Fake World Online

Fake World Online
Ch 30 [Pelatihan]


__ADS_3

Saat itu Ren berlatih begitu keras bersama raja dengan seluruh kekuatan dan juga tekadnya dia mengajarkan Ren.


"Ini bukan latihan.. hanya penyiksaan" Teriak Ren yang hampir menangis.


Raja hanya tersenyum dengan bangga.


"Ini adalah latihan" Tegas Raja dengan semangat.


Ren terlihat bergelantungan diatas pohon dengan kakinya yang diikat dengan sebuah tali dan kepalanya tepat mengarah ke bawah.


Di bawah Ren adalah sungai yang mengalir begitu deras.


"Ingat ini.. jika kau ingin mempunyai serangan yang begitu cepat kau harus bisa mengatur pernapasanmu.. semakin kau bisa mengatur napas maka semakin bagus kamu dalam pertarungan.. staminamu juga akan lebih sedikit digunakan"


Tali yang mengikat Ren secara perlahan turun ke bawah..


"Tunggu.. ini hanya sebuah peny--"


Belum selesai Ren berbicara dia sudah jatuh ke bawah sungai..


"Bleeurbru"


Ren tidak bisa menahan napasnya dengan benar ketika di air.


Perlahan darah HP miliknya juga ikut terkurang karena hal itu.


Raja lalu menarik Ren ketika darahnya mendekati masa sekaratnya.


"Ha..ha..ha.."


Ren bernapas dengan suara yang begitu berat dan kesakitan.


Ini adalah latihan yang spesial.. itulah seharusnya..


"Nak isi kembali darahmu maka kita akan memasukkanmu kembali ke dalam air"


"Tunggu Raja bercandakan ?"


Ren memperhatikan tatapan mata Raja yang dimana itu bukanlah terlihat seperti seseorang yang sedang bercanda.


Karena itu Ren mengambil ramuan darah hingga terisi penuh.


Setelah itu Ren diceburkan kembali ke dalam air yang dimana tali masih terikat dengannya.


Bayangkan bagaimana dirimu jika diikat dengan sebuah tali pada kedua kakimu lalu diceburkan ke dalam sungai.


Apakah kau sanggup bertahan hidup ?


Tapi tokoh utama kita..


Dia patut untuk dicontoh.


Waktu berlalu hingga senja hanya untuk Ren bercebur ke dalam air hingga dia sekarat dan terus mengisi darah lalu terus diulang seperti itu.


"Baik sudah cukup sampai sini"


Ren sudah kehilangan rasa untuk mengeluh.


Tidak..


Napas untuk mengeluh saja sudah tidak ada.


Setelah Raja berkata seperti itu. Dia langsung meninggalkan Ren yang terkapar di pinggir sungai.


"Aku ingin kembali.."


Ren merasa sangat sedih sekarang.


Awalnya dunia ini harus menjadi tempat dia untuk bersenang-senang dengan gembira menikmati alam yang begitu indah.


Mengingat waktu dimana dia belum mendapatkan pedang pahlawan..


Waktu yang dia habiskan selama ini hanya untuk menjelajahi seluruh tempat dengan pesona alam yang begitu indah.


Bahkan dia juga sudah merencanakan untuk membuat harem dimasa depan.


Namun ekspektasi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.


"Aku ingin melihat pemandangan indah" Teriak Ren dengan keras.


Suaranya begitu keras hingga membuat burung yang diatas pohon terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Burung tersebut begitu marah dan memberikan sebuah kotoran tepat kearah Ren.


"Burung laknat"


Ren begitu marah ketika dia tahu burung tersebut memberikan hadiah kepadanya.


"Sini kau kampret"


Ren menyuarakan kemarahannya namun dia tidak berpindah dari tempat rebahannya.


[Proses mendapatkan Skill Pasif Pengaturan Pernapasan Cahaya 16%]


...


Pesan sistem mengejutkan Ren saat sedang berbaring dengan nyaman.


"Ini.."


Ren menyadari apa yang dilakukan oleh raja kepadanya.


Dia sedang melatih Ren untuk mendapatkan teknik ini.


"Raja.."


Perasaan marah Ren terhadap Raja berkurang.


...


...


...


"Ayah bukankah itu terlalu berlebihan ?" Tanya Ruuna dengan khawatir.


"Tenang dia tidak akan mati karena dia bukan dari dunia ini"


"Walaupun begitu.."


"Apakah kau--"


"Tidak bukan begitu" Jawab Ruuna dengan cepat.


Wajah Ruuna menjadi begitu kemerahan.


Dia tahu setelah melihat reaksi tersebut.


"Aku tidak akan melakukan sesuatu yang berlebihan hingga membuat dia terluka"


"Terima kasih ayah" Balas Ruuna dengan senang.


(Hmpph.. aku akan menyiksanya lebih keras karena berani meletakkan tangannya kepada putriku)


Raja memberikan sebuah senyuman licik yang tidak dapat dijelaskan.


Tentunya Ruuna tidak menyadari hal ini.


...


Keesokan harinya..


"Kita akan berlatih mendaki gunung kali ini" Ucap Raja dengan bersemangat.


"Gunung!" Ucap Ren dengan kaget.


"Kita akan mendaki gunung tertinggi" Sambung Raja dengan memberikan sebuah senyuman yang tidak mengenakkan.


...


"Ha..ha..ha.."


Deru napas Ren begitu hebat..


Langkah kakinya kini menjadi begitu berat..


Panas mataharinya begitu menyengat..


Keringat bercucuran dengan ganas ditubuh Ren.


"Ayo cepat sebelum matahari terbenam" Ucap Raja yang ada di depannya.


Ren memegang tas yang begitu besar dan berat yang dimana dalam tas tersebut tidak diketahui oleh Ren.

__ADS_1


Tas ini adalah pemberian raja kepadanya untuk dibawa oleh Ren sebagai bahan latihan.


"Kecepatanmu berkurang.. cepat gerakkan kakimu dengan stabil dan atur pernapasan seminimal mungkin"


Ren sudah tahu bahwa ini adalah bagian dari latihan jadi dia telah berhenti untuk mengeluh dan tetap berusaha sebaik mungkin.


Raja yang tidak mendengarkan perbacotan Ren selama perjalanan entah merasa kesepian..


...


Ren terus berjalan dengan stabil dan mengatur pernapasan seminimal mungkin seperti yang telah diperintahkan.


Tiga jam telah berlalu namun Ren masih belum melihat ujung puncak pegunungan..


Ren melihat ke belakangnya dan memperhatikan bahwa dia sudah berada sangat tinggi dari permukaan tanah..


"Kali ini jalan akan menjadi semakin curam jadi berhati-hatilah untuk tidak mati" Ucap Raja dengan tersenyum.


Ren hanya memberikan sebuah anggukan semangat miliknya.


Dia sudah berpengalaman dalam mendaki gunung jadi dia mengerti lebih baik dalam memilih pijakan.


Kaki Ren dengan begitu baik menginjak tanah yang ada..


Dengan berat yang dia pikul membuat dia kesulitan namun entah bagaimana dia bisa menyeimbangkan badannya sebaik mungkin..


*Jder..


Suara petir terdengar begitu keras.


Awan putih yang tadinya menemani hari cerah mereka..


Kini telah berubah menjadi gelap pekat..


Matahari juga tidak dapat mengalahkan awan ini hingga dia tertutupi dengan sempurna..


"Apa yang terjadi ?" Ucap raja dengan heran.


Dia telah memprediksi hari ini bahwa kemungkinan hujan akan kurang dari 20%.


Itulah peramal kerajaan yang mengatakan.


"Apakah kita akan kembali ?" Tanya Ren.


Raja menggelengkan kepalanya dan menjawab. "Ini adalah hari yang pas buat latihan.. tenang kau hanya perlu mengikuti--"


Saat raja ingin mengatakan sesuatu tiba tiba suara langit telah berubah..


Seluruh daratan bergetar dengan mengerikan..


Satu hal yang pasti terjadi..


Hal tersebut membuat tanah di pegunungan menjadi longsor..


Ren dan Raja yang melihat itu langsung memiliki keringat dingin di dahi mereka.


Suara tanah bergerak begitu cepat kearah mereka..


Dan diiringi dengan suara sistem yang berbunyi dengan keras memperingati Ren..


[Pedang Kegelapan Raja Iblis telah memilih penggunanya]


Bersambung..


Maaf jika lama gak update..


Bukan berarti aku lupa dengan novel ini..


Cuman aku memiliki kesibukan akhir-akhir ini dengan pekerjaanku..


Jadi maaf jika updatenya lama..


Harap maklum..


Aku harap kalian bisa sabar menerima cobaan ini.. :v


Jika kalian masih suka akan aku usahakan untuk updatenya tiap minggu..


Tapi gk bisa janji ya..


Itu aja..

__ADS_1


Jangan lupa tekan like oke ;)


__ADS_2