Fake World Online

Fake World Online
Ch 24 [Istri Adalah Orang Yang Harus Kau Takuti]


__ADS_3

Ren bersantai dengan tenang menikmati indahnya alam yang begitu indah di taman kerajaaan..


Setelah pertarungan yang begitu menegangkan dia memutuskan untuk bersantai terlebih dahulu..


Teh hangat dan cemilan kue menemaninya di samping dirinya..


Ren menyeruput teh itu dengan santai bersamaan dengan Raja, Ratu dan Ruuna di sana..


"Sungguh ini adalah teh yang nikmat"


"Oh terima kasih atas pujiannya" Ucap Ratu dengan tersenyum..


Ratu berpenampilan yang begitu mirip dengan Ruuna namun memiliki warna rambut dan mata yang berbeda..


Jika Ruuna memiliki warna rambut merah dan bermata biru..


Maka Ratu memiliki rambut berwarna silver dan bermata Hijau..


Untuk kecantikan tidak dapat diragukan bahwa ini adalah hal yang begitu indah.. bahkan diusia dia yang sekarang..


Ren melihat kearah Ratu begitu lama dan menyadari bahwa dia seperti melihat Ruuna dalam versi dewasa..


"Jangan coba-coba untuk menggoda istriku" Ucap Raja dengan tidak senang..


"I-itu.. mana mungkin aku berani melakukan itu" Balas Ren tersenyum canggung..


Ratu tersenyum manis mendengar percakapan itu..


Ruuna yang melihat hal ini masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi..


Ketika dia masuk kembali dan melihat ayahnya begitu akrab dengan Ren..


Apa yang terjadi ?


Ruuna melihat kearah Ren dengan begitu bingung..


Ren menyadari tatapan Ruuna kearahnya dan tersenyum manis "Apa ada yang salah di wajahku ?"


"T-tidak ada"


Ruuna tiba tiba tersipu malu akan hal itu..


"Sekarang kau mulai menggoda putriku" Gumam Raja dengan tidak senang..


"Apa salahnya kan.." Ren membalas dengan tidak senang..


Ren kembali menyeruput teh miliknya dan mencoba merasakan lebih dalam tentang teh ini..


(Sungguh enak)


Ren yang hanya bisa menikmati teh kantong murahan sekarang merasakan teh yang begitu mahal tidak bisa menahan wajah gembiranya tentang hal ini..


Sungguh jiwa Ren sudah terlalu lama misquen.. jadi hal kecil seperti ini sudah membuatnya terlalu bahagia..


...


...


...


Beberapa menit sebelumnya...


"Apa yang kau inginkan sebagai hadiah" Tanya Raja kepada Ren..


Ren menundukkan kepalanya dan merenungkan hal itu begitu dalam..


Mengingat permintaan ini harus menjadi titik penting bagi dirinya..


Ren merenungkan dengan begitu lama dan setelah itu dia menguatkan tekadnya..


"Aku ingin kuat"


"Maaf ?"


"Aku ingin lebih kuat.. setidaknya aku bisa melindungi diriku sendiri tanpa bantuan orang lain" Ucap Ren dengan mata yang penuh dengan tekad..


Raja melihat tatapan serius Ren menjadi tersenyum senang akan hal itu..


"Baik aku akan mengabulkannya.. namun sebelum itu kau harus mengganti Classmu dan harus siap dengan bimbinganku"


"Tunggu.. aku belajar denganmu"


"Hei jangan begitu sombong.. jika aku serius melawanmu bahkan satu detik pun kau tidak akan berdiri di sini"


"Maaf.. aku percaya akan hal itu"


"Hmmph"


Ren tahu akan hal itu juga.. mengingat jika Raja ini tidak terlalu meremehkan Ren.. mungkin Ren sudah kalah sejak tadi..


[Anda akan menjadi Knight Of Empire Hineri]

__ADS_1


"Aku bersedia.."


[Selamat anda mendapatkan Class Langka]


Ren terkejut akan pemberitahuan yang muncul ini dan merasa senang bahwa dirinya mendapatkan sebuah Class langka..


[Sekarang status anda telah diperbarui]


Nama : FLoxRen


Class : Knight Of Empire Hineri


Level : 0


Hp : 4323


STR : 321


DEF : 232


VIT : 145


AGT : 432


LUCK : 3


STAT POINT : 0


Skill Pasif : Untuk saat ini tidak ada


Skill Active: Untuk saat ini tidak ada


[Anda membuka kemampuan baru dipedang Pahlawan karena class yang anda miliki.. silahkan cek untuk informasi lebih lanjut]


...


"Apaaaaa!!?"


Ren terkejut dengan semua yang terjadi..


Levelnya kembali menjadi nol..


Dan juga semua Skill miliknya menghilang..


Ren menatap kembali kearah Raja yaitu ayahnya Ruuna dengan sedih..


"Bagaimana dengan class barumu"


Ren sedikit sedih akan hal ini..


Memang Class yang dia dapat begitu kuat bahkan ketika level 0 sudah memiliki tingkat statistik kekuatan yang tinggi namun tetap saja usaha yang Ren berikan untuk mendapatkan level tinggi itu cukup sulit..


Apakah benar sulit ?


Raja yang melihat itu menjadi panik..


"Nak tenang.. kau akan menjadi kuat nantinya"


Hal tersebut tidak dapat menenangkan dirinya hingga raja membujuknya dengan beberapa hal hingga dia menjadi tenang..


.....


...


..


Oleh karena itu Ren memutuskan untuk menenangkan dirinya di sini..


Jadi begitu alasannya kenapa semua orang ada di sini..


"Besok pagi kita akan berlatih dengan keras" Ucap Raja memecahkan keheningan.


"Eh..?"


"Tidak ada kata santai di sini"


Ren hanya mengangguk mengerti akan hal itu..


Sepertinya hari damai Ren masih jauh..


...


...


...


Setelah itu Ren log out dari game dan langsung merasakan perutnya meraung dengan ganas.


Ketika dia berada dalam game dia sudah lupa akan keberadaan waktu mengingat dia sudah menfokuskan dirinya dalam game..


Ren melihat jam ditelepon genggam miliknya yang dimana itu menunjukkan waktu 00:21.

__ADS_1


Itu sudah tengah malam..


Ren bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju dapur dan ingin memasak sesuatu yang instan untuk melegakan rasa laparnya..


Ketika Ren sampai di dapur dan melihat makanan yang telah dibuat dilapisi dengan plastik dengan rapi..


Sebuah kertas kecil berada di sana..


Aku tahu kakak belum makan. :)


Ren tersenyum melihat pesan kecil itu di sana..


Sungguh adik yang sangat baik..


Ren mengambil makanan tersebut dan dengan lahap memakannya..


...


...


..


Setelah kepergian Ren di sana terlihat Ruuna menatap kearah ayahnya dengan begitu serius.


"Apa ayah yakin mengajari Ren tentang seni pertarungan kita"


"..."


"Ayah tahu sendiri bahwa Ren bukan dari golongan kita apalagi dia--"


"Orang dari dunia lain"


Raja menyela perkataan yang ingin diucapkan oleh Ruuna..


Orang dari dunia lain adalah istilah yang merujuk kepada para pemain..


"Ayah tahu akan hal itu.. namun pedang pahlawan memilih dirinya.. berarti itu sudah menandakan dia berhak menerima perlakuan ini"


"Begitu.. jika ayah berkata begitu maka tidak ada hal yang perlu saya protes.."


Setelah itu Ruuna pamit untuk pergi dan meninggalkan ayahnya..


Ratu kemudian menatap kearah Raja dengan lembut..


"Kau terlihat kelelahan"


"Apakah begitu"


Ratu mengangguk dengan pelan..


Raja menghela napasnya dengan berat dan menatap wajah Istrinya dengan dalam..


Beberapa kerutan mulai terlihat di wajah istrinya walaupun itu tidak terlalu jelas namun itu tidak dapat menghentikan raja untuk tidak menyadarinya karena mereka berdua telah hidup bersama dalam waktu yang lama..


"Kau terlihat tua" Gumam Raja dengan keras tanpa sadar..


Perkataan itu menimbulkan sebuah urat marah muncul di kepala Ratu..


"Benar aku sudah tua.. ada apa dengan itu" Balas Ratu dengan marah..


"Tunggu itu bukan maksudku.. aku sedang berpikir waktu yang kita jalani begitu lama hingga tanpa terasa kita sudah tua"


"Tidak usah kau katakan apa apa lagi.. untuk malam ini kau harus tidur di luar"


"Tidur diluar cukup dingin.. aku sudah tidak muda lagi kau tahu"


Ratu tidak menghiraukan perkataannnya dan yah.. pada akhirnya bahkan ketika kau menjadi Raja tetap saja kau tidak bisa melawan dengan istrimu..


...


Setidaknya ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.. :v


Sungguh raja yang malang :'3


Bersambung...


Maaf lama gk update..


Pengennya update tiap hari tapi yang namanya manusia harus kerja untuk mendapatkan makan jadi yah gitu..


Jadi disela sela waktu luang aku menyempatkan diriku untuk menulis..


Ugh..


Seandainya aku dapat kontrak mungkin lain lagi ceritanya..


Dukung saja saya sebagai penulis dengan like dan vote kalian..


Moga aja dapat kontrak sih.. biar nambah penghasilan sedikit.. :')


wkwk..

__ADS_1


Tapi tenang saja walaupun tanpa kontrak aku tetap akan meneruskan ceritanya oke.. gk bakal berhenti ditengah jalan.. ;)


__ADS_2