Fantastic Earth ( The Journey )

Fantastic Earth ( The Journey )
SIKO part 2


__ADS_3

prakk


Sebuah benda menyerupai kulit kayu kering mendarat di atas kening James yang sedang asik melamun di tengah Padang rerumputan di bawah kaki langit,


"Aduh, sialan!" ucap nya yang sedikit terkejut, sembari menggosok gosok kening nya yang terkena hantaman kulit pohon kering tadi.


" Hey laki laki pemalas, sampai kapan kamu akan tidur di situ? Setidak nya meskipun kamu tidak membantu untuk memasak, minimal kamu makan makanan yang sudah susah payah kami masak!" Umpat Florita, selaku orang yang sudah melempar James dengan kulit kayu kering itu.


"Dasar betina kau cerewet sekali!"


laki laki itu, hendak bangun dari tempat diri nya tenggelam dalam masa lalu nya tadi, Namun tiba tiba seekor Kupu Kupu bercahaya terbang mengitari perapian yang di buat oleh George.


" Akira!" gumam James, dia tau betul jika Kupu Kupu itu persis seperti Kupu kupu yang terbang bersama hilang nya jasad Akira yang waktu itu sedang berada dalam pelukan nya.


Kupu kupu kecil itu, hinggap di atas rambut Florita yang sedang asik menyantap makanan bersama Nelly.


"Indah nya!" ucap Nelly, yang secara tidak sengaja menyadari keberadaan kupu kupu tersebut.


Florita yang tidak mengetahui tentang ada nya kupu kupu yang hinggap di rambut nya merasa kebingungan dengan apa yang Nelly ucap kan, dia menoleh Kekanan dan kekiri seperti orang yang ling lung, mencari sesuatu yang di bilang Nelly sangat indah tersebut.


"Apa?" ucap Gadis itu masih kebingungan, dengan mulutnya yang penuh makanan.


"Di kepala Mu ada Kupu kupu yang indah sekali, dari sayap nya mengeluarkan cahaya yang terang!" pandangan Nelly lurus ke kupu kupu itu, seperti terhipnotis dengan keindahan Kupu Kupu tersebut.


"Iya kah? Aku ingin lihat!" ucap Florita, tanpa bergerak, takut kupu kupu itu akan kabur.


"Kamu jangan bergerak, biar Aku tangkap Kupu kupu itu!"


Dengan sangat hati hati, tanpa mengeluarkan suara dia mencoba menangkap kupu kupu itu dengan tangan kosong nya.


wush


Sebuah tongkat yang familiar meluncur ke arah kepala Florita, menyerempet sedikit Rambut nya yang di kuncir kuda, membuat kupu kupu itu kabur dan lenyap begitu saja dalam gelap nya malam.


"Jangan sekali kali kamu menyentuh kupu kupu itu!" Ucap Viona, dengan Mata nya yang membulat tak seperti biasa nya.


Dan benar!


Tongkat yang meluncur ke arah kepala Florita itu adalah tongkat sakti milik Viona, gadis yang di anugerahi penglihatan ajaib itu punya alasan tersendiri untuk mengusir kupu kupu cantik tersebut, sembari melirik ke Arah James yang mulai kesal sedikit panik tatkala melihat Viona mengusir kupu kupu itu dengan kasar.


"Apa alasan Mu mengusir kupu kupu itu?" tanya Nelly yang sama sekali tidak mengerti dengan maksud dan tujuan gadis bermata hijau itu.


"Kakak tenang saja, Kupu kupu itu aman, Aku hanya mengusir nya karena kak Florita alergi dengan serangga!" Viona sengaja meninggikan nada bicara nya, agar suara nya itu terdengar oleh James yang berada sedikit jauh dari mereka.

__ADS_1


"Iya, ya! Ternyata kamu masih ingat kalau kakak Mu ini, alergi dengan yang nama nya serangga!" Florita membenarkan apa yang di ucapkan oleh adik nya tersebut, sejak kecil memang dia alergi dengan yang nama nya serangga, khusus nya kupu kupu.


"Syukurlah! Aku belum sempat menangkap kupu kupu itu!" Ucap Nelly, gadis cantik itu berterima kasih dengan kesigapan Viona dalam menolong kakak nya.


"Ya sudah, lanjutkan lagi makan nya kak!"


gadis bermata hijau itu tersenyum, kemudian berbalik pergi untuk mengambil semangkok Sup untuk di berikan nya kepada James.


"Kak James! Ini makanan buat kamu!"


Gadis itu tersenyum manis, sembari menyodorkan semangkuk Sup rumput laut kepada James,


"Terima kasih!" James mengambil semangkuk sup itu dengan wajah yang masih sedikit kesal, namun Viona menarik tangan James, hingga membuat posisi laki laki itu selangkah lebih dekat dengan wajah Viona,


"Maaf kak! Aku sudah membunuh nya!"


Ucap Viona berbisik di dekat telinga James.


Laki laki bertubuh tinggi itu menjadi geram dengan pernyataan Viona yang seolah olah tidak punya perasaan tersebut.


"Apa?"


Seketika darah nya mendidih, wajah nya menjadi merah padam, dia mengepalkan tangan nya yang besar itu, dan siap untuk memukul Viona yang berdiri polos di sampingnya.


Mengetahui hal itu, Viona tak tinggal diam, dia menarik tangan James lebih dalam seraya kembali membisikkan sesuatu di sisi sebelah kiri telinga James.


Viona sengaja tidak memberitahukan hal itu kepada yang lain nya, agar suasana makan mereka tidak lagi gaduh dengan muncul nya energi buruk yang menghampiri mereka.


James hanya terdiam, hati nya begitu kalut, antara senang, sedih atau bingung? Kenapa Viona bisa tahu jika James menghawatirkan kupu kupu itu.


"Ke,kenapa?" laki laki bertubuh tinggi itu tidak tahu harus berkata apa lagi? Viona seolah olah ikut masuk ke dalam lamunan nya tentang Akira saat itu.


Viona melepaskan tangan James, kemudian memegang pergelangan tangan nya, dan dari pergelangan tangan itu, Viona mentransfer penglihatan nya di pikiran James, gadis bermata hijau itu memfokuskan pandangan nya ke pergelangan tangan James, sembari mengucapkan mantra yang tidak di ketahui bahasa nya oleh laki laki tersebut.


Dari energi itu, memancarkan sebuah cahaya hijau yang masuk kedalam penglihatan James, sontak laki laki itu memejamkan mata nya, lantaran tidak sanggup melihat cahaya terang itu secara langsung.


Saat dia memejamkan mata, justru dia melihat ruang lingkup mereka menjadi warna hitam kehijauan, dengan begitu banyak kupu kupu bercahaya yang mengitari mereka, James merasakan aura gelap dari kupu kupu itu, membuat tubuh nya menggigil.


Viona kembali menyadari satu hal, bahwasanya tubuh James amat sensitif dengan sesuatu yang bersangkutan dengan Raja Awan Hitam, dengan cepat dia menarik kembali energi nya untuk menghindari perubahan tubuh James agar tidak lagi menjadi monster yang mengerikan.


Lapp


Suasana seketika kembali kondusif, James tersungkur masih merasakan sakit di kedua bola mata dan kepala nya.

__ADS_1


Viona mengulurkan kembali tangan nya,gadis itu hendak membantu James untuk kembali duduk dengan posisi yang lebih nyaman, kemudian mengusap kedua bola mata James dengan ibu jari nya.


"Apa yang kakak lihat?"


Gadis itu berjongkok di hadapan laki laki yang sedang kalut itu, dia tersenyum seperti anak kecil, yang tidak sabar mendengarkan dongeng orang dewasa.


Gila! Cepat sekali perubahan anak ini, dari wanita perkasa menjadi perempuan kecil manja!


James menyentil kening Viona dengan jari nya.


"Cerewet sekali kamu!" ucap James, kali ini dia tersenyum melihat perempuan yang paling muda di antara mereka semua itu.


"sakit tau Kak!" ucap nya dongkol, dia merasa tak terima dengan serangan James yang sangat tiba tiba.


Sembari tertawa kecil,James mengusap kening Viona yang sakit itu dengan ibu jari nya.


"Dasar anak kepo, kenapa kamu ikut masuk dalam lamunan kakak tadi? Meskipun itu keahlian Mu, tapi hal itu sangat di larang dalam Dunia kita ini!" Laki laki itu tak seperti biasa nya, kali ini dia jauh lebih tenang.


"Kak, tujuan kita bukan hanya Akira, tapi tujuan kita ini adalah dunia! Ingat lah dengan janji janji kakak di hadapan Pangeran Edward dan para petinggi Klan Bintang!"


Perempuan kecil itu mengingatkan kakak seperjalanan nya itu, dengan kebijakan hati nya yang tidak di miliki oleh perempuan mana pun.


"Maaf kan Aku Vio, seharusnya Aku tidak lagi kembali ke masa lalu!" laki laki itu kembali merebahkan tubuh nya di atas rerumputan.


"Seperti nya kakak melupakan satu hal, lembah ini adalah lembah ilusi, apa pun yang ada di pikiran kakak, akan menjadi ilusi yang bisa membahayakan kita semua, Kupu kupu yang kakak lihat itu adalah Ilusi yang tercipta dari kekuatan jahat yang terbentuk dari pikiran kakak sendiri!"


Viona ikut merebahkan tubuh nya di atas rerumputan sembari memandangi bintang bintang yang tumpah ruah di angkasa.


"Jadi, Kupu kupu itu bukan Akira?" tanya James.


"Kupu kupu itu adalah diri kakak sendiri, energi kotor kakak yang berisi dendam dan amarah, hilangkan dendam itu kak, agar keberadaan kita tidak di ketahui Raja Awan Hitam dengan mudah!" Viona mewanti wanti James dengan kata kata lembut nya , namun mampu menusuk hati seorang James.


"Iya, cerewet sekali Kamu!" ucap James, sambil mengacak ngacak rambut Viona yang tergerai panjang menutupi sebagian mata nya itu.


"Ih, kakak! Disini tidak ada sisir!" teriak Viona,


"Sini, Aku sisirin!"


James semakin gemas dengan gadis kecil cerewet itu, dia semakin mengacak ngacak rambut Viona, hingga membuatnya mengembang seperti rambut Singa.


Namun momen itu menjadi momen yang tak terlupakan, sebab itu lah yang membuat Viona menyadari tentang sifat asli James yang sebenar nya sangat rapuh dan kesepian, gadis itu memandang iba wajah James yang menyimpan begitu banyak luka di dalam nya.


"Pangeran Denver!" gumam Viona lirih, sembari terus memperhatikan wajah laki laki menyedihkan itu.

__ADS_1


"Mari kita makan!" ucap James yang kembali ingat dengan mangkuk berisi sup rumput laut nya tadi.


"silahkan di makan Kak, sup buatan kak Charlie!"


__ADS_2