Fake World Online

Fake World Online
Ch 28 [Mesum Itu Hal Alami]


__ADS_3

Ren bangun dari tidurnya yang begitu nyaman dan tanpa sadar langit telah menunjukkan warna orange yang terang..


Ren mengucek matanya yang masih merasa kelelahan setelah tidur.


Mata Ren secara perlahan jatuh kearah Ruuna dan menyadari bahwa Ruuna juga ikut tertidur..


Ren memperhatikan wajahnya yang tertidur dengan sangat mendalam.


(Dia sungguh sangat cantik jika dia diam..)


Ren meraih wajahnya yang cantik dan membelai rambutnya..


Menyadari hal itu Ruuna langsung menggerakan kelopak matanya secara perlahan..


Ren langsung saja menghentikan tangannya untuk bergerak..


Ruuna yang memperhatikan itu langsung menatap kearah Ren dengan tajam..


"Apa yang ingin kau lakukan ?"


"Ada daun di rambutmu"


"Hmm.. kau berbohong"


Ruuna memberikan tatapan yang mendalam dan membuat Ren terasa tertekan akan hak itu.


Ren menghela napasnya dan berkata. "Maaf aku berbohong.. aku hanya ingin membelai rambutmu karena terpesona akan kecantikanmu"


Wajah Ruuna menjadi sangat merah dan dia langsung berdiri..


Ren yang masih berada di pahanya dan Ruuna melakukan gerakan yang begitu mengejutkan membuat kepalanya terbentur dengan keras ke tanah.


"Aw.."


"Hmph itu adalah balasan yang bagus karena mencoba untuk menggodaku"


"Aku tidak menggoda.. itu memang kenyataannya"


"K-kau kenapa mengatakan sesuatu yang tidak tahu malu"


"Eh ?"


Ren bingung kenapa dia begitu marah..


Bukankah wanita akan senang jika dia dipuji ?


Ruuna berjalan pergi meninggalkan Ren dengan cepat..


Ren masih menatap langit dengan bingung..


(Wanita itu seperti laut kau tidak tahu kapan air yang tenang akan muncul ombak)


Ren langsung terpikirkan sebuah pribahasanya yang begitu indah yang dia ciptakan sendiri.


Setelah merenung lama akhirnya dia memutuskan untuk log out.


...


...


...


Ren keluar dari kamarnya dengan keadaan rambut yang begitu berantakan dan bahkan kau bisa melihat lalat terbang di sampingnya.


Apakah ini MC kita ?


Ren mencium dirinya sendiri dan merasa ingin muntah.


Dia bahkan tidak ingat terakhir kali dia mandi.


Ren menggaruk perutnya yang gatal dan berjalan menuju kamar mandi.


Ketika dia sampai ke kamar mandi dia mendengar suara orang mandi di dalam..


Ren berhenti tepat di depan pintu tersebut dan melihat kiri dan kanannya untuk memastikan tidak ada orang..


Ren sepertinya berpikiran negatif..


Apakah ini masih MC kita ?


Ren menarik napasnya dengan dalam dan mencoba untuk merilekskan wajahnya.


(Mari kita mencoba scene MC di anime legend)


Ketika Ren ingin memegang gagang pintu lalu tiba-tiba dia berpikir..

__ADS_1


(Tunggu bagaimana jika yang mandi itu adalah Vian atau Lina)


Namun ini adalah kesempatan yang sangat langka bagi Ren..


Kesempatan dia hanya 50:50..


Ren meneguhkan tekadnya.


"Ah waktunya mandi" Ucap Ren seperti tidak tahu apa apa dan sangat polos.


Ren memegang gagang pintu dan..


"Ah.. ini.. kenapa tidak mau terbuka"


"Ren ?"


"..."


"Aku tahu kau ingin mencoba hal aneh"


Suara itu adalah suara Erna..


Insting Ren tidak salah akan hal itu..


Tapi..


"Kenapa kau mengunci pintunya"


"Apakah kau bodoh.. tentu saja aku menguncinya"


"Seharusnya kau tidak perlu menguncinya agar kita saling mengenal dan lebih dekat seperti yang ada di--"


"Ini kenyataan bukan anime"


Belum selesai Ren mengucapkan kata-kata yang ingin dia sampaikan..


Ren langsung menerima pukulan keras akan hal itu..


"Setidaknya aku bisa mengintip dari lubang kunci-- ah tidak kelihatan apa-apa begitu gelap"


"Tentu aku juga menutup lubang kunci disana untuk berjaga-jaga"


Ketika itu Vian yang sedang berjalan tanpa sengaja melihat Ren sedang mengintip pintu kamar mandi..


"Oi breng*ek apa yang sedang kau lakukan" Teriak Vian dengan marah.


Tanpa menunggu penjelasan tentang hal itu Vian langsung menerjangnya dengan pukulan..


Tentu Ren tidak diam dan menghindari serangan yang datang..


"Tunggu--"


Pukulan yang datang kearah Ren tidak sembarangan..


Semuanya merupakan gerakan karate yang dimana Vian sudah mempelajari hal tersebut hingga ke sabuk hitam hanya dalam satu tahun.


"Hei apa yang sedang kau lakukan"


Vian menyerang bagian wajah Ren dengan menggunakan kuda-kuda simpel dengan maju secara perlahan lalu dengan gerakan kaki yang bagus..


Ren yang juga pernah berlatih silat juga handal dalam mengelak..


Setika itu membuat kegaduhan sangat keras di lantai dan dinding dimana mereka bertukar pukulan..


Lina yang saat itu sedang merapikan kamarnya mendengar suara yang begitu keras di lantai bawah langsung bergegas ke sana.


Lina melihat kakaknya sendiri bertarung melawan Vian..


Reaksi Lina begitu cepat datang tepat di depan mereka berdua dan langsung menghentikan Pukulan milik Vian dan Ren hanya dengan tangan kosong dan murni dari kekuatannya sendiri.


Vian langsung terperangah kaget bahwa pukulannya langsung dihentikan olehnya..


"Kakak"


Lina menatap kearahnya dengan wajah yang marah.. sangat marah..


Ren langsung mengalihkan pandangannya..


"Sebaiknya kakak jelaskan ini dengan baik"


...


Di ruang tamu.


Setelah itu Ren menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi..

__ADS_1


Dengan jujur..


"Kakak tidak boleh melakukan hal itu.. itu sudah melanggar norma" Ucap Lina kepada Ren dengan lembut.


Lalu Lina menghadap kearah Vian dan juga Erna yang telah selesai mandi dan sudah berpakaian rapi..


"Maafkan kakak saya ini.. sungguh membuat malu keluarga" Lina dengan tulus menundukkan kepalanya meminta maaf.


"Hmmph walaupun kau meminta maaf.. aku tidak dapat semudah itu memaafkan seseorang" Balas Vian dengan tidak senang.


"Saya mengerti akan hal itu tapi.. walaupun seperti itu kakak saya tidak bermaksud buruk.. walaupun pikirannya agak sesat tapi dia adalah kakak saya yang dapat saya banggakan"


"Lina.." Kata Ren terkejut mendengar perkataan adiknya mengenai dirinya.


"Jadi jika permintaan maaf tidak dapat meredakan kemarahanmu maka kami bisa pergi dari sini" Balas Lina dengan lembut dan memancarkan wajah sedihnya.


Vian mendengar hal itu membuat wajah yang begitu tidak nyaman dan setelah itu dia menggaruk kepalanya dengan keras walaupun tidak gatal..


"Aku tidak apa apa.. tapi kakak ?" Ucap Vian sambil melihat kearah Erna..


Erna hanya tersenyum melihat itu dan mengangguk..


"Aku tidak apa apa.. lagipula dia tidak mengambil keuntungan di sana karena aku sudah mempersiapkan segalanya dengan mantap" Balas Erna dengan bangga.


"Terima kasih" Balas Lina dengan senang.


"Sangat disayangkan aku tidak mempunyai adik yang baik sepertimu" Sambung Erna dengan sedih.


"Kau bisa--" Ren ingin mengatakan sesuatu namun Erna sudah memotong apa yang dia ingin katakan.


"Aku tidak akan"


"..."


Erna tahu bahwa Ren akan mengatakan bahwa Lina akan menjadi adiknya jika dia menikah dengannya.. namun dia dengan cepat menolak hal itu karena dia tahu..


"Kakak" Ucap Lina dengan lembut menatap kearah Ren..


"I-iya.."


"Jangan diulangi lagi"


"Hihh...."


Ren menjadi merinding disekujur tubuhnya melihat adiknya tersenyum manis namun menunjukkan kengerian yang mendalam.


"Sebaiknya kakak mandi dulu.. kakak terlihat berantakan.."


"Baik.."


Ren bangkit dari tempatnya duduk dan berjalan dengan sedih menuju kamar mandi..


Tunggu..


Apakah sisa dari dewi mandi ada di sana..


Lalu Ren bergegas menuju kamar mandi..


Dan menemukan sebuah pesan kertas bertuliskan di sana..


[Laki laki silahkan mandi di lantai dua]


[Pemilik Rumah Erna]


T.T


...


...


...


Bersambung..


Ini masih tokoh utama kita.. ?


Sudah mesum.. Jorok.. Gk ganteng.. Jomblo..


Mari kita ganti aja yah..


"Author sedang ngomong apaan yah.. saya masih polos belum ngerti apa apa"


"-_-"


"Oh author sedang ngomongin diri sendiri toh"

__ADS_1


"Ganti aja yah.."


...


__ADS_2