Fantastic Earth ( The Journey )

Fantastic Earth ( The Journey )
AIR TERJUN KEMATIAN 2


__ADS_3

Seutas cahaya kecil keluar dari pergelangan tangan James, di tengah rasa takut nya yang mendera, dia berusaha memfokuskan pikiran nya untuk dapat mengeluarkan kekuatan yang lebih besar dari sebelum nya, sedang kan sungai yang deras itu, terus berlompatan saling berlomba untuk menangkap tubuh James yang kecil itu, mereka bernyanyi berteriak satu sama lain, menciptakan suara bising untuk mengecoh titik fokus James,


Sedangkan para pangeran tangguh itu, dengan mudah menaklukan cengkraman cengkraman air terjun kematian berbekal kekuatan yang mereka miliki, tak sedikit dari mereka dengan cepat menepis pergerakan tangan air terjun itu agar tidak menjadi korban dari amukan nya begitu saja,


James mampu mengikat tubuh nya di antara dahan dahan pohon yang menjorok di tepian tebing itu.


" Wuhu, Aku berhasil!" dia berputar kegirangan, sembari menahan beban tubuh nya yang kecil itu.


Pangeran Aron tersenyum melihat tingkah James yang mudah sekali puas dengan kemampuan nya saat ini,


" ini belum berakhir James!" Pangeran Roni yang terbang dengan kekuatan nya itu, menghampiri James dan mewanti wanti nya, agar tidak cepat puas dengan apa yang dia lakukan saat ini.


James tersenyum kecut, melihat Roni yang di nilai nya cerewet itu.


Belum selesai pangeran Roni berbicara, tubuh James kembali terpental lantaran kekuatan tangan nya masih sangat lemah, tangan nya tak mampu mengeluarkan aliran Cakra yang lebih besar lagi.


" tidak!!" dia berteriak tubuh nya kembali melayang layang di antara ketinggian tebing itu.


" James!" Pangeran Roni berusaha menangkap tubuh James, namun dia Kembali teringat janji kepada Ayah nya, agar tidak membantu James dalam keadaan apapun,


" Roni tolong Aku!" teriak James yang sedang di ambang maut itu, dia tahu benar Roni ingin menolong nya tadi, namun Roni mengangkat kedua tangan nya, dan melesat menjauh dari tempat James terjatuh.


" maafkan Aku James!"


Dia tak kuasa melihat tubuh James yang hampir tertangkap Air terjun itu, namun dia juga tak mungkin melanggar janji yang sudah di buat oleh Ayah nya, sebagai seorang perwira perang, janji adalah nyawa, siapa saja yang melanggar nya dia adalah seorang pecundang.


James sudah pasrah dengan keadaan nya, salah satu dari air terjun yang menyerupai wajah manusia yang menyeramkan itu menangkap tubuh James dengan cengkraman yang sangat kuat, membuat James tak kewalahan saat bernafas di dalam air itu, wajah nya membiru menhan sisa oksigen di dalam dada nya, Air terjun itu berlompatan, bergantian saling memandang wajah James, dengan tatapan tajam mengintimidasi.


" matilah kau anak kecil!' salah satu dari mereka tertawa menatap wajah James yang penuh ketakutan itu. Namun james hanya melihat mereka tanpa perlawanan sedikit pun, tubuh nya sudah mulai lemas, tidak mampu lagi menahan nafas, dan pada akhir nya, dia tidak sadarkan diri.

__ADS_1


***


James terbangun dari pingsan nya, dengan perlahan lahan dia membuka mata nya yang sudah cukup lama terpejam,


Uhuk uhuk uhuk


dia terbatuk mengetes pernafasan nya, saat dia teringat tentang manusia manusia air yang menangkap nya tadi.


" aneh, kenapa Aku bisa bernafas?"


Sembari memegangi leher nya, dia melihat sekeliling tempat itu dipenuhi dengan air dan ikan ikan kecil yang berterbangan di sela sela bebatuan karang,


" apakah Aku sudah berpindah alam?" dia cukup terpanah dengan keadaan sekitar nya, sebuah tempat yang cukup indah jika di banding dengan sebutan nya yang menyeramkan,yakni Air terjun kematian,


" Akhir nya kau sudah sadar dari tidur panjang mu!"


" siapa kau?"


Di lihat nya seorang wanita berparas cantik berdiri di depan nya, wanita yang nyaris tanpa cacat itu mendekati tubuh James, kemudian menari nari dengan gemulai sebari membelai tubuh James dengan sentuhan sentuhan yang lembut.


" Aku adalah seorang putri yang bertugas menjaga air terjun ini, dari tangan tangan jahil yang ingin menguasai kami!" wanita itu terus berputar putar mengelilingi James, sembari mencari cari sesuatu di sekujur tubuh James, tujuan nya tidak lain hanya untuk mencari sumber energi yang ada di dalam tubuh James, dengan menggunakan kekuatan pelacak energi yang ada di syaraf syaraf tangan nya.


" kenapa kau membawaku kemari?"


James melirik pergerakan wanita itu, merasakan ada sesuatu yang aneh dari gelagat nya, dia tau tidak akan muda bagi nya untuk lolos begitu saja dari kekuatan kekuatan buruk, sebab dunia James sudah di mulai dari sekarang, pertarungan demi pertarungan harus dia hadapi untuk tetap hidup dan mengemban misi yang lebih berat dari pada ini.


wanita itu tak menjawab pertanyaan James, dia terus mencari cari titik kelemahan tubuh James,


" hentikan!" James yang sudah merasa kan kejanggalan segera menghentikan aksi perempuan itu dengan menarik dan menjauh kan tangan nya.

__ADS_1


Namun, usaha yang James lakukan benar benar gagal, tangan itu menjadi sangat panjang, dan mengeluarkan kuku kuku hitam yang tajam.


James cukup terkejut dengan perubahan tubuh perempuan itu, yang awal nya sangat cantik kini perlahan lahan wajah dan tubuh nya berubah menjadi putih pucat di sertai dengan otot otot biru yang menonjol di bawah lapisan kulit nya, kini wajah nya sangat menyeramkan, di area sekitar matanya menjadi berwarna merah diselubungi dengan darah kental.


James berlari menjauhi wanita itu sekuat tenaga, namun langkah nya begitu berat, dia baru menyadari jika tubuh nya ada di dalam air, hal itu sangat menyulitkan nya untuk bisa bergerak bebas, tubuh nya terus melayang layang di bawah air sebab James belum mampu menguasai keseimbangan tubuh nya secara sempurna, dengan langkah yang terseok Seok dia berusaha sekuat tenaga untuk menghindari tangan wanita itu,sebab dia tau, wanita itu akan menyerap habis kekutan nya kalau sampai dirinya tertangkap,


" tidak, ini tidak boleh terjadi Aku tidak mau mati konyol di sungai ini!" gumamnya, sembari melompat dari tempat satu ke tempat lain nya.


" jangan kau lari anak kecil!" suara wanita itu begitu berat, seperti suara monster yang sedang mengerang.


Wanita itu mempercepat laju tangan nya untuk segera menangkap James yang semakin jauh dari pandangan nya,


Jlep


Tak butuh waktu lama, tangan itu menempel pada leher dan kaki James,


" si,sial!" untuk berbicara saja dia sudah sangat susah, tangan panjang wanita itu mencengkram lehernya dengan kuat, menarik, dan memintal tubuh James dengan serat putih yang keluar dari lidah nya seperti seekor laba laba yang memintal mangsa nya.


Sekujur tubuh James tak mampu bergerak, kini dia sudah seperti ulat yang berada di dalam kepompong, gelap, dan sangat gelap, diri ya tak mampu melihat apa apa disana, hanya terdengar suara nafas nya yang sedikit lebih keras dari biasa nya, tubuh nya menjadi lemas tak berdaya ketika pasokan oksigen di dalam sana sudah hampir habis.


Dengan secara perlahan, mata nya terpejam dengan sendiri nya,


" James, mau Aku perlihatkan kegelapan?"


dalam kelemahan nya, dia mendengar suara Akira yang terus terngiang ngiang di pikiran nya, mata nya yang terpejam itu, kembali Terbuka, seperti mendapatkan booster kekuatan saat dia mengingat ucapan Akira tentang kegelapan yang di lalui oleh ulat untuk menjadi seekor kupu kupu yang cantik.


Wanita itu terus memintal tubuh James dengan seratnya, hingga benar benar terbungkus seperti kepompong,


Tangan panjang nya yang dipenuhi dengan radar pelacak Cakra itu, dengan mudah menembus titik pusat tempat energi James berkumpul.

__ADS_1


__ADS_2