
Ruuna hanya diam dan tidak melakukan pergerakan sama sekali dari tempat dia berdiri. sikapnya itu benar benar meremehkanku. walaupun aku sangat bersyukur atas sikapnya itu.
Aku bergerak maju dengan cepat dan menyerangnya menggunakan serangan biasa namun semuanya dapat dia hindari dengan mudah.
Dia berbalik menyerangku menggunakan serangan miliknya 16 tebasan dengan cepat hanya dengan sekali napas.
Walaupun serangannya dapat aku tangkis dengan tamengku, namun serangannya yang begitu cepat membuatku kewalahan dan beberapa serangan tidak dapatku hindari.
Alhasil darahku menjadi berkurang sangat cepat.
Hp : 23454/57883
Aku bergerak menjauh beberapa meter darinya.
"Apakah hanya segitu saja" Ucap Ruuna dengan sombong.
Jika saja [Fight Point] ku masih banyak pasti tidak akan seperti ini pertarungannya.
Namun walaupun begitu aku masih memiliki kepercayaan diri untuk mengalahkannya.
"Ini tidak seberapa" Jawabku dengan tersenyum.
Ruuna menjadi sangat marah dengan sikapku. sungguh NPC ini sangat mudah marah.
Saat dia melancarkan serangan yang 32 tebasan dalam sekali napas.
Aku memperhatikan setiap tebasan miliknya dan saat tebasan yang ke 25 dimana tebasan miliknya memiliki kelemahan. aku mengambil sedikit langkah kebelakang dan menghindarinya.
Ruuna terkejut dengan apa yang terjadi. karena setiap serangan miliknya selalu aku tangkis dengan tameng dan serangan miliknya tidak dapat aku hindari.
Namun saat dia tahu bahwa aku dapat menghindari serangan miliknya dia terkejut.
Aku tidak membuang kesempatan ini dan langsung membalas menyerang dengan menusuk pedangku kearahnya.
Reaksi Ruuna sangat cepat dia langsung menghindari seranganku dengan menggerakkan tubuhnya kearah samping. Namun seranganku tidak berhenti disitu.
Aku langsung menyerangnya lagi namun tidak menggunakan pedangku melainkan menggunakan tameng dengan mendorongnya kearah depan dan serangan tersebut berhasil mengenainya. lebih tepatnya--
Mengenai bagian dadanya.
Walaupun hanya tamengku yang mengenainya namun sensasi dari pantulan dadanya masih terngiang di kepalaku. itu tidak sengaja. benar tidak sengaja.
Wajah Ruuna langsung menjadi merah seperti apel.
"Apa yang kau lakukan!!" Ucap Ruuna dengan marah.
Ruuna sangat marah dan langsung melancarkan serangan ke arahku namun pedangnya langsung dihentikan oleh Ellen hanya dengan tangan kosong.
"Pemenangnya adalah Ren-sama"
"tapi itu tidak--"
"Kau sendiri yang berkata bahwa jika Ren-sama dapat melancarkan satu serangan kepadamu maka Ren-sama yang akan menang"
"Ya itu benar tapi itu tidak dapat dikatakan sebagai sebuah serangan"
"Itu adalah sebuah serangan apakah kau ingin membodohiku"
__ADS_1
Ellen menatap kearah Ruuna dengan intimidasi yang mengerikan.
"Itu bukan maksud saya Dyrad-sama"
Aku tidak menyangka Ellen begitu sangat kuat bahkan dia bisa menghentikan serangan Ruuna hanya dengan tangan kosong.
Apakah aku mendapat seorang NPC yang sangat kuat sebagai pendampingku.
"Kalau begitu aku yang menang jadi bisakah aku membawa pedang ini" Ucapku memecahkan keheningan..
"Y-ya lagipula hanya kau yang bisa memakai pedangnya"
Ruuna menjawab dengan begitu gemetaran. aura intimidasi dari Ellen sangat kuat sampai dia menjadi seperti itu.
"Kalau begitu apakah kau masih ingat dengan syarat kita"
"Tentu saja"
Lalu Ruuna mendekatiku dan dia menutup matanya lalu mendekati bibirnya ke arahku. Namun aku melihat tubuhnya begitu gemeteran dan membuatku menjadi seperti orang jahat yang memaksa seorang gadis menciumnya.
Aku mendorong tubuh Ruuna mundur dengan pelan.
"Lupakan saja lagipula aku cuma bercanda tentang hal itu"
"Tapi--"
"Aku sudah puas dengan mendapatkan pedang ini karena itu kau tidak usah melakukan hal itu"
'dan juga aku sudah puas dengan melihat sensasi dari pantulan dadamu'. Tentu saja aku tidak akan berani mengatakan hal itu di depannya. -_-
"Nani ?"
"Bagaimana kau bisa mengetahui kelemahan dari teknik milikku"
"ah itu kah.. aku melihatmu melawan Boss iblis tadi"
"tidak mungkin seranganku yang aku latih dengan sempurna dapat kau patahkan hanya dengan melihatku sekali melawan boss tadi" ucap Ruuna dengan terkejut.
"Itu hanya keberuntungan saja, haha" balasku dengan tertawa garing.
"begitukah.. sepertinya aku masih harus banyak belajar"
"Tapi jujur saja teknikmu itu sungguh hebat dan juga indah saat melawan Boss Iblis tadi.. karena itu aku tidak dapat menahan diriku untuk tidak berpaling darimu"
Wajah Ruuna tiba tiba saja memerah saat aku selesai berkata begitu.
"Terima kasih" ucapnya dengan tersenyum malu.
Apaaan dengan wajah itu. sungguh imut. bolehkah aku menghentikan waktu selamanya.
"Kalau begitu aku akan pergi karena masih ada sesuatu yang harus aku lakukan"
"J-jika kau ingin kau bisa saja datang ke desa ini kapan kapan" ucap Ruuna dengan malu malu.
[Desa Hineri sekarang dapat diakses siapa saja]
Setelah itu aku mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang ada di desa dan bergegas keluar dari desa melalui portal dimana tempat aku masuk pertama kali.
__ADS_1
Desa yang kumasuki adalah tempat persembunyian pedang pahlawan tersebut dari para iblis yang ingin mencurinya. namun karena pedang tersebut sudah aku dapatkan jadi desa ini tidak tersembunyi lagi dan akses ke desa dapat dilakukan semua pemain. itulah informasi yang aku dapat dari Ellen.
"Aku tidak tahu kau bisa menjadi bentuk chibi seperti ini" kataku saat melihat wujud Ellen yang berukuran chibi sedang duduk di bahuku.
"Ya, lagipula akan menarik banyak perhatian jika menggunakan wujud asliku"
"Kau benar wajah cantikmu pasti akan menarik perhatian"
"Bukan itu yang aku maksud" jawab Ellen dengan wajahnya memerah.
Kami menghabiskan waktu melakukan perbincangan kecil sepanjang jalan menuju kota utama.
Banyak hal baik terjadi padaku hari ini. aku rasa hari ini adalah hari terbaik sejak aku lulus dari SMA.
Masa SMA kah.
Rasanya nostlagia.. Namun.. Aku tidak mau mengingatnya.
......
...
.
Setelah kami berdua sampai di kota utama aku langsung log out setelahnya.
...
Aku bangun dari tempat tidurku dan melepaskan alat yang menutupi kepalaku yaitu sebuah Helm bernama Heavygear yang menghubungkanku dengan dunia game yang bernama Fake World.
Aku melihat jam dimana jam tersebut menunjukkan pukul 07.32 waktu dunia nyata.
Waktu didalam game lebih lambat daripada waktu di dunia nyata yaitu 3 jam di game sama dengan 1 jam di dunia nyata.
Sekarang adalah waktunya aku harus pergi berkerja. manusia tidak dapat makan jika mereka tidak berkerja itulah yang namanya hidup. oleh karena itu aku harus bekerja.
Aku bersiap siap untuk berangkat ke tempat aku bekerja disuatu perusahaan makanan ringan.
Aku begitu bahagia mengingat semua hal baik terjadi hari ini sepanjang jalan ke perusahaan. Namun
disaat aku sampai aku mendapatkan sebuah berkas yang bertulisan 'kau dipecat' di atas meja kerjaku.
Aku mengambil berkas tersebut dan mendatangi bosku. aku memprotes kepadanya namun jawabannya hanyalah 'kau sudah tidak dibutuhkan lagi diperusahaan ini'.
...............
..........
.....
Namaku Ren Naim umur 26 tahun seorang pengangguran dan juga jomblo.
Sekarang aku memiliki kata kata mutiara yang terlintas dipikiranku.
'Hidup itu tidak pernah sejalan dengan apa yang kau pikirkan'
Bersambung.....
__ADS_1