Fantastic Earth ( The Journey )

Fantastic Earth ( The Journey )
DIEGO


__ADS_3

" Kenalin, Aku Akira!" gadis ompong itu menyodorkan tangan nya untuk berjabat dengan James.


" Aku, James!" James menjawab dengan sedikit grogi,


" sudah tau, !" Akira tertawa kecil, gadis itu memang tabiatnya memang periang dan sedikit jail.


James tertunduk malu, pipi nya merona bersemu merah, sesekali dia memain kan alat tulis nya untuk membunuh rasa malu itu.


" kenalin ini Yuna, sahabat Aku yang paling baik!" James melirik Yuna yang sedang asik mengunyah permen karet, Yuna sangat berbeda dengan Akira yang periang, raut muka nya selalu masam tanpa ekspresi, sorot mata nya tajam, seperti Elang yang siap menukik mangsanya,


" Yuna!" tanpa menjabat tangan James, Yuna memperkenalkan diri nya,


James yang kepalang malu, sudah tidak mau lagi menyebutkan nama nya, dia hanya membalas perkenalan itu dengan anggukan kepala.


" kalau yang ini Bimbo!" Akira kembali memperkenalkan teman nya kepada James,


" Aku Bimbo, !" ucap Bimbo,anak laki laki itu memiliki pipi bulat seperti bola basket, sehingga bibir nya yang kecil ikut terdorong maju oleh pipi nya yang besar.


James kembali menganggukkan kepalanya untuk menjawab salam perkenalan tadi.


" James, lihat tirex ku!" Akira menunjukan koleksi ulat nya kepada James.


" wah, banyak sekali!" James terkejut melihat nya,


Ternyata dia tak hanya mempunyai satu toples ulat, melainkan tiga toples ulat dengan jenis yang berbeda beda. Yang di taruh nya di dalam tas merah muda nya.


" nanti pulang sekolah kamu mau kan, main ke rumah ku?" bisik Akira


James hanya mengangguk setuju atas ide Akira untuk mengundang nya bermain ke kediaman keluarga nya tersebut.


Beberapa saat kemudian, Ibu guru datang dengan membawa kayu panjang untuk mengambil ulat hijau besar yang menggeliat di kepala Mira tadi.


Ibu Guru, mendekati Mira dan bersiap untuk mengambil ulat tersebut.


" lho, mana ulat nya Mira?" Ibu guru kebingungan.


" sudah diambil James Bu!" jawab Mira yang hati nya sedang berbunga bunga itu,sebab impian nya untuk duduk bersama Farhan selama bertahun tahun bisa terwujud karena insiden ulat tadi.


" syukurlah, terima kasih ya James!" ucap Bu Guru kepada James yang sedang duduk berdesakan dengan Bimbo.


James yang tanpa kata, mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum ke arah Guru cantik tersebut.


" Akira, ini ambil!" James memutar badan nya ke belakang, dia memberikan sesuatu kepada Akira.


" wah,kamu mau ngasih Aku apa James?" Akira tersenyum kegirangan.

__ADS_1


James meletakkan sesuatu di tangan nya.


tanpa basa basi, Akira membuka telapak tangan nya,


" Diego!" bibir nya tersenyum lebar, Akira sangat senang, melihat ulat hijau kesayangan nya itu kembali.


Dia menamai ulat tersebut dengan sebutan Diego, nama itu terinspirasi dari Diego Maradona idolanya di pertandingan sepak bola, lantaran Ulat hijau itu yang paling gesit berjalan nya, dari pada ulat ulat lain nya yang ada di dalam toples.


James tersenyum melihat Akira yang periang dan selalu gembira itu, kapan pun dan dimana pun dia berada.


...****...


" James, ayo kita pulang bersama!" Akira menawarkan kepada James untuk pulang sekolah bersama nya.


Entah kenapa gadis ini tak pernah terlihat sedih di hidup nya, Energi nya yang positif, membuat James yang selalu murung menjadi sedikit lebih ceria dari sebelum nya.


" Ayuk!" James meng iya kan ajakan Akira, dengan penuh semangat Akira menggandeng tangan James yang dingin tersebut. Akira melihat Yuna yang sedang mencari cari nya di koridor kelas.


" James, Ayo kita lari!" Akira mengajak James berlari dengan cepat.


" ada apa Akira?" James bertanya tanya.


" Yuna sedang mencari ku!" ujar nya,


" kenapa kamu tidak mau pulang bersama Yuna?" tanya James.


Hati nya yang hampa kini sudah di penuhi oleh warna. Akira, gadis sederhana yang mampu meramaikan hati James yang kesepian.


Mereka terus berlari dengan canda tawa bersama.


Farhan yang melihat nya dari jauh merasa sangat benci dengan pemandangan yang ada di depan matanya tersebut.


Baginya Akira adalah cinta pertama nya, bagi nya, Akira hanya untuk diri nya saja.


" awas kau James!" tangan nya terkepal, hati nya merasa sakit, kenapa Akira lebih memilih dekat dengan James, laki laki yang tidak pernah menunjukan wajah nya, laki laki yang selalu menunduk saat berjalan,


Sementara Yuna yang melihat Akira bersama James, hanya menggelengkan kepalanya sembari tatap mengunyah permen karet, kemudian meniup nya menjadi gelembung kecil di antara sela sela bibir nya. Dalam hati nya, dia merasa sangat senang, Akira bisa dekat dengan James, sebab bagi nya, apa pun yang dipilih oleh Akira, adalah yang terbaik untuk Akira, dia memahami Akira lebih dari dirinya sendiri.


Sesampai nya mereka dirumah Akira, James terkejut, melihat rumah Akira yang sangat besar dan mewah,


" Aku pulang,!" teriak Akira di depan pintu rumah nya .


" Akira sudah pulang!" Ibu nya menyambut dengan senyuman yang hangat.


" mah, kenalin ini James!" James yang merasa malu, bersembunyi di balik tubuh Akira yang sedikit lebih tinggi dari nya. Melihat James yang sembunyi di balik tubuh nya, dia Akira menarik tangan James untuk mencium tangan Ibu nya.

__ADS_1


" James, cium tangan Mamah!" pinta Akira


kemudian James mendongak kan kepalanya yang semula menunduk, untuk melihat ke arah Ibunya Akira.


" wah, kamu tampan sekali ternyata, kenapa harus malu malu seperti itu?" Ibu Akira mencubit pipi James dengan gemas, wajah nya terlalu imut untuk anak se usia nya.


mendengar kata tampan yang keluar dari mulut Ibu nya, Akira mendekati wajah James, kemudian melepaskan topi yang di kenakan James yang belum pernah dia lepaskan sepanjang hari ini, dia mengamati setiap sudut wajah James dengan seksama, sejurus kemudian dia merasa sedikit terkejut melihat wajah James yang ternyata memang sangat tampan.


" Wah, imut nya!" Akira ikut mencubit pipi James seperti yang di lakukan Ibu nya tadi.


Kali ini dia mencubit pipi james sedikit lebih keras karena saking gemas nya.


" Aduh, sakit!" James merintih kesakitan.


" maaf, hehehe!" senyum nya yang Akira yang lebar, memperlihat kan gigi ompong nya, seketika James tertawa melihat gigi Akira yang ompong itu.


" ha ha ha, kemana gigi kamu?" tanya James,


" di ambil peri gigi!" jawab Akira dengan santai


" memang ada? Peri gigi?!"


" ada, dia suka mencuri gigi anak anak yang tidak bisa tersenyum!" wajah Akira begitu meyakin kan, sehingga membuat James bergidik ngeri mendengar nya, takut peri gigi juga akan mengambil gigi nya.


" tapi bohong hehehe!" Akira kembali memperlihat kan gigi nya yang ompong, mereka pun tertawa bersama sama.


Hey,saling menertawakan itu lebih baik bukan? Dari pada menertawakan orang lain?


Ibu Akira mempersiapkan makan siang untuk mereka berdua, James terkejut begitu banyak aneka macam hidangan yang tertata di atas meja makan. Lagi lagi Pemandangan ini tak pernah dia lihat sebelum nya,


" Ayo James, kita makan bersama, jangan malu malu!" ucap Ibu Akira, wanita itu selalu tersenyum ke arah mereka berdua.


Aroma sedap dari makanan itu menggugah selera makan James,perut nya yang sudah keroncongan mendorong nya untuk segera menyantap makanan yang tersedia di atas meja tersebut.


" Ayo James, tunggu apa lagi?" ucap Akira yang sudah mengambilkan beberapa centong nasi di atas piring James, tangan nya yang sudah gatal untuk mengambil makanan itu, segera mencomot beberapa lauk yang ada di hadapan nya itu, kemudian menyantap nya bersama nasi yang di siapkan Akira di atas piring nya tadi.


" Enak!" ekspresi bahagia di wajah James, menunjukan bahwa makanan yang di santap nya itu memang benar benar enak,


" benar kah?" wajah Ibu Akira sumringah melihat James yang terlihat menikmati makanan buatan nya, James dengan lahap menghabiskan makanan Yang ada di piring nya itu, saking bahagia nya dia, matanya berkaca kaca saat menikmati hidangan yang di buat penuh cinta oleh Ibu Akira,


" wah, ternyata kamu suka ya? dengan masakan Ibu ku?" Akira ikut bahagia melihat James yang makan dengan lahap,sembari menambahkan beberapa makanan di atas piring James. Melihat Akira menambahkan beberapa centong nasi di piring nya,tiba tiba James terdiam, dia tertunduk lesu, melihat nasi yang ada di hadapan nya itu, seketika butiran butiran bening jatuh dari kedua bola mata nya.


Akira dan Ibu nya terkejut melihat hal itu, mereka tak menyangka, James yang terlihat bahagia kini menangis sesenggukan, perasaan nya mudah sekali berubah ubah.


" James, kenapa kamu menangis?" Ibu Akira menghampiri james, seraya memeluk nya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


" Aku tidak punya ibu, dan tidak pernah tau seperti apa itu ibu!" ucap James, Air matanya semakin deras membanjiri pipi nya yang chubby itu.


Akira yang melihat itu, segera turun dari kursi nya, dan ikut memeluk James.


__ADS_2