
Akira yang tidak menyangka harus mengemban beban yang sangat berat dari kakek Edward, menyimpan gelang pemberian Raja Elang di dalam saku baju nya, dia menunggu momen yang tepat untuk memasangkan nya di pergelangan tangan James.
Pagi ini, Cahaya matahari bersinar dengan cerah, langit tampak berwarna biru, sama sekali tak sedikitpun memperlihatkan awan sebagai penghias tubuh nya.
" selamat pagi James!" sembari menggendong tas berwarna merah muda, Akira tersenyum ke arah James,
" selamat pagi!" sambung nya, James terlihat sangat sumringah dari biasa nya, senyumnya pun ikut mengembang di bibirnya yang kecil itu.
"James, nanti pulang sekolah main yuk!" gadis itu masih penuh dengan energik.
" boleh,!" James menyanggupi nya,
Dari kejauhan, Farhan melihat kedekatan mereka berdua, dia merasa sangat marah dan iri dengan James, dalam benak nya menyimpan berjuta kata tanya yang seolah olah tak ada yang bisa menjawab nya,
kenapa harus anak aneh itu yang bisa dekat dengan Akira? Pertanyaan itu selalu muncul di dalam pikiran nya di selimuti penyakit, ingin rasa nya dia menyingkirkan James dari sana, dan menggantikan posisi nya untuk berjalan di samping Akira, namun dia merasa tak berdaya, Akira memang tidak pernah mengajak nya interaksi seperti dia berinteraksi dengan James.
Sampailah mereka di dalam kelas moon star academy, Akira meletakkan tas nya di atas meja, begitu pun dengan James yang mengikuti Akira dari belakang, sesaat kemudian Bimbo datang bersama Yuna, secara tak sengaja, dia menyenggol badan James yang kecil itu, dengan pantat nya yang 4x lebih besar dari tubuh James,
" Aduh,,!" separuh tubuh James tersungkur di atas bangku, sementara separuh badanya yang lain, dari pinggang hingga ujung kaki nya tergencet badan Bimbo yang besar itu, namun Bimbo sama sekali tidak menyadari hal itu, mungkin pengaruh lemak yang terlalu banyak di tubuh nya, atau memang karena memang dia sengaja? Tak ada yang tau pasti dengan pikiran Bimbo, si bocah gembul tersebut,dia malah asik makan kripik singkong di pertengahan jalan menuju bangku nya dan James,
mendengar rintihan James, Akira segera bangkit dari duduk nya dan mendorong tubuh Bimbo hingga terjatuh, kali ini, tenaga Akira cukup kuat untuk mendorong Bimbo yang berat nya hampir 150kg itu.
" ih, dasar cowok gendut, kalau jalan lihat lihat dong, kondisikan pantat kamu, kasian James kesakitan tergencet badan kamu!" ujar Akira yang berapi api,
" maaf Ra, Aku gak sengaja Ra!" meskipun tubuh nya tersungkur di atas lantai, Bimbo masih menyempatkan diri untuk memakan kripik singkong di tangan nya.
__ADS_1
" kamu nyebelin banget!" Akira merampas kripik singkong yang ada di tangan Bimbo dan menginjak injak nya sampai hancur tak tersisa,
James menatap Akira dengan perasaan yang aneh, entah mengapa dia melihat sesuatu di tubuh Akira yang tak kasat mata, wajah Akira tak seperti biasanya, Aura nya yang biasanya terlihat cerah, tapi kini sedikit suram, seperti bukan Akira yang James kenal.
" Akira, sudah, jangan emosi terus!" Yuna memiting lengan Akira, untuk menjauhkan nya dari Bimbo, namun kaki Akira tetap menendangi tubuh Bimbo yang besar itu, hingga Bimbo menangis kejar di buat nya. Suaranya yang kencang itu membisingkan seisi ruangan, teman teman dari kelas lain berbondong bondong ikut datang melihat Bimbo yang menangis, Ibu Guru yang mendengar keributan itu, datang langsung ke kelas untuk menghentikan Akira yang terus bergejolak, dan membawa mereka berdua ke kantor.
" jadi, kamu benar benar menendangi kaki Bimbo?" Ibu guru duduk di hadapan mereka, mengintimidasi Akira yang sebelum nya tak pernah membuat masalah dengan teman teman sekelas nya.
" iya, emang kenapa?" ujar Akira yang mulai tidak sopan dengan guru nya itu, tidak biasnya Akira berbuat seperti itu, dia selalu tampak manis di hadapan para Guru dan teman teman nya.
" Akira, kamu sadar? Kamu berbicara dengan siapa?" Guru yang biasanya sabar, kini sedikit geram, sikap Akira yang dinilai kurang sopan, sudah keterlaluan hari ini.
" Aku bicara dengan mu, dengan siapa lagi?!" dia semakin tidak sopan kepada Gurunya itu, sembari tangan nya ******* ***** rok yang dia kenakan, tubuh nya seakan sedang menahan sesuatu, mulutnya berat untuk mengeluarkan kata kata yang ada di dalam hati nya.
" Akira, hari ini kamu Ibu skors, panggil kedua orang tua mu kesini besok!" Ibu Guru itu semakin di buat marah oleh Akira, sedangkan gadis kecil yang periang itu, kembali tak mampu mengeluarkan suara nya, mata nya melirik ke arah pundak sebelah kirinya, dia tau betul, ada sebuah bayangan hitam yang mengendalikan diri nya, dia tak fokus dengan Guru nya,lantaran bayangan itu perlahan lahan meraba raba isi kantong nya seperti hendak mengambil gelang yang diberikan Edward untuk James kemarin siang,
" Akira!" suara itu membuyar kan lamunan nya, seperti nya dia mengenali suara yang memanggilnya itu.
" James, kenapa kamu datang kesini?" Ibu Guru menegur James yang tiba tiba sudah ada di ruang Bimbingan konseling siswa itu.
Tubuh Akira yang semula terasa kaku tak bisa bergerak, secara tiba tiba kini dia sudah bisa merasakan kesadaran tubuh nya kembali, Bayangan hitam yang menyelimuti tubuh Akira tadi, seolah olah ketakutan saat melihat James menghampiri Akira, bayangan itu segera melesat meninggalkan Akira yang semula menjadi tawanan nya.
" James!" Akira merasa seperti tahanan yang baru lepas dari penjara, dia segera menghampiri James, seraya memeluk laki laki kecil di hadapan nya itu lagi, sebagai rasa syukur atas pergi nya bayangan hitam menyeramkan yang mengendalikan tubuh nya tadi. James merasa kebingungan dengan sikap Akira yang hari ini terlihat aneh.
"ada apa Akira?" tanya nya.
__ADS_1
" tidak apa apa!" Akira menggelengkan kepalanya sembari tersenyum melihat James.
Ibu Guru menggelengkan kepala, melihat sikap Akira yang begitu cepat berubah ubah,
" duduklah!" ibu guru memberi perintah.
Akira dan James ,kini duduk saling berdampingan dihadapan Ibu Guru, sementara Bimbo yang juga ada di ruangan itu, masih sibuk berkutat dengan makanan ringan yang di bawa nya.
"Bu, Akira tidak salah!" ucap James,laki laki kecil berbicara dengan menundukkan kepalanya.
"apa maksud mu James?" tanya Ibu Guru
" Akira mencoba menolong ku, tadi kebetulan badan ku kegencet sama perut Bimbo yang kebetulan sedang lewat,!" dengan malu malu, James menjelaskan duduk perkara yang sebenar nya kepada Ibu Guru cantik yang ada di depan nya itu,
" Astaga, ternyata hanya itu masalah nya!" Ibu Guru tertawa mendengar penjelasan James, sembari melihat ke arah Bimbo yang memang bertubuh jumbo itu, James dan Akira menganggukkan kepala nya secara bersamaan.
" Akira, lain kali jangan menggunakan kekerasan meskipun itu kepada siapa saja, bicaralah baik baik dengan Bimbo, agar dia mau menggeser sedikit perut nya!" Ibu Guru itu masih menahan tawa mendengar penjelasan James tadi.
" Baik!" Akira menganggukkan kepalanya, kali ini dia kembali menjadi Akira yang sopan dan periang,tidak seperti tadi.
" ya sudah, kalian kembali ke kelas, untuk mengikuti pelajaran!"
"baik Bu!" James dan Akira kompak dan segera kembali ke kelas mereka, namun Bimbo yang juga ada disana, masih saja duduk di depan mejanya sembari membuka kulit kuaci, yang di beli nya dari kantin sekolah, hasrat nyemil Bimbo memang sangat tinggi, dia berbeda dengan anak anak yang lain nya.
"Bimbo, kamu juga kembali!" ucap Ibu guru memberi perintah kepadanya, namun Bimbo tak kunjung beranjak dia hanya fokus pada kuaci nya,
__ADS_1
" Astaga!" kini Ibu guru tau, kenapa Akira merasa kesal kepada Bimbo.