Fantastic Earth ( The Journey )

Fantastic Earth ( The Journey )
MANUSIA AIR


__ADS_3

Dengan tergesa Edward berjalan untuk mendatangi Air terjun kematian itu,


" Apa kamu sudah benar benar kehilangan kemampuan mu Edward?"


Raja Elang berjalan mengikuti Edward dari belakang nya,dia berjalan lebih santai.


"Apa maksud mu?" laki laki tua itu menghentikan langkah nya menatap tajam ke arah sahabat nya itu.


" Apa kamu lupa? Siapa James sebenar nya?"


Raja Elang tersenyum kecil, kemudian dia berjalan membelakangi sahabat nya itu, Edward terdiam sejenak mencerna kalimat demi kalimat yang Raja Elang lontarkan kepada nya, sejenak dia sedikit lega saat pikiran nya flash back ke masa lalu, mengingat kembali bagaimana dia menemukan James.


Edward memang kehilangan kemampuan nya untuk mengingat kembali kejadian kejadian di masa lalu, Efek samping dari diambilnya DNA klan Air di dalam tubuh nya secara terus menerus telah menyebabkan diri nya perlahan lahan menjadi manusia biasa dan kehilangan kemampuan nya untuk melihat masa depan.


Pria tua itu berjalan mengekor di belakang Raja Elang untuk segera menuju ke Air terjun kematian tersebut.


***


Sampai disana mereka disambut oleh para pangeran yang sedang berduka atas hilang nya James dari ganas nya serangan Manusia Air, Roni yang memang memiliki hati yang baik, menangis bersimpuh mengingat terakhir kali dia melihat James yang tak mampu menahan beban tubuh nya hingga terjatuh dari ketinggian tebing tersebut.


Melihat kedatangan Raja Elang, mereka segera memberi hormat kepada Pemimpin Klan Bintang itu,


"Hormat Kami kepada Raja Elang!"


Aron memimpin para pangeran lain nya untuk memberi hormat kepada Raja Elang.


" Berdirilah kalian!" Ucap Raja Elang,


Mereka semua yang bersimpuh berdiri dengan tanpa meninggalkan rasa hormat nya kepada pemimpin mereka.


" Ada apa kalian seperti bersedih?"


Tanya Raja Elang,

__ADS_1


Mereka terdiam, saling senggol untuk memberanikan diri mengatakan yang sebenar nya kepada pemimpin nya itu.


" Kami melatih James untuk bisa membangkitkan kekuatan di dalam aliran darah nya, tapi dia gagal mengaktifkan kekuatan nya, para manusia air menerkam tubuh James dan membawanya ke dasar sungai kematian!" ucap Roni yang memberanikan diri untuk membuat pengakuan,sebab dia selaku pangeran tertua di sana.


" Apa? Manusia air menerkam nya?"


Edward yang sudah mengetahui keganasan Air terjun itu segera berlari untuk masuk ke dalam Air terjun itu mencari Cucu kesayangan itu.


" James, bertahanlah James!" Edward berteriak histeris, kecintaan nya kepada James sudah mengalahkan segala nya, dia lebih rela mati ketimbang harus kehilangan cucu nya itu.


Melihat Edward yang berlari semakin mendekati tebing, Raja Elang segera mengeluarkan jurus dari tangan nya, dengan santai dia menarik kembali tubuh lelaki tua yang sudah semakin jauh itu untuk kembali kesamping nya.


" Jangan melakukan hal bodoh, kekuatan Mu sudah tak seperti dulu!" Ucap Raja Elang.


Apa yang di katakan Raja Elang memang benar, dia kini sudah hampir menjadi manusia biasa, yang dalam kata lain dia tidak akan mampu bertahan melawan ganas nya air terjun itu.


Raja Elang mengikat tubuh Edward dengan jurus nya, agar tidak gegabah untuk masuk kedalam Air terjun itu, Dengan gagah dia melangkah mendekati ujung tebing untuk melihat keganasan manusia air.


Dari kejauhan dia tidak melihat manusia air yang saling berlompatan seperti biasanya untuk mencari mangsa.


" Apa jangan jangan dia benar benar Mati?"


Terbesit rasa takut di hati nya, Alih alih James tak mampu selamat, meskipun dia yakin betul James adalah seorang Putra pilihan yang tubuh nya memang tercipta untuk menyelamat kan Telur keramat itu.


Di tengah kebimbangan nya, dari dalam Sungai itu samar samar terdengar suara gemuruh, Air yang tidak tenang itu berputar putar membentuk pusaran Air yang besar, Edward dan para Pangeran yang penasaran dengan suara itu berlari mendekati ujung tebing, tempat Raja Elang berdiri saat ini, mereka saling pandang saat melihat sebuah pusaran air raksasa berputar dari dasar sungai menuju atas tebing, dari dalam pusaran Air itu muncul seorang anak kecil dengan membawa pedang nya, yang sedang bermain main dengan Manusia Air.


" James!" Teriak para Pangeran serentak.


Mereka melompat girang melihat James yang ternyata baik baik saja, bahkan dia menjadikan Manusia Air sebagai tunggangan nya.


Suasana tebing itu menjadi sangat ramai oleh manusia manusia Air yang berjajar rapat memenuhi tempat itu, James Turun dari punggung Manusia air itu, karena tubuh nya yang terlalu kecil,tidak mampu melewati cela lebar akibat jarak Manusia Air dan tebing yang sedikit jauh, sehingga membuat nya harus melompat untuk sampai ke ujung tebing.


Lompatan James itu, membuat kotak biji pohon merah sebagian terjatuh ke air, beruntung James mampu menangkap nya dengan cepat, menyisakan beberapa butir biji pohon merah, Dia berencana untuk menanam nya di tebing itu, agar Klan Bintang bisa memanfaatkan nya untuk bisa bernafas dan bertahan di dalam Air selama beberapa jam, dan meminimalisir kematian yang di sebabkan gagal nya sistem pernafasan Mereka.

__ADS_1


"Hormat kami untuk Pangeran Edward!" Ratu Air datang menemui anak dari Raja Hera itu, sembari memberi hormat nya untuk Pangeran dari klan Air tersebut.


Edward hanya terdiam mengingat ingat siapa wanita cantik yang ada di hadapan nya itu.


Ratu Air berjalan menuju tempat Edward berdiri, kemudian dia melepaskan jeratan yang sudah Raja Elang berikan di tubuh Edward,yang membelenggu nya hingga dia tidak mampu bergerak.


Dengan kekuatan yang dia miliki, dengan muda dia menarik jeratan itu,


" Siapa kalian?"


Edward sedikit gemetar melihat banyak sekali orang yang memberi hormat kepada nya disini, Hal itu sudah di ketahui oleh Ratu Air, jika Edward telah berubah menjadi laki laki Tua penduduk Bumi.


Ratu Air mengusap kening Edward dan menatap tajam mata laki laki tua itu,dari pandangan mata nya, memancarkan sebuah cahaya merah untuk membangkitkan ingatan Edward, tatapan mata itu seolah olah bercerita tentang masa lalu Edward yang sudah menjadi sahabat Ratu Air sejak kecil.


" Helena?"


Pria tua itu sudah mulai mengingat siapa Ratu Air yang sebenar nya.


"Akhir nya kamu mengingatku Edward, kita sudah lama sekali tidak berinteraksi!" Mereka saling bercakap menggunakan bahasa Klan Air yang tidak di mengerti oleh orang orang lain nya yang berada di sana.


" Apa yang membuat Mu kemari?"


" Aku membawa anak kecil yang luar biasa, di dalam tubuh nya mengalir darah dari beberapa Klan, Aku yakin dia adalah pangeran yang selama ini kami cari cari!" Jawab Helena yang masih belum mengetahui jika James adalah cucu angkat nya.


" Apa yang membuat nya terlihat luar biasa?" Tanya Edward.


" Anak itu adalah anak yang sudah di pilih oleh Raja Naga untuk menjadi pemilik Pedang Api yang sudah di lindungi nya selama ini!"


Edward kembali teringat tentang Naga yang sudah sangat setia menjaga benda benda berharga yang memang sengaja di sembunyikan Raja Hera di beberapa tempat antara Bumi dan planet planet lain nya.


Helena memberikan sebuah ramuan yang di kirim langsung oleh Raja Hera untuk anak nya itu.


" Minumlah Ramuan ini Edward!"

__ADS_1


Wanita itu mempersembahkan ramuan khusus yang di buat Raja Hera untuk memulihkan kekuatan Edward.


Tanpa berpikir panjang Laki laki tua itu menerima ramuan yang di berikan oleh Ayah nya,kemudian meminum ramuan yang di isi di dalam cawan kecil itu.


__ADS_2