Fake World Online

Fake World Online
Ch 14 [Orang jahat belum tentu jahat]


__ADS_3

Ren tentu terkejut akan hal ini..


Dia memandangi penjaga kerajaan itu dengan seksama..


Tentu Ren tidak ingin masalah kecil jadi runyam jadi dia hanya dapat menyelesaikan hal ini dengan cara baik..


"Maafkan saya, tapi saya ingin bertemu dengan raja karena ini menyangkut dunia"


"Nak jadi waras harus ada batasnya"


(Hah!?)


Ren marah mendengar hal itu namun di hatinya masih ada sedikit kesabaran..


Hanya sedikit..


"Tunggu aku serius di sini"


Lalu Ren menunjukkan pedang yang bergantung di pinggangnya dimana sarung pedang tersebut memiliki corak yang melambangkan itu adalah pedang pahlawan cahaya..


Namun penjaga istana tersebut hanya memberikan tatapan sekilas..


"Pedang pahlawan sekarang ini banyak sekali yang membuat tiruannya.. yah.. tapi nak sebaiknya kau pulang.. raja sibuk sekarang ini"


Ren sudah berada diambang batas kesabaran miliknya.. namun dia masih menempelkan senyum manis palsu miliknya seakan dia tidak mendengarkan perkataan penjaga yang menghinanya.


"Aku bisa membuktikannya jika kau mau"


Ren tersenyum aneh sambil mengeluarkan pedangnya dan memegangnya dengan santai..


"Nak aku ingin mengusirmu dengan cara baik baik namun jika kau ingin melakukan dengan cara kekerasan maka akan aku terima tantangan itu"


Ren melihat status NPC penjaga istana tersebut..


Nama : Feri


Ras. : Manusia


Class : Knight


Level. : 70


HP : 120000


Pertahanan : 2000


Serangan. : 10000


Ren melihat Npc tersebut dan bernapas lega bahwa npc ini tidak sehebat dia kira..


Ren mengayunkan pedangnya dengan santai..


Npc yang melihat hal itu hanya langsung menangkis serangan tersebut dengan pedang miliknya..


Namun Ren langsung mempercepat serangan miliknya secepat yang dia bisa.. lalu saat pedang miliknya menyentuh pedang npc tersebut..


Pedang tersebut langsung patah menjadi dua..


Ren sudah mengira ini akan terjadi mengingat pedang miliknya ini adalah sebuah pedang pahlawan..


Jika pedang ini bisa kalah melawan pedang biasa.. Ren pasti akan menuntut developer game tentang hal ini..


"Apa!!?"


Penjaga pedang tersebut sangat terkejut dengan pedang miliknya patah..


"Lihat aku tidak berbohong.. ini adalah pedang pahlawan asli"


"Aku percaya kepadamu nak"


Penjaga tersebut membukakan pintu istana..


"Aku akan menemanimu masuk.. jadi ikuti aku.. jika tidak kau akan pasti tersesat"


(Sialan.. aku bukan anak kecil.. tapi entah kenapa aku tidak dapat menyangkalnya)


Ren mengikuti penjaga gerbang tersebut dimana dia membawanya ke suatu ruangan yang sangat besar.


Ren melihat seorang raja yang duduk di singgasana dengan minuman keras dan juga beberapa cewek cantik yang menyuapinya dengan buah anggur..


Penjaga tersebut perlahan menundukkan dirinya hingga lututnya menyentuh lantai..

__ADS_1


Ren juga mengikutinya..


"Hormat saya kepada raja"


Raja sadar akan kedatangan kami dan langsung menatap kami dengan marah..


"Apa yang kau lakukan di sini.. apakah aku memberimu ijin untuk masuk ke sini" Ucap Raja tersebut dengan nada yang marah..


Penjaga gerbang tersebut yang bernama Feri langsung takut namun dia menahan dirinya untuk tetap tenang.


"Maafkan saya yang mulia tapi ini tentang orang yang dipilih pedang pahlawan berada di sini"


"Pedang pahlawan.."


Lalu raja tersebut melihat kearah Ren dan melirik pedang yang dia bawa..


"Bolehkah aku melihatnya dengan dekat" Ucap Raja tersebut kearah Ren


"Silahkan yang mulia"


Ren bangkit dari tempatnya dan menunjukkan pedang miliknya kepada raja..


Raja tersebut melihat dengan seksama dan mengangguk..


"Aku ingin membeli pedang milikmu, berapa harganya"


"Maaf ?"


Ren mencoba mendengar lebih jelas takutnya dia salah mendengar apa yang raja katakan..


"Aku ingin membeli pedang milikmu, berapa saja biayanya aku akan membayarnya"


Ren yang mendengar itu langsung mendapatkan pemberitahuan sistem..


[Ding!]


Raja ingin membeli pedangmu.. anda bisa menyebutkan apa hadiah yang anda inginkan kepada raja.


Namun Quest Utama akan menghilang dan rahasia pedang pahlawan tidak akan anda dapatkan.


Menolak akan membuat hubunganmu dengan raja memburuk dan kau akan diburu oleh pasukan kerajaan setiap kali melihatmu.


...


Apakah sebuah kesalahan untuk bertemu raja ?..


Berharap untuk mendapatkan sebuah hidden quest namun yang Ren dapatkan adalah hal seperti ini..


Ren menatap raja tersebut dan memang terlihat dari wajah raja tersebut dia tidak seperti raja yang bijaksana terlihat dari dia mempermainkan cewek dan menikmati hidup nyaman..


(Aku sedikit iri.. namun bukan seperti ini yang aku inginkan)


Ren memang menginginkan kehidupan seperti ini.. namun sayangnya harem yang dia impikan bukan yang seperti ini.. ini lebih dimana gadis tersebut melihat hanya dirinya bukan status jabatan dan kekayaannya.. melainkan murni karena cinta..


Ren menghela napasnya..


"Saya menolak" Jawab Ren dengan tegas..


Dia langsung memegang pedang miliknya dengan erat dan meletakkannya kembali di pinggang miliknya..


"Kau berani menolak ini.. kau tahu aku raja di sini semua keinginanku mutlak.. jika kau menolak ini aku sangat yakin kau tidak akan hidup nyaman"


"Terima kasih namun aku tidak butuh itu"


Ren berbalik untuk pergi namun kesatria yang ada di sana sudah menahan jalan keluarnya..


Bahkan mereka kini sudah mengelilingi dirinya..


"Sialan"


Ren mengutuk situasinya saat ini..


Dia melihat level dari semua kesatria di sana dan itu sungguh mengejutkan..


Itu semua berlevelkan 170 - 200


Dia tidak bisa melihat kekuatan dan pertahanan mereka karena perbedaan level yang jauh darinya..


Ren saat ini hanya memiliki level 103 dari hasil berburu melawan bos..


Ren menjadi pemecah rekor menaikan level tercepat dan juga mendapatkan level tertinggi diantara pemain..

__ADS_1


Tentu Ren tahu akan kekuatannya itu dia dapatkan melawan monster dan iblis berasal dari kecerdikan miliknya..


Namun Ren saat ini tidak percaya diri untuk melawan kesatria kerajaan dimana mereka memiliki armor yang sangat mendominasi..


Bahkan mereka tidak memiliki celah sedikitpun.


"Raja tolong biarkan pemuda ini bebas.. karena saya yakin bahwa pedang yang dia miliki pasti palsu.. mengingat itu menjadi pencarian semua kerajaan jadi aku yakin dirinya pasti hanya menginginkan ketenaran dan hidup nyaman"


Ren mendengar Feri yang dimana dia memohon untuk dirinya bebas..


Awalnya dia membencinya karena tidak meremehkan dirinya saat ingin masuk namun ternyata orang ini baik..


"Palsu atau tidak aku ingin pedang itu.. jika dia tidak mau memberinya maka biarlah dia menjadi abu di sini"


Ren mengerutkan keningnya..


Dia sangat ingin sekali kabur jadi dia memperhatikan seluruh ruangan..


Dia melihat sebuah jendela di pinggir ruangan..


Dari tempatnya di sini sangat mungkin jendela itu mengarahkan ke jalan keluar namun.. Ren masih belum yakin berapa tinggi jendela itu membawanya..


"Cepat bunuh dia dan rebut dengan paksa pedangnya" Ucap Raja tersebut dengan suara keras..


Kesatria kerajaan tersebut mendekatinya dan sudah mengepung dirinya dari segala arah.


Ren sudah siap untuk apa yang akan terjadi kepada dirinya..


Feri yang melihat ini tidak bisa diam dan langsung bangkit mengambil pedang miliknya sendiri..


"Cepat lari dari sini aku akan menahan mereka"


"Tapi--"


"Aku sangat yakin kau pasti dapat menuntun dunia ini menjadi lebih baik, pahlawan"


Ren menjadi tersentuh saat dia mendengar kata pahlawan di sana..


Feri yang berdiri langsung menyerang kearah kesatria kerajaan yang banyak itu..


Tentu Feri memiliki kekuatan yang lemah dibandingkan kesatria kerajaan..


Namun kegigihan Feri tidak dapat diremehkan..


Dia sudah sering berlatih untuk mengasah teknik pedang dan juga dalam menghindari segala serangan..


Feri menyerang lalu menghindari serangan yang terus datang..


Ren yang melihat ini hanya bisa mengepalkan tangannya dengan marah betapa lemahnya dia sekarang..


Dia tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan Feri..


Dia langsung berjalan menuju jendela yang dimana sudah dia incar sebagai tempat pelariannya..


Kesatria kerajaan ingin menghalau jalan Ren namun mereka terganggu saat pedang Feri datang kearah mereka..


Alhasil Ren berhasil sampai di jendela tersebut dan langsung menghempaskan diri ke jendela tersebut..


Ren jatuh dari ketinggian namun itu tidak cukup untuk membunuhnya..


Darah Ren menjadi banyak berkurang karena jatuh dari ketinggian memang akan membuat orang mati.. jika itu dikenyataan..


Namun ini adalah game..


Ren meminum potion hp miliknya dan darahnya kembali menjadi keadaan semula..


Ren langsung berlari lurus ke depan..


Dia tidak memikirkan dimana dia atau kemana arah dia lari.


Ren hanya ingin lari menjauhi kerajaan ini sejauh mungkin..


...


..


..


Bersambung...


Jangan lupa dukung dengan like dan komen ya.. biar makin semangat updatenya.. ;)

__ADS_1


__ADS_2