Fake World Online

Fake World Online
Ch 23 [Kakekku Pahlawanku]


__ADS_3

"Mari kita bertarung" Ucapnya dengan tersenyum.


Ren yang melihat itu hanya bisa menghela napas lelahnya yang dia tahan selama ini..


Karena sejak dia bertemu dengan pedang pahlawan yang dia pakai semua episode hampir isinya semua perkelahian..


"Apa boleh buat"


Ren memutuskan tekad miliknya untuk mengambil pedangnya secara perlahan dari sarungnya..


Dia masih bersyukur karena dia memiliki kehidupan berbeda dari apa yang dia harapkan sebelumnya..


Jadi dia tidak menganggap semua itu adalah suatu kesialan..


Ketika Ren memegang sebuah pedangnya dan memasang sebuah pose bertarung miliknya..


Ayahnya Ruuna yaitu raja langsung menyerang dengan sebuah kekuatan penuh miliknya..


Ren terkejut akan perubahan yang terjadi dan langsung menangkis pedang yang datang kearahnya..


Kekuatan dari serangan ayahnya Ruuna tidaklah main main..


Ren tidak dapat menahan serangan tersebut terpental beberapa meter dari tempat dia berada..


Namun untungnya Ren sudah sedikit membiasakan dirinya dengan melawan orang yang lebih kuat darinya jadi dia dapat menahan dirinya untuk tidak kehilangan keseimbangannya..


"Tidak ada waktu istirahat loh"


Ayah Ruuna bergerak sekali lagi mendekati kearahnya dan kini ingin melancarkan serangan yang posenya hampir sama ketika Ruuna mengeluarkan serangan cepat miliknya yang dalam satu kali napas..


Namun ini sedikit berbeda..


Ren sudah bersiap untuk menahan beberapa banyak serangan yang datang kepadanya namun itu tidak berguna..


Ren tidak bisa melihat arah pedang yang diayunkan oleh ayahnya Ruuna..


Begitu cepat hingga matanya hanya melihat sekilas garis kecil yang datang kearahnya dan tanpa sadar itu adalah sebuah pedang yang datang..


-12341


-23452


-23452


-12233


[Armor yang anda kenakan kini hancur]


Ren merasa sedih akan hal itu..


Darahnya juga terus berkurang akan serangan tersebut..


"Apakah cuma itu kemampuanmu ?"


Ayah Ruuna tertawa sambil mengatakan tersebut dengan wajah dan tatapan yang menghina di depan Ren..


Ren mengenggam erat pedang miliknya dan berusaha memikirkan jalan keluar..


Ketika itu dia terpikirkan sesuatu yang bagus dan langsung tersenyum..


Ayah Ruuna bingung dengan Ren yang tiba tiba tersenyum..


(Apakah aku memukul kepalanya terlalu keras)


Ayah Ruuna menjadi khawatir akan hal itu..


"Bagaimana jika kita bertaruh sesuatu"


"Apa yang kau bicarakan"


"Bukankah tidak seru jika kita bertarung namun salah satu dari kita tidak dapat keuntungan apa apa"


Ayah Ruuna tidak dapat menahan tawa kecil miliknya setelah mendengar apa yang dikatakan Ren..


Karena dia begitu percaya diri untuk bisa memenangkan pertandingan ini..


"Kau pasti bercanda ?"


"Aku tidak bercanda.. itu jika kau berani.. kalau tidak berani ya tidak apa apa" Ucap Ren dengan nada meremehkan dan menampilkan senyum licik miliknya.

__ADS_1


Mendengar hal itu ayah Ruuna menjadi marah..


"Apa pertaruhannya"


Ren semakin tersenyum mendengar itu..


(Dia terpancing)


"Yang kalah harus menuruti perintah yang menang"


"Baiklah"


Ren melakukan pergerakan pertama..


Ren kali ini tidak membiarkan ayah Ruuna memulai gerakan awalnya dan berusaha untuk menyerang ayah Ruuna dengan skill miliknya..


Triple Slash..


Tiga serangan beruntun Ren kerahkan untuk melawan ayah Ruuna..


Namun Ayah Ruuna dengan santai menangkis semua serangan yang datang dan matanya bergerak begitu cepat melihat pergerakan yang dilakukan Ren..


"Suatu usaha yang sia sia" Ucap Ayah Ruuna dengan tersenyum sangat menghina..


Ren tidak merasa marah akan apa yang diucapkan oleh ayah Ruuna dan masih mencoba untuk fokus..


Dia harus berusaha semaksimal mungkin..


Jika satu serangan gagal maka seranglah dengan dua serangan..


Jika dua serangan gagal maka seranglah dengan tiga serangan..


Jangan menyerah..


Itu adalah pesan kakeknya yang melatihnya silat yang selama ini membantunya dalam hal apapun..


Lalu gapai lah impianmu..


Dan buatlah semua gadis terpukai..


Ren ingin meneteskan air matanya ketika waktu dia kecil mendengar kata kata mutiara milik kakeknya..


(Terima kasih kakek)


Ren menegaskan tekad miliknya..


Ren sadar bahwa kali ini dia sendirian..


Tidak ada Ellen yang membantunya dari belakang.


Tidak ada Erna yang membantunya disamping..


Hanya dia sendiri..


...


Ren datang dengan menyerangnya dengan gerakan yang sama..


Yaitu skill triple slash..


Ayah Ruuna meremehkan gerakan Ren yang sama ini dan hanya dengan santai menangkis serangan tersebut..


Namun Ren tidaklah idiot yang menggunakan skill yang sudah gagal..


Jadi ketika dia melakukan triple slash dia menyelipkan serangan fatal slash diakhir serangan tepat menuju ke wajah ayah Ruuna..


Ayah Ruuna yang tidak siap menjadi terkejut dengan perubahan Ren dalam serangannya yang tiba tiba mengincar wajahnya..


Ayah Ruuna dengan cepat menggeser kepalanya kearah samping dan menangkis pedang Ren kearah atas begitu kuat..


Ren tidak bisa menahan pedangnya dan alhasil pedang miliknya terpental..


Namun itu sesuai dengan apa yang diperkirakan Ren..


Ren dengan cepat membuka inventory dan mengambil senjata yang paling mengerikan yang pernah ada..


[*tong iblis abaddon]


Ren sebenarnya tidak mau untuk memegang ini..

__ADS_1


Namun karena situasi sangat darurat jadi dia menggunakan ini..


Ren menggunakan skill move miliknya untuk mempercepat geraknya..


Ayah Ruuna yang masih terkejut akan serangan tiba tiba Ren menjadi tidak siap akan serangan yang datang kearahnya..


Alhasil serangan itu mengenai kepala ayah Ruuna dan..


Ayah Ruuna jatuh tanpa sadarkan diri..


[Serangan berhasil]


[Keberuntungan dipihak anda]


[Sekarang target mengalami kondisi pingsan dan akan terbangun dalam 5..]


Ren tidak bisa membiarkan waktu 5 detik terbuang sia sia..


[4..]


Ren dengan cepat mengambil pedangnya kembali dan menodongnya di leher ayah Ruuna..


[..3..2..1]


...


Ayah Ruuna membuka mata dan melihat Ren sudah menahan dirinya di lantai dengan menodongkan pedangnya di lehernya..


"Kau kalah" Ucap Ren dengan tersenyum percaya dirinya..


Ayah Ruuna menutup matanya sekali lagi lalu membuka matanya lagi.. seolah dia masih belum mempercayai apa yang terjadi..


"Nak apa yang kau lakukan sebelumnya"


"Rahasia"


Ren tidak bisa mengungkap apa itu..


Karena ini adalah item cheat yang mengerikan.. walaupun dia menemukan ini tanpa sengaja..


Namun mengingat bendanya bagian 'itu' yang begitu mengerikan.


Dia menyimpan secepat yang dia bisa di inventory..


(Aku akan mencuci tanganku begitu bersih setelah aku log out dari sini)


Namun Ren masih bersyukur karena ini berhasil..


Mengingat kesempatan membuat pingsan musuh hanya berbanding 50:50


"Itu adalah pertarungan yang hebat" Ucap Ren dengan bahagia..


Ren lalu bangkit dan menjulurkan tangannya kearah ayah Ruuna..


Ayah Ruuna terlihat ragu untuk mengenggam tangan Ren namun melihat pemuda yang bisa mengalahkan dia..


Dia hanya bisa menerima kekalahannya dan menerima niat baiknya..


"Ku akui kau hebat karena bisa mengalahkanku" Ucap ayah Ruuna sambil menerima bantuan Ren untuk bangun.


Ren lalu tersenyum mendengar hal itu..


"Mari kita bicarakan tentang hadiahnya di sini"


"Ah kepalaku masih sangat sakit.. dan.. kamu siapa ?" Ucapnya seolah dia tidak ingat dengan Ren..


"Kau pikir aku anak kecil yang akan tertipu.."


-_


...


Bersambung...


Wow sungguh kakek yang begitu pengertian..


Aku sedikit penasaran siapa kakek tersebut..


:v

__ADS_1


Btw jangan lupa like karena itu adalah sebuah nutrisi bagiku untuk berkarya.. :'v


__ADS_2