Fantastic Earth ( The Journey )

Fantastic Earth ( The Journey )
AIR TERJUN KEMATIAN


__ADS_3

" buka matamu James, ayo kita latihan!" Roni, membangunkan James dari tidur nya, yang hanya beberapa menit itu,


" masih ngantuk!" laki laki kecil itu masih merasa berat saat membuka mata nya, sedangkan di klan Bintang tidak mengenal kata tidur atau pun lelah, mereka selalu disiplin dengan tugas nya masing masing, mau tidak mau James harus mengikuti aturan yang ada disana.


Dengan terpaksa, Roni menyeret tubuh James yang masih lemas itu,


" mau di bawa kemana lagi Aku?" ucap nya, dengan kedua tangan yang bersedekap di atas perutnya, dia sudah mulai terbiasa dengan hal ini, hampir setiap hari Roni membimbing nya dengan keras, semata mata hanya untuk membangkitkan kekuatanya yang selama ini masih tersembunyi di dalam aliran darah nya,


" nanti kamu juga akan tau sendiri James!"


Roni menjawab pertanyaan nya, dengan satu tangan yang menarik kerah baju James.


Masih teringat jelas di ingatan ya, tentang apa yang di lalui nya kemarin, Roni yang dengan sangat tega memerintah James untuk menguras habis air di danau permata dengan tangan kosong nya, hanya dalam waktu semalam,semata mata hanya untuk melatih kekuatan Cakra yang ada di telapak tangan nya, sesekali dia melihat kedua telapak tangan nya yang terluka itu, belum mengering luka luka nya, kini dia harus di paksa latihan lagi, apa harus sekeras itu latihan yang di hadapi James? sehingga hampir tak ada waktu bagi nya untuk beristirahat?


" Hey Roni, apa kamu tidak bosan? Hidup tanpa rasa lelah atau mengantuk?"


sungguh pertanyaan yang aneh untuk di lontarkan kepada penduduk planet yang memang tidak di anugerahi dengan dua kalimat yang di lontarkan James untuk nya.


Roni hanya tersenyum kecil sambil terus menyeret tubuh James,


" apa kamu juga tidak bosan dengan rasa lelah dan kantuk mu?"


Dia membalikan pertanyaan itu ,


" sial kau Roni!" raut muka nya kecut, menanggapi Roni yang dengan mudah membalikan pertanyaan itu.

__ADS_1


Demi untuk membangkitkan kekuatan yang ada di diri nya, dia harus menahan rasa sakit bertubi tubi yang mendera sekujur tubuh nya, Roni dan adik adik nya menghajar james habis habisan demi untuk misi nya kembali ke Bumi dengan kekuatan baru yang penuh ambisi, janji nya kepada Akira lah yang membuat semangat diri nya bangkit.


Sampailah mereka di sebuah tempat yang penuh dengan tebing tebing tinggi yang menjulang dengan kokoh, dari tebing itu memancar beberapa air terjun yang aliran nya sangat deras,tebing itu mampu meluluh lantakan siapa saja yang jatuh dari ketinggian itu, sedang kan air terjun yang ada di dalam nya, seakan memiliki nyawa, dia mampu mencengkeram dengan kuat tubuh seseorang yang tak sengaja jatuh ke dalam nya, dan membawa nya jauh ke batas alam,


" dimana kita?"


James begitu takjub dengan pemandangan alam itu, sebuah tempat yang sangat indah yang tak pernah ada di bumi sebelum nya.


" selamat datang di air terjun kematian James!"


Pangeran Aron selaku adik dari pangeran Roni memberi sambutan yang hangat sekaligus menakut kan untuk James.


Dia menoleh ke kanan dan ke kiri melihat sekeliling tempat itu, apa yang dimaksud dengan kematian? Dia tidak percaya dengan apa pun itu yang di ucapkan oleh pangeran Aron kepadanya, tidak mungkin tempat se indah itu adalah tempat kematian yang mengerikan bagi para penduduk klan Bintang?


" kenapa kau berbicara tentang kematian Aron? Tempat ini terlalu indah jika di sejajarkan dengan kematian? Lagian para penduduk klan Bintang mampu hidup abadi Bukan?"


" tempat ini adalah tempat latihan para prajurit perang yang berkualitas, siapa saja yang mampu melewati rintangan ini, maka dia akan disambut dengan pakaian perang dan pedang yang menanti nya!"


" dalam artian klan Bintang tidak tahan hidup di dalam air?"


Tanya James.


" benar sekali James! Kami memang abadi jika hidup di kerajaan kami sendiri, tapi kami bisa mati, jika harus tenggelam di dalam air yang deras seperti ini!" ucap pangeran Roni.


" jika kau menganggap klan Bintang adalah klan terkuat, kau salah besar James!" ucap Aron.

__ADS_1


Kini, sebuah rahasia besar tersibak kembali, ternyata dari sekian banyak nya klan yang ada, yang memiliki kekuatan terbesar di seluruh jagad Raya adalah klan Air, yang lebih memilih diam dan tidak memihak kepada siapapun, demi terwujudnya kedamaian, dia tak ingin melawan apapun itu dengan kekuatan nya, sebab sekali mereka terlibat dalam sebuah pertempuran, maka Bumi dan seisi nya akan hancur tanpa meninggalkan jejak.


Raja Hera lebih memilih bersembunyi di dalam kerajaan nya, dari pada harus terlibat langsung dengan pertikaian pertikaian yang seolah olah tidak ada habis nya, dia sudah bersumpah untuk tidak ikut campur dalam masalah yang terjadi antara Raja Elang, Raja Awan Hitam dan para penduduk klan lain nya,


Tak habis pikir dalam pikiran James, jika Klan Bintang saja sehebat ini, lalu bagaimana dengan klan Air? seperti apa lagi kehebatan yang mereka miliki? Kenapa mereka lebih memilih bersembunyi dengan seluruh kekuatan nya? Bukankah cukup muda bagi mereka untuk menghentikan semua pertikaian ini?


James larut dalam pertanyaan pertanyaan konyol nya,


" bersiaplah James!" Roni membuyarkan lamunan James, dia melihat seluruh pangeran satu persatu terjun dari ketinggian tebing, untuk menaklukan air terjun kematian itu,


" apa? Tunggu sebentar tolong beri Aku kesempatan!"


James mulai bingung dengan keadaan nya, dia merasa tidak mampu menerima tantangan yang bisa merenggut nyawanya itu, sebab dia tidak mempunyai kemampuan khusus seperti para pangeran pangeran yang sudah terlatih sejak tahun pertama kelahiran nya, untuk membangkit kan kekuatan di tangan nya saja susah nya setengah mati, dia harus latihan selama berhari hari tanpa tidur sedikit pun, demi untuk memusatkan titik fokus nya.


" tidak ada kesempatan bagi mu untuk lari James!" pangeran Aron menyeretnya untuk ikut terjun dari ketinggian tebing itu, James memberontak sekuat tenaga, dia benar benar ketakutan saat ini, namun tubuh nya yang kecil tidak mampu melepaskan cengkraman pangeran Aron yang jauh lebih besar dari dirinya.


" kakek, tolong Aku!" dia berteriak sekuat tenaga untuk memanggil Edward yang tak ada di sana.


" percuma James, Edward tidak ada di sini!" teriak Roni, yang sudah selangkah lebih depan di banding Aron yang mencengkram tubuh nya.


" tidak...!!" James merasakan tubuh nya sudah melayang diantara tebing tebing yang menjulang itu, Aron melepaskan cengkraman nya, para pangeran sudah menguasai teknik meringan kan diri, sehingga mereka dengan leluasa mampu terbang diatas udara tanpa menyentuh sedikit pun air terjun itu.


Tubuh James bergetar hebat, tatkala melihat air terjun yang membentuk wajah dengan separuh badan itu berlompatan untuk siap menangkap tubuh nya yang kecil itu, tak hanya satu melainkan ribuan wajah yang siap mengepung James dan menenggelamkan nya di dasar sungai kematian.


" siapapun tolong lah Aku!" ucap nya,

__ADS_1


dia teringat tenang latihan nya kemarin untuk mengeluarkan kekuatan tangan nya, pandangan mata nya tertuju pada beberapa dahan pohon yang menjorok di tepian tebing itu, kemudian dengan cekatan dia menggunakan kekuatan tangan nya untuk mengikat tubuh nya di dahan dahan pohon, agar tak jatuh begitu saja kedalam Air terjun.


__ADS_2