
Raja menjadi marah melihat bahwa Ren kabur.
Raja tersebut menghempaskan gelas kaca yang dia pegang kearah Feri..
Feri yang ditangkap oleh kesatria kerajaan tidak bisa berbuat apa apa..
Kepalanya menjadi terluka disebabkan gelas kaca tersebut. Darah menetes dari kepalanya dengan nyaman membuat pandangan Feri menjadi penuh dengan darah..
"Sialan, Sialan.."
Raja tersebut sangat marah..
"Kalian semua menangkap satu orang tidak bisa. apakah kepala kalian ingin di penggal"
Semua kesatria kerajaan menjadi ketakutan akan ancaman tersebut.
"Maafkan kami yang mulia raja.. saya akan pastikan untuk menangkap orang tersebut" Ucap salah satu ksatria kerajaan yang sepertinya dia adalah pimpinannya..
"Sebaiknya kau menangkapnya atau aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada kalian.. atau keluarga kalian.. hidup kalian ada di tanganku"
Kesatria Kerajaan menjadi tidak bisa berkutik setelah mendengar hal itu.. mereka mengepalkan tangan mereka dengan keras untuk menahan amarah mereka..
Mereka telah lama diperlakukan seperti ini..
Mereka tidak bisa melawan dikarenakan keluarga mereka pasti akan dihabisi..
Seperti pemimpin kesatria kerajaan sebelumnya yang dimana dia menentang perintah raja dan pada keesokan harinya keluarga dia habis dibunuh..
"Bagaimana nasib orang ini yang mulia" Ucap salah satu kesatria yang dimana dia menahan Feri..
"Tahan dia di penjara bawah tanah dan biarkan dia hidup sampai menangkap orang yang kabur tersebut.. hahaha.. aku tidak dapat menahan bagaimana jika dia melihat orang yang menolongnya mati tersiksa" Raja tersebut tersenyum dengan begitu sinis dan jahat..
...
...
...
Ren terus berlari hingga dia jauh dari istana kerajaan..
Dia melihat di persimpangan jalan dan menemukan sebuah penginapan..
Ini adalah tempat yang bagus untuk log out..
Mengingat besok dia harus bangun pagi untuk kepindahannya..
...
Ren log out dari game dan melihat adiknya duduk diatas kasur miliknya dan menatap tajam kearahnya..
"Ada apa Lina ? menatapku seperti itu"
"Hmm.. kakak bermain game virtual ya.."
"Eh ada apa dengan itu"
"Bukankah game virtual itu mahal dan biaya perbulannya memakan 600 ribu"
"Tenang Lina.. abang kau ini sudah dapat banyak uang di game ini jadi soal uang kau tidak perlu khawatir"
"Aku harap itu bukan sebuah omongan saja.. kalau tidak mungkin kita akan tidur di jalan nantinya"
"Jangan berkata yang tidak tidak.. mana mungkin aku akan membuat adik manisku tidur di jalan" Ucap Ren sambil mengelus kepala Lina..
Lina tidak menunjukkan tanda ketidaksukaan dan juga tidak menunjukkan wajah kesenangan.. hanya datar..
"Sebaiknya kakak tidur dan ingat besok kita akan pindah"
"Tentu aku ingat"
__ADS_1
Setelah pesan kecil tersebut Ren menyingkirkan helm virtualnya dan mulai tidur..
Tentu Lina tidur disampingnya..
Ups.. jangan salah maksudnya tidur di lantai..
Tentu Ren sudah menawarinya untuk tidur bersamanya di kasur namun dia menolaknya..
...
...
Hari sudah menjelang pagi dan mobil pengangkut barang sudah dia sewa untuk membawa lemari dan peralatan lainnya.. tentunya..
Ketika mereka sampai. Erna sudah menunggu mereka dan membawa mereka di kamar masing masing..
Lina masih terkejut bahwa Ren tidak menyewa rumah namun hanya menyewa kamar..
Lina sudah menduga hal ini jadi dia tidak terlalu kecewa..
Mereka sudah membereskan barang bawaan mereka di bantu dengan kuli barang..
...
Ren akhirnya dapat beristirahat dengan tenang setelah menyelesaikan barang miliknya.
"Ini minuman" Ucap Erna yang meletakkan teh es kepada Ren yang kelelahan..
"Oh terima kasih istriku.."
"Siapa yang kau panggil istrimu"
Ren tidak menanggapi protes Erna dan hanya minum menikmati air es yang diberikan..
"Ah.. akhirnya aku bisa hidup kembali" Ucap Ren dengan bahagai setelah meminum teh es.
"Kak Erna ? apa boleh aku panggil seperti itu.." Ucap Lina yang datang setelah menyelesaikan barangnya..
"Kau bisa memanggilku kakak" Ucap Erna dengan senang.."tunggu siapa yang mau jadi istrimu" Balas Erna lagi dengan marah kepada Ren.
Lina hanya tersenyum kecut mendengar hal itu..
Tentu dia sungguh terkejut melihat betapa akrabnya mereka berdua.. namun entah kenapa juga Lina merasa bersyukur jika kakaknya sekarang ada yang mengawasinya..
Dengan begitu dia bisa mengabari ibunya tentang hal ini..
"Aku ingin ke toilet.. jadi.." Ucap Lina dengan malu.
"Aku bisa mengantarmu"
Erna bangkit dari tempatnya dan berjalan menggunakan tongkat miliknya..
Lina melihat bahwa sepertinya Erna tidak bisa berjalan dengan kaki kanan miliknya..
"Kakak apa yang terjadi dengan kaki kakak" Lina tidak tahan untuk tidak bertanya..
"Ini terjadi karena kecelakaan yang aku alami saat dua tahun lalu.. kaki kananku terjepit ditempat duduk mobil jadi aku tidak bisa menggerakkan kaki kananku dengan baik"
"Maaf sudah bertanya"
"Ya tidak apa apa"
"Apakah kakak mempunyai hubungan seperti itu dengan kakak saya"
"Tidak ada sama sekali.. kami kebetulan bertemu di game dan juga kebetulan bertemu di dunia nyata. jadi bisa dikatakan aku hanya terbawa arus olehnya" Ucap Erna dengan sedikit marah.
"Begitu rupanya"
Lina hanya tersenyum menanggapi hal itu..
__ADS_1
...
...
Ren yang telah beristirahat langsung memasangkan Heavygear miliknya di kamarnya untuk terkoneksi di internet..
Dia bersiap untuk masuk ke dalam game lagi..
...
Ding!!
[Pemberitahuan]
Anda akan menerima dua Quest dadakan dan anda harus memilih..
Anda sekarang akan diburu oleh kesatria kerajaan sebaiknya anda untuk melarikan diri dari kerajaan ini..
Persyaratan : Dilarang menggunakan Scroll teleport Kerajaan jika menggunakan maka otomatis misi ini akan menghilang.. anda tidak mendapatkan hadiah apa apa selain keselamatan nyawa anda sendiri ;)
Anda membunuh Raja tamak tersebut dan menyelamatkan sandera Feri si penjaga gerbang..
Jika anda berhasil membunuh dan menyelamatkan sandera maka anda akan mendapatkan hadiah yang tak ternilai..
Persyaratan : Tidak ada.. anda bisa menggunakan segala cara.. batas waktu 72 jam waktu game.. jika melewati batas waktu maka anda akan kalah.. karena sandera saat itu akan mati kelaparan ;)
...
Ini adalah pilihan yang sangat sulit..
Ren memikirkan kemungkinan pertama dimana dia memilih untuk melarikan diri.. lalu berapa jauh dia harus berlari.. melewati hutan dan ngerinya jalan yang dipenuhi monster kuat..
Monster tingkat biasa mungkin masih bisa dikalahkan.. karena monster biasa tidak sekuat bos..
Namun ingat monster biasa akan menjadi mengerikan daripada monster bos yang dimana monster biasa memiliki jumlah yang sangat banyak..
Kuantitas lebih mengerikan daripada kualitas.
Semakin banyak monster semakin banyak energi yang dikeluarkan..
Lalu..
Pilihan kedua adalah mengalahkan raja.. ?
Apakah gila ?
Dia dilindungi oleh banyaknya kesatria kerajaan yang kuat..
Mungkin mereka akan mudah dilawan satu persatu.. namun bagaimana jika banyak..
Itu adalah hal yang sangat sulit..
Menyelamatkan sandera juga terkesan sangat sulit.. mengingat Ren tidak tahu dimana tempatnya dia di sandera..
Hah..
Ren menghela napasnya..
Dan memikirkan sesuatu..
Lalu Ren teringat tentang hadiah yang diberikan dari melawan Iblis Abaddon masih belum dia periksa..
Dan juga status dirinya tidak dia cek..
Ini suatu kebodohan Ren karena terlalu malas untuk mencek hadiah dan status miliknya..
...
Bersambung...
__ADS_1
Maaf nanggung.. hehe.. memang sengaja bikin gitu supaya kalian penasaran..
jangan lupa like kalau suka ya.. biar nambah semangat kalau likenya banyak.. ;)