
Cahaya matahari yang terlihat melalui sela sela bayangan rindangnya pepohonon dan semilir angin yang berhembus membuat sebuah pemandangan yang indah.
Dibawah pepohonan tersebut ada seorang pemuda yang sedang tidur menikmati indahnya alam. Namanya adalah Ren seorang maniak penyuka alam.
Ren yang sedang menikmati tidur siang tiba tiba terbangun akibat suara yang muncul yang tidak jauh dari tempatnya tidur.
Suara tersebut adalah suara pedang yang sedang bertarung dengan sesuatu. Suara tersebut tidak berlangsung lama.
Ren kembali tidur dan tidak peduli dengan suara tersebut. karena mungkin itu hanyalah seseorang yang sedang bertarung dengan monster lalu dia kalah dengan cepat.
Saat dia memejamkan matanya dia mendengar suara semak yang ada di dekatnya bergerak. Ren khawatir bahwa monster yang mengalahkannya datang kearahnya jadi dia langsung menyiapkan pedangnya.
Namun yang keluar dari semak semak bukanlah monster melainkan seorang bidadari cantik yang kecantikannya tidak dapat diukur oleh standar manusia.
Rambutnya yang berwarna hitam panjang terurai hingga kepinggang, wajahnya yang begitu cantik hingga dapat mengguncang dunia. Matanya yang begitu indah hingga kau tidak dapat menghentikan matamu untuk tidak bertatapan dengannya. Elok tubuhnya yang begitu sempurna membuat semua perempuannya yang ada di dunia ini bakal iri.
Pakaian yang dikenakannya adalah berwarna hitam dengan armor tipis yang melindungi dadanya serta rok berwarna hitam bergaris putih dan pedang yang berada dipinggangnya membuat dirinya seperti seorang Cosplayer cantik. Walaupun apa yang di pakainya merupakan peralatan yang di dapatkan dari game itu sendiri.
Ren mencubit pipinya khawatir bahwa apa yang dia lihat hanyalah sebuah ilusi. Namun sosok yang ada di depannya tidak menghilang.
"Apakah kau melihat sesuatu yang mengerikan ?" Tanya dengan bingung.
"Aku pikir bidadari itu tidak ada" Balas Ren.
Mendengar kata yang diucapkan Ren kepada dirinya membuat dia tertawa kecil.
"Baru pertama kali aku mendengar orang lain berkata seperti itu kepadaku"
Ren melihat secara seksama kearahnya dan ternyata dia bukanlah seorang NPC.
Dunia ini penampilan akan disesuaikan dengan wajah asli di dunia nyata jadi tidak ada yang bisa menipu seseorang dengan wajah ganteng atau wajah cantik yang dimilikinya dalam game.
Saat Reb masuk ke dalam game pertama kali dan mengetahui hal ini dia sangat kecewa.
Benar benar kecewa.
"Pemandangan disini sangat indah"
Gadis tersebut melihat pemandangan yang ada disekitarnya dan mengangguk puas.
"Benar disini pemandangannya sungguh sangat indah" Ucap Ren dengan penuh semangat.
Gadis tersebut tersenyum.
Pipi Ren menjadi merah karena malu.
Ren menyadari sikapnya yang memalukan membuatnya ingin menggali sebuah lubang dan menutupi kepalanya dengan itu.
"Tidak perlu malu aku paham dengan apa yang kau rasakan, karena pemandangan di dunia ini memang indah akan sangat disayangkan jika kita hanya menikmati permainannya namun tidak menikmati pemandangannya"
Reb mengangguk setuju dengan apa yang dia katakan.
Untuk pertama kalinya Ren merasa bahwa dia akhirnya menemukan seseorang yang memiliki perasaan yang sama saat dia memasuki game ini.
Apakah ini yang disebut dengan cinta ?
Itulah yang ada dipikiran si bodoh yang tidak pernah merasakan cinta.
"Namaku FLoxRen. Bolehkan aku tahu namamu ?" Ucap Rei dengan canggung.
"Ah maafkan aku karena lupa mengenalkan diri. Namaku Erna Kiana"
(Erna Kiana apakah dia memakai nama asli,. entah kenapa aku merasa tidak asing dengan namanya)
"Apakah kau menyukai alam" Tanya Ren kepada Erna.
Erna memejamkan matanya beberapa detik sebelum dia membalas pertanyaan Ren.
"Bisa melihat indahnya dunia adalah mimpiku sejak kecil jadi jika ditanya seperti itu bisa dikatakan aku menyukainya" Jawab Erna dengan tersenyum manis.
Ren bingung dengan jeda beberapa detik sebelum dia menjawab pertanyaan miliknya.
...
Lalu Ren dan Erna mengobrol tentang pemandangan yang dia lihat di dunia ini dan Ren juga menceritakan pemandangan apa yang selama ini dia lihat kepada Erna.
__ADS_1
Ren merasa sangat bahagia saat ini. Karena selama ini dia tidak mempunyai teman yang dapat mengobrol tentang hobi yang sama dengan yang dia miliki.
Diwaktu yang sama sebuah portal muncul di belakang Ren dan disana keluarlah Ellen dengan Kyla.
Ren tidak menyadari kedatangan mereka karena mereka muncul dibelakang Ren namun Erna menyadari kedatangan mereka karena tempat duduknya tepat di depan Ren.
"Sepertinya Master yang kau sayangi sedang mengobrol dengan gadis cantik" Ucap Kyla dengan wajah tersenyum licik.
Rasa cemburu muncul dihati Ellen saat dia melihat master yang dia sayangi begitu bahagia dengan gadis lain.
Ellen datang dari arah belakang dan memeluk Ren.
Ren terkejut dengan sebuah gunung besar yang memeluk punggungnya.
Seperti kata pepatah kau tidak bisa memeluk sebuah gunung namun gunung bisa memelukmu.
"Ren-sama siapa dia ?"
Ren merasakan hawa permusuhan saat Ellen menatap kearah Erna.
(Apakah dia merasa cemburu ?)
"Ah dia adalah Erna, dia menyukai alam sama sepertiku mungkin kalian berdua bisa menjadi akrab. Erna dia Ellen NPC pendampingku" Jawab Ren dengan santai.
Tubuh Erna bergetar saat dia melihat Ellen.
"Telinga itu dan warna rambut itu. Apakah kau Dyrad ?" Tanya Erna dengan terkejut.
"Benar"
"Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan seorang Dyrad. Senang bertemu denganmu"
Erna begitu antusias saat bertemu dengan Ellen.
"Ermm..ya aku juga senang bertemu denganmu"
"Kau begitu cantik dan juga telinga itu boleh aku memegangnya"
"Kau tidak bisa hanya masterku yang boleh memegangnya"
Ren menatap kearah oppai yang masih menempel di belakangnya. Sementara itu Ellen menjadi lupa akan kemarahan yang dia miliki saat melihat Erna yang begitu senang bertemu dengannya.
"Apakah aku hanya karakter sampingan disini" Ucap Kyla dengan suara pelan.
Ellen baru ingat dengan temannya lalu dia memperkenalkannya dengan Ren.
"Ini Kyla dia adalah Dyrad penjaga hutan ini"
"Saya mengucapkan terima kasih atas apa yang anda lakukan dalam melindungi hutan ini. Mungkin ucapan terima kasih tidak akan cukup maka saya akan memberikan sebuah hadiah"
[Anda menerima Hadiah dari penyelesaian Hidden Quest karena kondisi tertentu]
[Anda mendapatkan hadiah buku Skill Purify]
[Hubungan anda dengan Dyrad meningkat]
[Anda mendapatikan tittle Savior Nature]
[Anda mendapatkan Armor sebagai hadiah]
[Anda mendapatkan 1500 gold sebagai hadiah]
[Anda mendapatkan Stat Luck sebagai hadiah]
[Anda naik level]
(kalau diingat ingat aku juga lupa memeriksa hadiah yang aku dapatkan setelah mengalahkan Monster Boss.. nanti aku periksa)
Ren begitu gembira mendapatkan hadiah tambahan setelah mengalahkan Monster Boss tapi karena dia tidak mau terlalu senang karena dia mungkin merusak image sebagai {petualang yang baik yang tidak rakus dengan hadiah} apalagi di depan gadis cantik yang ada di dekatnya (Erna).
"Aku tidak melakukan hal yang spesial jadi apa tidak apa apa menerima hal ini"
Ren mulai merendahkan diri.
"Apa yang Ren-sama katakan ? anda telah melawan Monster Boss King Death Of Root jika membiarkan dia hidup lebih lama maka dia akan menjadi lebih kuat" Ellen menyela dengan suara keras.
__ADS_1
Ren tidak tahu bahwa monster yang dia kalahkan sebegitu hebat. Walaupun alasan Ren mengalahkannya hanya karena dia ingin mendapatkan uang.
Bahkan dia mendapatkan hadiah melebihi apa yang dia perkirakan.
(Dengan ini mungkin aku mendapatkan uang untuk biaya kuliah adikku.. Mungkin lebih)
"Kalau begitu Terima ka-"
Belum selesai Ren menghabiskan kata kata terima kasih yang ingin dia ucapkan tiba tiba saja cuaca menjadi gelap seketika dan seseorang muncul dari kegelapan.
Sesorang yang muncul itu adalah Iblis yang sama dengan yang membunuh penjaga toko senjata.
"Bisa bertemu denganmu dalam sekali perpindahan sungguh mengejutkan" Ucap Iblis tersebut dengan tertawa.
"Iblis Abaddon" Ucap Ellen sambil menatap tajam kearahnya.
"Oya oya sungguh kebetulan bisa bertemu dengan seorang Dyrad disini" Iblis tersebut menatap kearah Kyla dan Ellen.
"Apa yang dilakukan seorang iblis disini ?" Tanya Ellen dengan nada marah.
"Aku akan membiarkanmu menebak"
"Pedang Pahlawan Cahaya" Jawab Kyla.
"Benar sekali"
Iblis Abaddon memiliki penampilan layaknya seperti manusia namun tanduk yang ada dikepalanya dan warna matanya yang begitu merah membuat dia begitu berbeda dengan manusia.
"Sebaiknya kau menyerahkan pedang cahaya itu dengan cara baik baik dengan begitu tidak ada yang bakal terluka" Iblis tersebut menatap tajam kearah Ren.
"Aku tidak akan memberikannya bahkan taruhannya nyawaku" Ren menjawab dengan begitu keren walaupun dia sangat ketakutan di dalam.
"Baiklah jika itu yang kau inginkan"
Iblis tersebut berubah secara perlahan dari tampilan manusianya menjadi monster bertubuh merah dengan tanduk dikepalanya. Tubuhnya terus membesar dan tangannya menjadi bertambah banyak.
(Apa yang dilakukan ben 10 disini)
"Ren-sama aku akan membantumu" Ucap Ellen yang berdiri disampingnya.
"Aku juga" Sambung Kyla.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi sepertinya NPC ini adalah orang jahat" Ucap Erna sambil mengambil pedang yang ada dipinggangnya.
[Karena kondisi tertentu Quest melindungi pedang pahlawan cahaya terpicu]
[Kekalahan akan menyebabkan kesempatan mendapatkan Quest Main Story menghilang]
[Jadi jangan sampai kalah :)]
Sialan tiba tiba pemberitahuan sistem muncul dan mengatakan hal yang tidak masuk akal.
Tapi sepertinya aku harus mengalahkan iblis yang ada di depanku jika tidak hidup nyamanku mungkin akan menghilang.
Aku tidak boleh kalah.
Bersambung...
"Thor koq lama update" Ren
"Aku sibuk juga" Thor
"Sibuk jadi NEET ?" Ren
"Sibuk mikirin alur cerita supaya novel ini jadi genre YAOI" Thor
"Aku bercanda haha" Ren
Jadi begitu karena author juga sibuk di dunia nyata jadi jika lama update jangan protes ya.
Lalu aku juga harus melanjutkan novelku yang satunya "Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain" jangan lupa mampir juga di sana.. :)
Tapi kalau banyak yang vote atau komen mungkin bakal semangat dan jadi giat agar Updatenya cepat.
Jadi cepatan komen atau vote agar cerita ini cepat masuk ke alur YAOI
__ADS_1
"THOR!!" Ren.