Fake World Online

Fake World Online
Ch 22 [Dibawa Malaikat]


__ADS_3

Suasana diatas awan sangat menyenangkan..


Angin yang berhembus sejuk tidak ada hentinya memberikan sebuah kenyamanan..


Pemandangan alam juga tidak henti hentinya untuk menyajikan mata dengan pemandangan yang begitu indah yang hanya bisa dinikmati dari ketinggian..


Dan tangan yang tidak bisa diam memegang perut seseorang..


"Bisakah kau tidak memegangku" Ucap Ruuna dengan marah.


"Apa yang harus aku pegang.. aku takut jatuh ke bawah kau tahu" Jawab Ren.


Ruuna menahan dirinya untuk tidak marah karena apa yang dikatakan Ren memang sebuah kata kata yang masuk akal..


Ren hanya bisa bersyukur akan hal ini..


(Dapat melihat indahnya alam dari atas awan dan ditemani oleh gadis cantik di depannya.. bukankah ini seperti dia sedang di kawal oleh malaikat ke surga..)


...


Ruuna yang melihat Ren begitu menikmati indahnya alam dengan santai sambil memegang perutnya sebagai pegangan membuatnya sedikit marah..


Ruuna tiba tiba memiliki sebuah ide yang sangat menarik dipikirannya..


Dia menarik tali yang mengikat dileher Wyvern miliknya yang berfungsi untuk mengendalikan Wyvern..


Lalu Ruuna mengibas tali tersebut dan Wyvern menjadi begitu liar menambah kecepatan miliknya..


Ren yang dibelakang sedang asik menikmati indahnya alam dan segala hal nikmat lainnya menjadi terkejut akan hal itu..


"Oi.. tunggu jangan terlalu cepat.."


Ruuna tersenyum begitu licik dan kini memecut tali dan Wyvern beratraksi dengan memutar dirinya keatas dan kebawah dan berjungkir balik..


Ren ketakutan setengah mati..


(Ini malaikat maut yang sepertinya akan membawaku ke neraka)


Ren menutup matanya dengan ketakutan dan menggenggam erat perut Ruuna namun karena kecepatan dan atraksi Wyvern yang begitu liar tanpa sengaja yang tangan harusnya diperut Ruuna tiba tiba tergelincir keatas dan memegang sebuah pegunungan yang sangat lembut..


Bahkan pendaki gunung Everest akan menangis melihat ini..


Wajah Ruuna langsung diliputi kemerahan karena malu..


"Apa yang sedang kau lakukan" Ucap Ruuna dengan marah.


"Hah apa yang aku lakukan ?"


Ren sadar apa yang dia pegang.. namun kalian masih belum mengenal Ren..


Dia sangat ahli dalam berpura pura tidak peka layaknya tokoh utama dalam anime..


"Tanganmu"


"Tanganku ?"


Ren yang masih memegang pegunungan itu masih berpura pura tidak sadar akan apa yang dia lakukan..


"Jangan membuatku marah"


"Marah.. apa yang membuatmu marah ?"


Ren masih berpura tidak mengetahui akan hal itu memberi pertanyaan kembali..


"Tanganmu menyentuh milikku"


"Milikmu ?"

__ADS_1


"Dadaku"


Ah..


Wajah Ruuna menjadi merah semerah apel..


Ren langsung menyadari hal itu langsung kembali panik dan melepaskan tangannya..


"M-maaf aku tidak sengaja.."


Ren meminta maaf seolah dia benar tidak sengaja padahal.. yah memang tidak sengaja namun dia terlalu melebihkannya hingga melewati kata sengaja..


"Aku akan membunuhmu" Ucap Ruuna dengan begitu marah.


"Tunggu Ruuna ini bukan salahku kau tahu.. ini terjadi karena kau melakukan atraksi mengerikan tersebut" Jelas Ren dengan benar berdasarkan sebuah fakta..


Ruuna ingin marah lagi namun dia menyadari juga akan kesalahannya dan hanya bisa diam kembali dengan malu..


(Pemandangan ini tidak buruk juga)


Ren kembali menikmati pemandangan dari atas yang begitu indah dan pengunungan yang lain tiba tiba berubah menjadi bentuk yang lain..


(Otakku mulai tercemar)


Ren menggelengkan kepalanya dan mencoba menghilangkan pikiran itu..


Ruuna juga sudah tenang dan dia berjanji sampai akhir hayatnya untuk berhenti melakukan itu..


...


Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya Ren telah melihat sebuah kerajaan yang terletak begitu dalam di hutan dengan sebuah danau indah yang berada di dekatnya dan orang berlalu lalang seperti semut ketika dia melihat ke bawahnya..


Ruuna membawa Wyvernnya kearah istana kerajaan yang begitu besar mungkin ini lebih besar dari istana kerajaan miliknya..


Ruuna mendaratkan Wyvern di halaman istana dan terlihat pelayan datang untuk menyambutnya..


"Tuan putri ??"


Ren begitu terkejut mendengar perkataan pelayan tersebut menyebutkan Ruuna dengan sebutan tuan putri..


Ruuna menatap kearah Ren lalu dia tersenyum..


"Aku lupa memberitahumu.. aku adalah tuan putri Kerajaan Hineri" Kata Ruuna dengan tersenyum..


"Seseorang seperti Ruuna adalah tuan putri" Balas Ren dengan tidak percaya..


"Dasar tidak sopan.." Balas Ruuna dengan tidak senang..


"Tuan putri ayah anda telah menunggu kedatangan anda" Ucap pelayan tersebut..


Ruuna menghela napasnya dengan berat..


"Antarkan aku"


Pelayan tersebut mengangguk lalu menuntun jalan..


Ren hanya mengikuti di belakang Ruuna agar dia tidak tersesat ditempat yang besar ini..


Tidak berselang lama Ren melihat sebuah pintu besar yang berlapis emas di sekujur pintu tersebut dan sebuah berlian sebagai hiasannya..


Jiwa misquen Ren tiba tiba bergetar melihat itu..


(Bolehkah aku ambil satu berlian di sini ?)


Tangan Ren hendak bergerak sendiri namun dia menahan dirinya untuk tidak termakan ketamakannya..


Pintu tersebut lalu dibuka oleh pelayan tersebut dan terlihat seorang raja dan ratu duduk di singgasana..

__ADS_1


Samping kiri dan kanan mereka terlihat seorang pelayan laki laki dan perempuan..


Sepanjang jalan juga terlihat penjaga yang begitu kuat dan begitu gagah..


Bahkan Ren merasakan sebuah dominasi kekuatan yang mengerikan dari mereka..


Pelayan yang membawa kami langsung menunduk hingga lututnya menyentuh lantai..


"Tuan putri telah kembali yang mulia" Lapor pelayan tersebut.


"Kau bisa pergi" Jawab raja.


"Baik yang mulia"


Pelayan tersebut bangkit dan pergi meninggalkan kami..


Ruuna yang terlihat menjadi begitu gugup di depan ayahnya sendiri..


"Ruuna.. apakah dia adalah pemegang pedang pahlawan"


"Benar ayah"


"Begitu rupanya.."


Ayah Ruuna tiba tiba memandangi Ren dengan begitu intens..


Ren merasa ketakutan yang tidak bisa dia jelaskan..


"Ruuna mari kita pergi" Ucap Ratu yang bangkit dari singgasananya dan berjalan menarik Ruuna..


"Tapi.."


"Biarkan urusan pria" Ucap Ratu tersebut tersenyum..


Ren semakin takut akan hal itu..


Para pelayan dan penjaga juga tiba tiba pergi meninggalkan ruangan..


Sekarang hanya Ren dan sang raja yaitu ayahnya Ruuna di ruangan.


"Biar aku tanya sekali lagi.. Apakah kau pemegang pedang pahlawan"


"B-benar yang mulia raja"


"Tidak perlu segugup itu aku tidak akan memakanmu" Ucap Raja tersebut dengan tersenyum ramah..


Ren yang melihat itu sedikit melepaskan napas lega..


"Tapi kau harus membuktikan bahwa dirimu pantas sebagai pemegang pedang pahlawan"


"Eh"


"Mari bertarung di sini dan sekarang" Ucap Raja tersebut dengan tersenyum ganas sambil mengambil pedang yang ada di pinggangnya..


(Sepertinya aku berada di neraka sekarang)


Bersambung..


Jika terlalu vulgar tolong beritahu ya.. biar nanti di revisi.. aku sedikit takut karena kemesuman Ren semakin ngeri di sini..


"Iri bilang boss" Ren


-_-


Jadi maaf ya tentang itu.. tenang saja dia akan mendapatkan ganjarannya nanti..


hehe.. ;)

__ADS_1


__ADS_2