk ke dalam istana..
"Aku yakin Vinia dan Sela telah menyiapkan makanan yang enak bagi kita"
"Tunggu.. sebelum itu aku akan menghajar--.. hei lepaskan aku Klien"
"Hahaha.."
Klien hanya tertawa dengan bahagia tanpa menghiraukan Rezx yang marah marah..
Bersambung...
Muhehe..
Erna sekarang tidak menyukaimu Ren..
Kau dengar itu Ren..
Ini adalah pembalasanku..
"Author sungguh tidak dewasa"
"Apa !?"
"Aku hanya bersantai santai saja selama ini.. jika aku serius maka semua wanita dimuka bumi ini akan menangis"
"Tidak mungkin.."
*Ku menangis membayangkan
Betapa kejamnya dirimu atas diriku
Kau duakan cinta ini
Kau pergi bersamanya...
lagu legend dah keluar.. :'3
...
Jangan lupa like ya..
Kalau bisa komen juga..
Kalau bisa juga Vote ya..
Biar makin semangat aku nulisnya..
Walaupun sekarang ini masih damai tapi nanti ada actionnya kok.. tolong stay tune aja ya.. :')
Rencananya nanti akan panjang series ini.. tapi kalau masih byk yg suka.. kalau gk yah.. :')
Ku menangis membayangkan
Betapa kejamnya dirimu atas diriku
Kau duakan cinta ini
Kau pergi bersamanya
... :v
__ADS_1