Fantastic Earth ( The Journey )

Fantastic Earth ( The Journey )
KABUT ILUSI


__ADS_3

sudah hampir seharian mereka melakukan perjalanan, langit mulai melukis wajah nya dengan bintang bintang, Angin malam berhembus kencang, menusuk pori pori mereka dengan hawa dingin nya,


" Vio, kau bilang perjalanan kali ini tidak membutuhkan waktu lama?" Nelly yang lemah lembut itu,mulai merasa kelelahan, lantaran mereka tak kunjung sampai ke tempat tujuan.


" iya ya,menurut penglihatan mata ku seharusnya kita sudah sampai sih!" Viona yang memimpin jalan, mencoba mengumpulkan kekuatan nya kembali,dan memfokuskan pandangan nya ke depan,


" Gawat, Aku tidak bisa melihat apa apa di depan ku!" ucap Viona panik,dia mundur satu langkah,


" apa?" yang lain nya serempak terkejut,


" lalu dimana kita?" tanya Charlie yang posisinya berdiri di dekat Viona.


" Aku tidak tahu!" Viona merasa ketakutan, sembari menggigit kuku nya untuk menghilangkan rasa panik.


" hey, perempuan bodoh, kamu jangan main main dengan kami!" Ujar James dengan kasar, dia sama sekali tidak bisa melihat situasi dan kondisi,


" James, jaga mulut mu!" Florita melayangkan pukulan keras ke wajah James, yang telah berkata kasar kepada adik nya.


" hey, santai aja dong!" James meraba raba kepala nya yang kesakitan akibat pukulan maut Florita.


" dia sudah berusaha keras, kamu memang dasar tidak bisa menghargai usaha orang!" sekali lagi Florita menendang James, dia masih belum puas melihat James yang kesakitan.


"am,ampun!" kali ini James mengalah, dia sadar ketika melihat wajah Viona yang pucat karena ketakutan,


" Vio, coba kamu fokuskan lagi pandangan mu!" George menenangkan Viona yang sedang panik.


Dengan seluruh kekuatan yang di kerahkan nya, Viona mencoba untuk terus fokus.


Belum sempat Viona melihat sesuatu di depan nya, tiba tiba tanah yang mereka pijak bergerak dan terbelah menjadi beberapa bagian, Viona terjebak bersama Charlie, James terjebak bersama Florita dan George terjebak bersama Nelly, ternyata tanah yang mereka pijaki bukanlah tanah atau bebatuan, melainkan punggung hewan yang mirip dengan kepik raksasa


" oh Tuhan, apa lagi ini!" seru George,


Hewan itu terus berjalan dengan jumlah yang tak terhitung,


" kenapa Aku harus terjebak dengan kamu sih? Pasti akan menyusahkan sekali!" Florita mengumpat kesal, melihat James yang berdiri sok keren di samping nya.


" berisik, cerewet sekali kamu, Aku juga tidak mau terjebak sama kamu!" ucap James, dia merunduk memposisikan kaki nya untuk menopang tubuh nya, dia mencoba untuk mencari tahu sebenar nya apa yang terjadi saat ini, tangan nya meraba raba punggung serangga raksasa yang menyerupai tanah berbatu tersebut, kemudian dia memperhatikan dan mencium bau dari tanah yang diambil nya tadi.


" gawat,, binatang ini akan meledak jika dia tersentuh oleh benda asing!" gumam nya.


Florita yang mendengar nya terkejut.


"Apa?" teriak Florita.


"Flo, pegang tangan ku!" James menginstruksi Florita yang berdiri mematung disamping nya.


" nggak, Aku nggak Sudi!" sejak James mencium nya tadi, Florita merasa sedikit takut berhadapan dengan James.


" sudah lah, kita tidak ada waktu!" James menggendong tubuh Florita kemudian dia melompat secepat kilat menuju punggung serangga yang lain nya.


Dan benar saja, serangga tadi meledak dan mengeluarkan aroma busuk di sertai racun yang mematikan.


" Charlie, ajak Viona pergi dari situ, serangga itu akan meledak!" teriak James, Charlie mengangguk kan kepala nya.

__ADS_1


" George!" teriak James, George sudah mengetahui hal itu, mereka dengan tangkas melompat ke tempat satu menuju tempat lain nya, namun seakan tak ada henti nya, jumlah serangga itu semakin banyak memenuhi lembah itu.


George dengan kekuatan Angin nya, menyulap partikel partikel pasir membentuk menjadi tali yang sangat panjang dan mendaratkan tali itu pada sebuah pohon besar yang menjulang di sisi tebing, dengan gesit nya, ia dan Nelly melompat menaiki tebing yang ada di sekitar lembah tersebut.


" kita selamat!" George menghela nafas panjang.


sementara Charlie dengan pedang air nya, dia membentuk lapisan es sehingga memudahkan mereka untuk berjalan diatas menuju tebing.


" Viona, pegang tangan ku, sebelum lapisan es ini mencair!" dengan sigap Viona mengikuti Charlie dan berlari di belakang nya, namun saat mereka hendak mendarat ke tebing,tiba tiba lapisan es di kaki kiri Viona yang belum sempat menyentuh tanah mencair dengan cepat, Charlie yang menyadari hal itu segera menangkap Viona, sehingga tubuh nya ambruk menimpa tubuh Charlie, sesaat mereka saling pandang, namun pada akhirnya mereka tertawa bersama, untuk membunuh rasa canggung di antara mereka.


"Ha ha ha ha, kenapa Es itu cepat sekali mencair?" Viona terkekeh, wajah nya kembali bersemu merah,


" syukurlah kamu tidak kenapa kenapa Viona!" ucap Charlie dengan nafas yang tersengal, dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika Viona tidak selamat tadi, dengan posisi mereka yang masih terlentang menghadap langit, Charlie secara refleks memeluk Viona yang ada di samping nya. Hal itu membuat Viona terkejut bukan main,


" hah?" Charlie yang sadar telah memeluk Viona bergegas melepaskan Viona, begitu pun dengan Viona yang segera beranjak, dia tidak bisa menahan panas di wajah nya karena menahan malu dan perasaan canggung nya.


" ma, maaf!" ucap Charlie, yang kembali ke mode cool nya.


" he he he!" Viona terpaksa menyeringai agar bisa membuang rasa canggung nya.


George dan Nelly berpura pura tidak memperhatikan mereka,


" bagaimana dengan James dan Florita?" George mencoba mencairkan suasana, di tengah perasaan canggung antara Viona dan Charlie, dia juga merasa khawatir dengan keadaan James dan Florita.


" semoga mereka baik baik saja!" Nelly mengepalkan kedua tanganya di depan wajah nya, dia berdo'a dengan penuh pengharapan.


Cukup lama mereka menunggu di atas tebing, namun James dan Florita tak kunjung terlihat naik.


" jangan khawatir, mereka pasti baik baik saja, James laki laki yang kuat!" ucap Charlie dengan santai.


sesaat kemudian terdengar suara keributan dari jarak yang tak begitu jauh.


Mereka yang mendengar nya merasa lega, itu adalah suara Florita yang sedang memarahi James.


" lepaskan Aku, lepas kan!" teriak Florita


" nggak mau,!" James tetap membopong tubuh Florita,


Sebuah bola api besar melindungi tubuh mereka berdua, dan dengan bola Api itu juga mereka bisa naik ke permukaan, James menggunakan kekuatan klan Bintang yang bisa menguasai beberapa element sekaligus, termasuk element Api.


" turunkan Aku!" Florita bersikukuh ingin turun.


" hey gadis aneh, kalau kamu turun sekarang, kamu akan jatuh, karena kamu tidak bisa menggunakan element api!" James mencengkram pundak Florita dengan keras, sebab gadis bertubuh kecil itu berkali kali berontak untuk turun.


" Aku bisa menggunakan kekuatan ku sendiri!" teriak Florita dengan sombong.


George, Charlie,Nelly, dan Viona hanya tertawa melihat pemandangan itu.


" Bukan mereka kalau tidak ribut!" ucap Nelly dengan senyuman khas nya.


" kalau di lihat lihat sepertinya mereka itu cocok!" George menimpalinya.


" apanya yang cocok Kak? Mereka kayak kucing dan tikus!" ucap Viona,

__ADS_1


" kucing dan tikus itu jodoh,lihat mereka selalu kejar kejaran" jawab George tersenyum ke arah Viona


" iya juga ya kak, di mana ada tikus disana ada kucing!" Viona membalas senyuman George, melihat Viona dan George saling tersenyum, membuat Charlie merasa cemburu.


" membosankan!" ucap Charlie, sembari membaringkan tubuh nya lagi menatap langit yang cerah.


Sementara James, akhir nya menyerah dan menurunkan Florita yang menggigit tangan nya.


" auhh, sakit Flo!" James merintih kesakitan.


"baik, kalau ini yang kamu mau!" James yang merasa kesal, seketika melepaskan kedua tanganya,membuat tubuh Florita meluncur kembali ke bawah,


" aaaahhhhh!" Florita berteriak sekencang kencang nya, dia merasa ketakutan di buat nya.


Semua terkejut melihat kejadian itu,


" James, apa apaan kau!" teriak Viona yang takut akan terjadi apa apa dengan kakak nya. Sementara James hanya tersenyum tipis,


Sontak semua berdiri untuk melihat keadaan Florita, termasuk Charlie yang semula cuek,


James yang tidak serius melepas tubuh Florita, secepat kilat dia menyambar lagi tubuh Florita yang hampir menyentuh serangga peledak itu.


Mata mereka sekali lagi saling berpandangan.


" sudah? jangan takut lagi, Aku cuma memberimu sedikit pelajaran!" James memelankan suaran nya,


Dia tak tega melihat Florita yang menangis ketakutan.


" bodoh kau James, bodoh!" Florita menangis sembari memukul mukul dada James yang bidang itu.


James mempercepat laju bola api untuk sampai ke atas tebing.


Entah mengapa setiap dia menatap mata Florita dengan tajam, selalu ada getaran tak biasa di dadanya, seperti ada suara masa lalu yang memanggil nya.


Perasaan ini Aneh, setiap Aku berada di dekat gadis ini, Aku merasa sangat mengenal nya lebih dari apapun.


Sesaat kemudian, mereka mendarat di atas tebing, James menurunkan Tubuh Florita yang jauh lebih pendek dari nya.


Nelly melihat tangan James yang berdarah,


" James, ada apa dengan tangan mu itu? Sini biar Aku obati!" Nelly yang notabene berasal dari klan Bulan, klan yang paling banyak mempunyai ramuan obat dan sejenis nya, hendak membantu James yang terluka akibat gigitan Florita.


" Tidak apa apa, hanya terluka karena pedang!" James menutupi bekas gigitan Florita tadi dengan ikat kepalanya.


Kenapa dia mencoba melindungi ku? Bukankah dia sangat membenciku? James, sebenar nya mahluk seperti apa kamu?


" James, cepat obati luka mu,!" ucap George yang juga khawatir.


" Aku bilang tidak apa apa ya tidak apa apa, nanti juga akan sembuh sendiri!" James mulai kesal, dengan perlakuan over protektif teman teman nya itu.


"James!" Florita memanggil nya lirih,


James hanya melirik ke arah nya, kemudian merebahkan tubuh nya dan membenamkan wajah nya ke langit,

__ADS_1


__ADS_2