
Atmosfer monster itu terlalu kuat untuk menahan jiwa mereka yang rapuh.
Disaat seperti ini, James, Charlie, George,Nelly,dan Florita, tidak mampu berbuat apa apa,
Sedikit demi sedikit tubuh mereka mulai menghitam, jika keadaan seperti ini di biarkan maka tidak menutup kemungkinan, raga mereka akan hancur, dan jiwa mereka akan terserap masuk kedalam tubuh monster tersebut, mengikuti jejak orang orang sebelum nya.
Ya, memang benar, monster ini bukanlah perseorangan, tubuh nya terdiri dari jiwa jiwa kotor penuh dendam seseorang, yang dia serap dan di jadikan ya tawanan seumur hidup di dalam tubuh nya. Itu sebab nya, monster itu tak memiliki raga, monster itu hanyalah bayangan hitam berbau amat busuk, se busuk jiwa jiwa mereka yang penuh dendam dan luka di masa lalu.
Di dalam penglihatan Viona, dia melihat begitu banyak jiwa yang ingin di bebaskan, mereka yang menyedihkan itu terkurung oleh ilusi mereka sendiri. Mereka menangis meronta ronta berharap ada seseorang yang mau menolong nya.
" ini tidak bisa di biarkan, hey monster berhentilah kau, jangan terus menyanyikan lagu kesedihan seperti itu, lepaskan mereka yang menjadi tawanan mu!" teriak Viona sembari memukul mukul kan tangan nya ke tubuh transparan monster itu, namun seperti tak mendengarkan Viona, monster tersebut terus bernyanyi tanpa henti,
Viona sudah sangat pasrah dengan keadaan nya, hatinya menangis pilu, apakah semua ini harus berakhir disini?
Dalam kesedihannya itu, pandangan nya terfokus pada mata besar yang ada di wajah monster itu, "ternyata dia mengeluarkan suara merdu itu melalui mata nya". Gumam Viona, dan terus memperhatikan detail wajah si monster menyedihkan itu.
di tengah keputusasaan nya, dia menemukan sebuah ide brilian, untuk menusuk mata monster itu dengan sisa sisa kekuatan nya, dia tahu, sumber dari kekuatan Monster itu berasal dari mata nya, hanya itu satu satu nya anggota tubuh monster tersebut yang bisa di tembus oleh kekuatan dari luar, namun lagi lagi dia harus mengalami keadaan sulit lantaran cengkraman monster itu terlalu kuat untuk menahan tubuh nya yang kecil itu, tubuh nya sama sekali tidak bisa bergerak di buat nya.
" apa yang harus Aku lakukan, tolong!" ucap nya dalam hati.
Saat ini diri nya sudah berada di puncak keputusasaan, dia membuang semua harapan nya untuk bisa lepas dari keadaan ini, dia biarkan tubuh nya melemah dan tak peduli lagi, meskipun harus menjadi santapan monster itu,
" teman teman maafkan Aku!" dia merunduk,meringkuk dalam cengkraman monster busuk itu, air mata kekalahan, jatuh bercucuran membasahi wajah nya yang cantik.
Saat dia meresapi kesedihan nya, tiba tiba dari kejauhan dia melihat sebuah cahaya terang menaiki tebing, cahaya itu seperti berlari sangat kencang mendekat kepada nya,
kening Viona secara ajaib kembali mengeluarkan cahaya seperti saat sedang menghadapi Raja Singa Arga, tubuh nya yang semula melemah dan tak berdaya, mengalami sebuah perubahan yang luar biasa, diri nya serasa mendapatkan transfer energi yang sangat besar saat kening nya mulai mengeluarkan cahaya.
" Nona, Aku datang menyelamatkan mu!" suara itu berasal dari cahaya yang berlari ke arah nya, ternyata dia adalah binatang legenda mirip musang yang memiliki 3 ekor panjang dan dapat menyala dalam kegelapan. Binatang itu lah yang menjadi tunggangan Dewi Bumi, penakluk para Binatang.
" Siko, Aku mengandalkan mu!" ucap Viona dengan sorot mata nya yang tegas, Viona yang kini sudah berubah wujud, secara alamiah mengenali binatang yang sudah menjadi sahabat nya itu.
Dengan tangkas nya Siko melemparkan tongkat keramat milik Dewi Bumi, yang dia bawa dengan mulut nya. Viona langsung menangkap tongkat itu dengan tangan kanan nya, dan tanpa berpikir panjang, dia menancapkan tongkat kebesaran nya di pangkal lengan monster itu, sehingga membuat nya menjerit kesakitan,dan melepaskan Viona dari cengkraman nya. Hal itu membuat tubuh Viona terhempas dari ketinggian, Siko dengan cepat menangkap tubuh Viona yang hampir menyentuh tanah.
" Siko,!" teriak Viona memanggil tunggangan nya itu, Siko yang sudah mengerti kode yang di berikan Viona, dengan cepat menyambar tubuh Viona yang hendak tersungkur di atas tanah, kemudian membawanya terbang mengelilingi kepala monster tersebut.
" siko lebih mendekat ke mata nya!" perintah Viona, Siko mempercepat laju nya untuk mendekat ke arah sumber kekuatan Monster itu.
__ADS_1
Seketika nyanyian pun berhenti, mata besar yang mengeluarkan suara tadi, melirik ke arah nya dan hanya terfokus pada Viona yang memang sengaja mengecoh nya untuk menghentikan nyanyian lagu kesedihan nya. Jiwa teman teman nya yang hampir masuk ke tubuh monster tersebut kini kembali ke tubuh nya masing masing, dengan cepat mereka tersadar dan kembali ke dalam mode normal seperti sedia kala.
" Viona,!" ucap Florita, dia mendapati adik nya yang sudah berubah sepenuh nya. Kekuatan Dewi Bumi sudah merasuki tubuh Viona sepenuh nya.
Hal ini membuat mereka semua merasa takjub, bisa melihat wujud Dewi Bumi yang sesungguh nya secara langsung.
Viona yang sudah geram dengan monster kegelapan itu,tanpa berpikir panjang, dia menancap kan tongkat sakti nya itu di tengah tengah bola mata besar yang ada di hadapan nya tersebut.
Dari awal Viona sudah menyadari, bola mata monster itu adalah dunia yang mengikat jiwa jiwa kotor penuh dendam dan ambisi seseorang yang di serap nya,suara teriakan kedua terdengar lebih keras dari sebelum nya, tubuh monster itu kini tersungkur, mata yang sudah di hancurkan oleh Dewi Bumi tersebut, kini telah mati, dan dari nya keluar lah semua jiwa jiwa hitam yang ingin bebas dari ikatan belenggu monster itu.
Satu persatu bayangan hitam itu melompat sehingga memenuhi langit di sekitaran sana,
Kini bayangan itu telah menjadi Putih dan membentuk wajah wajah dari pemilik nya yang selama ini tertawan, bahkan banyak dari mereka bukan dari kalangan penduduk Bumi, melainkan berasal dari klan klan lain yang ikut terperangkap dalam kesedihan monster tersebut.
Semua wajah wajah berseri dari bayangan yang keluar dari tubuh monster tadi mengucapkan terima kasih dan salam kehormatan kepada Dewi Bumi yang sudah menolong nya.
" terima kasih Dewi Bumi, telah membebaskan kami dari penderitaan selama berjuta juta tahun!" ucap mereka bersamaan.
" bebas lah kalian, Aku tidak akan mengikat kalian dengan belenggu, pergilah kalian ke tempat tujuan akhir kalian!" ucap Dewi Bumi, dengan posisi yang masih berada di atas tubuh Siko, binatang tunggangan nya tersebut.
" Baiklah, sekarang pergilah kalian!" ucap Dewi Bulan dengan mata tegas nya.
Seketika langit di penuhi cahaya, cahaya yang berasal dari jiwa kotor yang kini telah bebas dari belenggu, mereka saling meluncur seperti bintang jatuh yang menghiasi langit.
James dan kawan kawan terperangah melihat ke indahan pemandangan itu. Viona yang sudah sangat lelah karena telah menggunakan seluruh energi nya untuk memanggil Dewi bulan, kini jatuh tersungkur di atas tanah, lagi lagi George dan Charlie saling berebut untuk membantu Viona,
Kali ini masing masing dari mereka tak ada yang mau mengalah,
" hey Charlie, sudah lah, Aku sudah mendapatkan nya terlebih dahulu!" seru George yang memegangi kepala Viona.
" kamu salah, Aku yang sudah mendapatkannya terlebih dahulu!" Charlie dengan gaya cool nya bersikukuh, dirinya lah yang pertama menolong Viona, mata mereka saling beradu dan mengeluarkan kilatan kilatan petir.
" jangan jangan mereka, ah sudah lah!" ucap James, dengan senyum tipis nya.
Nelly dan Florita tertawa melihat kejadian itu.
Siko yang melihat Viona tersungkur segera menghampiri nya,dan mengendus endus kan hidung nya ke kepala Viona.
__ADS_1
Dengan terpaksa George dan Charlie menyingkir dari dekat tubuh Viona.
Siko yang kini berubah menjadi hewan berukuran kecil mengeluarkan sebuah mantra yang dapat membangunkan Viona dari pingsan nya. Siko adalah binatang yang secara Khusus di jadikan tunggangan oleh Dewi Bumi saat sedang dalam keadaan genting, dia sangat setia dengan tuan nya, meskipun Dewi bulan harus berkali kali ber reinkarnasi berubah wujud, namun Siko masih tetap mengenali tuan nya itu, melalui aroma nya.
Dengan perlahan lahan Viona membuka mata nya,
" Siko!" dia segera sadar dari pingsan nya kemudian menyambar tubuh Siko sembari menciumi wajah Siko yang menggemaskan.
George dan Charlie tersenyum kecut melihat itu.
" lah no, Iri kan kalian!" sebagai laki laki James meledek teman teman nya itu.
" diam kau James!" Charlie yang kesal dengan James menghampiri nya dan menjitak kepala James,
" banyak omong kau James!" ujar George, mereka pun tertawa melihat kekonyolan nya sendiri.
Viona yang melihat itu merasa aneh dengan tingkah laku 3 laki laki yang kini menjadi teman nya tersebut.
" ada apa ya?" dia menghentikan aktifitas nya menciumi Siko, dan melihat ke arah mereka bertiga.
"Vio, mereka berdua su!" dengan sigap George membungkam mulut James yang usil tersebut.
" Su apa? sulit?" tanya Viona,
" i, iya, sulit buang Air besar!" ujar Charlie mengalihkan perhatian Viona, demi membungkam mulut James, dia rela menahan malu dan menurunkan harga diri nya di depan perempuan hebat tersebut.
" awas kau james!" dia mewanti wanti James yang masih cengengesan di belakang nya.
" oh, begitu, kalau begitu ayo kita makan sayur!" ucap Viona dengan senyuman imut dari bibir nya, yang membuat George dan Charlie semakin meleleh di buat nya.
tolong kondisikan senyum mu Viona! Ucap dan Charlie dalam hati nya.
" A, ayo, ayo kita mencari sayur!" ucap George yang juga dibuat malu karena ulah James.
James tertawa geli melihat tingkah mereka berdua, yang galak ketika menjadi pendekar, tapi ciut nyali di hadapan wanita.
Florita dan Nelly hanya bisa tertawa melihat Kelakuan mereka yang konyol.
__ADS_1