Fake World Online

Fake World Online
Ch 29 [Fei]


__ADS_3

Cahaya matahari memancar begitu terang diufuk timur membuat sebuah pemandangan yang begitu indah..


Kicauan burung begitu riang terbang kesana kemari menerpa sayap mereka dengan lebar untuk merasakan hangatnya angin pagi.


Pagi hari yang begitu indah juga dapat dirasakan oleh tokoh utama kita saat ini yang dimana tubuhnya menikmati rasa hangatnya pagi dan indahnya pemandangan yang jarang dilihat di dunia nyata.


Walaupun hanya di game pemandangan ini tidak terlalu buruk..


Fei merentangkan tangannya yang begitu pegal setelah melakukan aktivitas pagi miliknya..


"Kalau pagi badan terasa masih sangat kaku" Ucap Fei dengan senang..


Rambut yang menutupi wajah Fei terkulai dengan indah ditiup oleh angin yang dimana itu menampilkan wajah tampan asia yang akan membuat pria manapun iri.


Fei memandangi mayat yang tergeletak tak berdaya di tanah dan bau darah tercium ke hidungnya membuatnya merasa senang.


Warna darah yang berceceran dari tangan miliknya memperlihatkan betapa senangnya dirinya untuk membunuh.


ini adalah rutinitas keseharian milik si Fei.


Walaupun ini hanya game tapi keindahan dunia ini begitu nyata dan Fei menyukai hal ini.


Walaupun darah dan bagian tubuh manusia yang terluka bisa di sensor namun Fei tidak melakukan hal itu karena sangat disayangkan bahwa keindahan ini tidak bisa dilihat oleh matanya sendiri..


Fei mendengar suara gemercik air tidak jauh dari tempatnya berdiri..


Dia berjalan tak terlalu jauh untuk mencapai suara tersebut yang dimana dia melihat sungai berwarna biru yang begitu jernih..


"Lucky"


Fei dengan cepat kearah sungai tersebut dan membersihkan darah yang mengenai tubuhnya..


Sungai yang berwarna biru seketika itu langsung menampilkan warna merah darah yang terhanyut dari pedang, baju, celana dan tubuh Fei..


Tentu darah ini bukan darah miliknya..


Dia membersihkan tubuhnya dan pakaiannya dengan cepat lalu setelah selesai dia bersiap untuk pergi..


Namun tidak jauh dari tempatnya berdiri. dia mendengar suara semak bergesekan satu sama lain yang menandakan jika ada orang..


Atau juga monster..


Dia menarik pedangnya secara perlahan untuk mempersiapkan sebuah pertarungan..


Namun setelah beberapa saat dia menunggu seorang gadis cantik muncul dari sana..


Mata mereka saling menatap satu sama lain tapi hanya sebentar saja..


Sang gadis tersebut menghiraukan Fei dan hanya berjalan menuju ke tepian sungai untuk membersihkan darah yang ada di tangannya.


Baju gadis tersebut juga terlihat basah oleh darah..


"Jika kau sudah selesai.. bisakah kau pergi.. aku ingin membersihkan diriku" Ucap gadis tersebut dengan nada yang begitu datar tanpa ada sedikitpun keramahan yang diberikan dari nadanya.


Mendengar perkataan itu Fei langsung menyarungkan kembali pedangnya dan tanpa bertanya apapun yang terjadi kepadanya..


Fei hanya memberikan tatapan sekilas kepadanya sebelum dia pergi..


Fei berjalan dengan riang sambil menendang batu di jalan..


Fei kembali mengingat indahnya ketika dia membunuh seluruh teman satu partynya..


"Sungguh itu adalah teriakan indah yang mengawali pagi" Ucapnya dengan senang sambil mengayunkan tangannya seperti sedang menebas sesuatu..


Fei mengingat kembali betapa bodohnya mereka yang mempercayai dirinya tanpa bertanya sedikitpun tentangnya..


Hanya diberikan sedikit keramahan mereka langsung percaya dengan Fei..


"Ah sungguh indah"


Manusia itu makhluk yang bodoh..


Fei mendengar suara teriakan dari arah sungai tempat dia membersihkan dirinya..


"Apakah terjadi sesuatu ?"


Fei sedikit penasaran dan berjalan kembali menuju sungai..

__ADS_1


Ketika dia kembali seorang pria sudah tewas dengan mengerikan di tanah..


Mulutnya yang robek dengan ditemani matanya yang terlihat ketakutan masih terlihat di sana..


Gadis tersebut membersihkan pisau kecil miliknya yang terlihat berdarah ditepi sungai..


"Sebaiknya kau menyelesaikan urusanmu dengannya sampai tuntas" Gadis itu bersuara namun masih dengan suara yang datar kepada Fei..


Fei kembali memperhatikan wajah orang tersebut dan mengenali bahwa dia berasal dari salah satu dari teman partynya yang dia bunuh..


"Aku sangat yakin sudah membunuh mereka semua" Balas Fei dengan tidak percaya.


"Lain kali kau harus memperhatikan bar darah mereka.. karena ini bukan dunia nyata walaupun kau telah mencincang mereka jika darah masih tersisa maka mereka masih dapat menyembuhkan diri mereka dengan ramuan"


Fei mendengar hal itu menjadi tercerahkan dan dia langsung tersenyum kepada gadis tersebut..


"Aku menyukaimu.. siapa namamu"


"Aku tidak mau memberitahukan namaku kepada seorang pembunuh"


"Hei.. bukankah kau juga membunuh mereka"


"Dia mengintip.. tidak sopan" Balasnya dengan marah..


Gadis tersebut kembali menghiraukan Fei dan fokus membersihkan pisau kecilnya..


Gadis tersebut telah selesai dan meletakkan pisaunya kembali disaku kecil miliknya yang dapat kau lihat dipinggangnya..


Gadis tersebut berjalan menuju tempat yang tidak diketahui oleh Fei..


Fei hanya mengikuti gadis tersebut..


Gadis tersebut menambah laju dia berjalan lalu Fei juga menambah kecepatannya..


Lalu gadis tersebut berbalik kearah Fei dengan marah..


"Kau mengikutiku"


"Aku belum tahu namamu"


"Yukina"


Yukina tidak menjawab dan melanjutkan perjalanannya..


"Namaku Fei, aku berasal dari cina"


Yukina menghiraukan keberadaan Fei dan Fei masih mengikutinya..


"Sungguh hebat ya game Fake World Online.. bisa langsung menerjemahkan bahasa kita.. walaupun kita dari negara yang berbeda"


Yukina tidak membalas perkataannya dan terus berjalan.


"Hei Yukina.. kau mau kemana ?"


"Hei Yukina"


"Yukina"


"Yukina"


Yukina yang sudah menahan dirinya untuk sabar namun.. batas kesabarannya telah habis saat ini..


Yukina langsung mengambil pisau kecil yang ada dipinggangnya dan langsung mengarahkan kepada Fei..


Fei langsung sigap menangkap pisau tersebut dengan mudah dan tanpa rasa takut.


Pisau tersebut menembus tangan Fei dan darah berceceran dari tangan milik si Fei namun Fei hanya tersenyum manis..


"Maaf apakah aku menganggumu" Balas Fei dengan menyesal..


Yukina dengan cepat menarik pisau miliknya dan mundur beberapa langkah ke belakang..


"Hei bisakah kita berbicara dengan baik - baik"


Yukina masih menghiraukan perkataan Fei dan mengambil pisau kedua yang dia simpan dilengan bajunya..


"Woah ada pisau juga di sana" Fei menjadi kagum akan hal itu.. namun itu bukan saat yang tepat..

__ADS_1


Yukina telah mengarahkan serangan kepada Fei..


Fei menghindari serangan yang datang kearahnya dan beberapa serangan dia terima dengan senang hati..


Namun itu bukan serangan fatal bagi si Fei..


Fei menggunakan gerakan seminimal mungkin untuk menghindari serangan yang datang kearahnya dengan mundur ke belakang..


"Bisakah kita membicarakan ini baik--"


Ketika Fei ingin menyelesaikan perkataannya tiba tiba dia tersandung oleh akar pohon dan membuatnya kehilangan keseimbangan miliknya..


Yukina yang terlalu fokus untuk melancarkan serangan miliknya juga terkejut ketika Fei langsung menariknya tangannya ketika dia jatuh..


*Brak..


Daun mati yang tergeletak di tanah terangkat oleh angin yang diciptakan oleh Fei ketika dia jatuh..


"A-aduh.. sakit"


Fei merengek kesakitan ketika dia jatuh dan merasakan tubuhnya ditekan oleh Yukina..


Yukina yang ikut terjatuh juga merasakan sedikit pusing akan hal itu..


"Kau memiliki body yang bagus" Ucap Fei tanpa malu melihat dada Yukina yang menempel erat di tubuhnya..


Yukina yang menyadari hal itu langsung menjadi memerah malu..


Tangannya yang masih memegang pisau langsung ingin menyerang Fei..


Namun Fei dengan sigap menahan kedua tangannya dan mendekati wajahnya dengan Yukina..


"Wajahmu juga sungguh manis"


Fei memberikan pendapat yang jujur akan hal itu..


Yukina menjadi semakin memerah.. namun kata terakhir yang diucapkan oleh si Fei membuat dia langsung kaget..


"Jadi semakin inginku menghancurkannya" Sambung Fei dengan tersenyum.


...


...


Bersambung..


"Ini bercandakan thor.. tokoh utamanya masih saya kan thor" Ucap Ren dengan sedih.


"Thor.."


"Thor.."


Ren menangis diruangan kecil sendirian..


Author tidak kunjung datang..


Sekarang dia tahu bagaimana perasaan kehilangan..


...


Meanwhile..


"Fei kamu sungguh tokoh utama yang hebat" Ucap Author dengan senang.


"Thor boleh aku bunuh pembaca sebagai peringatan hari pertama aku tampil" Balas Fei dengan tersenyum.


"Jangan!" Author jadi panik..


"Sedikit saja.." Ucap Fei dengan memelas..


"Hmm.. boleh saja sih.. tapi cuma pembaca yang gak like"


"Oh siap" Balas Fei dengan senang menarik pedangnya..


...


...

__ADS_1


__ADS_2