Fantastic Earth ( The Journey )

Fantastic Earth ( The Journey )
LAUT SELATAN


__ADS_3

Raja Naga terus mempercepat gerakan nya, melaju dengan kencang membelah laut selatan, sampailah mereka pada sebuah tempat yang begitu sunyi dan sepi, hampir tak ada satupun aktifitas disana, hanya deburan ombak besar yang menghantam setiap sisi tebing, seolah olah siap untuk memakan siapa saja yang ada di sana.


Raja Naga menghentikan langkah nya pada sebuah singgasana besar yang terbuat dari mutiara yang berkilauan.


"Kita telah sampai!"


Suara itu kembali menggelegar di tengah kesunyian, Raja Naga menurunkan James dan Edward dari punggungnya.


James yang sangat asing dengan tempat ini, merasakan sedikit aura negatif yang menyelubungi tubuh nya, tubuh nya yang di aliri darah Raja Awan Hitam bereaksi secara alamiah, dia merasakan panas yang menjalar dari pusat perut nya hingga ke menyebar ke seluruh tubuh nya, aura panas itu seperti mencekik leher nya, dia tak mampu bernafas dengan lega.


Edward melihat tubuh laki laki kecil itu sudah di penuhi dengan bercak hitam yang memenuhi sekujur badan nya. Pangeran dari Klan Air itu segera mentransfer energi dingin nya untuk mengontrol tubuh James agar tidak berubah menjadi monster menyeramkan seperti sedia kala.


"Ada apa dengan tubuh ku? Kenapa Aku merasakan panas yang luar biasa?"


Ucap bocah itu dengan suara yang tersendat sendat.


"Bertahan lah, kuasai fokus Mu, jangan kalah dengan darah hitam di tubuh Mu!"


Edward terus mentransfer energi nya, tubuh James menggeliat seperti seekor cacing yang tak mendapatkan oksigen dari kulit nya.


"Darah itu adalah darah kutukan yang di berikan Raja Awan Hitam untuk bocah yang ada di dalam ramalan, Semoga dia mampu melawan kekuatan jahat yang menyelubungi tubuh nya!"


Gumam Raja Naga dengan melihat aliran energi yang berpusat dalam perut James.


Sudah beberapa waktu telah Edward habiskan untuk menutup darah hitam di dalam James, sebelum akhir nya cara itu membuahkan hasil, tubuh James kembali menjadi bocah biasa tanpa bercak hitam di sekujur tubuh nya, kini dia tak lagi menggeliat kepanasan dan kembali siap untuk melakukan penyusuran di laut Selatan tersebut.


"Mari kita lanjutkan perjalanan James, tetap gunakan jubah tembus pandang Mu itu!"


Bocah kecil itu mengangguk, mengikuti pergerakan Edward menyusuri gelap nya laut Selatan yang sunyi.


Dengan menaiki tangga menuju permukaan laut, mereka telah sampai di mulut gua yang memiliki permukaan dengan pemandangan bebatuan yang tinggi menjulang, masih dengan situasi yang sama, kesepian dan kesunyian yang seolah olah sudah mendarah daging di tempat ini.

__ADS_1


"Sepi sekali!"


Gumam laki laki kecil tersebut.


"Ini adalah gerbang laut Selatan, Raja Naga sudah memasang sihir khusus agar tempat ini tak terlihat oleh bala tentara Raja Awan Hitam!" ucap Edward.


Mereka berjalan mengendap endap dari satu dinding batu ke dinding batu lain nya, James masih belum mengerti apa tujuan Edward mengajak nya mengelilingi tempat ini.


Sejenak bocah itu larut dalam pikiran nya sendiri,berjalan dengan tatapan kosong mengekor di belakang Edward, tatapan kosong Bocah laki laki itu tertuju pada sebuah tembok batu yang paling tinggi diantara yang lain nya, dari sela sela batu terlihat pemandangan aneh yang belum pernah James lihat sebelum nya, beberapa pasang mata berwarna Merah yang menyala dalam kegelapan sedang mengintai keberadaan mereka di sana.


"Edward, jangan lagi bergerak, kita sedang di kepung!"


James memasang kuda kuda untuk melepaskan pedang Api yang di bawanya itu dari sarung nya.


"Jangan kau gunakan pedang itu James, Pedang itu mampu mencium aura hitam di sekitaran sini, posisi kita akan terancam jika keberadaan kita di ketahui oleh Manusia monster pengikut setia Raja Awan Hitam!"


Edward menurunkan tangan James, kemudian memasang kuda kuda mengikuti gaya James untuk mengantisipasi musuh yang mengintai mereka.


James melihat ribuan mata merah itu semakin banyak jumlah nya.


"Siapapun yang di balik tembok keluarlah! Lawan kami secara terang terangan.


Edward mencium aroma Jamur yang basah di sela sela bebatuan.


"Keluar lah kalian!" Perintah Edward,


Mendengar seruan Pangeran dari klan Air itu, mereka yang berada di balik tembok berduyun duyun menampak kan diri mereka, berkoloni koloni manusia jamur yang berukuran sebesar kaki orang dewasa beramai ramai mendatangi James dan Edward, mereka yang terdiri dari beberapa koloni bergantian memberi salam kepada James dan Edward, James tampak lega, sebab mata merah yang di lihat nya dalam kegelapan itu bukanlah mata siluman atau mahluk jahat sejenis nya, melainkan hanya Manusia Jamur berukuran kecil yang berdiri di hadapan mereka, memenuhi tempat itu dengan koloni koloni nya.


Wajah mereka sangat menggemaskan, dengan tudung merah menyerupai topi, lengkap dengan tangan dan kaki seperti manusia, memudahkan mereka untuk berlari dan berpindah tempat saat sedang di kepung bahaya.


"Salam untuk Pangeran Edward dan Pangeran Denver!"

__ADS_1


Salah satu Manusia Jamur yang paling tua dengan jenggot yang memanjang hingga menyentuh tanah, memimpin para Manusia Jamur lain nya untuk memberi hormat kepada Edward dan James. Jamur tua itu tampak nya yang menjadi kepala suku dari semua Manusia Jamur yang ada disana.


"Kenapa semua orang memanggilku Pangeran Denver? Siapa dia?"


Meskipun pertanyaan itu sangat terlambat, namun rasa penasaran Bocah itu mengalahkan segala nya.


"Denver adalah nama yang diberikan oleh Ibu Mu sejak kelahiran Mu James, nama Mu sudah tertulis di dalam buku Catatan seluruh Klan, bahwa Kelak Pangeran Denver akan menjadi Raja yang tidak akan terkalahkan oleh kekuatan apapun termasuk Raja Awan Hitam, kecuali sudah waktu kematian nya tiba!"


Ungkap Edward, Bocah kecil itu masih enggan percaya dengan apa yang di ucapkan Edward, bagaimana tidak? diri nya yang lemah mampu mengalahkan kekuatan apapun di Bumi ini.


Edward menjawab salam Pemimpin Suku Manusia Jamur itu.


"Mengapa kalian berada disini?" Tanya Edward.


"Kawasan tempat tinggal kami, telah di rusak oleh Manusia monster, Mereka tidak hanya merusak, tetapi juga memakan sebagian besar dari golongan kami, jadi dengan sangat terpaksa kami harus bersembunyi ke tempat yang aman untuk melindungi diri kami!"


Ucap salah satu dari mereka.


Manusia Jamur adalah spesies paling langkah yang ada di Bumi ini, habitatnya berada di hutan yang berada di lereng lereng gunung, di dalam tubuh mereka terdapat kandungan gizi yang sangat baik, membuat siapapun yang mengkonsumsi nya akan menjadi lebih kuat dan mampu melihat dalam kegelapan, itulah sebab nya Manusia Monster yang bertugas membabat habis Hewan hewan dan pepohonan di malam hari, sangat senang mengkonsumsi Jamur jamur menggemaskan itu, agar mereka bisa melihat dengan baik dan tidak saling bertabrakan satu sama lain.


"Dari mana kalian tahu tempat ini?"


Tanya Edward kembali.


"Kami tahu, Raja Naga telah memberi sihir di tempat ini agar tidak bisa di masuki atau pun di lihat oleh Manusia Monster, kami sangat beruntung bisa mencium bau jejak Raja Naga disini, Kami mengetahui Raja Naga dari sahabat kami Pangeran Saga!"


Manusia Jamur juga memiliki kemampuan khusus untuk melihat benda apapun yang di pengaruhi oleh sihir, mata mereka mampu menembus nya, itulah sebab nya mereka bisa melihat mulut Gua dan tembok batu yang sudah di pengaruhi sihir Raja Naga, termasuk juga jubah tembus pandang yang di gunakan James dan Edward, namun mereka tak mempunyai kekuatan Khusus untuk melawan para predator yang ingin memakan nya, mereka hanya mengandalkan kemampuan mereka dalam bersembunyi dan berkamuflase dengan baik.


"Tunjukan kepada kami, dimana keberadaan Manusia Monster itu sekarang berada!"


Ucap Edward, dia bermaksud menunjukan kepada James bagaimana kekejaman yang di lakukan Manusia Manusia Monster itu dalam merusak kelangsungan hidup mahkluk Bumi.

__ADS_1


__ADS_2