
karena malam sudah semakin larut, membuat tubuh mereka tak lagi bertenaga untuk melanjutkan perjalanan, atas kesepakatan bersama mereka memutuskan untuk bermalam di atas tebing tersebut.
Raja Elang memberikan sebuah benda ajaib kepada masing masing dari mereka,
Benda itu seperti sebuah kotak kecil yang ketika di tiup akan menjadi tenda yang nyaman untuk melindungi mereka dari dingin nya malam, atau panas nya matahari siang.
Florita meniup benda kecil yang berwarna abu abu itu dari tangan nya.
" fhu fhu fhu!" dia berusaha meniup benda tersebut.
Dan benar, seketika kotak kecil yang ringan itu, berubah bentuk menjadi tenda kecil setengah lingkaran.
" wah, bagus nya!" Viona terlihat sangat kagum dengan tenda ajaib tersebut.
" Aku berharap kalian semua hati hati di tempat ini, jangan terlalu banyak mengeluarkan suara gaduh di sini!" ucap Charlie yang mencium aroma tidak beres dari tempat itu.
" kenapa?" tanya Nelly dengan polos,
" Viona, coba kau gunakan pandangan mata mu untuk melihat sekeliling!" perintah Charlie tanpa menjawab pertanyaan Nelly.
" Baik,!" Viona kembali memfokuskan pandangan nya ke penjuru lembah, dan sekali lagi dia tak dapat melihat apa apa, dia hanya melihat kabut kabut tebal menyelubungi area tersebut. Sesekali dia melihat sebuah bayangan orang orang yang sedang berlarian
" Apa yang kau lihat Vio?" tanya Charlie sekali lagi.
" hanya kabut kabut tebal dan suara langkah yang semakin mendekat!" tutur Viona yang masih fokus,seketika dia menutup mata nya, dia mencium sebuah bau busuk yang amat sangat dari hidung nya.
" tidak, kita sedang berada di lembah ilusi!" berbekal kemampuan melacak musuh, James mulai menyadari hal itu.
" Charlie, kenapa kamu tidak mengatakannya dari tadi?" tanya George yang sudah mulai kebingungan. Charlie hanya terdiam dan tetap tenang seperti biasa nya.
" teman teman, gunakan mantel pelindung kalian!" ucap Nelly ,yang mulai melapisi tubuh nya dengan mantel hitam pemberian raja Elang, agar tidak tercium bau nya oleh musuh musuh yang tak terlihat.
" Tapi kami tidak punya!" Viona dan Florita kompak mengatakan hal yang sama.
tanpa berpikir panjang, James menarik tubuh Florita dan melindungi tubuh Florita di balik jubah hitam nya.
Lagi lagi James menolong Florita yang sedang dalam bahaya.
Tubuh Florita yang kecil meringkuk dalam dekapan James yang tinggi.
" James, kenapa?" ucap Florita lirih.
" diam lah cerewet, dari awal Aku tidak setuju melihatmu ikut dalam perjalanan yang penuh marah bahaya ini!" ucap James.
Florita hanya pasrah dengan keadaan nya saat ini.
Sementara George dengan sigap menarik tubuh Viona dan melindungi nya di dalam jubah pelindung nya itu.
" kak, Aku takut!" ucap Viona,
__ADS_1
" apa yang kau lihat Vio?" tanya George
" bayangan hitam yang sangat besar dengan rambut panjang yang berantakan!" Viona mencoba menjelaskan apa yang dia lihat,
" tenanglah Vio, kau aman bersamaku!" George mencoba menenangkan Viona yang panik
" kak, bau itu busuk sekali, sangat busuk dari semua yang busuk!" ucap Vio.
"tutup hidung mu Vio dan jangan bernafas dulu!"
Viona tak mampu menahan bau busuk yang menusuk hidung nya itu.
" kak, bau itu semakin mendekat!" ucap Viona cemas, sejak segel dalam tubuh nya terbuka, kekuatan nya dalam mendeteksi bau dan penglihatan jarak jauh nya semakin meningkat, namun kali ini hidung viona tidak mampu mentolerir bau busuk yang berasal dari bayangan hitam tersebut. Viona merasa sangat mual.
Huekkk
dia memuntahkan semua isi perut nya karena tak tahan lagi dengan bau busuk itu, sembari mengeluarkan kepala nya dari jubah hitam George,
" tidak Viona!" teriak George
Sontak aroma tubuh Viona tercium oleh bayangan hitam mengerikan tersebut.
Viona mendongak kan kepalanya ke arah monster yang sudah menunggui nya selesai muntah.
benar saja, wajah hitam memiliki satu mata dengan rambut hitam panjang berantakan,monster tersebut tidak memiliki mulut atau hidung, namun ada satu tanduk di kepalanya, monster mengerikan itu, sedang memperhatikannya dengan jarak yang begitu dekat.
Monster itu seketika menyambar nya,dan menggenggam tubuh Viona dengan satu tangan nya.
" kena kau mahluk kerdil!" ucap monster tersebut.
Charlie yang mengetahui hal itu, seketika melepaskan jubah hitam nya, di susul dengan Nelly, George dan James,
" Viona, bertahanlah!" teriak Charlie yang berlari menuju monster tersebut dengan membawa pedan nya,
" Kak Charlie, tolong Aku kak!" Viona sangat ketakutan melihat wajah monster menyeramkan di hadapan nya tersebut.
Charlie menancapkan pedang nya ke tubuh monster tersebut, namun dia hanya melakukan hal yang sia sia.
Monster itu tidak mempunyai tubuh, dia hanyalah bayangan hitam berbau sangat busuk, sehingga sangat sulit untuk menembus tubuh nya dengan pedang air milik nya.
" minggir kau mahluk sialan!" monster itu menendang tubuh Charlie hingga terpental jauh.
" tidak, kau bawa kemana Viona?" teriak Florita yang khawatir dengan keadaan adik nya.
" Akan Aku makan dia, ha ha ha ha!" monster itu tertawa sehingga membuat siapa pun yang mendengar nya akan di buat sakit telinganya.
" hey monster jelek, apa yang harus kami lakukan untuk menukar Viona dengan kebebasan?" tanya James yang kebetulan sudah pernah mendengar kisah monster itu dari kakek nya.
mendengar pernyataan James, monster itu berhenti.
__ADS_1
" hey, enak saja kamu memanggil saya jelek, saya adalah mantan penyanyi paling terkenal di muka bumi ini!" monster itu membuat semua tertawa geli, bagaimana tidak? Dia yang semula menyeramkan tiba tiba berubah menjadi gadis feminim yang bermimpi menjadi penyanyi.
" James, apa yang terjadi?" tanya George
" George, dia akan menyerap energi kita untuk masuk ke dalam bayangan nya!" ucap James,
" baik, Monster yang cantik bersuara lembut, apa yang bisa kami lakukan untuk menukar kebebasan teman kami?" tanya James sekali lagi, ia tahu, bahwa monster itu terbentuk dari jiwa jiwa kotor mahluk hidup yang diserap nya, sehingga membuat sifat nya mudah untuk berubah ubah,
Monster itu kembali tertawa, sehingga cipratan air liur nya yang berbau busuk mengenai wajah Viona berkali kali.
Kalau ternyata aku harus di hujani air liur gini sih, mending tadi Aku menahan muntah ku, dan terbebas dari monster aneh ini.
" James, sudah jangan banyak bicara, lihat sekujur badan ku sudah basah kena air liur nya!" Teriak Viona yang di buat BT oleh monster tersebut.
Florita dan Nelly tertawa mendengar keluhan Viona.
" diam kau gadis jelek, kalo tidak ingin Aku cabik cabik badan mu!" ucap monster tersebut, yang berubah lagi menjadi garang.
" ma, maaf kan Aku!" Viona menangis ketakutan, membayangkan monster itu akan memakan nya hidup hidup.
" Viona, bertahanlah!" George tidak tajam melihat Viona yang menangis dan dalam bahaya itu.
Monster itu kini duduk di tengah tengah mereka.
" baik, Akan Aku tukar teman mu dengan kebebasan, jika kalian bisa menjawab pertanyaan ku!" ucap monster itu, yang kini suaranya menjadi seorang kakek kakek,
" baik kami akan menjawab!" ucap mereka kompak,
" jika kalian tidak bisa menjawab, maka Aku tidak hanya akan memakan teman mu, tetapi juga akan memakan kalian semua!" monster itu mulai mengancam mereka.
Suasana pun menjadi hening, monster itu menarik nafas panjang, dan mulai menyanyikan sebuah lagu yang sangat menyayat hati, kini dia kembali berubah menjadi seorang penyanyi,suaranya yang sangat merdu masuk ke dinding telinga orang orang yang mendengar nya.
James dan kawan kawan sangat terkejut dengan apa yang di nyanyikan oleh monster ini, sebab mereka semua berpikir bahwasanya monster ini hanya akan melontarkan pertanyaan yang mudah untuk di jawab, namun kenyataan itu berkata lain, monster itu berubah ubah sesuai kehendak hati nya,
dia itu terus menyanyi dengan merdu, sehingga siapapun yang mendengar nya, akan di buat terbuai dan menarik mereka untuk masuk ke dalam lembah penderitaan yang selama ini mendera hati mereka.
Setiap nada demi nada yang dia lontarkan, semakin membuat mereka terhanyut ke dalam penderitaannya, mata mereka perlahan lahan berubah menjadi hitam, tatapan mereka menjadi kosong, jiwa jiwa mereka mulai terhanyut dan melayang layang di atas raga mereka,
" tidak, monster ini akan menyerap energi kami!" James yang masih sedikit tersadar,mulai menyadarinya, namun semua itu sudah terlambat, jiwanya sudah di kuasai oleh monster itu,
akan tetapi, semua itu tidak berlaku kepada Viona, dia sama sekali tidak terhanyut oleh alunan lagu menyayat hati yang di nyanyikan oleh monster tersebut, sebab telinga nya telah tertutupi oleh air liur monster yang mengenai wajah nya berkali kali tadi.
" kak Flo, kak Charlie, kak James,kak Nelly, kak George, aku mohon sadar lah!" teriak Viona, namun suara teriakan nya sama sekali tidak terdengar oleh mereka yang jiwa nya sedang meratapi kepedihan yang sangat mendalam.
...***...
ilustrasi Viona
__ADS_1