
" silakan pilih tempat duduk mu James!" Ibu guru mempersilahkan James untuk duduk di bangku.
James, melirik ke kanan dan ke kiri, dia mencari cari bangku yang kosong yang akan dia tempati, semua mata tertuju pada James yang berjalan dengan kepala menunduk nya.
" jangan mau duduk dengan dia, dia aneh!" sayup sayup mereka berbisik,
James tidak lah aneh, dia hanya merasa asing dengan keadaan baru nya ini, sebab selama ini dia anak kecil yang tak pernah keluar dari rumah nya, yang selalu di kurung oleh kakek nya untuk alasan tertentu.
Matanya tertuju pada sebuah bangku kosong yang di sebelah nya di duduki oleh seorang anak laki laki yang tidak begitu suka dengan kehadiran James.
" jangan duduk di sini,!" dengan alis nya yang di tekuk, anak itu menutupi bangku kosong itu dengan tas nya.
James hanya terdiam, dan melanjut kan langkah nya yang gontai.
Kemudian dia melihat lagi sebuah bangku kosong yang sebelah nya di duduki seorang anak perempuan dengan rambutnya yang di kepang dua.
namun, dengan tanpa melihat James, dia langsung menutupi bangku kosong itu dengan tumpukan buku yang semula ad di atas meja nya. James hanya terdiam dan tetap menundukkan kepala nya, kemudian James melanjutkan langkah nya,
" James, sini....!" suara seorang gadis kecil dengan dua gigi nya yang ompong di bagian depan, memanggil nya.
sorot mata James tertuju pada sumber suara tersebut.
James bertanya tanya dalam hati nya sebab dia tidak melihat bangku di sebelah nya itu kosong, lalu kenapa dia memanggil dirinya?
James hanya terdiam, kaki nya tak lagi melangkah, ingin sekali rasanya dia berlari pulang kerumah dan menangis sejadi jadinya, dia tidak ingin lagi datang ke sekolah, karena yang dia lihat hanyalah wajah wajah yang tidak ramah menyambut kehadiran nya.
" james, sini kemari lah!" lagi lagi gadis ompong yang duduk di bangku paling belakang itu memanggil nya, kali ini dengan senyum yang merona di bibir nya.
Atmosfer gadis itu mengalahkan kesedihan James, karena baru kali ini dia melihat teman sebaya nya yang ada di kelas itu mau tersenyum dengan nya.
James pun mulai melangkahkan kaki nya ke arah gadis tersebut.
" James, kamu duduk saja di sini!" sambil menunjukan bangku yang telah di tempati oleh seorang anak laki laki yang menatap nya dengan tajam.
" ta,tapi bangku ini tidak kosong!" ucap James dia sedikit takut melihat anak laki laki yang duduk di bangku yang ditunjuk gadis ompong itu.
__ADS_1
Gadis itu tertawa melihat ekspresi James yang ternyata begitu ciut nyali.
" hey Farhan!" gadis itu menepuk nepuk punggung Farhan, Farhan adalah anak laki laki yang menempati bangku yang ada di depan anak gadis tersebut.
karena punggung nya yang merasa di tepuk, dia membalik kan badan nya menghadap gadis ompong itu. Dia merasa sangat senang, karena baru kali ini gadis itu mau berbicara dengan nya.
" ini, buat kamu!" tangan nya menggenggam sesuatu, Farhan yang hati nya sedang sangat gembira, sangat antusias dan penasaran dengan apa yang ada di genggaman gadis itu, dia pun membuka telapak tangan nya untuk menerima sesuatu yang hendak diberikan oleh gadis ompong yang duduk di belakang nya itu. Kemudian gadis itu meletak kan sesuatu di tangan Farhan
lalu dengan perlahan Farhan membuka tangan nya, tiba tiba ada sesuatu yang berasa dingin dan menggeliat di tangan nya.
" aaaaaa,, tolong!" teriak nya, dia melihat seekor ulat besar berwarna hijau sedang menggeliat di tangan nya yang kecil itu, semua mata tertuju pada Farhan yang berteriak ketakutan, Farhan secara refleks melempar ulat itu sehingga mengenai seorang murid perempuan dengan rambut yang di kepang dua tadi.
Karena merasa jijik dengan ulat, dia pun ikut berteriak meminta tolong agar seseorang mengambil ulat tersebut. Sontak seisi kelas menjadi ramai dengan teriakan anak anak penghuni kelas 3A tersebut.
" tolong.... Tolong..!" teriak nya sembari menjerit ketakutan, namun tak ada satu orang pun yang menolong, semua nya bergidik geli melihat ulat sebesar itu.
" ada apa? Kalian berteriak teriak?" Ibu guru mencoba menenangkan situasi kelas yang gaduh.
" Bu,tolong aku, tolong ambilkan ulat ini Bu, Aku takut!" teriak gadis kepang dua tadi, sambil menunjukan ulat yang menggeliat di rambut nya, ekspresi nya setengah menangis,membuat gadis ompong pembuat onar itu kembali tertawa dengan lebar.
Ibu guru menelan ludah, sebenar nya diri nya juga sangat takut dan geli melihat ulat Se besar itu,
" tadi Farhan melempar nya Bu!" teriak anak anak yang ada disana kompak.
" Bu, bukan Aku Bu, tapi!" belum selesai Farhan berbicara, gadis ompong itu membungkam mulut Farhan, sembari menunjukan satu toples penuh ulat ulat yang berukuran besar besar menggeliat di dalam nya.
" kamu mau Aku masukin tirex ini ke dalam bajumu?" gadis itu mengancam Farhan dengan suara yang sedikit berbisik,sehingga Farhan merasa ketakutan dan memilih diam,tidak melanjutkan ucapan nya tadi.
" kamu tenang di sana, ibu ambil kayu panjang dulu!" seru ibu Guru yang sedikit mual melihat ulat hijau besar tersebut.
sementara Ibu Guru keluar kelas untuk mencari kayu panjang, James mendekati gadis berkepang dua tersebut, kemudian dengan tenang nya mengambil ulat hijau besar yang sedang menggeliat di kepala gadis itu.
" sudah, Aku sudah mengambil nya, jangan menangis!" ucap James kepada gadis berkepang dua itu. Gadis berkepang dua itu kini sangat terkesima dengan kebaikan James, padahal tadi dia sudah menolak dia untuk duduk di bangku kosong di sebelah nya.
" te, terima kasih, kamu boleh duduk di samping ku!" ucap gadis kepang dua tersebut.
__ADS_1
" James, kenapa kamu kesitu? ayo kemari!" teriak gadis ompong tadi,
James melirik Farhan yang sudah bersiap siap untuk pindah tempat karena merasa terancam oleh gadis ompong pecinta ulat tersebut.
" hey Kira, dia mau duduk dengan ku,!" teriak gadis kepang dua itu, yang berada di barisan nomer dua terdepan.
" hey, Mira lihat Farhan sudah bersiap siap pindah ke bangku mu!" teriak Akira, membalas teriakan gadis yang bernama Mira tersebut.
Gadis berkepang dua itu pun terdiam dan tersipu malu, sebab Farhan adalah anak paling tampan yang menjadi idola di kelas itu, sedang kan gadis berkepang dua itu sangat ingin Farhan untuk duduk di bangku sebelah nya, oleh sebab itu, dia tidak pernah mengijinkan siapapun menyentuh bangku kosong yang ada di sebelah nya itu, termasuk James.
" kamu suka kan?" teriak Akira dengan tawa renyah nya, dia sangat tau betul selera Mira selama ini.
Sebenar nya Farhan tidak ingin pindah ke bangku lain, sebab dia sangat menyukai Akira yang pemberani dan suka menolong itu, namun dengan terpaksa Farhan harus meninggalkan bangku yang sudah 1 tahun ini dia duduki bersama Bimbo, anak paling gemuk di kelas itu.
" hey Bimbo, geser lah sedikit, James mau duduk di sini!" Akira mendorong tubuh Bimbo yang besar, namun sama sekali tak tergeser, tenaga Akira tak sebanding dengan tubuh Bimbo yang 4 kali lipat di banding tubuh kecil nya.
" Yuna, tolong Aku dong!" ucap Akira pada teman sebangku nya yang sudah menjadi sahabat nya sejak masih di taman anak anak.
" merepotkan sekali kamu Akira!" ucap Yuna yang selalu mengunyah permen karet tersebut.
" Ayolah Yun, bantu Aku please!" ucap Akira memohon kepada Yuna yang tak acuh itu.
Dengan terpaksa, Yuna berdiri dari duduk nya, dia berjalan ke arah Bimbo, dan melototi Bimbo yang sedang duduk di bangku tersebut.
Melihat bola mata Yuna yang melotot lebar, nyali Bimbo mulai menciut, dia takut sesuatu yang tidak di harapkan ya kembali terjadi seperti waktu waktu yang lalu, Yuna adalah gadis yang paling di takuti di kelas, lantaran dia mempunyai senjata pamungkas yakni permen karet yang di kunyah nya, dia tak segan segan menaruh permen karet bekas kunyahan nya ke rambut musuh musuh nya,
" i, iya Yun, jangan melotot begitu!" Bimbo menggeser sedikit pantat nya,
" Bimbo, sedikit sekali geser nya!" Akira mencoba protes, melihat pantat Bimbo yang masih memakan separuh dari kursi James.
" nih, lihat nih, pantat ku cuma duduk separuh di bangku!" ucap Bimbo, ternyata Bimbo tidak bohong, tubuh nya yang amat besar memang memakan tempat yang lebih banyak, dia melihat Bimbo yang separuh tubuh nya keluar dari bangku.
" Astaga, kenapa Farhan betah sekali duduk di samping mu!" Akira menghela nafas panjang.
" James, duduklah!" Akira mempersilahkan James untuk duduk di bangku depan nya itu. Seperti seorang pelayan yang melayani pangeran.
__ADS_1
kemudian dia menaruh tas nya diatas meja dan bersiap duduk di sebelah Bimbo yang berbadan sangat besar, sedang kan dia terlalu kecil jika di pasang kan dengan Bimbo.
Meskipun tubuh James begitu kecil, tetap saja badan nya susah sekali untuk bergerak dengan leluasa.