Fantastic Earth ( The Journey )

Fantastic Earth ( The Journey )
MOON STAR ACADEMY


__ADS_3

James, merebahkan tubuhnya diatas rerumputan di bawah langit,


Dengan posisi terlentang, dia melihat bintang bintang yang gemerlapan di angkasa luas,


Sesekali cahaya kilatan komet berseliweran di antara jutaan Bintang yang bersinar terang.


Dia menenggelamkan wajah nya dalam lamunan,


Sementara yang lain nya sedang asyik memasak sayuran yang di cari oleh George dan Charlie untuk membunuh rasa malu nya di hadapan Viona tadi.


James memejamkan kedua bola mata nya, sayup sayup dia mendengar suara teman teman nya yang sedang asyik bercanda,


sayup sayup juga dia mendengar suara anak anak kecil yang mengusirnya.


Kini tubuh James sudah tenggelam jauh dalam lamunan nya.


Kegelisahan hati nya semakin membuncah, dendam dan kebencian di masa lalu, menari nari di dalam otak nya,


***


James kecil, berangkat ke sekolah sendirian dengan berjalan kaki,


Hari ini adalah hari pertamanya dia belajar di bangku sekolah, setelah biasanya dia hanya belajar di rumah bersama kakek nya.


Entah karena alasan apa, kakek nya tak pernah mengijinkan James untuk keluar menikmati udara segar dan kebebasan.


Dengan menggunakan kaos lengan panjang dan topi berwarna merah, James sangat bersemangat untuk melihat suasana di luar rumah nya,


Di dalam perjalanan nya menuju sekolah, dia melihat begitu banyak orang berlalu lalang dengan rambut dan bentuk wajah yang berbeda beda,


hal ini mematahkan persepsi nya, yang menganggap bahwa semua orang dewasa itu seperti kakek nya, dan semua anak kecil itu seperti dirinya.


ketika dia melewati sebuah lapangan bermain, pandangan nya tertuju pada beberapa anak laki laki seusia nya yang sedang bermain bola di sana,


hal itu membuatnya tidak fokus dengan jalanan yang ia pijaki,


Dia tidak melihat ada sebuah lubang kecil di depan nya, sehingga membuat kakinya tergelincir dan masuk kedalam lubang tersebut.


" aahhhh!" teriak nya. seketika tubuh nya yang kecil itu tersungkur di atas tanah bebatuan, dia melihat darah segar keluar dari kedua lutut nya, serta beberapa luka lecet di sekitar kaki dan tangan nya.


"Hua Hua Hua!" dia menangis merasakan rasa perih yang amat di sekitar luka luka nya itu.


Mendengar tangisan nya itu, seseorang dengan rambut panjang tergerai, datang menghampiri nya,


" adik, adik nggak papa? Mana yang sakit?" suara orang itu terdengar sangat lembut

__ADS_1


James menunjukan luka luka nya tersebut kepada orang itu.


kemudian orang itu mengajak nya menepi, dan duduk di sebuah bangku kosong yang ada di sekitaran taman bermain


" sini, biar kakak obati!" orang itu mengambil beberapa lembar plester di dalam tas nya, untuk membalut beberapa luka James.


James merasakan sentuhan tangan nya yang begitu lembut, sangat jauh berbeda dengan kakek nya,


Sepanjang waktu itu, James terperangah dengan keindahan mahluk yang berada di hadapan nya tersebut.


**Kenapa orang ini begitu berbeda dengan ku? kenapa suara orang in**i tak sama seperti kakek ku?


kenapa suara nya begitu lembut?


pertanyaan pertanyaan itu terus berkecamuk di dalam benak nya.


Kenapa Aku tidak pernah melihat nya kek?


" sudah tidak sakit kan?" sembari merekatkan plaster di luka luka James, lagi lagi suara perempuan itu terdengar lembut dan ramah di telinga James,


hal itu kembali membuat perasaan James menjadi sangat sedih,


" Hua Hua Hua!" tiba tiba James menangis sejadi jadi nya, dia tidak tahu, dia merasa bingung harus berkata apa? perasaan aneh bercampur aduk menjadi satu dalam benak nya, dia tidak pernah merasakan sebuah sentuhan yang penuh kasih sayang seperti itu sebelum nya, ruang lingkup nya hanya sebatas antara kakek dan diri nya saja.


" kenapa kamu menangis lagi?" ucap perempuan itu, sembari membelai rambut James dengan halus.


" sudah, jangan menangis lagi ya,ayo kakak Antar kamu ke sekolahan!" perempuan itu tersenyum ke arah James, kemudian menggandeng tangan James untuk menuju ke tempat belajar nya yang baru itu.


" di mana sekolahan kamu dik?" tanya perempuan itu.


Namun James hanya terdiam, dia masih terpaku melihat perempuan yang menggandeng tangan nya itu.


Perempuan itu merasa bingung melihat James yang hanya terdiam membisu, wajah nya mulai gusar, dan berpikir harus bagaimana agar anak kecil di hadapan nya itu mau menjawab pertanyaan nya. kemudian matanya melirik ke arah topi yang di kenakan oleh James, terpampang nama dan alamat sekolahan di atas topi berwarna merah itu. Dia menghela nafas lega.


" oh, jadi kamu sekolah di moon star academy?" lagi lagi perempuan itu mengusap usap kepala James dengan lembut.


James menganggukkan kepala nya, meskipun dia tidak mengerti dimana sebenar nya moon star academy yang di maksud itu berada.


dengan menggandeng tangan James, perempuan itu mengantarkan James sampai di


depan gerbang sekolahan nya.


" Nah, sudah sampai, kakak pamit dulu y, kamu sekolah yang rajin!" ucap perempuan muda tersebut sembari sedikit mencubit pipi James yang bersemu merah.


" te,terima kasih!" ucap James.

__ADS_1


"sama sama!" perempuan itu kemudian berlalu pergi, sembari melambai lambaikan tangan nya ke arah James.


" dadah, sampai ketemu lagi y!" ucap perempuan muda tersebut, dua buah lesung pipi terlihat di antara sela sela senyum nya yang mengembang.


James pun ikut melambai lambai kan tangan nya,


Di dalam kelas, lagi lagi James di buat bingung dengan lingkungan di sekitar nya, banyak sekali orang berpenampilan seperti perempuan yang di temui nya tadi,


dia tersadar, bukan hanya mahluk seperti kakek dan diri nya yang menghuni dunia ini, ada banyak manusia dengan berbagai jenis yang hidup berdampingan dengan nya selama ini, hanya saja keterbatasan ruang lingkup yang membuat James seperti orang asing yang baru turun ke Bumi, diantara mereka.


" anak anak, kita kedatangan murid baru!" ucap seseorang yang berpenampilan sama seperti perempuan yang menolong nya tadi pagi,


Suara nya juga tak kalah lembut dari perempuan tadi.


"asik... Kita dapat teman baru!" ucap seorang perempuan yang duduk di bangku paling belakang,


" ayo perkenalkan dirimu!" ucap ibu guru tersebut.


"A, Aku James!" ucap nya sedikit gemetaran, lantaran baru pertama kali ini, dia berhadapan langsung dengan banyak orang yang memandang nya.


" James tinggal di mana? Dengan siapa?" ibu guru itu bertanya lagi dengan lembut kepada James.


" Aku tinggal di jalan kahyangan bersama kakek!" lidah nya kelu, suara nya tersendat sendat karena merasa grogi, namun ibu guru itu memaklumi nya, dengan terus melontarkan pertanyaan yang harus di jawab oleh James, sebagai bentuk pengenalan diri nya selaku murid baru disana.


" dimana Ayah dan Ibu kamu James?" ibu guru itu kembali bertanya, mendengar pertanyaan itu, mata James membulat,kali ini dia tak bisa menjawab pertanyaan itu dengan benar.


Ibu? Mahluk apa yang disebut Ibu itu? Kenapa Aku tidak pernah mendengar nya?


" Ibu?" James dengan wajah polos nya menatap ke arah Guru nya, berharap Ibu guru yang berdiri di samping nya itu, ber inisiatif membantu nya untuk menjawab pertanyaan asing itu.


" iya, Ibu James, apakah James tidak punya ibu?" ibu guru tersebut terus mendesak nya, dia sama sekali tak memahami perasaan James yang sedang kacau itu.


" Ibu?" James kembali melihat ke arah guru nya, dia hanya bisa mengeluarkan kalimat itu, dia tidak bisa menjabarkan siapa sebenar nya ibu itu? Mahluk apa lagi yang bernama ibu itu.


Melihat James yang mulai kebingungan, Ibu guru memberitahunya tentang bagaimana seorang Ibu itu dan mulai mendeskripsikan nya,


" James, Ibu adalah perempuan yang melahirkan kita, Ibu adalah pahlawan yang sudah mempertaruhkan nyawanya untuk kita, tanpa ada nya ibu kita tidak ada di dunia ini!" Ibu guru itu mulai menjelaskan kepada James tentang arti seorang ibu yang sebenar nya.


Jadi, mahluk yang sekarang ada di hadapanku ini di sebut perempuan?


Lalu kenapa Aku tidak pernah melihat mahluk seperti itu ada di rumah ku?


Jika tidak ada ibu, Aku tidak ada?


Lalu kenapa Aku ada tanpa ibu?

__ADS_1


pertanyaan demi pertanyaan itu kembali menggelayuti pikiran nya yang kacau, namun dia menepis nya, dia mulai melihat wanita yang ada di depan nya itu tersenyum dengan lembut ke arah nya, di wajah nya, terpancar Aura indah yang belum pernah lihat sama sekali sebelum nya,


James mulai menyukai nya, dia mulai menyukai mahluk yang bernama perempuan itu, bagi nya semua perempuan itu lembut dan baik hati, meskipun dia belum pernah melihat sosok ibu di kehidupan nya selama ini.


__ADS_2