
Edwar meminum ramuan berwarna biru pekat itu, sejenak dia merasa ragu, terbesit rasa takut di hati nya, jika apa yang disuguhkan wanita itu adalah racun yang bisa membunuh nya, Sesekali dia melihat mata wanita itu, apakah ada gelagat aneh dari sorot mata nya, namun dia tak menemukan sedikit pun kejanggalan di dalam nya.
Dengan perlahan, Laki laki tua itu menelan setetes demi setetes ramuan yang diberikan Raja Hera untuk memulihkan kembali semua kekuatan dan tenaga nya seperti sedia kala.
sebuah Asap berwarna biru tebal menyelubungi tubuh Edward, membawa nya berputar putar melayang di atas daratan, James dan para Pangeran di buat terperangah oleh nya.
'Ada apa dengan Edward?' Meraka memikirkan hal yang sama tentang laki laki tua yang sudah kehilangan beberapa memori berharga di hidup nya.
Suka cita penyambutan James yang baru saja selamat dari kematian itu teralihkan begitu saja dengan keajaiban yang di alami Edward saat ini.
Biar bagaimana pun, laki laki tua adalah kunci saksi hidup James dari dia di lahirkan, hingga sampai saat ini, Memori berharga itulah yang sudah di lupakan oleh Edward selama ini, tentang asal usul james, tentang kedua orang tua James, dan bagaimana bisa di dalam tubuh anak itu mengalir darah Raja Awan Hitam.
Kepulan asap tebal itu menghilang secara perlahan, tubuh laki laki tua yang selalu menggunakan kaca mata itu jatuh terpental beberapa meter dari jarak nya berdiri.
"Siapa kau?"
James terkejut mendapati orang yang berbeda dengan pakaian yang sama berdiri dengan gagah di hadapan mereka.
Raja Elang tersenyum mendatangi Edward yang masih berdiri mematung, dia belum percaya kulit keriput nya telah hilang, dan kembali menjadi lebih halus dari sebelum nya.
"Sahabat ku, Akhir nya kamu kembali!"
Raja Elang merangkul tubuh Edward yang kini sudah berubah menjadi muda lagi.
" Selamat datang pangeran Edward!"
Helena dan para Manusia Air menyambut Edward kembali dengan penuh suka cita.
Kini, laki laki keturunan langsung dari Raja Hera itu memiliki fisik yang jauh berbeda dari diri nya yang sebelum nya, Rambut nya yang memutih dan rontok itu kembali menjadi hitam legam, tubuh nya yang semula lesu tak bertenaga berubah menjadi sosok pria tampan dengan dada bidang yang gagah layak nya panglima perang yang siap memimpin Medan pertempuran.
__ADS_1
Edward tak menyangka ramuan yang di berikan oleh Ayah nya itu mampu merubah diri nya seperti waktu 2000 tahun yang lalu, sebelum dia dedikasikan sel sel tubuh nya untuk menghidupkan James.
"Kemari lah James!"
Laki laki itu memanggil James yang berdiri mematung penuh keheranan itu, Anak kecil itu perlahan lahan mundur beberapa langkah dari tempat nya berdiri, saat Pangeran Edward memanggil nya, sebab dia tak menyangka, sosok yang menemani nya selama ini begitu tampan dan gagah, wajah nya jauh lebih bercahaya dari pada Klan Bintang pada umum nya.
"Kenapa kau begitu ketakutan James?" Ucap laki laki itu.
James hanya terdiam, batin nya merasa bersalah, sebab selama ini dia telah merenggut kewibawaan Pangeran Edward.
" Aku minta maaf!"
Laki laki kecil itu menangis ada gusar di hati nya, di samping dia merasa bersalah dia juga bahagia melihat perubahan Pangeran Edward yang kini kembali lagi menjelma bak seorang Pangeran.
"Jangan merasa bersalah James, Aku melakukan itu semua semata mata karena Aku menyayangimu!"
Edward menghampiri laki laki kecil itu dan memeluk nya dengan penuh kasih sayang.
" Dewi Bumi!" Dari pancaran air mata James, Edward mampu melihat jelas bayangan Dewi Bumi yang sedang tersenyum kepada nya, dari mata laki laki yang kini berubah menjadi sosok yang kembali Muda itu tersirat cerita masa lalu,
Dia mengingat kembali bagaimana awal pertemuan nya dengan James.
****
Di dalam ingatan Edward tergambar sosok wanita cantik yang bersandar di bawah pohon di sebuah lembah yang sama sekali tidak ada kehidupan disana, hanya pohon itulah satu satu nya yang hidup dan berdiri kokoh di tengah hamparan gersang.
Dari punggung wanita itu tertancap sebuah pedang hitam yang membuatnya terkapar berlumuran darah, Wanita malang itu juga baru saja melahirkan seorang anak laki laki yang lahir dalam keadaan tidak bernyawa, seorang bayi tampan yang di lahirkan nya itu sama sekali tidak bergerak, Wanita mana yang tak Teriris hati nya ketika mendapati anak yang di lahirkan nya dengan susah payah, ternyata sama sekali tidak menangis atau pun bergerak aktif seperti bayi bayi yang baru di lahirkan pada umum nya, wanita itu menyadari dari tubuh pohon yang berdiri kokoh itu, bersemayam seorang Dewi Bumi yang sedang dalam pertapaan nya, hanya orang orang yang berhati suci yang bisa melihat keberadaan Dewi Bumi.
Dengan sedikit tenaga nya yang tersisa, Wanita itu menangis memohon kepada Dewi Bumi yang melindungi pohon itu, untuk memberikan Energi kehidupan kepada anak nya yang sudah tidak bernyawa, dia memohon kepada Dewi Bumi dengan penuh ketulusan, tangisan perempuan itu terdengar sangat menyayat hati.
__ADS_1
"Wahai Dewi Bumi, Aku memohon kepadamu, berikanlah sedikit Energi kehidupan Mu untuk anak Ku ini, karena hanya dia harapan Ku satu satu nya yang tersisa di Dunia ini, Hidupkanlah dia seperti kau menghidupkan pohon ini, Akan Aku tukarkan nyawa ku jika kau mau, asal Anak ku bisa kembali hidup!"
Dewi Bumi yang sudah berjanji tidak akan mengikuti campuri urusan Manusia, merasa tergerak hati nya mendengar tangisan perempuan menyedihkan itu, dari ujung pohon dia turun dan menjelma menjadi sosok manusia yang sangat cantik, menghampiri perempuan malang itu.
Ketika dia menginjak kan kaki nya di atas tanah, Dewi Bumi merasakan Atmosfer pelindung dari Klan Bulan yang menyelubungi tempat itu.
"Perempuan ini bukan perempuan biasa!" gumam nya, dia tahu hanya manusia berhati tulus yang bisa mendapatkan perlindungan dari Klan Bulan, sebab lembah itu sangat berbahaya jika di lewati oleh manusia biasa tanpa atmosfer pelindung, banyak nya monster berjiwa hitam yang menghuni lembah itu bisa dengan muda mencelakakan nya jika dia tak di lindungi oleh lapisan Atmosfer Klan Bulan. Dewi Bulan menyadari ada sesuatu yang menempel di punggung wanita itu,
"Hah? pedang hitam milik Klan Api? itu artinya Raja Awan hitam berada di dekat sini!" Sebagai musuh bebuyutan, Dewi Bumi tahu betul Raja Awan Hitam sudah menikah perempuan malang itu, namun Dewi Bumi tak kuasa menolong perempuan itu, Dia sudah termakan Sumpah nya untuk tidak mengikut campuri urusan Manusia, apa lagi masalah ini bersangkutan dengan Raja Awan Hitam,
"Aku tidak bisa mengikut campuri urusan Manusia penduduk Bumi, karena sebuah perjanjian darah yang sudah pernah Aku lakukan, Aku memohon maaf tidak bisa membantu kalian para manusia lagi!"
Dewi Bumi beranjak pergi untuk kembali bersemayam di dalam pohon besar itu,
" Aku mohon, tolong lah Aku, lihat lah Bayi itu dengan kasih sayang Mu, Aku akan mati biarkan dia meneruskan sisa sisa kehidupan Ku!"
Perempuan malang itu menarik kaki Dewi Bumi, dia memohon dengan tubuh nya yang terkapar di atas tanah bermandikan darah nya sendiri yang mengucur tanpa henti, Dewi Bumi melihat ke Arah Bayi laki laki itu, ada rasa yang tak biasa di dalam diri nya, hati nya bergetar hebat, seperti di panggil panggil oleh Bayi malang itu, sebagai seorang Dewi dia tahu betul, anak itu bukan anak biasa, anak itu kelak yang akan menghancurkan keangkuhan Raja Awan Hitam,
" Tidak mungkin, dia bukan anak biasa, kelak dia akan menjadi Raja terhebat yang mampu menguasai Dunia dengan kekuatan nya!"
Dewi Bumi tak kuasa menahan kesedihan nya tatkala melihat seorang Ibu yang dengan tulus memohon kepada nya, Air mata nya mengalir membasahi tanah tempat berpijak nya, dia menghampiri Bayi tersebut seraya memeluk tubuh nya.
"Kau aman bersamaku Nak, Aku akan menghidupkan Mu!"
Perempuan malang itu merasa lega, melihat anak nya dalam pelukan Dewi Bumi, dia menangis menjerit dalam derita, merasakan sakit nya tusukan pedang yang di layang kan oleh Raja Awan Hitam untuk nya.
Dewi Bumi meletak kan anak itu di atas tanah, Air mata yang membasahi tubuh Bayi itu, membentuk sebuah lingkaran dengan simbol kehidupan yang terukir dari Air mata nya, Dewi Bumi menangis sejadi jadi nya, mengeluarkan semua kemampuan yang di miliki nya, dari lingkaran itu, tumbuh akar akar hijau yang menyalurkan energi Bumi ke tubuh Bayi malang itu, dengan perlahan lahan tubuh bayi itu bergerak gerak sebagai tanda bahwasanya dia kini telah kembali hidup.
Perempuan malang itu tersenyum melihat anak nya yang sudah mulai bergerak,
__ADS_1
"Denver!"
Perempuan itu memanggil anak nya dengan sebutan Denver yang berarti lembah hijau.